Hujan

Taksi yang ditumpangi Dinda dan Chika berhenti di sebuah rumah yang sangat besar dan mewah yang berjarak sekitar 30 menit dari sekolah.

Dinda kemudian mengeluarkan dompetnya, dan mengambil beberapa lembar uang untuk membayar taksi yang mereka tumpangi.

Namun dengan cepat Chika menepis tangan Dinda, sehingga uang yang baru akan diberikan kepada supir taksi itu jatuh ke pangkuannya, kemudian Chika langsung menyodorkan selembar uang seratus ribuan kepada sopir taksi itu.

"kembaliannya ambil aja Bang!" seru Chika sambil membuka pintu mobil dan turun keluar, Dinda yang sedikit terkejut, akhirnya ikut turun juga dari taksi itu.

"Kenapa Chika yang bayar? Tadi kan Bu Dinda mau bayar, kenapa Chika tepis tangan Bu Dinda?!" tanya Dinda.

"Bu Dinda kan uangnya sedikit! Kata Papa gaji guru itu kecil, Ayo masuk dulu Bu!" jawab Chika.

"Eh, Papamu itu keterlaluan juga ya, meremehkan gaji guru!" kata Dinda keki.

Mereka kemudian berjalan ke arah rumah besar itu, seorang security yang berjaga di sudut gerbang, membukakan pintu gerbang dan menunduk hormat pada Chika.

"Selamat Siang Non Chika, Silakan masuk!" ucap security itu.

"Hai Bang Jarwo! Bilang Selamat siang juga dong sama Bu Dinda! Dia itu guru aku tahu!" Ketus Chika.

"Selamat siang bu guru!" ucap Bang Jarwo, security yang berjaga di rumah besar itu.

Chika mengacungkan jempolnya, kemudian dia melangkah masuk kedalam rumah itu diikuti oleh Dinda yang terlihat clingak-clinguk, melihat rumah yang begitu besar dan megah, namun terlihat begitu sepi dan sunyi.

Mereka terus berjalan sampai masuk ke dalam sebuah ruangan, yang merupakan ruangan tamu rumah itu.

Ruangan yang luas dengan sofa yang maha empuk dengan barang-barang yang terlihat elegan dan mahal, menjadi pemandangan indah bagi Dinda, semua desain nya begitu estetik, terlihat kalau yang memiliki rumah ini memiliki jiwa seni yang tinggi.

"Mbak Yuyuuuun!!!" teriak Chika.

Seorang wanita yang merupakan asisten rumah tangga, setengah berlari tergopoh-gopoh mendatangi Chika yang kini duduk di ruang tamu itu bersama dengan Dinda.

Di tangannya ada lap dan celemek, menandakan kalau asisten rumah tangga itu sedang sibuk memasak di dapur.

"Wah, Non Chika sudah pulang! Mau dibuatkan Minuman apa Non, lima menit lagi makan siang siap!" ucap Mbak Yuyun, asisten rumah tangga itu.

Kemudian dia mulai membukakan sepatu dan kaos kaki Chika, lalu membawakan tasnya dan menaruhnya di atas meja.

"Buatkan aku dan ibu guru jus yang paling enak, jangan lupa siapkan juga makan siang yang enak!" ujar Chika.

"Siap Non!" jawab Mbak Yuyun yang langsung kembali ke arah dapur itu.

"Ehm Chika, sepertinya Bu Dinda Pulang saja ke tempat kos Bu Dinda, kan Chika sudah sampai di rumah!" ucap Dinda.

"Yah Bu Dinda, kenapa tidak mau menemani aku sebentar? Setiap hari di rumah ini hanya aku dan Mbak Yuyun, tidak pernah ada orang lain selain papa!" sahut Chika. Wajahnya berubah mendung.

Tiba-tiba muncul rasa belas kasihan dalam hati Dinda, Chika terlihat sangat kesepian.

Di rumah sebesar ini, hanya ada seorang asisten rumah tangga, dan seorang security yang menemani seorang anak berusia enam tahun.

"Baiklah Chika, ibu akan menemanimu, tapi Ibu tidak bisa lama-lama, karena Ibu harus pulang ke tempat kosan!" ucap Dinda.

Tak lama kemudian Mbak Yuyun muncul sambil membawa sebuah nampan yang berisi dua gelas besar jus buah yang terlihat sangat segar.

"Silakan diminum Non, Ibu guru!"ucap Mbak Yuyun, kemudian dia kembali lagi ke arah dapur.

Chika terlihat sangat gembira dengan kehadiran Dinda di rumah itu, Chika juga mengajak Dinda untuk makan siang bersama, di meja makan besar namun sangat sepi itu, demi menyenangkan hati muridnya akhirnya Dinda menuruti keinginan Chika.

Mereka menghabiskan waktu untuk mengobrol dan bercerita, hingga tak terasa waktu sudah menjelang sore.

Langit terlihat sangat mendung dan gelap, Padahal baru jam 4 sore. Suara petir mulai bergemuruh menandakan hari akan segera turun hujan.

"Chika, sepertinya Bu Dinda harus pulang sekarang! Lihatlah, langit begitu gelap, Bu Dinda tidak bawa payung, pasti akan kehujanan kalau tidak cepat-cepat pulang!" ucap Dinda.

"Yah Bu Dinda, aku akan kesepian lagi deh! Paling berapa menit lagi hujan Bu, Kenapa Ibu tidak menunggu di sini saja bersamaku?" tanya Chika.

"Tapi ...."

"Kata papa dia akan pulang jam 5 sore, nanti aku akan meminta Papa untuk mengantar Bu Dinda pulang! Supaya Bu Dinda tidak kehujanan!" jawab Chika.

"Apa? Papa Chika pulang jam 5 sore? Katanya Papa Chika keluar kota? Kenapa cepat sekali pulangnya?" tanya Dinda.

"Bu Dinda gimana sih? Kan sekarang kalau naik pesawat cepat Bu, ke Jawa tengah saja cuma 1 jam, mau pergi ke Bali juga cuma satu jam lebih! Memangnya Bu Dinda tidak pernah naik pesawat ya?" sahut Chika.

Dinda terdiam, ternyata Chika bisa dengan cepat mempelajari dan mengingat apa yang pernah didengarnya, kemampuan otaknya di atas rata-rata anak seusianya.

"Oh begitu, kirain Bu Dinda, Papa Chika akan menginap di luar kota!" kata Dinda.

"Papa tidak akan pernah meninggalkan aku menginap di luar kota Bu! Papa pasti akan pulang walaupun malam, tapi... " Chika menghentikan ucapannya.

"Tapi kenapa Chika?" tanya Dinda.

"Kadang-kadang Papa pulang dalam keadaan mabuk, Papa kalau lagi pusing, suka pergi ke tempat yang kata orang namanya klub malam, habis itu Papa pulang sudah mabuk, lalu tidur deh, tapi itu kadang-kadang, tidak setiap hari juga!" jawab Chika.

"Mungkin papa Chika kesepian, makanya Chika jangan nakal, supaya Papa tidak pusing, kasihan kan, apalagi Papa bekerja untuk Chika, supaya bisa sekolah tinggi dan jadi orang sukses!" ucap Dinda.

Hujan mulai turun dengan deras, kilatan demi kilatan menyambar menerangi suasana yang gelap, dengan suara gemuruh petir yang terdengar memekakkan telinga.

Tin ... Tin ...

Suara klakson mobil terdengar dari gerbang depan rumah itu, kemudian sebuah mobil mewah masuk ke dalam parkiran.

"Papa pulang!" seru Chika.

Tiba-tiba jantung Dinda bergemuruh dengan cepat, entah mengapa dia merasa begitu grogi menghadapi Papanya Chika, yang selama ini belum pernah sekalipun Dinda berbicara padanya.

"Pak Dio sudah pulang!" kata Mbak Yuyun yang langsung mengambil payung dan berjalan cepat ke arah parkiran mobil.

Tak lama kemudian dari arah pintu ruang tamu yang terbuka lebar itu, masuklah seorang laki-laki dengan rambut yang sedikit basah dan wajah yang sangat menawan, dengan sorot mata yang tajam, berusia sekitar 30 tahun.

Dia adalah Ferdio Dacosta atau Dio, Papanya Chika, seorang pengusaha mebel ekspor impor yang memiliki banyak cabang di Indonesia.

Dinda yang langsung berdiri dari tempatnya, tertegun dan terpaku, dengan perasaan yang Kikuk dan salah tingkah.

"Selamat sore Pak!" ucap Dinda menunduk.

Dio sedikit mengerutkan keningnya, melihat kehadiran Dinda di dalam rumah nya yang selama ini begitu sepi dan sunyi.

Bersambung ...

****

Terpopuler

Comments

Jasreena

Jasreena

calon bojo mu pak Dio...

2024-03-14

0

heaven

heaven

setiap kata2 chika aga nyeletit ya kehati tapi lebih sialnya tuh omongannya bener mulu😭🤚

2022-08-17

1

Mulyati

Mulyati

aku dukung dinda sama duo

2022-08-06

0

lihat semua
Episodes
1 Kejadian Hari Ini
2 Pertemuan Pertama
3 Bangku Kosong
4 Perkelahian
5 Demo
6 Hujan
7 Mengantar Pulang
8 Singa Arogan
9 Chika Demam
10 Sebuah Permintaan
11 Diam-Diam Pergi
12 Terpaksa Menginap
13 Malam Itu
14 Trauma Masa Lalu
15 Ada Yang Usil
16 Menunda Liburan
17 Semalam Bersama Chika
18 Curahan Hati Dio
19 Kejutan Di Pagi Hari
20 Hadiah
21 Di Mall
22 Banjir
23 Datang Bulan
24 Kedatangan Ibu
25 Di Pesta Itu
26 Kejadian Memalukan
27 Tepat Waktu
28 Masa Lalu Yang Pahit
29 Kencan Pertama
30 Memulai Hubungan Baru
31 Mulai Cinta
32 Pergi Ke Makam
33 Baju Bekas
34 Percaya Padaku
35 Menentang Perjodohan
36 Jadi Perbincangan
37 Makan siang Bersama
38 Dio Kecewa
39 I Love You
40 Ada Yang Datang
41 Tulisan Di Mading
42 Ada Yang Cemburu
43 Meminta Restu
44 Menghadapi Bersama
45 Berenang
46 Memilih Pergi
47 Rindu
48 Restu Ayah
49 Kembali Ke Jakarta
50 Permintaan Pak Dirja
51 Kondisi Dio Dan Chika
52 Perasaan Khawatir
53 Dio Mulai Sadar
54 Kedatangan Pak Frans
55 Kunjungan Dokter Dicky
56 Persiapan Lamaran
57 Pulang Ke Apartemen
58 Menjelang Kedatangan Dio
59 Rencana Pernikahan
60 Curhatan Hati Keyla
61 Undangan
62 Mr. Sam
63 Dio Mulai Posesif
64 Gaun
65 Calon Pengantin
66 Mencari Ibu
67 Ada Apa Dengan Pak Dirja
68 Rahasia Pak Dirja
69 Menjelang Hari H
70 Sebuah Pengakuan
71 Permohonan Maaf
72 Ulang Tahun Chika
73 Kemarahan Keyla
74 Malam Penuh Hujan
75 Darah
76 Nasib Keyla
77 Pesan Bu Lian
78 Mengantar Ke Sekolah
79 Rencana Bulan Madu
80 Memperbaiki Hubungan
81 Putus Asa
82 Pertemuan Keluarga
83 Keputusan Bu Lilis
84 Bulan Madu
85 Janji Dio
86 Saat Chika Di Sekolah
87 Pulang Cepat
88 Keinginan Bu Lian
89 Kembali Mengajar
90 Kapan Hamil
91 Rahasia Keyla
92 Tamparan Untuk Ken
93 Pengakuan Ken
94 Berita Mengejutkan
95 Pertolongan Chika
96 Sikap Dio
97 Keputusan Bu Dita
98 Di Pernikahan Keyla
99 Dingin
100 Dinda Sakit
101 Memberikan Kue
102 Kecemasan Dio
103 Berita Tak Terduga
104 Permintaan Dinda
105 Sepenggal Masa Silam
106 Dinda Mulai Sadar
107 Kunjungan Teman
108 Di Jenguk Para Guru
109 Pulang Kembali Ke Rumah
110 Pengakuan Dio
111 Cerita Pak Dirja Dan Bu Lilis
112 Selamat Tinggal Masa Lalu
113 Nasehat Ken
114 Sebuah Restu
115 Saat Menjemput Sekolah
116 Senyum Seorang Dio
117 Kembali Ke Rumah Sakit
118 Harapan Dinda
119 Lagu Untuk Dinda
120 Belajar Lembut
121 Siapa Yang Masuk Ke Rumah?
122 Ada Yang Aneh
123 Menyimpan Dalam Hati
124 Chika Hilang
125 Sebuah Jebakan
126 Tabir Misteri
127 Ingin Menyelamatkan Chika
128 penyerangan
129 Ken Terluka Parah
130 Pengakuan Keyla
131 Chika Di Perbolehkan Pulang
132 Pengakuan Chika
133 Ken Mulai Sadar
134 Masih Menjadi Misteri
135 Malam Mencekam
136 Membongkar Pintu
137 Suster Anna
138 Berkunjung Ke Rumah Keyla
139 Pernikahan Pak Dirja Dan Bu Lilis
140 Apakah Halusinasi?
141 Berita Bahagia
142 Bayangan Ilusi
143 Sosok Misterius
144 Mulai Curiga
145 Penemuan
146 Yang Tak Terduga
147 Mama Palsu
148 Hampir Tertangkap
149 Penghuni Lain Dalam Rumah
150 Suster Anna Kabur
151 Wanita Misterius
152 Menyelamatkan Dinda
153 Dia Yang Tak Terduga
154 Mulai Tenang
155 Sahabat Dulu
156 Kesedihan Hati Dinda
157 Kondisi Pak Dirja
158 Itikad Baik
159 Siap-Siap Ke Papua
160 Perut Keram
161 Penantian Keyla
162 Dalam Perjalanan
163 Keyla Cemburu
164 Dilema Dio
165 Rencana Pergi
166 Berhasil Kabur
167 Kembali Pulang Ke Jakarta
168 Berita Di Pagi Hari
169 Persiapan Persalinan
170 Menunggu Kelahiran
171 Keyla Mulai Kontraksi
172 Perjuangan Keyla
173 Selamat Datang Baby Girl
174 Konsultasi Dinda
175 Nasib Mr. Sam
176 Dekorasi Kamar Bayi
177 Sinetron
178 Hujan Syahdu
179 Perjuangan Dinda
180 Perawatan Dinda
181 Hadiah Seorang Teman
182 Setelah Lima Hari
183 Ambil Rapot
184 Juara Satu
185 Syukuran
186 Kondisi Bu Lian
187 Berita Menggelegar
188 Selamat Tinggal Bu Lian
189 Pengumuman
Episodes

Updated 189 Episodes

1
Kejadian Hari Ini
2
Pertemuan Pertama
3
Bangku Kosong
4
Perkelahian
5
Demo
6
Hujan
7
Mengantar Pulang
8
Singa Arogan
9
Chika Demam
10
Sebuah Permintaan
11
Diam-Diam Pergi
12
Terpaksa Menginap
13
Malam Itu
14
Trauma Masa Lalu
15
Ada Yang Usil
16
Menunda Liburan
17
Semalam Bersama Chika
18
Curahan Hati Dio
19
Kejutan Di Pagi Hari
20
Hadiah
21
Di Mall
22
Banjir
23
Datang Bulan
24
Kedatangan Ibu
25
Di Pesta Itu
26
Kejadian Memalukan
27
Tepat Waktu
28
Masa Lalu Yang Pahit
29
Kencan Pertama
30
Memulai Hubungan Baru
31
Mulai Cinta
32
Pergi Ke Makam
33
Baju Bekas
34
Percaya Padaku
35
Menentang Perjodohan
36
Jadi Perbincangan
37
Makan siang Bersama
38
Dio Kecewa
39
I Love You
40
Ada Yang Datang
41
Tulisan Di Mading
42
Ada Yang Cemburu
43
Meminta Restu
44
Menghadapi Bersama
45
Berenang
46
Memilih Pergi
47
Rindu
48
Restu Ayah
49
Kembali Ke Jakarta
50
Permintaan Pak Dirja
51
Kondisi Dio Dan Chika
52
Perasaan Khawatir
53
Dio Mulai Sadar
54
Kedatangan Pak Frans
55
Kunjungan Dokter Dicky
56
Persiapan Lamaran
57
Pulang Ke Apartemen
58
Menjelang Kedatangan Dio
59
Rencana Pernikahan
60
Curhatan Hati Keyla
61
Undangan
62
Mr. Sam
63
Dio Mulai Posesif
64
Gaun
65
Calon Pengantin
66
Mencari Ibu
67
Ada Apa Dengan Pak Dirja
68
Rahasia Pak Dirja
69
Menjelang Hari H
70
Sebuah Pengakuan
71
Permohonan Maaf
72
Ulang Tahun Chika
73
Kemarahan Keyla
74
Malam Penuh Hujan
75
Darah
76
Nasib Keyla
77
Pesan Bu Lian
78
Mengantar Ke Sekolah
79
Rencana Bulan Madu
80
Memperbaiki Hubungan
81
Putus Asa
82
Pertemuan Keluarga
83
Keputusan Bu Lilis
84
Bulan Madu
85
Janji Dio
86
Saat Chika Di Sekolah
87
Pulang Cepat
88
Keinginan Bu Lian
89
Kembali Mengajar
90
Kapan Hamil
91
Rahasia Keyla
92
Tamparan Untuk Ken
93
Pengakuan Ken
94
Berita Mengejutkan
95
Pertolongan Chika
96
Sikap Dio
97
Keputusan Bu Dita
98
Di Pernikahan Keyla
99
Dingin
100
Dinda Sakit
101
Memberikan Kue
102
Kecemasan Dio
103
Berita Tak Terduga
104
Permintaan Dinda
105
Sepenggal Masa Silam
106
Dinda Mulai Sadar
107
Kunjungan Teman
108
Di Jenguk Para Guru
109
Pulang Kembali Ke Rumah
110
Pengakuan Dio
111
Cerita Pak Dirja Dan Bu Lilis
112
Selamat Tinggal Masa Lalu
113
Nasehat Ken
114
Sebuah Restu
115
Saat Menjemput Sekolah
116
Senyum Seorang Dio
117
Kembali Ke Rumah Sakit
118
Harapan Dinda
119
Lagu Untuk Dinda
120
Belajar Lembut
121
Siapa Yang Masuk Ke Rumah?
122
Ada Yang Aneh
123
Menyimpan Dalam Hati
124
Chika Hilang
125
Sebuah Jebakan
126
Tabir Misteri
127
Ingin Menyelamatkan Chika
128
penyerangan
129
Ken Terluka Parah
130
Pengakuan Keyla
131
Chika Di Perbolehkan Pulang
132
Pengakuan Chika
133
Ken Mulai Sadar
134
Masih Menjadi Misteri
135
Malam Mencekam
136
Membongkar Pintu
137
Suster Anna
138
Berkunjung Ke Rumah Keyla
139
Pernikahan Pak Dirja Dan Bu Lilis
140
Apakah Halusinasi?
141
Berita Bahagia
142
Bayangan Ilusi
143
Sosok Misterius
144
Mulai Curiga
145
Penemuan
146
Yang Tak Terduga
147
Mama Palsu
148
Hampir Tertangkap
149
Penghuni Lain Dalam Rumah
150
Suster Anna Kabur
151
Wanita Misterius
152
Menyelamatkan Dinda
153
Dia Yang Tak Terduga
154
Mulai Tenang
155
Sahabat Dulu
156
Kesedihan Hati Dinda
157
Kondisi Pak Dirja
158
Itikad Baik
159
Siap-Siap Ke Papua
160
Perut Keram
161
Penantian Keyla
162
Dalam Perjalanan
163
Keyla Cemburu
164
Dilema Dio
165
Rencana Pergi
166
Berhasil Kabur
167
Kembali Pulang Ke Jakarta
168
Berita Di Pagi Hari
169
Persiapan Persalinan
170
Menunggu Kelahiran
171
Keyla Mulai Kontraksi
172
Perjuangan Keyla
173
Selamat Datang Baby Girl
174
Konsultasi Dinda
175
Nasib Mr. Sam
176
Dekorasi Kamar Bayi
177
Sinetron
178
Hujan Syahdu
179
Perjuangan Dinda
180
Perawatan Dinda
181
Hadiah Seorang Teman
182
Setelah Lima Hari
183
Ambil Rapot
184
Juara Satu
185
Syukuran
186
Kondisi Bu Lian
187
Berita Menggelegar
188
Selamat Tinggal Bu Lian
189
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!