Keesokan paginya saat Argus bangun tidur, sekali lagi Argus menjumpai bahwa Lisa tertidur di dalam pelukannya lagi seperti sebelumnya..
Sepertinya Lisa memang telah memutuskan untuk benar-benar selalu tidur bersama Argus baik Argus mau atau tidak, dia akan menyelinap mendekati Argus saat tidur.
"Haihhh... Lupakan, tidak buruk juga di temani oleh wanita cantik bukan.. " Gumam Argus.
Argus yang tadinya akan bangun memutuskan memejamkan matanya sebentar lagi..
Dan sekali lagi saat Argus terbangun setelah beberapa saat kemudian, Argus tidak melihat Lisa lagi. Dan saat memperhatikan sekeliling ternyata Lisa sudah bangun dan menyiapkan sarapan pagi untuknya..
"Selamat pagi master.. " Ucap Lisa.
"Pagi Lisa.. " Kata Argus sambil melihat daging kelinci yang sepertinya sudah selesai di bakar itu..
Sebelum tidur semalam, argus memberikan beberapa bumbu dasar kepada Lisa.
Seperti Garam Halus, Bubuk Cabai, Bawang goreng dan gula.
Lisa awalnya sangat terkejut melihat hal itu, pasalnya walaupun Garam di dunia ini ada. Namun masih kasar dan tak berwarna putih murni dan bersih.
Untuk Bubuk cabai, Lisa mengatakan ada tanaman yang mirip dengan Cabai di dunia ini. Namanya buah api.
Mereka menamai seperti ini karena saat mereka memakan cabai akan terasa pedas seperti terbakar, jadi nama buah Api di ambil dari sana.
Walaupun ada, namun jarang atau bahkan belum ada yang menggunakan Cabai untuk memasak.
Untuk bawang Goreng sendiri Lisa tidak tau, karena ini sudah di Goreng atau di oleh dengan minyak yang membuat lisa tidak paham seperti apa bahan dasar sebelum di goreng.
Namun mendengar deskripsi Argus, Lisa mengatakan ada yang mirip walaupun ukurannya di sini cukup besar.
Dan sekali lagi saat melihat Gula, Lisa juga terkejut dengan warna dan kebersihan gula itu. Sama seperti garam, di dunia ini gula juga ada namun agak keruh dan tidak jernih dan bersih.
Apalagi gula halus atau putih hanya akan di nikmati oleh para bangsawan, atau bisa di bilang Gula di dunia ini adalah khusus untuk bangsawan saja.
Sedangkan untuk masyarakat umum, biasanya mereka akan menggunakan gula Hitam. Jika itu di bumi maka sama saja dengan gula merah, namun di sini di sebut gula hitam walaupun warna merah.
Setelah sarapan pagi selesai, Argus mulai bersikap memasuki Dungeon bersama Lisa..
Di dalam Dungeon, semua hasil pengalaman akan di bagi rata antara semua anggota party yang memasuki Dungeon.
Jadi untuk mencegah terlalu sedikit nya pengalaman yang di dapat, maka setiap Party biasanya hanya akan berjumlah tidak lebih dari sepuluh orang.
Ini sudah menjadi aturan tak tertulis untuk para petualang yang akan memasuki Dungeon atau hanya membentuk party untuk urusan lain. Tentunya selain untuk penaklukan skala besar.
"Baiklah, mari kita masuk dan akhiri Dungeon ini segera dan kemudian melanjutkan perjalanan kita lagi.. " Ucap Argus
"Kau harus bisa mengikuti kecepatan ku di dalam, aku takan menunggu mu.
Jadi cobalah untuk tidak tertinggal.. "
"Emmm.. " Lisa hanya mengangguk dan mengeluarkan Busur panah miliknya.
Kemudian saat memasuki Dungeon, Argus melepaskan para semut miliknya untuk membantu mengumpulkan semua Core monster yang akan di jatuhkan nanti.
Lalu Argus mengeluarkan Katana miliknya dan melapisinya dengan Elemen Angin yang cocok untuk memoting.
Setiap lantai, Argus menyeting mulai dari 10 monster di lantai pertama, 20 monster di lantai ke dua sampai di lantai sembilan akan berjumlah 90 monster.
Hal ini akan Terus berulang saat melewati lantai bos.
Kemudian Di lantai satu sampai sembilan, Argus menyelesaikannya dengan sangat cepat. Tiap lantai hanya akan memakan waktu paling lama sepuluh detik saja.
Itu hampir terlihat seperti Argus hanya berlari saja, namun sepanjang langkah yang Argus ambil akan memotong setiap monster yang ada.
Bahkan untuk bos monster Rank C hanya akan memakan waktu beberapa detik saja untuk Argus.
Argus tak berhenti untuk beristirahat sama sekali dan terus berlari melanjutkan menjelajahi semua Lantai di depannya.
Lisa cukup kewalahan mengikuti langkah Argus, terutama karena banyaknya pengalaman yang ia dapat secara Cepat itu sedikit membebani tubuh Lisa.
Sementara itu Argus telah sampai di lantai 20. Lantai yang di jaga oleh Troll.
Argus menggunakan elemen Api kali ini yang langsung menghanguskan Troll itu hingga tak sempat beregenerasi lagi.
Setelah itu, argus memutuskan menggunakan sihir mulai sekarang.
Karena dengan menggunakan sihir, baik Exp atau peningkatan jumlah mana saat naik level akan lebih banyak.
Kemudian untuk mengalahkan para Orc dari lantai 21 sampai lantai 29, Argus menggunakan Elemen Tanah.
Ia menggunakan tombak Tanah beruntun untuk memusnahkan setiap Orc yang ia temui.
Dan untuk Bos Lantai 30 adalah Org Raksasa berwarna merah, Argus menggunakan cara sederhana.
Argus hanya menciptakan Bola Air untuk menutupi kepala Org itu sampai mati kehabisan Nafas..
Argus melakukan ini walaupun memakan waktu lebih lama dari lantai lainnya, Argus tak masalah. Karena ia ingin sedikit mengulur waktu untuk istirahat sejenak dan memberi waktu Lisa menyusul.
Namun sampai Bos Lantai 30 mati, Lisa dan para semut belum terlihat juga.
Jadi Argus memutuskan melanjutkan Lantai 31 sampai 39 yang berisi para Lamia, monster Rank(C)
Para Lamia mengkhususkan diri pada serangan Sihir tipe Air.
Jadi Argus menggunakan serangan lanjutan dari Elemen api yaitu Petir.
.
.
#Note.. Di sini Thor setting untuk setiap orang yang memiliki kedekatan Elemen dasar juga akan mampu mengendalikan Elemen turunannya, walupun tak semuanya bisa.
Elemen dasar adalah Api. Air. Angin.Tanah. Cahaya dan kegelapan.
Elemen turunan adalah
Petir dan magma dari api.
Es dari Air.
Logam dan pasir dari Tanah.
Gravitasi dari udara.
Waktu dari cahaya
Ruang dari kegelapan.
Dan ada juga jenis Elemen khusus. Elemen ini di sebut Alam / Nature element bisa mengendalikan Kayu atau tanaman. Sekian..
.
.
Dengan mengandalkan serangan elemen petir, Argus bisa dengan mudah mengalahkan para Lamia yang menggunakan Air itu.
dan untuk Bos Lantai 40. Minotaur adalah Monster Rank(B) yang terkenal dengan kekuatan fisiknya yang besar dan senjata Kampak bermata dua miliknya yang menjadi ciri khas Minotaurus itu. .
Argus tidak menggunakan sihir kali ini, dan hanya menggunakan Katana Miliknya untuk menyerang Minotaur itu.
Katana dari taring Naga lebih tajam dari yang Argus kira, itu mampu dengan mudah memotong Senjata Kampak beserta Minotaurus itu sekaligus.
Dan untuk Lantai 41 sampai 49 adalah Skeleton dan Lich Rank. Walaupun skeleton merupakan Monster Rank E, namun mereka kebal serangan sihir. Dan hanya mampu di kalahkan dengan serangan fisik.
Namun yang jadi masalah adalah adanya Lich, yang mampu menggunakan sihir pemanggilan. Ia akan terus menerus memanggil skeleton dalam jumlah tak terbatas dan mampu menggunakan sihir serangan ber elemen Api.
Jadi target serangan Argus harus di prioritas kan kepada Lich itu. Di lantai 41 ada satu Lich dan akan bertambah satu lagi di tiap lantai selanjutnya.
Argus menggunakan Bola petir serangan Area luas untuk mengalahkan para Lich di sana.
Jadi itu akan mempermudah Argus mengurus para Skeleton yang tertinggal.
Di Lantai 50 adalah Cerberus Rank (A).
Itu adalah monster tipe anjing berkepala tiga yang mampu menyemburkan api.
Kesulitan untuk monster ini adalah ukurannya yang besar dan dan Tiga kepala yang mampu berfikir sendiri-sendiri. Jadi selain serangan Area Luas Cerberus, lawannya juga harus membunuh atau menyerang badannya untuk lebih efektif atau jika bisa mengalahkan ketiga kepala sekaligus.
Karena jika mengalahkan satu kepala, maka mereka masih harus mengalahkan kedua kepala yang tersisa, Cerberus masih akan bisa terus bertahan hidup dan terus menyerang sampai ketiga kepala Cerberus berhasil di kalahkan..
"Ini yang terakhir, akan ku selesaikan secepatnya.. " Gumam Argus.
Cerberus itu langsung menyerang dengan menyemburkan Api dari ketiga mulutnya.
Dan Argus menahan itu dengan tembok tanah.
"Pertama aku harus bisa mendekati nya terlebih dahulu.. " Gumam Argus sambil memikirkan cara.
"Oh benar.. Aku melupakan kemampuan Adaptasi milik ku. .
Karena Cerberus berelemen Api maka aku tak perlu mengindari apinya bukan..? Aku hanya harus menerobos saja. . "
Kemudian Argus menghilangkan Tembok tanah miliknya dan langsung menerjang menuju Api itu dan melompat mendekati Kepala Cerberus.
Dengan Katana miliknya, Argus berhasil memotong Dua kepala nya. Karena Kepala ketiga berhasil menghindari di saat terakhir.
"Hoohoohoo kau berhasil menghindari tepat waktu rupanya.. " Ucap argus sambil tersenyum.
"Namun itu percuma.. Kau akan segera menyusul kedua kepala itu juga..! "
Argus menyelimuti pedangnya dengan elemen cahaya, dan membuat pedang laser lagi kali ini.
Dengan itu argus menebas kepala Cerberus terakhir dengan mudah dari jarak jauh.
Dan akhirnya Cerberus itu menghilang dan hanya menyisakan Core monster saja seperti monster lainnya.
Setelah itu, Argus mengambil core monster Cerberus itu. Dan melihat ukurannya lebih besar dari core lainnya yang ia kalahkan..
"Master..!! " Sebuah suara terdengar membangunkan Argus dari memperhatikan Core itu.
Argus berbalik dan di sambut dengan pelukan dari Lisa..
Karena Lisa terlihat menangis, Argus pun tak tau harus berbuat apa. Kemudian saat Lisa mulai tenang, Argus bertanya ada apa dan ternyata Lisa telah sampai pada saat Argus melawan Cerberus.
Dan saat itu Lisa melihat Argus menerjang Api Cerberus yang membuat Lisa ketakutan, dia berfikir Argus mungkin bisa saja terluka atau bahkan terbunuh oleh serangan Monster Rank A itu.
Walaupun pada akhirnya Argus selamat dan bahkan tak terluka sedikitpun, Lisa tetap khawatir..
Setelah menenangkan Lisa, Argus memasukkan Core itu ke penyimpanan. Lalu Argus melihat di belakang tempat Cerberus sebelum nya berdiri. Terdapat sebuah bola kristal.
Itu adalah inti dari Dungeon ini. Core Dungeon.
Benda yang paling di inginkan oleh semua orang yang ingin menaikan level mereka melewati level 100.
Core Dungeon ini berwarna Hitam. Menurut penjelasan Lisa Berarti ini adalah termasuk Dungeon kelas ke Tiga.
Dungeon terbagi menjadi 5 kelas atau level menurut bahayanya.
Bahayanya di sini bisa berasal dari jenis monster di dalam Dungeon atau juga bisa berasal dari telah berapa lama Dungeon ini bertahan.
Semakin lama Dungeon bertahan dari para Penakluk, maka level bahayanya akan meningkat. Dan level itu bisa di lihat dari warna core Dungeon itu. Dari mulai Level satu berwarna Putih, lalu ke Dua kuning, Tiga hitam. Empat Merah dan level ke Lima adalah emas.
Semakin lama dan semakin banyak penaklukan yang gagal terhadap Dungeon, makan akan semakin tinggi level Dungeon itu.
Bahkan Dungeon Level Putih bisa me jadi level Emas jika sering gagal menaklukannya..
"Jadi semakin lama Dungeon di eksplorasi semakin tinggi juga level bahaya Dungeon itu.? " Tanya Argus.
Dan lisa pun mengangguk sebagai jawaban.
"Namun untuk Dungeon Level Tiga pada awal terbuat. Ini ada kemungkinan bisa naik menjadi Dungeon level Emas.. " Ucap Lisa
Core Dungeon biasanya tidak bisa di ambil atau di hancurkan oleh siapapun.
Orang hanya bisa memanfaatkannya tanpa menghancurkannya, bahkan untuk orang yang menaklukkan Dungeon itu. Kecuali orang yang memiliki gelar seperti Argus tentunya.
Untuk core Dungeon biasanya hanya bisa di pakai untuk menaikkan level ke 100 sekali.
Dan jika sudah di pakai, maka Core Dungeon akan menghilang untuk sementara. Biasanya akan memakan waktu satu bulan atau bahkan satu Tahun tergantung dari Level Dungeon itu. dan susunan semua monster akan berubah menjadi lebih kuat.
Dan untuk Dungeon yang sudah di taklukkan namun Core Dungeon tidak di pakai untuk menarikan Level, maka susunan monster tidak akan berubah dan akan tetap sama saja.
"Apakah ada kegunaan lain dari Core Dungeon..? " Gumam Argus.
"Oh aku memang pelupa..
Mata Wawasan..! "
Argus menggunakan Mata wawasan untuk melihat Core itu.
"Core Dungeon.
Sebuah Obyek yang memiliki banyak mana di dalamnya. Bisa menyerap mana di lingkungan sekitar untuk memperkuat Makhluk hidup di sekitar Core.
Kegunaan.. Memberikan makhluk di sekitar yang mampu menyerap Mana membentuk Core ditubuh mereka.
Sehingga mampu memperkuat Makhluk itu.. " Baca argus pada keterangan yang ia lihat.
"Apakah Master bisa menilai suatu benda..? " Tanya Lisa
"Ya kurang lebih.. " Jawab Argus.
"Jika Apa yang Master katakan tentang Core memang benar, maka ini menjawab masalah yang selama ini terjadi..
Pada wilayah yang banyak terdapat Dungeon biasanya akan mengalami penurunan kualitas Lingkungan.. " Kata Lisa
"Lingkungan sekitar Dungeon akan mulai gersang, dan tidak subur lagi.
Bahkan di kasus serius seperti daerah kota Gabo kerajaan Raika telah menjadi gurun.
Core Dungeon ini lah penyebabnya.. "
"Dan sepertinya ini mungkin lebih serius.." Kata Argus.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 149 Episodes
Comments
Juldin Lupoyo
thor luji
2022-09-04
0
DNK • SLOTH SINN
namun
2022-05-02
0
oioi siapa
oh. ternyata nggak ninggalin mayat sisa ya.
2022-05-01
0