Di Guild pusat kota Isak, saat ini bola pesan dari cabang Guild petualang desa soutou memancarkan sinar menandakan sebuah pesan telah di Kirim.
Di dunia ini tidak terdapat telfon atau Hp atau elektronik lain yang memungkinkan saling mengirim pesan, namun orang-orang sudah mulai meneliti sejak lama dan akhirnya mereka mendapat hasil.
Yaitu dengan menggunakan Core monster Rank A atau lebih tinggi sebagai katalis, mereka berhasil menghasilkan alat untuk saling berkomunikasi.
Namun hanya sebatas sebuah pesan teks, belum sampai pada pesan suara atau video.
Cara kerjanya adalah dengan memasukkan Core kedalam sebuah alat berbentuk bola untuk menampilkan pesan tersebut.
Dan kemudian alat yang sama harus disinkronisasikan terlebih dahulu agar bisa saling terhubung. Semakin jauh jaraknya semakin banyak mana yang harus di gunakan sebagai bayarannya.
Jadi kepentingan core monster saat ini cukup penting, selain sebagai bahan senjata sihir juga sebagai beberapa alat lainnya untuk kehidupan sehari-hari.
Saat resepsionis guild di sana menerima pesan, dia langsung mencari manajer guild di ruangannya.
"Manajer ada pesan dari Guild cabang Sotou..!! " Ia langsung masuk dan berteriak sesampainya di sana.
"Sesilia, ada apa kau sampai berteriak seperti itu. Itu bukan kebiasanmu..? Walaupun sedikit menarik melihat mu seperti ini hehhee.. " Tanya orang yang dipanggil manajer itu.
"Akhhh Maaf, saya kelepasan..
Oh benar..!! Ada pesan dari Guild cabang Sotou tentang Quest khusus itu..!! " Sesilia yang awalnya tenang mulai Teriak lagi, saat Sesilia mengingat isi pesan itu.
"Quest..? Quest yang mana..? " Ucap manajer
"Ini tentang Quest Khusus Ulang Viper mata rubi Hutan Orasis..
Di katakan bahwa seseorang telah menyelesaikan Quest itu, dan saat ini mereka menunggu keputusan dari kami. " Jawab Sesilia.
"Quest Ular Viper..? Tunggu..!! Maksudnya Quest khusus dari yang mulia..?" Tanya Manajer.
"Benar.! Jadi bagaimana..? Party Yang Mulai Putri saat ini masih menjelajahi Hutan Orasis. " Sesilia
"Ya ini menyusahkan, kita masih belum jelas dengan Setatus Quest khusus ini, saat ini masih dalam status di tahan sementara sampai Yang mulia kembali.
Imbalan Quest ini terlalu tinggi untuk kita tanggung jika di ganti dengan uang. " Manajer itu mulai menimbang baik buruknya dari keputusan yang akan dia ambil.
Quest ini sendiri adalah Quest khusus dengan imbalan sebuah tanah. Tak mungkin sebuah Guild bisa menggantikan hal ini.
Namun karena orang yang memiliki quest sendiri saat ini sedang melakukan pencarian sendiri karena tak adanya petualang yang sanggup menjalkan quest ini.
Jika orang yang memberikan quest adalah orang biasa, Manajer bisa mengambil keputusan sendiri. Namun kali ini orang yang memberikan quest cukup spesial, ini memberikan sakit kepala untuknya.
Ular Viper mata rubi sendiri termasuk dalam katagori Rank A. Namun bahaya Quest ini sendiri jika tidak di kategorikan sebagai khusus mungkin sudah ada dalam Rank S Quest.
Karena tempat dimana terdapat Ular Viper mata rubi ini hanya ada di dalam Hutan Orasis, hutan yang bagian terdalamnya belum bisa sepenuhnya diketahui.
Disana sendiri selain bagian luar, tak ada yang berani masuk lebih dalam.
Dari kesaksian orang yang berhasil menjelajahi hutan terjauh dan bisa kembali, dia mengatakan bahwa di sana banyak monster Rank A. Dan bahkan terkadang ada beberapa Naga. Monster kategori Rank s.
Bahkan Monster Rank B atau A biasanya hanya setara dengan petualang level 40-50 , di dalam Hutan Orasis bisa memiliki level setara dengan petualang level 60.
Perbedaan ini membuat kategori kengerian Hutan Orasis menjadi lebih tinggi.
Sudah banyak petualang yang meninggal saat menjalankan quest di sekitar hutan Orasis.
Jadi sampai sekarang tak pernah ada yang mau mengambil Quest khusus itu, hal inilah yang membuat orang yang memberikan quest ini memutuskan menjelajahi sendiri dengan kekuatan mereka.
"Baiklah Sesilia, katakan pada mereka untuk menunda keputusan terlebih dahulu. Kita akan menunggu kabar dari Yang Mulai terlebih dahulu.
Saat mereka kembali kita akan mencoba melihat apakah Quest ini akan berlanjut atau di tidak. " Kata Manajer.
"Baiklah.. " Jawab sesilia sambil berbalik dan berjalan keluar.
"Aku tak menyangka akan ada yang mampu menaklukkan Quest ini..
Aku ingin melihat orang seperti apa yang bisa melakukannya.. " Gumam Manajer sambil tersenyum.
.
.
.
. ---------
.
.
.
Pada pagi harinya, Argus setelah mandi, ia mulai mengingat penampilannya saat ini kurang mirip petualang pada umumnya.
Petualang yang ia tau memiliki senjata dan armor yang menutupi bagian penting tubuh mereka.
Sedangkan Argus lebih mirip pekerja kerah putih saat ini.
"Mereka(Dewa) Setidaknya harus membuatku memakai pakaian normal dunia ini bukan..? "
Argus bergumam saat melihat dirinya sendiri, kemudian dia melihat bahwa dia hanya memiliki seekor Naga di inventori miliknya.
"Jika aku membuat Armor dari sisik Naga mungkin akaan terlalu mencolok bukan.? Aku tak ingin memakai Full Armor, itu mungkin akan mirip Ir*nMan nantinya.. "
"Baiklah aku hanya akan membuat senjata untuk sekarang, masalah baju aku akan membuat saat aku mendapatkan bahan lain.. "
"Kalo begitu mari kita mulai.
"dismantling..! "
"Hemm.. Sepertinya organ dalam Naga juga tetap di simpan, baiklah aku akan mencoba memakannya nanti.
Untuk sekarang akan ku pakai Taring Naga ini sebagai bahan. "
Kemudian Argus mengeluarkan sebuah taring dari penyimpanan
"Creation..! " Mengucapkan skill miliknya sambil memegang taring itu dan memikirkan bentuk senjata yang Argus inginkan.
"Bagus pedang katana sudah ada, sekarang aku akan membuat pisau daging dan lainnya"
Katana yang argus buat tak memiliki hiasan apapun di atasnya, itu adalah katana polos dengan saung berwarna putih karena terbuat dari Taring.
Kemudian Argus juga membuat satu set pisau dari taring Naga itu. Ia tak ingin menggunakan senjata yang sama dengan alat memasak.
Setelah semuanya selesai Argus keluar dari penginapan dan berjalan menuju Guild petualang.
Di sana saat ini cukup ramai, mereka kebanyakan adalah sebuah Party bukan petualang Solo.
Karena membuat party akan menambah keamanan mereka, dan mereka bisa menjamin keberhasilan quest lebih tinggi.
Argus memperhatikan peralatan mereka tak terlalu bagus, armor kulit adalah yang terbanyak di pakai para petualang saat ini.
Argus memang tak melihat ada yang memakai full Armor kemarin, dia mengira karena dia datang di sore hari. Tapi ternyata memang tak ada petualang di sini yang memilikinya.
Argus kemudian berjalan ke papan quest.
Dia melihat Quest bagian Rank E dan F karena untuk setiap petualang bisa mengambil Quest satu tingkat lebih tinggi dari miliknya.
Argus kemudian mengambil quest pengumpulan material Herbal Rumput Slik dan membawa nya ke meja resepsionis.
"Pagi.. Aku ingin mengambil Quest ini.. " Ucap Argus.
"Selamat pagi, baiklah Tolong berikan kartu guild milikmu. " Kata Emilia
Kemudian setelah Argus menyerahkan kartu Guild miliknya, Emilia meletakkan nya keatas sebuah papan.
Di sana hanya bersinar sesaat dan selesai, argus memperhatikan, ini sepertinya cara untuk mendaftarkan quest ke kartu miliknya.
"Silakan, quest rumput slik Termasuk dalam tipe quest tanpa batas waktu. Karena permintaan untuk rumput ini cukup tinggi sebagai bahan obat.
Jadi kamu tak perlu buru-buru. " Jelas Emilia
"Ok aku paham. " Jawab Argus
"Oh benar, mengenai quest khusus sebelumnya. Kami mendapatkan jawaban untuk sementara tak bisa memberikan kepastian karena ada kondisi tertentu di sana di pihak pemberi quest ini.
Jadi kami harap kamu bisa memaklumi hal ini. " Kata Emilia.
"Aku tebak pasti orang yang memberikan quest ini orang berstatus cukup tinggi kan.? " Tanya argus
"Yap, jadi mohon pengertiannya.. " Ucap Emilia
"Aku mengerti, aku tau seberapa merepotkan nya berurusan dengan hal seperti itu. " Ucap argus
"Terimakasih..
Oh benar, aku lupa memperkenalkan fungsi kartu itu, selain bisa merekam data quest. Ini juga akan secara otomatis akan menyesuaikan dengan jumlah poin penaklukan yang kamu lakukan.
Dan juga kartu ini memiliki fungsi untuk saling menghubungi antar sesama anggota guild."
"Dan juga guild bisa memberikan kabar atau pemberitahuan kepada para petualang lewat kartu ini.
Kamu harus mengeceknya di bagian belakang secara rutin ok..! " Kata Emilia
"Ok aku mengerti.. " Jawab Argus
"Oh benar, apakah di sekitar sini ada dungeon..? "
"Dungeon di sekitar sini hanya ada satu di Kota isak.
Di ibukota Taito terdapat dua Dungeon, dan di kota Baisi terdapat banyak Dungeon.
Karena itu juga kota baisi di juluki kota Dungeon atau ada juga yang menyebutnya kota Dwarf, hal ini karena banyak Dwarf yang menetap di sana.. " Jawab Emilia
"Apakah ada alasan khusus untuk para Dwarf tinggal di sana.? " Tanya Argus yang cukup penasaran.
"Ya kau tau, selain karena adanya monster yang menghasilkan Core, di dalam setiap Dungeon juga menyediakan banyak material langka. Dari besi hitam, sampai besi terkeras Mithril.
Jadi banyak kurcaci berbondong-bondong pindah dari Kerajaan Raika ke sana.. " Kata Emilia
"Ternyata seperti itu. Ok terimakasih untuk infonya, aku akan mulai menjalankan quest pertama ku.. " Argus berkata sambil mulai pergi.
"Baiklah hati-hati.. " Jawab Emilia sambil tersenyum.
#Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 149 Episodes
Comments
Scurity MT
228
2022-04-20
1
Lurah Desa Konoha
Sip
2022-04-17
1
«L4LORD»
Naga itu makanannya apa? Kalau naga makan daging, hukumnya haram. Tunggu, kalau punya taring sudah haram duluan.
2022-02-15
2