Semalam Bersama Chika

Dinda terperangah melihat Chika yang kini berdiri di hadapannya, dengan senyum yang tersungging memperlihatkan gigi-gigi susunya yang terlihat jarang itu.

Chika datang dengan membawa koper Mininya, koper mini yang yang sudah dia siapkan untuk pergi ke Bandung tapi tidak jadi.

"Chika! Apa yang kamu lakukan? Kenapa kalau kabur dari rumah? Apakah papamu tahu kau pergi ke tempat ibu?" tanya Dinda beruntun, sambil memegang kedua bahu anak itu.

"Tentu saja Papa tidak tahu! Bu Dinda bagaimana sih?! kalau Papa tahu Mana mungkin aku dibiarkan pergi ke sini sendirian?!" sahut Dinda sambil melemparkan koper mininya ke dalam kamar kost Dinda.

Dinda kemudian menarik tangan Chika masuk ke dalam kamarnya dan dia langsung Mengunci pintu kamarnya itu.

"Chika, kau berani sekali datang ke tempat Bu Dinda sendirian! kau tau, ini sudah jam berapa?!" tanya Dinda sambil menunjuk ke arah jam dinding yang ada di kamarnya itu.

"Aku tau Bu, tadi aku pergi diam-diam saat Papa sudah tidur di kamarnya, Mbak Yuyun juga sudah tidur, aku kerjain Bang Jarwo dengan melemparkan batu ke arah Taman, saat Bang Jarwo ke taman, aku diam-diam buka gerbang yang langsung keluar rumah!" ungkap Chika sambil melompat ke atas tempat tidur Dinda.

Dinda geleng-geleng kepala membayangkan tingkah nakal anak ini, saat mengerjai Bang Jarwo.

Chika memang tidak kehabisan akal untuk mengerjai orang, siapapun bisa saja dia kerjai.

"Kalau Papa kamu tau kamu tidak ada dirumah bagaimana? Apa kau tidak membuat papamu begitu panik dan pusing tujuh keliling mencarimu?!" tanya Dinda.

"Bu Dinda tenang saja, aku sudah taruh guling yang aku selimutin di atas tempat tidur, jadi kalau Papa mengintip, disangkanya aku sedang tidur!" sahut Chika.

"Aduuuh!! Kamu dapat ide itu dari mana sih?!" tanya Dinda sambil menepuk jidat nya sendiri.

"Dari film yang pernah aku tonton!" sahut Chika.

Dinda menggaruk kepalanya sedikit frustasi, Chika memang selalu punya seribu alasan untuk menjawab semua pertanyaan Dinda.

Dinda terdiam, tidak tahu lagi mau berkata apa, saat ini Chika sudah ada di kamarnya, dia juga tidak bisa membayangkan, seandainya Papanya tau malam ini Chika tidur di sini.

"Chika, dari mana kau tau kamar Ibu? Sepertinya ibu belum pernah mengajakmu ke kamar kost ibu?" tanya Dinda.

"Dari ibu-ibu yang lagi duduk di depan! Waktu aku turun dari taksi, aku langsung tanya kamarnya Bu Dinda, ibu itu tanya aku siapa? Aku jawab saja kalau aku ini calon anaknya Bu Dinda!" sahut Chika.

"Hush! Sembarangan! Kenapa tidak bilang kalau kau murid Ibu?" tanya Dinda.

Tiba-tiba Chika terdiam mendengar pertanyaan dinda, wajahnya langsung menunduk, senyum yang sejak tadi menghiasi wajahnya seolah sirna seketika.

"Bu Dinda tidak suka ya kalau punya anak seperti aku?" tanya Chika lirih.

"Eh, bukannya begitu, tapi ... Ah sudahlah, sekarang Chika tidur ya, sudah malam! Tapi agak panas sedikit, karena kamar Bu Dinda tidak ada ac nya!" kata Dinda sedikit mengalihkan perhatian.

Chika menganggukkan kepalanya, kemudian langsung berbaring di tempat tidur Dinda yang hanya berukuran single bed.

Setelah itu Dinda menyalakan kipas anginnya dengan volume yang lebih kencang, supaya ada hawa sejuk di kamar itu.

Dinda mulai menggelar bedcover di lantai kamarnya yang hanya berukuran 4 x 4 meter itu, untuk alas dia tidur malam ini.

"Bu Dinda tidur di atas aja bersamaku!" kata Chika.

"Jangan Chika, Kau pasti akan kesempitan! Tidak apa-apa Bu Dinda tidur di bawah, cukup nyaman kok dengan bedcover ini!" jawab Dinda.

Mereka pun mulai merebahkan tubuhnya di tempatnya masing-masing, padahal Dinda masih ada kerjaan menyelesaikan rapot murid-murid di laptopnya, tapi dengan terpaksa Dinda harus menunda pekerjaannya itu.

"Chika, besok pagi bu Dinda antar pulang ke rumah ya! Kasihan Papa Chika, kalau dia tahu Chika tidak ada, dia pasti sangat khawatir!" ucap Dinda.

"Tapi aku akan kesepian di rumah, kalau Papa pergi ke kantor Bu! Masa aku tidak boleh menginap di sini selama liburan sekolah?" tanya Chika yang mulai mengipasi tubuhnya karena kegerahan.

"Tuh kan Chika mulai kepanasan! Kamar Bu Dinda sempit, tidak ada ac-nya, tidak ada tv-nya, lebih enak di kamar Chika, luas, besar, dingin, dan banyak mainannya!" jawab Dinda.

"Tapi tetap saja Bu, Semuanya itu tidak ada yang bisa diajak bicara! apalagi Mbak Yuyun, kerjaannya sibuk terus tiap hari, susah diajak main!" cetus Chika.

Dinda terdiam mendengar penuturan Chika, sesungguhnya dalam hati dia sangat tersentuh, idealnya Anak seumuran Chiks bahagia dengan limpahan kasih sayang kedua orangtuanya.

Namun hidup Chika terasa kosong dan hampa, karena semua hartanya itu tidak bisa menjamin kebahagiaan nya.

"Apakah malam ini papa Chika mabuk lagi?" tanya Dinda.

"Tidak Bu, tadi siang pas sampai di rumah, Papa tidak pergi kemana-mana! Tapi papa Kelihatan capek, dia langsung masuk kamar dan tidur, Padahal aku masih ingin bermain! Ya sudah aku inisiatif saja pergi ke rumah Bu Dinda diam-diam!" ungkap Chika.

"bagus! mudah-mudahan Papa sudah tidak suka mabuk lagi ya? Sekarang sudah malam, sebaiknya Chika tidur!" kata Dinda.

Chika mulai memejamkan matanya karena memang hari sudah malam.

Dinda juga berusaha untuk memejamkan matanya, Tapi entah mengapa malam ini dia tidak bisa tidur.

Banyak hal yang ada di dalam pikirannya, dan itu membuat dia sedikit pusing.

Drrt ... Drrrt ... Drrrt

Ponsel Dinda bergetar, Dinda meraih ponselnya yang ada di atas meja, ada panggilan masuk dari nomor telepon yang tidak dikenal.

Dinda ragu-ragu untuk mengangkat telepon itu, apalagi ini sudah malam.

Namun Dinda penasaran, barangkali itu adalah telepon yang penting, akhirnya perlahan Dinda mengusap layar ponselnya itu.

"halo!"

"Halo selamat malam bu Dinda, ini aku Dio Papanya Chika, aku dapat nomor ponselmu dari Pak roni, apakah Bu Dinda tau kabar dari Chika?! Chika tidak ada di kamarnya dan aku sangat khawatir, aku sudah mencari berkeliling, namun aku belum menemukan dia!" ucap Dio yang ternyata si penelepon itu.

Dinda terhenyak seketika, kemudian dia melirik kearah Chika yang terlihat sudah pulas tertidur.

Seketika itu juga Dinda bingung apa yang harus dikatakannya pada Dio.

Saat ini Dio begitu khawatir karena Chika menghilang dari rumahnya, apakah Dinda akan memberitahu Dio kalau saat ini Chika sedang bersamanya? Dinda benar-benar bingung.

"Halo, Bu Dinda? Apakah kau masih di sana? apakah aku perlu melaporkan ke polisi mengenai Chika? Tapi ini kan belum 24 jam!" ujar Dio sedikit mengagetkan Dinda.

Bersambung ...

****

Jangan lupa dukungannya selalu guys...

Trimakasih 😘🙂

Terpopuler

Comments

Meylin

Meylin

bener2 anak merepotkan c Chika

2022-02-09

0

Rini Arismawati

Rini Arismawati

makin heboh AZ sekolah ,Uda ada gosip di tambah pak Dio mnta no hp Bu dinda

2022-01-30

0

Tina Imut

Tina Imut

Lanjut thor

2022-01-05

0

lihat semua
Episodes
1 Kejadian Hari Ini
2 Pertemuan Pertama
3 Bangku Kosong
4 Perkelahian
5 Demo
6 Hujan
7 Mengantar Pulang
8 Singa Arogan
9 Chika Demam
10 Sebuah Permintaan
11 Diam-Diam Pergi
12 Terpaksa Menginap
13 Malam Itu
14 Trauma Masa Lalu
15 Ada Yang Usil
16 Menunda Liburan
17 Semalam Bersama Chika
18 Curahan Hati Dio
19 Kejutan Di Pagi Hari
20 Hadiah
21 Di Mall
22 Banjir
23 Datang Bulan
24 Kedatangan Ibu
25 Di Pesta Itu
26 Kejadian Memalukan
27 Tepat Waktu
28 Masa Lalu Yang Pahit
29 Kencan Pertama
30 Memulai Hubungan Baru
31 Mulai Cinta
32 Pergi Ke Makam
33 Baju Bekas
34 Percaya Padaku
35 Menentang Perjodohan
36 Jadi Perbincangan
37 Makan siang Bersama
38 Dio Kecewa
39 I Love You
40 Ada Yang Datang
41 Tulisan Di Mading
42 Ada Yang Cemburu
43 Meminta Restu
44 Menghadapi Bersama
45 Berenang
46 Memilih Pergi
47 Rindu
48 Restu Ayah
49 Kembali Ke Jakarta
50 Permintaan Pak Dirja
51 Kondisi Dio Dan Chika
52 Perasaan Khawatir
53 Dio Mulai Sadar
54 Kedatangan Pak Frans
55 Kunjungan Dokter Dicky
56 Persiapan Lamaran
57 Pulang Ke Apartemen
58 Menjelang Kedatangan Dio
59 Rencana Pernikahan
60 Curhatan Hati Keyla
61 Undangan
62 Mr. Sam
63 Dio Mulai Posesif
64 Gaun
65 Calon Pengantin
66 Mencari Ibu
67 Ada Apa Dengan Pak Dirja
68 Rahasia Pak Dirja
69 Menjelang Hari H
70 Sebuah Pengakuan
71 Permohonan Maaf
72 Ulang Tahun Chika
73 Kemarahan Keyla
74 Malam Penuh Hujan
75 Darah
76 Nasib Keyla
77 Pesan Bu Lian
78 Mengantar Ke Sekolah
79 Rencana Bulan Madu
80 Memperbaiki Hubungan
81 Putus Asa
82 Pertemuan Keluarga
83 Keputusan Bu Lilis
84 Bulan Madu
85 Janji Dio
86 Saat Chika Di Sekolah
87 Pulang Cepat
88 Keinginan Bu Lian
89 Kembali Mengajar
90 Kapan Hamil
91 Rahasia Keyla
92 Tamparan Untuk Ken
93 Pengakuan Ken
94 Berita Mengejutkan
95 Pertolongan Chika
96 Sikap Dio
97 Keputusan Bu Dita
98 Di Pernikahan Keyla
99 Dingin
100 Dinda Sakit
101 Memberikan Kue
102 Kecemasan Dio
103 Berita Tak Terduga
104 Permintaan Dinda
105 Sepenggal Masa Silam
106 Dinda Mulai Sadar
107 Kunjungan Teman
108 Di Jenguk Para Guru
109 Pulang Kembali Ke Rumah
110 Pengakuan Dio
111 Cerita Pak Dirja Dan Bu Lilis
112 Selamat Tinggal Masa Lalu
113 Nasehat Ken
114 Sebuah Restu
115 Saat Menjemput Sekolah
116 Senyum Seorang Dio
117 Kembali Ke Rumah Sakit
118 Harapan Dinda
119 Lagu Untuk Dinda
120 Belajar Lembut
121 Siapa Yang Masuk Ke Rumah?
122 Ada Yang Aneh
123 Menyimpan Dalam Hati
124 Chika Hilang
125 Sebuah Jebakan
126 Tabir Misteri
127 Ingin Menyelamatkan Chika
128 penyerangan
129 Ken Terluka Parah
130 Pengakuan Keyla
131 Chika Di Perbolehkan Pulang
132 Pengakuan Chika
133 Ken Mulai Sadar
134 Masih Menjadi Misteri
135 Malam Mencekam
136 Membongkar Pintu
137 Suster Anna
138 Berkunjung Ke Rumah Keyla
139 Pernikahan Pak Dirja Dan Bu Lilis
140 Apakah Halusinasi?
141 Berita Bahagia
142 Bayangan Ilusi
143 Sosok Misterius
144 Mulai Curiga
145 Penemuan
146 Yang Tak Terduga
147 Mama Palsu
148 Hampir Tertangkap
149 Penghuni Lain Dalam Rumah
150 Suster Anna Kabur
151 Wanita Misterius
152 Menyelamatkan Dinda
153 Dia Yang Tak Terduga
154 Mulai Tenang
155 Sahabat Dulu
156 Kesedihan Hati Dinda
157 Kondisi Pak Dirja
158 Itikad Baik
159 Siap-Siap Ke Papua
160 Perut Keram
161 Penantian Keyla
162 Dalam Perjalanan
163 Keyla Cemburu
164 Dilema Dio
165 Rencana Pergi
166 Berhasil Kabur
167 Kembali Pulang Ke Jakarta
168 Berita Di Pagi Hari
169 Persiapan Persalinan
170 Menunggu Kelahiran
171 Keyla Mulai Kontraksi
172 Perjuangan Keyla
173 Selamat Datang Baby Girl
174 Konsultasi Dinda
175 Nasib Mr. Sam
176 Dekorasi Kamar Bayi
177 Sinetron
178 Hujan Syahdu
179 Perjuangan Dinda
180 Perawatan Dinda
181 Hadiah Seorang Teman
182 Setelah Lima Hari
183 Ambil Rapot
184 Juara Satu
185 Syukuran
186 Kondisi Bu Lian
187 Berita Menggelegar
188 Selamat Tinggal Bu Lian
189 Pengumuman
Episodes

Updated 189 Episodes

1
Kejadian Hari Ini
2
Pertemuan Pertama
3
Bangku Kosong
4
Perkelahian
5
Demo
6
Hujan
7
Mengantar Pulang
8
Singa Arogan
9
Chika Demam
10
Sebuah Permintaan
11
Diam-Diam Pergi
12
Terpaksa Menginap
13
Malam Itu
14
Trauma Masa Lalu
15
Ada Yang Usil
16
Menunda Liburan
17
Semalam Bersama Chika
18
Curahan Hati Dio
19
Kejutan Di Pagi Hari
20
Hadiah
21
Di Mall
22
Banjir
23
Datang Bulan
24
Kedatangan Ibu
25
Di Pesta Itu
26
Kejadian Memalukan
27
Tepat Waktu
28
Masa Lalu Yang Pahit
29
Kencan Pertama
30
Memulai Hubungan Baru
31
Mulai Cinta
32
Pergi Ke Makam
33
Baju Bekas
34
Percaya Padaku
35
Menentang Perjodohan
36
Jadi Perbincangan
37
Makan siang Bersama
38
Dio Kecewa
39
I Love You
40
Ada Yang Datang
41
Tulisan Di Mading
42
Ada Yang Cemburu
43
Meminta Restu
44
Menghadapi Bersama
45
Berenang
46
Memilih Pergi
47
Rindu
48
Restu Ayah
49
Kembali Ke Jakarta
50
Permintaan Pak Dirja
51
Kondisi Dio Dan Chika
52
Perasaan Khawatir
53
Dio Mulai Sadar
54
Kedatangan Pak Frans
55
Kunjungan Dokter Dicky
56
Persiapan Lamaran
57
Pulang Ke Apartemen
58
Menjelang Kedatangan Dio
59
Rencana Pernikahan
60
Curhatan Hati Keyla
61
Undangan
62
Mr. Sam
63
Dio Mulai Posesif
64
Gaun
65
Calon Pengantin
66
Mencari Ibu
67
Ada Apa Dengan Pak Dirja
68
Rahasia Pak Dirja
69
Menjelang Hari H
70
Sebuah Pengakuan
71
Permohonan Maaf
72
Ulang Tahun Chika
73
Kemarahan Keyla
74
Malam Penuh Hujan
75
Darah
76
Nasib Keyla
77
Pesan Bu Lian
78
Mengantar Ke Sekolah
79
Rencana Bulan Madu
80
Memperbaiki Hubungan
81
Putus Asa
82
Pertemuan Keluarga
83
Keputusan Bu Lilis
84
Bulan Madu
85
Janji Dio
86
Saat Chika Di Sekolah
87
Pulang Cepat
88
Keinginan Bu Lian
89
Kembali Mengajar
90
Kapan Hamil
91
Rahasia Keyla
92
Tamparan Untuk Ken
93
Pengakuan Ken
94
Berita Mengejutkan
95
Pertolongan Chika
96
Sikap Dio
97
Keputusan Bu Dita
98
Di Pernikahan Keyla
99
Dingin
100
Dinda Sakit
101
Memberikan Kue
102
Kecemasan Dio
103
Berita Tak Terduga
104
Permintaan Dinda
105
Sepenggal Masa Silam
106
Dinda Mulai Sadar
107
Kunjungan Teman
108
Di Jenguk Para Guru
109
Pulang Kembali Ke Rumah
110
Pengakuan Dio
111
Cerita Pak Dirja Dan Bu Lilis
112
Selamat Tinggal Masa Lalu
113
Nasehat Ken
114
Sebuah Restu
115
Saat Menjemput Sekolah
116
Senyum Seorang Dio
117
Kembali Ke Rumah Sakit
118
Harapan Dinda
119
Lagu Untuk Dinda
120
Belajar Lembut
121
Siapa Yang Masuk Ke Rumah?
122
Ada Yang Aneh
123
Menyimpan Dalam Hati
124
Chika Hilang
125
Sebuah Jebakan
126
Tabir Misteri
127
Ingin Menyelamatkan Chika
128
penyerangan
129
Ken Terluka Parah
130
Pengakuan Keyla
131
Chika Di Perbolehkan Pulang
132
Pengakuan Chika
133
Ken Mulai Sadar
134
Masih Menjadi Misteri
135
Malam Mencekam
136
Membongkar Pintu
137
Suster Anna
138
Berkunjung Ke Rumah Keyla
139
Pernikahan Pak Dirja Dan Bu Lilis
140
Apakah Halusinasi?
141
Berita Bahagia
142
Bayangan Ilusi
143
Sosok Misterius
144
Mulai Curiga
145
Penemuan
146
Yang Tak Terduga
147
Mama Palsu
148
Hampir Tertangkap
149
Penghuni Lain Dalam Rumah
150
Suster Anna Kabur
151
Wanita Misterius
152
Menyelamatkan Dinda
153
Dia Yang Tak Terduga
154
Mulai Tenang
155
Sahabat Dulu
156
Kesedihan Hati Dinda
157
Kondisi Pak Dirja
158
Itikad Baik
159
Siap-Siap Ke Papua
160
Perut Keram
161
Penantian Keyla
162
Dalam Perjalanan
163
Keyla Cemburu
164
Dilema Dio
165
Rencana Pergi
166
Berhasil Kabur
167
Kembali Pulang Ke Jakarta
168
Berita Di Pagi Hari
169
Persiapan Persalinan
170
Menunggu Kelahiran
171
Keyla Mulai Kontraksi
172
Perjuangan Keyla
173
Selamat Datang Baby Girl
174
Konsultasi Dinda
175
Nasib Mr. Sam
176
Dekorasi Kamar Bayi
177
Sinetron
178
Hujan Syahdu
179
Perjuangan Dinda
180
Perawatan Dinda
181
Hadiah Seorang Teman
182
Setelah Lima Hari
183
Ambil Rapot
184
Juara Satu
185
Syukuran
186
Kondisi Bu Lian
187
Berita Menggelegar
188
Selamat Tinggal Bu Lian
189
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!