Terpaksa Menginap

Dio melangkah perlahan mendekati Dinda, kemudian memegang bahu Dinda dengan kedua tangannya.

Dinda sedikit tersentak, dan tidak menyangka Dio akan dengan spontan melakukan hal itu kepadanya.

"Terima kasih Bu Dinda, demi putriku apapun akan kulakukan, termasuk memintamu untuk menginap sehari di rumahku!" ucap Dio.

"Bisa bilang terima kasih juga si Singa itu!" batin Dinda.

Lalu dengan refleks, Dio menggandeng tangan Dinda, melangkah menuju ke mobilnya.

Dinda merasakan genggaman tangan yang hangat, bahkan lebih hangat dari pada saat dia masih bersama Ken dulu.

Kemudian Dio membukakan pintu jok depan mobilnya itu.

"Maaf Pak Dio, Bukankah saya tidak boleh duduk di jok depan ya? Saya duduk di belakang saja! Supaya Bapak lebih nyaman!" tukas Dinda, saat Dio mempersilakan dia masuk.

"Oh, jadi Bu Dinda mau duduk di belakang? Baiklah, silakan Bu!" ucap Dio sambil menutup pintu depan dan membukakan pintu belakang mobilnya itu.

Setelah Dinda naik ke dalam mobil itu, Dio kemudian menyalakan mesin mobilnya dan langsung melajukannya menuju ke rumahnya.

Sepanjang perjalanan menuju ke rumah Dio, mereka tidak banyak bicara, sibuk dengan pikirannya masing-masing.

Mereka saling risih dan sungkan seorang terhadap yang lain, suasana menjadi hening dan kaku.

"Bu Dinda, aku akan mengganti kerugian tiket kereta api yang tidak jadi kau gunakan itu!" ujar Dio memecahkan kesunyian.

"Tidak usah, lagi pula harga tiket kereta api itu tidak mahal juga!" tukas Dinda.

"Tapi, tetap saja kau di rugikan, aku tidak suka merugikan orang lain!" cetus Dio.

Dinda tidak menjawab ucapan Dio, dia juga tidak tahu bagaimana caranya menolak Dio yang akan mengganti rugi tiket kereta apinya yang tidak jadi digunakan itu.

"Aku akan mengganti kerugiannya tiga kali lipat!" ujar Dio.

"Jangan Pak! Kalau mau mengganti, cukup satu tiket saja! Tidak usah berlebihan!" sergah Dinda.

"Hmm, jaman sekarang, masih ada ya yang menolak uang, padahal kau cuma seorang guru yang gajinya ..."

"Cukup Pak Dio! Jangan meremehkan profesiku!"

"Ups! Maaf ... rupanya anda mudah tersinggung Bu Guru!"

Dinda menggigit bibirnya, rasanya begitu kesal mendengar ucapan dari Dio, yang seolah meremehkan dan merendahkan profesinya sebagai seorang guru.

Tak lama kemudian mereka sudah sampai di tempat tujuan. sebuah rumah mewah dan megah terbentang di salah satu perumahan elit yang ada ada di Jakarta.

Seorang security membukakan pintu gerbang rumah itu, setelah Dio memarkirkan mobilnya, Dia kemudian turun dan langsung membukakan pintu jok belakang di mana Dinda duduk.

"Mbak Yuyun! Tolong bawa bu gurunya Chika ke kamarnya Chika sekarang, dan siapkan kamar tamu untuknya!" teriak Dio.

"Siap Pak!" sahut Mbak Yuyun yang datang tergopoh-gopoh menghampiri mereka.

Setelah berkata demikian, Dio langsung beranjak pergi kembali ke mobilnya, dan dan meluncur begitu saja meninggalkan rumah itu, kembali ke kantornya.

"Mari Bu, saya antarkan dulu ke kamar, untuk menaruh kopernya!" ujar Mbak Yuyun sambil membawakan tas koper milik Dinda menuju ke sebuah kamar tamu, yang terletak tidak jauh dari ruang tamu rumah itu.

Dinda kemudian mengikuti di belakangnya.

Sebenarnya dalam hati, Dinda sangat risih menginap di rumah seseorang yang tidak ada hubungan apapun terhadapnya, hanya hubungan antara guru dan murid.

Apalagi Papanya Chika itu adalah seorang duda, apa kata orang nanti, jika mereka tahu Dinda bermalam di rumah ini.

"Bu Dinda mau langsung ke kamar Non Chika?" tanya Yuyun membuyarkan lamunan Dinda.

"Eh, boleh Mbak!" sahut Dinda.

Setelah menaruh tas kopernya di kamar tamu, Dinda lalu mengikuti Mbak Yuyun berjalan ke lantai dua, menuju ke kamar Chika.

Dinda mengedarkan pandangannya di sekeliling rumah yang sangat luas dan besar ini, rumah sebesar ini hanya di huni oleh sedikit orang.

Kemudian mereka sampai di kamar Chika, kamar yang interiornya khas anak-anak itu, yang terlihat sangat luas, dengan tempat tidur besar dan semua pernak-perniknya berwarna Biru muda.

Chika nampak tidur berselimut di tempat tidurnya itu, saat melihat kedatangan Dinda dia langsung tersenyum.

"Bu Dinda datang juga! aku kira Papa bohong mau jemput Bu Dinda ke tempat kost Bu Dinda!" ujar Chika.

Dinda kemudian langsung duduk di tepi tempat tidur Chika, sambil memegang dahinya dengan punggung tangannya.

"Hmm, jadi rupanya Chika yang menyuruh Papa menjemput Bu Dinda ya!" kata Dinda.

"Hehehe iya Bu, aku pura-pura mogok makan supaya Papa menuruti keinginanku! Padahal waktu Papa pergi, aku sudah makan banyak lho sama Mbak Yuyun!" sahut Chika sambil tertawa cekikikan.

"Ya ampun Chika! Bukan hanya orang lain yang Kau kerjai, Papamu sendiri bahkan Kau kerjai juga? Anak nakal!" cetus Dinda sambil mencubit dagu Chika gemas.

"Kalau aku tidak berakting begitu, Papa tidak akan mengijinkan aku untuk meminta Bu Dinda menginap di sini, aku kan kesepian Bu! Aku bosan setiap hari ketemu Mbak Yuyun terus!" sahut Chika.

"Tapi tadi ibu pegang, Chika masih panas badannya, rutin minum obat ya, pokoknya besok Chika sudah harus sembuh, supaya Bu Dinda bisa cepat pulang!" ujar Dinda.

"Tidak mau ah! Aku mau berlama-lama sakit supaya Bu Dinda lebih lama disini!" sahut Chika.

"Non Chika jangan seperti itu! nanti Mbak Yuyun bilangin ke papa lho!" ancam Mbak Yuyun.

"Berani mengadu ke Papa, aku semprot Mbak Yuyun pakai Baygon, mau?!" sahut Chika.

"Hush Chika! Jangan bicara begitu sama orang yang lebih tua! Bu Dinda tidak suka!" hardik Dinda. Chika langsung terdiam.

"Maaf!" ucap Chika.

"Sekarang Chika istirahat dulu di kamar, tidur siang! Orang kalau lagi sakit, obat mujarabnya ya istirahat! Jangan pecicilan! Nanti Bu Dinda akan kembali lagi ke sini di sore hari, setelah Chika bangun tidur, oke?!" ujar Dinda.

Chika menganggukan kepalanya, mau tidak mau dia harus menuruti Dinda, atau Dinda akan pergi lagi dari rumah ini.

Setelah Chika mulai tidur, Dinda kemudian keluar dari kamar itu dan berjalan menuju ke kamar tamu untuk beristirahat sebentar.

"Bu Dinda kalau mau makan, makan siang sudah siap di meja makan ya! Anggap saja rumah sendiri Bu, lagipula tidak ada orang lain lagi di sini!" tawar Mbak Yuyun saat Dinda melewati ruang makan dari lantai atas.

"Iya Mbak, terima kasih, memangnya tidak ada saudara atau siapapun yang datang ke sini?" tanya Dinda.

"Pak Dio itu anak tunggal Bu, orang tuanya ada di luar negeri, paling ada saudara jauh yang tinggal di luar kota!" jawab Mbak Yuyun.

"Kalau saudara dari Mamanya Chika?" tanya Dinda lagi.

"Sejak mamanya Non Chika meninggal, orang tuanya tidak pernah lagi datang ke sini, orang tua dan saudaranya dari Mamanya itu tinggal di Papua!" sahut Mbak Yuyun.

Dinda menganggukkan kepalanya, sekarang dia sedikit paham, Chika memang benar-benar sendirian di rumah ini.

Bersambung ...

****

Ayo dukung karya ini guys, supaya bisa memenangkan kontes wkwkwkw 😂

Terpopuler

Comments

Dewanto

Dewanto

lanjuut

2022-01-03

0

Dewanto

Dewanto

lanjuut

2022-01-03

0

Whitney

Whitney

lanjut thoor

2022-01-02

0

lihat semua
Episodes
1 Kejadian Hari Ini
2 Pertemuan Pertama
3 Bangku Kosong
4 Perkelahian
5 Demo
6 Hujan
7 Mengantar Pulang
8 Singa Arogan
9 Chika Demam
10 Sebuah Permintaan
11 Diam-Diam Pergi
12 Terpaksa Menginap
13 Malam Itu
14 Trauma Masa Lalu
15 Ada Yang Usil
16 Menunda Liburan
17 Semalam Bersama Chika
18 Curahan Hati Dio
19 Kejutan Di Pagi Hari
20 Hadiah
21 Di Mall
22 Banjir
23 Datang Bulan
24 Kedatangan Ibu
25 Di Pesta Itu
26 Kejadian Memalukan
27 Tepat Waktu
28 Masa Lalu Yang Pahit
29 Kencan Pertama
30 Memulai Hubungan Baru
31 Mulai Cinta
32 Pergi Ke Makam
33 Baju Bekas
34 Percaya Padaku
35 Menentang Perjodohan
36 Jadi Perbincangan
37 Makan siang Bersama
38 Dio Kecewa
39 I Love You
40 Ada Yang Datang
41 Tulisan Di Mading
42 Ada Yang Cemburu
43 Meminta Restu
44 Menghadapi Bersama
45 Berenang
46 Memilih Pergi
47 Rindu
48 Restu Ayah
49 Kembali Ke Jakarta
50 Permintaan Pak Dirja
51 Kondisi Dio Dan Chika
52 Perasaan Khawatir
53 Dio Mulai Sadar
54 Kedatangan Pak Frans
55 Kunjungan Dokter Dicky
56 Persiapan Lamaran
57 Pulang Ke Apartemen
58 Menjelang Kedatangan Dio
59 Rencana Pernikahan
60 Curhatan Hati Keyla
61 Undangan
62 Mr. Sam
63 Dio Mulai Posesif
64 Gaun
65 Calon Pengantin
66 Mencari Ibu
67 Ada Apa Dengan Pak Dirja
68 Rahasia Pak Dirja
69 Menjelang Hari H
70 Sebuah Pengakuan
71 Permohonan Maaf
72 Ulang Tahun Chika
73 Kemarahan Keyla
74 Malam Penuh Hujan
75 Darah
76 Nasib Keyla
77 Pesan Bu Lian
78 Mengantar Ke Sekolah
79 Rencana Bulan Madu
80 Memperbaiki Hubungan
81 Putus Asa
82 Pertemuan Keluarga
83 Keputusan Bu Lilis
84 Bulan Madu
85 Janji Dio
86 Saat Chika Di Sekolah
87 Pulang Cepat
88 Keinginan Bu Lian
89 Kembali Mengajar
90 Kapan Hamil
91 Rahasia Keyla
92 Tamparan Untuk Ken
93 Pengakuan Ken
94 Berita Mengejutkan
95 Pertolongan Chika
96 Sikap Dio
97 Keputusan Bu Dita
98 Di Pernikahan Keyla
99 Dingin
100 Dinda Sakit
101 Memberikan Kue
102 Kecemasan Dio
103 Berita Tak Terduga
104 Permintaan Dinda
105 Sepenggal Masa Silam
106 Dinda Mulai Sadar
107 Kunjungan Teman
108 Di Jenguk Para Guru
109 Pulang Kembali Ke Rumah
110 Pengakuan Dio
111 Cerita Pak Dirja Dan Bu Lilis
112 Selamat Tinggal Masa Lalu
113 Nasehat Ken
114 Sebuah Restu
115 Saat Menjemput Sekolah
116 Senyum Seorang Dio
117 Kembali Ke Rumah Sakit
118 Harapan Dinda
119 Lagu Untuk Dinda
120 Belajar Lembut
121 Siapa Yang Masuk Ke Rumah?
122 Ada Yang Aneh
123 Menyimpan Dalam Hati
124 Chika Hilang
125 Sebuah Jebakan
126 Tabir Misteri
127 Ingin Menyelamatkan Chika
128 penyerangan
129 Ken Terluka Parah
130 Pengakuan Keyla
131 Chika Di Perbolehkan Pulang
132 Pengakuan Chika
133 Ken Mulai Sadar
134 Masih Menjadi Misteri
135 Malam Mencekam
136 Membongkar Pintu
137 Suster Anna
138 Berkunjung Ke Rumah Keyla
139 Pernikahan Pak Dirja Dan Bu Lilis
140 Apakah Halusinasi?
141 Berita Bahagia
142 Bayangan Ilusi
143 Sosok Misterius
144 Mulai Curiga
145 Penemuan
146 Yang Tak Terduga
147 Mama Palsu
148 Hampir Tertangkap
149 Penghuni Lain Dalam Rumah
150 Suster Anna Kabur
151 Wanita Misterius
152 Menyelamatkan Dinda
153 Dia Yang Tak Terduga
154 Mulai Tenang
155 Sahabat Dulu
156 Kesedihan Hati Dinda
157 Kondisi Pak Dirja
158 Itikad Baik
159 Siap-Siap Ke Papua
160 Perut Keram
161 Penantian Keyla
162 Dalam Perjalanan
163 Keyla Cemburu
164 Dilema Dio
165 Rencana Pergi
166 Berhasil Kabur
167 Kembali Pulang Ke Jakarta
168 Berita Di Pagi Hari
169 Persiapan Persalinan
170 Menunggu Kelahiran
171 Keyla Mulai Kontraksi
172 Perjuangan Keyla
173 Selamat Datang Baby Girl
174 Konsultasi Dinda
175 Nasib Mr. Sam
176 Dekorasi Kamar Bayi
177 Sinetron
178 Hujan Syahdu
179 Perjuangan Dinda
180 Perawatan Dinda
181 Hadiah Seorang Teman
182 Setelah Lima Hari
183 Ambil Rapot
184 Juara Satu
185 Syukuran
186 Kondisi Bu Lian
187 Berita Menggelegar
188 Selamat Tinggal Bu Lian
189 Pengumuman
Episodes

Updated 189 Episodes

1
Kejadian Hari Ini
2
Pertemuan Pertama
3
Bangku Kosong
4
Perkelahian
5
Demo
6
Hujan
7
Mengantar Pulang
8
Singa Arogan
9
Chika Demam
10
Sebuah Permintaan
11
Diam-Diam Pergi
12
Terpaksa Menginap
13
Malam Itu
14
Trauma Masa Lalu
15
Ada Yang Usil
16
Menunda Liburan
17
Semalam Bersama Chika
18
Curahan Hati Dio
19
Kejutan Di Pagi Hari
20
Hadiah
21
Di Mall
22
Banjir
23
Datang Bulan
24
Kedatangan Ibu
25
Di Pesta Itu
26
Kejadian Memalukan
27
Tepat Waktu
28
Masa Lalu Yang Pahit
29
Kencan Pertama
30
Memulai Hubungan Baru
31
Mulai Cinta
32
Pergi Ke Makam
33
Baju Bekas
34
Percaya Padaku
35
Menentang Perjodohan
36
Jadi Perbincangan
37
Makan siang Bersama
38
Dio Kecewa
39
I Love You
40
Ada Yang Datang
41
Tulisan Di Mading
42
Ada Yang Cemburu
43
Meminta Restu
44
Menghadapi Bersama
45
Berenang
46
Memilih Pergi
47
Rindu
48
Restu Ayah
49
Kembali Ke Jakarta
50
Permintaan Pak Dirja
51
Kondisi Dio Dan Chika
52
Perasaan Khawatir
53
Dio Mulai Sadar
54
Kedatangan Pak Frans
55
Kunjungan Dokter Dicky
56
Persiapan Lamaran
57
Pulang Ke Apartemen
58
Menjelang Kedatangan Dio
59
Rencana Pernikahan
60
Curhatan Hati Keyla
61
Undangan
62
Mr. Sam
63
Dio Mulai Posesif
64
Gaun
65
Calon Pengantin
66
Mencari Ibu
67
Ada Apa Dengan Pak Dirja
68
Rahasia Pak Dirja
69
Menjelang Hari H
70
Sebuah Pengakuan
71
Permohonan Maaf
72
Ulang Tahun Chika
73
Kemarahan Keyla
74
Malam Penuh Hujan
75
Darah
76
Nasib Keyla
77
Pesan Bu Lian
78
Mengantar Ke Sekolah
79
Rencana Bulan Madu
80
Memperbaiki Hubungan
81
Putus Asa
82
Pertemuan Keluarga
83
Keputusan Bu Lilis
84
Bulan Madu
85
Janji Dio
86
Saat Chika Di Sekolah
87
Pulang Cepat
88
Keinginan Bu Lian
89
Kembali Mengajar
90
Kapan Hamil
91
Rahasia Keyla
92
Tamparan Untuk Ken
93
Pengakuan Ken
94
Berita Mengejutkan
95
Pertolongan Chika
96
Sikap Dio
97
Keputusan Bu Dita
98
Di Pernikahan Keyla
99
Dingin
100
Dinda Sakit
101
Memberikan Kue
102
Kecemasan Dio
103
Berita Tak Terduga
104
Permintaan Dinda
105
Sepenggal Masa Silam
106
Dinda Mulai Sadar
107
Kunjungan Teman
108
Di Jenguk Para Guru
109
Pulang Kembali Ke Rumah
110
Pengakuan Dio
111
Cerita Pak Dirja Dan Bu Lilis
112
Selamat Tinggal Masa Lalu
113
Nasehat Ken
114
Sebuah Restu
115
Saat Menjemput Sekolah
116
Senyum Seorang Dio
117
Kembali Ke Rumah Sakit
118
Harapan Dinda
119
Lagu Untuk Dinda
120
Belajar Lembut
121
Siapa Yang Masuk Ke Rumah?
122
Ada Yang Aneh
123
Menyimpan Dalam Hati
124
Chika Hilang
125
Sebuah Jebakan
126
Tabir Misteri
127
Ingin Menyelamatkan Chika
128
penyerangan
129
Ken Terluka Parah
130
Pengakuan Keyla
131
Chika Di Perbolehkan Pulang
132
Pengakuan Chika
133
Ken Mulai Sadar
134
Masih Menjadi Misteri
135
Malam Mencekam
136
Membongkar Pintu
137
Suster Anna
138
Berkunjung Ke Rumah Keyla
139
Pernikahan Pak Dirja Dan Bu Lilis
140
Apakah Halusinasi?
141
Berita Bahagia
142
Bayangan Ilusi
143
Sosok Misterius
144
Mulai Curiga
145
Penemuan
146
Yang Tak Terduga
147
Mama Palsu
148
Hampir Tertangkap
149
Penghuni Lain Dalam Rumah
150
Suster Anna Kabur
151
Wanita Misterius
152
Menyelamatkan Dinda
153
Dia Yang Tak Terduga
154
Mulai Tenang
155
Sahabat Dulu
156
Kesedihan Hati Dinda
157
Kondisi Pak Dirja
158
Itikad Baik
159
Siap-Siap Ke Papua
160
Perut Keram
161
Penantian Keyla
162
Dalam Perjalanan
163
Keyla Cemburu
164
Dilema Dio
165
Rencana Pergi
166
Berhasil Kabur
167
Kembali Pulang Ke Jakarta
168
Berita Di Pagi Hari
169
Persiapan Persalinan
170
Menunggu Kelahiran
171
Keyla Mulai Kontraksi
172
Perjuangan Keyla
173
Selamat Datang Baby Girl
174
Konsultasi Dinda
175
Nasib Mr. Sam
176
Dekorasi Kamar Bayi
177
Sinetron
178
Hujan Syahdu
179
Perjuangan Dinda
180
Perawatan Dinda
181
Hadiah Seorang Teman
182
Setelah Lima Hari
183
Ambil Rapot
184
Juara Satu
185
Syukuran
186
Kondisi Bu Lian
187
Berita Menggelegar
188
Selamat Tinggal Bu Lian
189
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!