Ada Yang Usil

Akhirnya setelah selesai sarapan pagi, Dio, Chika dan Dinda mulai naik ke dalam mobil, mereka akan segera berangkat ke Bandung.

Dinda tidak punya pilihan lain, sebenarnya dengan Dio dan Chika ikut bersamanya, itu membuatnya sangat risih dan tidak nyaman.

Namun Dinda juga tidak punya alasan yang kuat untuk menolak mereka.

Apalagi Chika yang terlihat sangat antusias untuk ikut Dinda pulang ke Bandung.

Dinda berpikir bahwa Chika hanya butuh refreshing dan perhatian, selama ini anak itu begitu kesepian, apalagi dengan papanya yang selalu mabuk-mabukan seperti itu.

Rasa belas kasih Dinda terhadap Chika mengalahkan rasa tidak sukanya pada Dio. Apalagi Dio telah melecehkannya semalam, walaupun itu tidak di sengaja.

"Papa, kita akan naik apa ke Bandung Nanti? Apakah kita akan naik mobil? Lalu kapan sampainya?" tanya Chika.

"Kita naik mobil saja, lagipula Bandung juga tidak terlalu jauh dari Jakarta!" sahut Dio sambil matanya tetap menatap lurus ke depan.

Dinda yang duduk di jok tengah mobil itu, nampak diam saja sedaritadi. Dia juga enggan berbicara apapun, apalagi di situ ada Dio, kalau dengan Chika, Dinda bisa bicara lepas, tanpa ada beban apapun.

Dinda juga Sedang berpikir, apa yang harus dia katakan pada Bu Lilis ibunya, saat dia melihat kehadiran Dio dan Chika.

Dinda tidak ingin ibunya itu berpikir macam-macam, apalagi Belum lama ini, Dinda baru mengalami hal yang sangat memalukan dalam keluarganya.

Dia gagal menikah, pihak laki-laki memutuskan sepihak, Padahal semua undangan dan lain-lain sudah tersebar dan hanya tinggal menunggu hari H saja.

"Bu Dinda kok diam saja dari tadi? Ayo dong Bu, bicara apa kek! Apa karena di sini ada Papa, jadi Bu Dinda malu-malu?" tanya Chika sedikit menggoda.

"Eh, siapa yang malu-malu? Bu Dinda malas saja bicara dengan ... " Dinda menghentikan ucapannya.

"Dengan siapa Bu?" tanya Chika penasaran.

'Dengan singa kurang ajar!' batin Dinda.

Setelah menempuh perjalanan selama beberapa lama, Dio kemudian menepikan mobilnya di rest area yang ada di jalan tol yang menuju ke Bandung itu.

"Lho kok mampir ke sini sih Pa? kalau mampir Kapan kita sampainya?!" tanya Chika saat Dio memarkirkan mobilnya di rest area tersebut.

"Papa kebelet mau pipis!" sahut Dio yang kemudian langsung membuka pintu mobilnya dan berjalan kearah toilet yang tidak jauh dari situ.

Setelah Dio keluar dari mobilnya, Chika kemudian menoleh kebelakang, kearah Dinda yang masih terlihat asyik memainkan ponselnya.

"Bu Dinda!" panggil Chika.

"Ya?"

"Bu Dinda belum menjawab pertanyaanku yang waktu itu lho!" ujar Chika.

"Pertanyaan yang mana?!"

"Papa aku ganteng tidak?" tanya Chika.

"Kok itu terus yang di tanya?"

"Bu Dinda tinggal jawab saja, ganteng atau tidak? Gitu aja kok repot!" cetus Chika cemberut.

Dinda tertawa mendengar Pertanyaan Chika yang agak konyol itu.

Kalau dilihat secara jeli, Dio itu memang memiliki wajah yang menawan dan tampan, dengan sorot mata yang tajam dan bulu mata yang lentik dengan sepasang alis yang tebal.

"Memangnya kalau Bu Dinda bilang Papa Chika ganteng kenapa?" tanya Dinda balik.

"Bilang gitu kek dari tadi! Papaku itu banyak yang suka tau, Tante Brenda, dan teman-teman Papa dulu!" jawab Chika.

"Tante Brenda? Tante Brenda siapa?" tanya Dinda.

"Tante Brenda itu sekertaris papa! Dulu dia suka datang kerumah, antar berkas lah, antar laporan lah, tapi belakangan ini dia tidak datang lagi, gara-gara waktu dia duduk, kursinya aku pasang lem tikus, akhirnya dia harus merobek roknya supaya dia bisa terlepas dari kursi itu! Lucu kan Bu!" ungkap Chika.

"Eh! itu namanya tidak sopan tahu! Chika tidak boleh berbuat itu lagi ya!" kata Dinda.

"Habisnya aku sebel sih Bu, tante Brenda itu selalu seksi kalau berpakaian, Aku tidak suka!" sahut Chika.

"Tapi tetap saja itu salah, Chika tidak boleh seperti itu!" sergah Dinda.

"Maaf deh Bu, Tante Brenda itu genit sama Papa, makanya aku kesal!" sungut Chika.

"Siapa tau tante Brenda itu sayang sama Chika!" ujar Dinda.

"Dia tidak sayang padaku! mukanya selalu jutek kalau ketemu aku! Papa juga tidak suka sama Tante Brenda, Papa tidak suka sama semua wanita!" ucap Chika.

"Tidak suka semua wanita?" tanya Dinda kepo.

"Iya, padahal Oma dan Opa sering menjodohkan Papa sama banyak wanita, tapi Papa tidak pernah mau, satu-satunya wanita yang ada di hati papa cuma aku!" jawab Chika.

Tiba-tiba Dio sudah terlihat berjalan ke arah mobil, cepat-cepat Chika membalikkan tubuhnya kembali ke depan.

"Kalian tidak ada yang mau ke toilet?" tanya Dio.

Chika dan Dinda menggelengkan kepalanya bersamaan.

Kemudian Dio kembali melajukan mobilnya itu keluar dari Rest Area, dan melanjutkan perjalanan mereka menuju ke Bandung.

Drrrt ... Drrrt ... Drrt

Tiba-tiba ponsel Dinda bergetar, Dinda kemudian mengeluarkan ponselnya itu dari dalam tas tangannya.

Ternyata Bu Ribka, guru matematika yang meneleponnya, Dinda lalu mengusap layar ponselnya itu untuk menjawab panggilan dari Bu Ribka.

"Halo, Bu Ribka? Ada kabar apa?" tanya Dinda.

"Bu Dinda, jawab aku jujur ya, memangnya semalam Bu Dinda menginap di rumah Chika?" tanya Bu Ribka. Dinda terkejut mendengarnya.

"Lho, Bu Ribka tau dari mana?" tanya Dinda bingung.

"Ada yang mengirim foto Bu Dinda di ponsel kami para guru Bu, bahkan sekarang, Bu Dinda sedang melakukan perjalanan dengan Chika dan Papanya ke Bandung kan?" ujar Bu Ribka.

Dinda makin bingung, wajahnya mendadak pucat.

"Si-siapa yang melakukan itu Bu?" tanya Dinda dengan suara sedikit bergetar.

"Aku tidak tau, tapi ini akan membahayakan reputasimu sebagai seorang guru Bu!" sahut Bu Ribka.

Dinda terdiam, kepalanya mendadak pusing, dia lalu menutup panggilan dari Bu Ribka begitu saja.

"Ada apa Bu Dinda?" tanya Dio yang melihat ada perubahan di wajah Dinda.

"Pak Dio, kita kembali ke Jakarta sekarang! Saya tidak jadi pergi ke Bandung!" ucap Dinda lirih.

"Tapi kenapa Bu?" tanya Dio.

"Ada yang memata-matai kita!" jawab Dinda.

"Kenapa Bu Dinda jadi mempersoalkan itu? Biarkan saja orang lain, persetan dengan gosip atau apapun itu!" dengus Dio.

"Saya bilang kembali ke Jakarta! Saya tidak jadi pergi ke Bandung!!" sengit Dinda dengan suara meninggi.

"Oke oke! Kita keluar tol dulu untuk putar balik, kau tenang saja!" ujar Dio yang terlihat begitu tenang.

"Bu Dinda, kalau ada orang yang jahat dan usil sama Bu Dinda, serahkan saja padaku! Aku akan mengerjainya sampai kapok!" cetus Chika.

"Ini tidak sesederhana itu Chika, ini menyangkut reputasiku sebagai seorang guru!" ucap Dinda lirih.

Bersambung...

****

Terpopuler

Comments

Meylin

Meylin

nah betul tuh profesi guru itu sangat berbeda dengan profesi lainnnya harus jaga attitude dan reputasi lagian masa demi anak didik satu rela mengorbankan segalanya

2022-02-09

2

Rini Arismawati

Rini Arismawati

wah siapa tuh

2022-01-30

0

Zee

Zee

jadi

2022-01-04

3

lihat semua
Episodes
1 Kejadian Hari Ini
2 Pertemuan Pertama
3 Bangku Kosong
4 Perkelahian
5 Demo
6 Hujan
7 Mengantar Pulang
8 Singa Arogan
9 Chika Demam
10 Sebuah Permintaan
11 Diam-Diam Pergi
12 Terpaksa Menginap
13 Malam Itu
14 Trauma Masa Lalu
15 Ada Yang Usil
16 Menunda Liburan
17 Semalam Bersama Chika
18 Curahan Hati Dio
19 Kejutan Di Pagi Hari
20 Hadiah
21 Di Mall
22 Banjir
23 Datang Bulan
24 Kedatangan Ibu
25 Di Pesta Itu
26 Kejadian Memalukan
27 Tepat Waktu
28 Masa Lalu Yang Pahit
29 Kencan Pertama
30 Memulai Hubungan Baru
31 Mulai Cinta
32 Pergi Ke Makam
33 Baju Bekas
34 Percaya Padaku
35 Menentang Perjodohan
36 Jadi Perbincangan
37 Makan siang Bersama
38 Dio Kecewa
39 I Love You
40 Ada Yang Datang
41 Tulisan Di Mading
42 Ada Yang Cemburu
43 Meminta Restu
44 Menghadapi Bersama
45 Berenang
46 Memilih Pergi
47 Rindu
48 Restu Ayah
49 Kembali Ke Jakarta
50 Permintaan Pak Dirja
51 Kondisi Dio Dan Chika
52 Perasaan Khawatir
53 Dio Mulai Sadar
54 Kedatangan Pak Frans
55 Kunjungan Dokter Dicky
56 Persiapan Lamaran
57 Pulang Ke Apartemen
58 Menjelang Kedatangan Dio
59 Rencana Pernikahan
60 Curhatan Hati Keyla
61 Undangan
62 Mr. Sam
63 Dio Mulai Posesif
64 Gaun
65 Calon Pengantin
66 Mencari Ibu
67 Ada Apa Dengan Pak Dirja
68 Rahasia Pak Dirja
69 Menjelang Hari H
70 Sebuah Pengakuan
71 Permohonan Maaf
72 Ulang Tahun Chika
73 Kemarahan Keyla
74 Malam Penuh Hujan
75 Darah
76 Nasib Keyla
77 Pesan Bu Lian
78 Mengantar Ke Sekolah
79 Rencana Bulan Madu
80 Memperbaiki Hubungan
81 Putus Asa
82 Pertemuan Keluarga
83 Keputusan Bu Lilis
84 Bulan Madu
85 Janji Dio
86 Saat Chika Di Sekolah
87 Pulang Cepat
88 Keinginan Bu Lian
89 Kembali Mengajar
90 Kapan Hamil
91 Rahasia Keyla
92 Tamparan Untuk Ken
93 Pengakuan Ken
94 Berita Mengejutkan
95 Pertolongan Chika
96 Sikap Dio
97 Keputusan Bu Dita
98 Di Pernikahan Keyla
99 Dingin
100 Dinda Sakit
101 Memberikan Kue
102 Kecemasan Dio
103 Berita Tak Terduga
104 Permintaan Dinda
105 Sepenggal Masa Silam
106 Dinda Mulai Sadar
107 Kunjungan Teman
108 Di Jenguk Para Guru
109 Pulang Kembali Ke Rumah
110 Pengakuan Dio
111 Cerita Pak Dirja Dan Bu Lilis
112 Selamat Tinggal Masa Lalu
113 Nasehat Ken
114 Sebuah Restu
115 Saat Menjemput Sekolah
116 Senyum Seorang Dio
117 Kembali Ke Rumah Sakit
118 Harapan Dinda
119 Lagu Untuk Dinda
120 Belajar Lembut
121 Siapa Yang Masuk Ke Rumah?
122 Ada Yang Aneh
123 Menyimpan Dalam Hati
124 Chika Hilang
125 Sebuah Jebakan
126 Tabir Misteri
127 Ingin Menyelamatkan Chika
128 penyerangan
129 Ken Terluka Parah
130 Pengakuan Keyla
131 Chika Di Perbolehkan Pulang
132 Pengakuan Chika
133 Ken Mulai Sadar
134 Masih Menjadi Misteri
135 Malam Mencekam
136 Membongkar Pintu
137 Suster Anna
138 Berkunjung Ke Rumah Keyla
139 Pernikahan Pak Dirja Dan Bu Lilis
140 Apakah Halusinasi?
141 Berita Bahagia
142 Bayangan Ilusi
143 Sosok Misterius
144 Mulai Curiga
145 Penemuan
146 Yang Tak Terduga
147 Mama Palsu
148 Hampir Tertangkap
149 Penghuni Lain Dalam Rumah
150 Suster Anna Kabur
151 Wanita Misterius
152 Menyelamatkan Dinda
153 Dia Yang Tak Terduga
154 Mulai Tenang
155 Sahabat Dulu
156 Kesedihan Hati Dinda
157 Kondisi Pak Dirja
158 Itikad Baik
159 Siap-Siap Ke Papua
160 Perut Keram
161 Penantian Keyla
162 Dalam Perjalanan
163 Keyla Cemburu
164 Dilema Dio
165 Rencana Pergi
166 Berhasil Kabur
167 Kembali Pulang Ke Jakarta
168 Berita Di Pagi Hari
169 Persiapan Persalinan
170 Menunggu Kelahiran
171 Keyla Mulai Kontraksi
172 Perjuangan Keyla
173 Selamat Datang Baby Girl
174 Konsultasi Dinda
175 Nasib Mr. Sam
176 Dekorasi Kamar Bayi
177 Sinetron
178 Hujan Syahdu
179 Perjuangan Dinda
180 Perawatan Dinda
181 Hadiah Seorang Teman
182 Setelah Lima Hari
183 Ambil Rapot
184 Juara Satu
185 Syukuran
186 Kondisi Bu Lian
187 Berita Menggelegar
188 Selamat Tinggal Bu Lian
189 Pengumuman
Episodes

Updated 189 Episodes

1
Kejadian Hari Ini
2
Pertemuan Pertama
3
Bangku Kosong
4
Perkelahian
5
Demo
6
Hujan
7
Mengantar Pulang
8
Singa Arogan
9
Chika Demam
10
Sebuah Permintaan
11
Diam-Diam Pergi
12
Terpaksa Menginap
13
Malam Itu
14
Trauma Masa Lalu
15
Ada Yang Usil
16
Menunda Liburan
17
Semalam Bersama Chika
18
Curahan Hati Dio
19
Kejutan Di Pagi Hari
20
Hadiah
21
Di Mall
22
Banjir
23
Datang Bulan
24
Kedatangan Ibu
25
Di Pesta Itu
26
Kejadian Memalukan
27
Tepat Waktu
28
Masa Lalu Yang Pahit
29
Kencan Pertama
30
Memulai Hubungan Baru
31
Mulai Cinta
32
Pergi Ke Makam
33
Baju Bekas
34
Percaya Padaku
35
Menentang Perjodohan
36
Jadi Perbincangan
37
Makan siang Bersama
38
Dio Kecewa
39
I Love You
40
Ada Yang Datang
41
Tulisan Di Mading
42
Ada Yang Cemburu
43
Meminta Restu
44
Menghadapi Bersama
45
Berenang
46
Memilih Pergi
47
Rindu
48
Restu Ayah
49
Kembali Ke Jakarta
50
Permintaan Pak Dirja
51
Kondisi Dio Dan Chika
52
Perasaan Khawatir
53
Dio Mulai Sadar
54
Kedatangan Pak Frans
55
Kunjungan Dokter Dicky
56
Persiapan Lamaran
57
Pulang Ke Apartemen
58
Menjelang Kedatangan Dio
59
Rencana Pernikahan
60
Curhatan Hati Keyla
61
Undangan
62
Mr. Sam
63
Dio Mulai Posesif
64
Gaun
65
Calon Pengantin
66
Mencari Ibu
67
Ada Apa Dengan Pak Dirja
68
Rahasia Pak Dirja
69
Menjelang Hari H
70
Sebuah Pengakuan
71
Permohonan Maaf
72
Ulang Tahun Chika
73
Kemarahan Keyla
74
Malam Penuh Hujan
75
Darah
76
Nasib Keyla
77
Pesan Bu Lian
78
Mengantar Ke Sekolah
79
Rencana Bulan Madu
80
Memperbaiki Hubungan
81
Putus Asa
82
Pertemuan Keluarga
83
Keputusan Bu Lilis
84
Bulan Madu
85
Janji Dio
86
Saat Chika Di Sekolah
87
Pulang Cepat
88
Keinginan Bu Lian
89
Kembali Mengajar
90
Kapan Hamil
91
Rahasia Keyla
92
Tamparan Untuk Ken
93
Pengakuan Ken
94
Berita Mengejutkan
95
Pertolongan Chika
96
Sikap Dio
97
Keputusan Bu Dita
98
Di Pernikahan Keyla
99
Dingin
100
Dinda Sakit
101
Memberikan Kue
102
Kecemasan Dio
103
Berita Tak Terduga
104
Permintaan Dinda
105
Sepenggal Masa Silam
106
Dinda Mulai Sadar
107
Kunjungan Teman
108
Di Jenguk Para Guru
109
Pulang Kembali Ke Rumah
110
Pengakuan Dio
111
Cerita Pak Dirja Dan Bu Lilis
112
Selamat Tinggal Masa Lalu
113
Nasehat Ken
114
Sebuah Restu
115
Saat Menjemput Sekolah
116
Senyum Seorang Dio
117
Kembali Ke Rumah Sakit
118
Harapan Dinda
119
Lagu Untuk Dinda
120
Belajar Lembut
121
Siapa Yang Masuk Ke Rumah?
122
Ada Yang Aneh
123
Menyimpan Dalam Hati
124
Chika Hilang
125
Sebuah Jebakan
126
Tabir Misteri
127
Ingin Menyelamatkan Chika
128
penyerangan
129
Ken Terluka Parah
130
Pengakuan Keyla
131
Chika Di Perbolehkan Pulang
132
Pengakuan Chika
133
Ken Mulai Sadar
134
Masih Menjadi Misteri
135
Malam Mencekam
136
Membongkar Pintu
137
Suster Anna
138
Berkunjung Ke Rumah Keyla
139
Pernikahan Pak Dirja Dan Bu Lilis
140
Apakah Halusinasi?
141
Berita Bahagia
142
Bayangan Ilusi
143
Sosok Misterius
144
Mulai Curiga
145
Penemuan
146
Yang Tak Terduga
147
Mama Palsu
148
Hampir Tertangkap
149
Penghuni Lain Dalam Rumah
150
Suster Anna Kabur
151
Wanita Misterius
152
Menyelamatkan Dinda
153
Dia Yang Tak Terduga
154
Mulai Tenang
155
Sahabat Dulu
156
Kesedihan Hati Dinda
157
Kondisi Pak Dirja
158
Itikad Baik
159
Siap-Siap Ke Papua
160
Perut Keram
161
Penantian Keyla
162
Dalam Perjalanan
163
Keyla Cemburu
164
Dilema Dio
165
Rencana Pergi
166
Berhasil Kabur
167
Kembali Pulang Ke Jakarta
168
Berita Di Pagi Hari
169
Persiapan Persalinan
170
Menunggu Kelahiran
171
Keyla Mulai Kontraksi
172
Perjuangan Keyla
173
Selamat Datang Baby Girl
174
Konsultasi Dinda
175
Nasib Mr. Sam
176
Dekorasi Kamar Bayi
177
Sinetron
178
Hujan Syahdu
179
Perjuangan Dinda
180
Perawatan Dinda
181
Hadiah Seorang Teman
182
Setelah Lima Hari
183
Ambil Rapot
184
Juara Satu
185
Syukuran
186
Kondisi Bu Lian
187
Berita Menggelegar
188
Selamat Tinggal Bu Lian
189
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!