Sementara itu pertarungan Argus melawan Sebastian masih terus berlanjut.
Pergerakan Argus yang mengandalkan Petir untuk menyerang dan membuat tubuhnya bisa bergerak jauh lebih cepat benar-benar menekankan Sebastian yang telah menggunakan Skill bawaan miliknya Limit breaker.
Skill ini sendiri memungkinkan Sebastian untuk meningkatkan baik kecepatan, pertahanan dan serangan meningkatkan pesat.
Levelnya sendiri akan menjadi sebanding dengan peningkatan penuh 10 level diatasnya.
Dengan mengandalkan Skill bawaan ini, Sebastian bisa menjadi kapten pasukan kesatria kerajaan.
Dan ia juga mendapatkan julukan di medan perang sebagai Dewa perang karena kekuatannya yang mampu menyeimbangi lawan yang levelnya 10 level lebih tinggi darinya.
Namun, saat ini ia benar-benar tidak bisa menekankan seorang penyihir dalam pertandingan jarak dekat.
Hal ini benar-benar membuat dia heran.
Selain gerakan Argus dan refleknya yang benar-benar sangat tinggi, setiap gerakan serangan Argus juga akan mengeluarkan Petir yang benar-benar membuat Sebastian kewalahan.
Jika sebelumnya Argus menggunakan Api, Sebastian masih bisa menghindari dengan mudah. Namun petir ini sangat susah.
Selain Area serangan meluas, pedang yang ia gunakan walaupun sudah ia lapisi dengan mana untuk memperpanjang dan memperluas jangkauan serangannya.
Itu masih tidak bisa melawan Petir Argus.
Petir itu akan terus menerus mengenainya Walaupun ia sudah menghindari semua serangan Argus.
Saat ia mulai kewalahan, ia melihat Argus memfokuskan petir ditangannya.
Ia menempelkan kedua telapak tangan miliknya kemudian membukanya secara perlahan dan dari sana terlihat petir tebal dan mengeluarkan Aura yang sangat kuat.
Melihat hal ini, Sebastian tau ia bukan lawan Argus. Dan jika ia memaksa untuk terus melawan Argus, Ada kemungkinan ia mungkin akan terluka atau yang terparah ia mungkin akan meninggal.
Hal ini tidak sepadan karena tujuannya bukan untuk bertarung hidup dan mati bersama Argus.
Ia hanya ingin melihat sejauh mana kekuatan Argus.
"Cukup.. Aku menyerah.. " Ucap Sebastian sambil terengah-engah.
"Ehh...? " Argus yang saat ini sedang bersiap-siap untuk serangan lainnya terpana.
"Apakah ini sudah cukup..? Tapi aku belum mengalahkan Anda..? Jadi bagaimana aku bisa membuktikan penaklukan Ular itu..? "
"Hahhaha.. Argus kau anak yang menarik.. " Ucap Sebastian.
Ia menyukai sifat Argus. Jika itu orang lain, maka mungkin saja orang itu akan menjadi sombong atau melakukan hal lainnya.
Namun di sini Argus hanya memperhatikan masalah bukti yang di inginkan Sebastian. Walaupun itu sebenarnya hanya aktingnya saja.
"Aku sudah mengakui bahwa kekuatan mu memang bisa menaklukkan Ular itu.
Dan lagian, lihatlah keadaan kita saat ini..? " Ucap Sebastian.
"Keadaan kita..? Aku tak apa apa..? Dan masih bisa melanjutkan " Kata Argus.
"Itulah yang aku maksud. walaupun melawan ku yang levelnya jauh diatas mu, tapi kamu masih baik-baik saja.
Apalagi bahkan kamu tidak kehabisan nafas.. " Ucap Sebastian.
"Sedangkan orang tua ini sudah kelelahan setengah mati.. "
Kemudian Sebastian dan Argus berjalan ke arah Wiliam, Olivia dan Lisa yang sedang menunggu mereka.
"Haihh.. Kau memang sangat kuat bahkan lelaki tua ini tak bisa melukaimu... " Ucap Sebastian.
"Sekarang mari kembali ke bisnis, bisakah kamu membawa Subjek Quest itu sekarang..? "
"Baiklah.. " Kemudian Argus mengeluarkan Tubuh dari Ular Viper Mata Ruby itu di sana.
Ukuran tubuhnya sangat panjang.
Itu ± 20 meter panjang dari ekor sampai kepala. Dengan diameter badannya sekitar satu setengah meter..
Melihat itu, Olivia dan Sebastian cukup kaget dengan ukurannya. Mengingat dari yang ia tau, informasi itu mengatakan hanya sekitar 10 meter panjangnya dan tebalnya hanya kurang dari satu meter.
Ini benar-benar dua kali lipat dari informasi yang mereka miliki.
"Ini..? Paman, apakah ini benar-benar ular Viper mata Ruby..? Kenapa ini ukurannya dua kali lipat dari informasi yang kita miliki..? " Tanya putri Olivia.
"Melihat ciri-ciri dari monster ini, ini memang ular itu.
Namun ukurannya benar-benar berbeda dengan apa yang kita miliki. Jelas ini adalah varian lebih kuat dari ular Viper mata Ruby. " Kata Sebastian.
"Varian..? Jadi apakah ini tidak bisa di gunakan untuk Quest itu..? " Tanya Lisa.
"Bukan seperti itu, melainkan ini sebaliknya.
Walaupun ini varian, ini benar-benar lebih bermanfaat.
Jadi ini tetap bisa di gunakan untuk Quest. " Kata Sebastian.
"Dan mungkin kita harus menambahkan hadiah untuk ini.. "
"Tambahan lagi..? " Tanya Argus.
"Itu tidak perlu.. "
"Tidak-tidak.. Monster ini seharusnya sudah memasuki Rank S monster. Dan Quest khusus itu hanyalah untuk Monster Rank A..
Jika itu adalah orang lain atau bahkan kami yang mencoba menaklukkan Monster ini, kami mungkin akan mati.
Jadi kami harus menambahkan hadiahnya ". Ucap Sebastian.
" Bagaimana jika sebagai tambahan kamu menikah dengan Olivia..? "
"Paman..!! " Teriak putri Olivia.
"Me menikah..? " Gumam Lisa sambil mulai merasa tertekan.
"Ini benar-benar tidak perlu.. " Ucap Argus.
Lisa yang mendengar Jawaban Argus menghela nafas lega.
Sedangkan untuk putri Olivia sendiri entah mengapa sedikit kecewa saat mendengar kata itu.
"Tidak.. Tidak. Tidak.. Kami benar-benar harus menambahkan hadiahnya.. " Kata Sebastian
"Oh benar, bagaimana dengan menaikan Rank petualang milikmu.
Wiliam bantu Argus menaikan Rank miliknya, dengan kekuatannya saat ini. Aku yakin bahkan Rank S pun tak masalah untuknya. "
"Itu benar-benar tidak di perlukan Tuan Sebastian..
Jika kalian benar-benar ingin menambahkan sesuatu, bagaimana jika memberikan ijin untuk memasuki perpustakaan Kerajaan..?
Aku dengar perpustakaan Kerajaan memiliki Buku paling lengkap. " Ucap Argus.
"Ijin masuk perpustakaan..? " Tanya Sebastian
Wiliam dan Olivia juga memperhatikan Argus, permintaan ini sangat sederhana untuk mereka.
Walaupun untuk umum ijin ini susah di dapatkan. Namun ini hal mudah untuk Sebastian dan Olivia. Tetapi tetap saja di mata ketiganya ini adalah permintaan sederhana.
"Benar. Salah satu hobi milik ku adlah membaca, dan tujuanku selain bisa memakan segala macam makanan dari bahan berbeda di seluruh dunia. Aku juga ingin mencari pengetahuan tentang segala hal.. " Ucap Argus yang membuat semua orang di sana terkesan.
Biasanya setiap orang jika di tanya tujuan hidup mereka akan selalu hal yang umum.
Seperti menjadi orang yang terkuat.
Menjadi kaya, dan keinginan duniawi lainnya.
Namun Argus mengatakan hal yang berbeda, ia menginginkan pengetahuan.
Ya selain makan tentunya yang ia katakan.
"Jadi inilah Sage.. Penyihir yang mengabdikan diri pada pengetahuan..? " Kata Sebastian.
"Baiklah aku akan mengatur hal ini untukmu ketika kembali... "
"Baiklah Terimakasih.. " Ucap Argus.
"Untuk Quest ini, kami hanya membutuhkan Mata dan kantong Racun nya saja.
Sisanya kamu bisa mengambil kembali Argus. " Kata Sebastian.
"Jika kamu menjual sisanya, kamu mungkin bisa mendapatkan sekitar 500 koin emas.. "
"Jika tidak keberatan, Aku ada pertanyaan..? " Kata Argus
"Silahkan.. " Ucap Sebastian.
Argus membuat wajah serius yang membuat tiga lainnya menjadi diam dan menunggu pertanyaan serius macam apa yang akan Argus tanyakan.
"Apakah daging ular ini enak..? " Tanya Argus.
Ketiganya yang ada di sana yang sudah menunggu pertanyaan macam apa yang akan Argus tanyakan menjadi terdiam tak tau apa yang harus mereka katakan saat ini.
Melihat tiga lainnya diam, Argus menggaruk kepalanya yang lagi yang tidak gatal itu.
"Apakah dagingnya tidak enak..? " Tanya Argus lagi.
"Tidak, daging Ular ini termasuk dalam kategori daging yang cukup enak dan terkenal. " Ucap Wiliam yang memecahkan keheningan itu.
"Oh benarkah..? Kalo begitu aku akan menyimpan dagingnya.. " Ucap Argus bersemangat.
"Ya silahkan.. " Kata Sebastian sambil tersenyum.
"Tapi kami perlu menunggu orang untuk membongkar Materialnya terlebih dahulu.. "
"Itu tidak perlu, aku bisa membantu.. " Kata Argus sambil berjalan menuju Ular itu.
Lalu Argus mengangkat tangannya menuju ular itu dan memakai skill pembongkaran miliknya.
Ular besar itu secara langsung berubah menjadi tumpukan bahan berdada. Dari mulai Tulang, Taring, kulit dan daging. Lalu material untuk Quest yakni Mata dan kantong Racun juga terpisah sendiri.
Melihat ini Wiliam, Sebastian dan Putri Olivia terpana.
"Hahhaa benar-benar skill yang sangat praktis.. Kamu memang sangat menarik Argus, aku akan menantikan mu di Kerajaan nanti. " Kata Sebastian.
"Aku akan mengambil material Quest ini, dan kamu bisa membicarakan sisanya dengan Wiliam. "
Sebastian mengambil dua mata Merah itu dan kantong Racun ular tersebut, lalu ia dan putri Olivia yang cukup diam dari tadi meninggal tempat itu.
"Jadi.. Selain daging ini, apakah ada yang berharga lainnya yang bisa Guild beli..? " Tanya Argus.
"Kulit (sisik) dan taring Monster ini Guild bisa membelinya dengan Harga tinggi, mengingat ini Monster Rank S menurut perkataan Tuan Sebastian sebelumnya. " Kata Wiliam.
"Baiklah, aku akan menyimpan Tulang dan Daging nya kalo begitu. " Kata Argus sembari menyimpan Daging dan tulang ular itu.
"Apakah aku perlu memindahkan material ini ke tempat lain..? "
"Tidak perlu, akan ada yang mengurusnya nanti.. " Kata wiliam.
"Mari kembali ke ruang tunggu sebelumnya. "
Setelah Argus dan Lisa terlebih dahulu kembali ke ruang tunggu. Wiliam dan Cesilia kemudian menyusul masuk membawa dua buah kantung dan sebuah gulungan.
"Baiklah, ini adalah hadiah untuk Quest khusus itu. " Kata Wiliam.
"Dalam kantong kain ini terdapat 1000 koin emas yang setara dengan satu Koin platinum.
Lalu gulungan ini adalah gulungan kepemilikan tanah sementara sesuai dengan yang di janjikan. "
Argus mengambil Kantong itu dan gulungan itu,.
"Gulungan itu bisa kamu bawa ke istana kerajaan untuk memverifikasi kepemilikan tanah.. Karena Tanah itu ada di ibukota, maka kamu harus pergi ke Kerajaan terlebih dahulu untuk mengambil sertifikat asli tanah itu. " Kata Wiliam.
"Hal ini untuk mencegah hilangnya sertifikat tanah di luar daerah ibukota yang mungkin bisa menyebabkan masalah. "
"Baiklah aku mengerti.. " Kata Argus.
Argus sekarang paham dengan kata-kata Sebastian sebelum nya yang mengatakan menunggu Argus di Kerajaan.
Ternyata karena hal ini.
"Lalu, kantong satunya adalah 400 koin Emas sebagai Harga dari Taring dan sisik Monster sebelumnya.. " Kata Wiliam di ikuti Cesilia yang menyerahkan kantong kedua itu kepada Argus.
"Apakah ini tidak terlalu banyak..? " Tanya Argus
"Tidak, harga ini sudah di dasarkan kepada penilaian ahlinya.
Jadi ini adalah harga yang sesuai dengan Harga pasaran untuk material itu. " Kata Cesilia.
"Kalo begitu aku akan menerimanya.. " Kata Argus
"Sekarang untuk urusan Rank, seperti yang sebelumnya Tuan Sebastian katakan.
Namun, walaupun saya adalah Manajer Guild disini. Tapi saya hanya bisa menaikan Rank milikmu menjadi B. "Ucap wiliam.
" Saya hanya bisa menaikan Rank mu satu tingkat satu waktu.
Dan tak bisa menaikan dua tingkat atau lebih sekaligus untuk Rank di atas Rank C.
Walaupun dengan rekomendasi Tuan Sebastian, saya tetap tidak bisa guna menghindari kecemburuan petualang lainnya. "
"Saya mengerti, ini sudah cukup untuk ku saat ini. " Kata Argus.
"Terimakasih untuk pengertiannya.. Kamu hanya perlu melakukan beberapa Quest Rank B atau A beberapa kali lagi.
Lalu setelah itu kamu bisa mengambil Quest kenaikan Rank saat itu. " Kata Wiliam
"Jadi apa ada pertanyaan lainnya..? "
"Aku sudah paham...
Aku hanya punya satu pertanyaan, apakah anda bisa merekomendasikan Penginapan untuk kami..?" Tanya Argus
"Penginapan.. ? Karena ini hampir malam dan agak susah mencari penginapan saat ini.
Jika kamu tidak keberatan dengan keramaian, kamu bisa menginap di penginapan Guild ini.. " Kata wiliam
"Selain sebagai Guild petualang, ini juga berfungsi sebagai bar dan penginapan.
Karena itu suasana disini selalu ramai walaupun sudah sore.. "
"Ternyata seperti itu..
Kalo begitu aku akan menginap di sini malam ini. " Ucap Argus
"Tak masalah, Cesilia akan mengatur kamar untuk kalian..
Aku akan pergi terlebih dahulu, masih ada yang harus aku lakukan.. "
.
.
. ----------------
.
.
Sementara itu di penginapan lainnya.
"Paman. Kenapa kamu tidak mengatakan tentang ia yang menyelamatkan kita sebelumnya..? " Tanya putri Olivia.
"Oliv kecil, kamu masih tidak paham tentang Argus. " Ucap Sebastian
"Apa kamu lihat sebelum saat saya menawarkan hadiah tambahan.?
Ia hanya memilih untuk ijin masuk perpustakaan Kerajaan. "
"Jika saat itu kami membahas masalah ini juga, maka kemungkinan besar Argus akan menolak tawaran apapun yang akan kita berikan.
Dan jika toh pada akhirnya ia mengatakan keinginan, maka itu pasti akan menjadi hal yang sederhana.. "
"Di lihat dari sifatnya. Tak mungkin ia akan mengucapkan hal-hal besar sebagai permintaan..
Itu sama sekali tidak sepadan dengan rasa terimakasih kita untuk nya. "
"Apa sekarang kamu mengerti..? " Tanya Sebastian.
"Emm.. Aku mengerti paman. " Jawab Olivia.
"Aku bertujuan akan mengatakan masalah ini saat ia menerima hadiah tanah itu di depan Ayahmu..
Jika di depan raja, aku kira ia akan mempertimbangkan untuk meminta hal yang lebih berharga.. " Ucap Sebastian
"Ya.. Itu rencana yang bagus.. " Kata Olivia.
"Tapi serius, aku masih berharap jika ia mau menikah denganmu.. " Sebastian
"Paman..! "
. Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 149 Episodes
Comments
D Gharm
percuma juga menikahi putri kerajaan klo ngga bisa masak makanan
2023-09-24
0
You Me
Sebastian a*j
2022-10-03
0
DNK • SLOTH SINN
next thor
2022-05-02
0