Di depan gerbang kota Isak, antrian panjang para pedagang dan berbagai orang yang ingin masuk ke dalam kota tejadi cukup sering.
Namun kali ini jumlah orang terlihat lumayan banyak dari biasanya. Dan pengecekan di sana menjadi lebih lama.
Salah satu pedagang di sana mencoba bertanya kepada yang lainnya.
"Hai, apa kamu tau apa yang terjadi...? Kenapa antriannya lebih banyak dari biasanya..? "
"Tidak.. Aku juga tak tau apa yang terjadi.. " Jawab orang itu.
"Aku dengar ini bukan karena orang lebih banyak, namun karena pemeriksaan nya yang lebih lama dari biasanya. " Jawab orang lainnya.
"Lebih lama..? Memangnya apa yang terjadi..? " Tanya pedagang itu.
"Aku mendengar desas-desus kalo ada salah satu keluarga kerajaan tinggal di kota Isak saat ini. Jadi pemeriksaan pun diperketat. " Jawab orang itu.
"Keluarga kerajaan..?? Aku denger Yang Mulia Raja sedang sakit, dan Pangeran yang saat ini ada di Kerajaan Raika melakukan kunjungan kerajaan untuk menjalin kerjasama pun bergegas kembali..
Jadi siapa yang tinggal di sini..? Apa mungkin Tuan putri..? " Gumam pedagang itu.
Tak lama Kemudian ada sebuah kereta melaju kencang dari belakang dan menyalip barisan antrian itu..
Dan langsung masuk kedalam gerbang tanpa melakukan pemeriksaan.
"Siapa dia..? Kenapa tidak mau antri..! " Teriak salah satu penjaga gerbang.
"Diam bodoh..!! Apa kau tak melihat lambang kereta dan Armor yang menjaga kereta..!! " Teriak penjaga gerbang lainnya memarahinya.
"Ehh..? " Penjaga gerbang itu yang pertama kali berteriak tertegun dan memperhatikan lambang kereta itu. Naga dan pedang.
Orang itu pun mengecilkan lehernya melihat lambang itu, itu adalah lambang kerajaan. Yang artinya orang yang di dalam kereta kemungkinan adalah keluarga kerajaan.
Kemudian Orang-orang yang melihat hal tersebut mulai saling berbisik di tempat dan tak berani berkata keras.
Sementara itu di dalam kereta, sang Putri melihat ke arah luar dan melihat mereka telah sampai di kota Isak.
"Paman..! Biarkan yang lainnya kembali ke penginapan dan beristirahat.. Kau dan aku akan langsung menuju guild petualang.. " Ucap Putri.
"Ini tidak perlu Yang Mulia turun tangan sendiri, biarkan saya saja yang pergi dan Yang Mulia bisa beristirahat.. " Jawab Sebastian.
"Baiklah, paman bisa menginformasikan bahwa selain tanah yang di janjikan.
Saya pribadi akan menambahkan satu Koin platinum untuk hadiahnya. " Ucap sang putri
"Baik, Hamba mengerti..
Kalian kembali dan jaga Yang Mulia untuk beristirahat di hotel kemarin.
Tunggu perintah selanjutnya.. " Ucap Sebastian
"Siap komandan..! " Teriak prajurit lainnya.
Kemudian rombongan mulai memisahkan diri. Kereta melaju menuju penginapan dan Sebastian menggunakan kudanya menuju Guild petualang.
Sesampainya di pintu Guild petualang,
Cesilia langsung menyambut Sebastian dan mengarahkannya ke ruangan Manajer Guild.
Di dalam Ruangan, Wiliam sudah menunggu mereka.
"Selamat datang Tuan kesatria silahkan duduk.. " Ucap wiliam.
"Hemmm... " Jawab singkat Sebastian.
Lalu mereka mulai duduk dan Cesilia mulai menyajikan minuman untuk mereka.
Setelah menyesap minuman itu dan Sebastian mulai mengatur nafas, Wiliam memberanikan diri untuk berbicara.
"Tuan kesatria, kalo boleh tau bagaimana ekspedisi Anda..? Apakah berjalan lancar..? " Tanya William
"Tidak. Kita tidak bisa memasuki lebih dalam hutan Orasis, dan terpaksa kembali kali ini. " Jawab Sebastian
"Dan tolong panggil saja saya Sebastian saat tak ada yang mulia. " Tambah Sebastian
Wiliam yang tau jumlah pasukan yang mengikuti dan kekuatan masing-masing prajurit mengerutkan keningnya.
Karena bahakan dengan 50 prajurit dengan level diatas 40, masih tidak bisa masuk ke dalam hutan Orasis..
Seberapa menakutkan hutan itu sebenarnya. Dan seberapa tinggi level dan berapa banyak orang yang di perlukan untuk menjelajahi hutan Orasis.
"Kali ini kami benar-benar tidak beruntung, saat kami memasuki hutan dan hampir melewati batas bagian tepi hutan dan hendak memasuki pusatnya. Kami bertemu dengan Naga.
Dan di lihat dari penampilannya, itu seharusnya adalah Raja Naga Merah.. " Ucap Sebastian.
"Apa Raja Naga Merah..? Bukankah itu hanya ada dalam legenda..? " Tanya Cesilia.
"Tidak, ini benar-benar Raja Naga Merah. Dilihat dari warna Merah darah dan ukurannya yang lebih bedar dari Naga lainnya, tak salah lagi itu adalah Raja Naga Merah. " Kata Sebastian.
"Jika Raja Naga mulai menunjukkan diri di bagian Luar Hutan.. Ini bisa berbahaya.
Ada kemungkinan menyerang desa atau penduduk di sana. " Kata Wiliam
"Aku harus segera menginformasikan ini segera dan membentuk tim pencegahan.. "
Wiliam hendak berjalan pergi dan melakukan pencegahan sesegera mungkin.
Namun di hentikan oleh Sebastian.
"Tidak perlu.. Naga itu sudah di taklukkan.. "
Kata-kata itu membuat baik Wiliam dan Cesilia mematung.
Raja Naga merah dalam Legenda merupakan Monster Rank SS. Itu adalah monster tingkat bencana yang bisa memusnahkan seluruh kerajaan dengan mudah..
"Sudah di taklukkan..? " Tanya Wiliam
"Ya.. Itu sudah terbunuh oleh seorang pemuda... " Jawab Sebastian
"Apa..!! " Teriak Wiliam dan Cesilia
Itu adalah salah satu berita yang tak masuk akal. Seharusnya dibutuhkan kekuatan suatu negara untuk mengalahkan atau setidaknya mengusir Naga itu.
Bahkan jika hanya Naga biasa, dibutuhkan banyak petualang Rank S atau level lebih dari 90 untuk mengalahkan satu ekor Naga biasa.
Dan lagi ini adalah Raja Naga Merah.
Jika di berikan peringkat Level maka Naga biasa adalah setingkat dengan Level 80-90
Dan Raja Naga Merah adalah eksistensi yang sudah mencapai Level 100.
Jika itu adalah jaman dulu dimana terdapat banyak yang bisa mencapai Level lebih dari seratus mungkin bisa mudah mengalahkan nya.
Namun untuk saat ini dimana semua catatan dan informasi banyak yang hilang sejak 500tahun terakhir. Hanya tercatat segelintir orang saja yang bisa mencapai lebih dari seratus Level.
Bahkan untuk saat ini tak ada satupun yang levelnya melebihi seratus.
Orang terkuat di kerajaan Illia adalah pangeran Roland de Illia yang saat ini sedang ada di kerajaan Raika.
Dia sudah mencapai level 90, sedangkan orang terkuat kedua adalah orang di depan wiliam.
Kapten kesatria kerajaan sekaligus saudara Raja saat ini yang mengabdikan diri sebagai prajurit.
Duke Sebastian De Illia. Levelnya adalah 86.
"Kamu tak salah dengar, seorang pemuda berhasil mengalahkannya tepat di depan mataku sendiri..
Saat itu.. " Sebastian memutuskan memberitahu wiliam apa yang terjadi sebelum nya di dalam hutan.
"Sihir Es yang hilang dan pedang cahaya..? " Gumam Wiliam.
"Jika sihir Es, ada kemungkinan ia menemukan catatan kuno tentang sihir ini.
Namun pedang dari sihir cahaya..?
Apakah itu pedang sihir dari elemen cahaya..?
Apakah sihir elemen cahaya yang hanya bisa di pakai untuk penyembuhan ada hanya dukungan bisa sekuat itu..? "
"Itu juga yang membuat ku penasaran.
Bahkan dalam catatan kerajaan pun tak pernah di tuliskan penggunaan Elemen Cahaya untuk menyerang. " Kata Sebastian.
"Lupakan itu untuk saat ini, saya membawa pesan dari Tuan Putri untuk melanjutkan Quest sebelumnya dan menambah hadiah nya dengan satu koin platinum. "
"Baik aku mengerti.. " Jawab wiliam yang masih sibuk dalam pikirannya sendiri.
"Akhh.. Benar. Manajer ingat Pesan sebelumnya dari Guild Cabang.. !! " Teriak Cesilia yang juga baru ingat hal itu.
"Guild cabang..? " Gumam wiliam sambil memikirkan nya.
"Oh benar.. Tuan Sebastian.
Kemarin kami mendapatkan informasi dari Cabang Guild di desa Sotou dekat perbatasan Hutan Orasis.
Di infokan bahwa ada seorang petualang yang berhasil mendapatkan Ular Viper Mata Rubi dari hutan Orasis dan berniat menjualnya di sana. "
"Apa..!! " Teriak Sebastian
"Apa kamu yakin..? "
"Ya berita itu benar adanya, dan tubuh dari Ular Viper mata Rubi itu pun sudah di konfirmasi adanya dan keaslian nya.
Kami meminta mereka untuk menunda orang tersebut dan menunggu kembali informasi dari kami.
Kami berniat menunggu dan melihat hasil penaklukan anda. " Jawab Sebastian.
"Hebat ini hebat..!!
Dengan ini kami tetap bisa membawa bahan baku utama obat yang mulia.. " Teriak Sebastian kegirangan.
"Kamu segera informasikan ke cabang itu untuk menyuruh membawanya ke sini segera, dengan ini kami bisa langsung membawanya ke ibukota segera. "
"Baik.. Cesilia tolong lakukan sekarang.. " Ucap Wiliam.
"Siap Manajer.. " Jawab Cesilia sambil bergegas keluar..
"Baiklah.. Kabari kami segera saat barang itu sampai di sini. Aku ingin menkonfirmasi sendiri saat itu juga dan mengucapkan terimakasih kepada petualang itu. " Ucap Sebastian sambil berdiri bersiap pergi.
"Baik, aku akan mengabari anda segera saat itu juga " Jawab Wiliam.
Setelah itu, Sebastian meninggalkan Guild dan langsung menuju ke hotel tempat mereka menginap.
Dia mengetuk pintu tempat Putri tinggal.
"Yang Mulia saya kembali.. "
"Paman masuklah, pintu tidak di kunci. " Jawab Putri dari dalam.
"Saya masuk.. " Kemudian Sebastian masuk dan duduk di salah satu kursi di dalam.
"Oliv kecil, kami beruntung.. Raja bisa di selamat kan..! " Ucap Sebastian bersemangat.
"Paman tenang paman.. Beruntung apa maksud paman..?
Coba katakan perlahan.. " Ucap putri Olivia
"Saat saya menginformasikan ke wiliam sebelumnya di guild, ternyata ada yang sudah berhasil menaklukkan Ular Viper mata Rubi di hutan Orasis sebelumnya di desa dekat hutan Orasis.
Dan mereka sedang menunggu perintah selanjutnya dari sini. " Jawab Sebastian
"Benarkah..?? Itu bagus..! " Teriak Putri Olivia.
"Oh benar. Oliv kecil, ada kemungkinan orang yang berhasil menaklukkan Ular Viper mata Rubi itu juga adalah orang yang menyelamatkan kita sebelumnya dari Naga itu.. " Ucap Sebastian.
"Apa..? Apa paman yakin..? " Tanya Putri Olivia
"Belum.. Ini hanya dugaan saya saja, ingat pemuda itu yang menyelamatkan kita hanya sendirian dan dia juga berlari dari arah pusat hutan.
Dan orang yang berhasil mengalahkan ular Viper mata Rubi itu juga di katakan seorang diri, bukan sebuah party.
Dan juga waktu informasi itu sangat tepat jika kita satukan. " Jawab Sebastian
"Artinya kita akan segera bertemu dengannya.."saat memikirkan penampilan Argus, wajah Olivia memerah.
Sebastian yang memperhatikan itu pun tersenyum.
"Jika seperti ini apakah kita perlu menambah komisinya..? " Tanya Putri Olivia.
"Tidak.. Imbalan tetap akan seperti itu, namun jika itu memang pemuda sebelumnya. Kita harus memberikan hadiah karena sudah membantu menolong kita. " Kata Sebastian.
"Imbalan apa yang menurut paman cocok untuknya..? " Tanya Putri Olivia
"Bagaimana jika menjadikan dia suamimu..? " Tanya Sebastian.
"Paman..!! " Teriak Putri Olivia
"Hahhaha.. Maaf paman bercanda, kita akan bertanya pada ibumu atau yang mulia Raja untuk masalah ini. " Ucap Sebastian
"Emm.. Kita bisa menyuruh nya datang ke ibukota nanti bersama kita.." Saat mengatakan hal ini tanpa sadar wajahnya kembali memerah.
"Ya kita akan membicarakan ini setelah Raja sembuh.
Baiklah mari istirahat dulu dan menunggu kabar dari wiliam." Ucap Sebastian sambil berjalan keluar.
Saat sebelum Sebastian menutup pintu, dia berbalik dan melihat kearah Putri Olivia dan berkata pelan.
"Tapi serius, kau sudah besar sekarang Oliv, dan paman tak tahan untuk menggendong cucu.. "
"Akkhh ... Paman..! " Teriak Putri Olivia sambil menutup pintu.
Dari balik pintu bisa di dengar tawa keras Sebastian.
Tanpa sadar Olivia kembali mengingat penampilan Argus saat itu dan kembali memerah.
#Note disini di setting bahwa wiliam adalah mantan prajurit kerajaan di bawah pimpinan Sebastian.
Dan saat berhenti, dia memutuskan menjadi manajer Guild petualang di kota Isak.
.
.
.
.
.
Semntara itu.
"Haacuuu.. " Argus tiba-tiba bersin.
"Apa Master baik-baik saja..? " Tanya Lisa
"Aku baik-baik saja, sepertinya ada yang membicarakan ku.. " Ucap Argus sambil mengusap hidungnya.
"Heeh..? " Lisa tak paham apa kaitannya antara bersin dan orang lain membicarakan nya.
Kemudian Karena tak tau apa yang harus di katakan, Argus dan Lisa hanya berjalan tanpa saling berbicara lagi.
Di jalan Argus menyempatkan membeli beberapa makanan dari kios yang ia lewati.
Dari roti, daging panggang, dan jajanan lainnya.
Selain ingin mencoba berbagai makanan, Argus merasa perlu memberikan makanan untuk Lisa juga.
Tak lama Kemudian saat sampai di guild Argus langsung menuju Resepsionis.
"Haloh aku ingin menyerahkan hasil Quest yang aku ambil.. "Ucap Argus sesampainya di sana.
"Akhh... ! Argus..!! " Emilia langsung berteriak saat melihat Argus.
"Cepat ikuti aku.. "
Emilia langsung menyeret tangan Argus menuju ruang manajer.
Lisa yang melihat itu hanya mengikuti sambil bertanya-tanya.
"Apakah master petualang Rank tinggi..? "
.
. Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 149 Episodes
Comments
Ino Jin
beban +2
2022-05-15
2
Scurity MT
👍234
(baca: Sokam)
2022-04-20
0
Mahardika Santoso
lah kok meninggal
2022-03-04
0