Perkelahian

Pagi ini Dinda buru-buru berangkat ke sekolah, karena dia harus mengajar.

Kemudian dengan cepat dia berjalan menuju ke kelasnya, hari ini dia agak terlambat karena bangun kesiangan.

Banyak hal yang di pikirkannya, membuat dia tidur terlalu larut, sehingga dia bangun lebih siang dari biasanya.

Bel masuk sekolah sudah berbunyi sedari tadi, Dinda setengah berlari agar dia tidak terlalu terlambat banyak lagi ini.

Saat hampir tiba di kelas 1A, terdengar suara kericuhan di dalam kelas, buru-buru Dinda membuka pintunya lepasnya itu.

Matanya melotot saat di lihatnya Chika yang nampak bertengkar dengan Edo, seluruh isi kelas menyoraki mereka, hingga Chika mendorong keras tubuh Edo ke tembok, hingga kepala Edo membentur tembok.

"Stop!!! Hentikan!!!" teriak Dinda.

Semua murid terdiam seketika, satu persatu mereka kembali ke tempat duduk mereka masing-masing.

Chika masih berdiri di tempatnya, menatap Edo dengan wajah merah penuh kemarahan.

"Chika! Apa yang kau lakukan?? Pagi-pagi sudah buat keributan!" tanya Dinda.

Chika diam saja, tidak menjawab pertanyaan Dinda.

"Tadi mereka tau-tau sudah bertengkar Bu!" kata Velin, si ketua kelas.

"Bu Dinda! Hidungnya Edo berdarah!" seru salah seorang murid yang duduk tidak jauh dari tempat Edo.

Dinda terkesiap dan menoleh ke arah Edo, dari hidungnya mengalir darah segar, Edo nampak menangis. Dinda langsung panik.

Dengan cepat Dinda mengambil sapu tangannya dan membersihkan darah di hidung Edo.

"Edo, kau tidak apa-apa Nak? Ayo ikut Ibu ke UKS, Velin, kau atur teman-temanmu ya!" ujar Dinda yang langsung menuntun Edo keluar dari kelasnya lalu menuju ke ruang UKS yang ada di sudut lorong itu.

Saat Dinda berjalan menuju ke UKS, dia berpapasan dengan Bu Dita yang terlihat membawa tumpukan buku dari perpustakaan.

"Bu Dinda, apa yang terjadi? Edo kenapa?" tanya Bu Dita.

"Ada insiden kecil Bu, Edo mimisan, Di kelas tidak ada yang mengajar, kasihan anak-anak Bu!" jawab Dinda.

"Apakah ini ulah Chika lagi?" tanya Bu Dita. Dinda menganggukan kepalanya.

"Duh, gawat ini, bisa demo orang tuanya, gini deh Bu, biar aku yang urus Edo, supaya tidak ketahuan kalau dia habis mimisan, Bu Dinda kembali ke kelas saja!" kata Bu Dita yang merupakan ketua dewan guru itu.

Dinda nampak berpikir, kemudian menganggukan kepalanya.

Kemudian Bu Dita membawa Edo ke UKS, sementara Dinda kembali ke kelasnya untuk melanjutkan pelajaran.

Setelah sampai di kelas, Chika nampak duduk di bangkunya, suasana kelas seketika menjadi hening saat Dinda masuk ke dalam kelas.

"Chika, nanti di jam istirahat, ikut Ibu ke ruang guru ya!" kata Dinda sambil menatap Chika yang menunduk.

"Iya Bu!" sahut Chika singkat.

"Sekarang, buka buku kalian semua, kita lanjutkan pelajaran kita, latihan menulis sambung!" ujar Dinda pada semua murid kelasnya.

****

Pada jam istirahat, kejadian pagi tadi di kelas 1A menjadi perbincangan hangat para guru.

Pak Roni kepala sekolah juga nampak ada di ruang guru tersebut.

Mereka mengadakan rapat dadakan, untuk membahas masalah Chika dan kelakuannya.

"Kita harus berusaha, membuat Edo tidak mengadu pada orang tuanya, soal kejadian tadi pagi!" kata Pak Roni.

"Mana bisa begitu Pak? Anak kecil itu kan pasti jujur!" sahut Pak Yoga, guru oleh raga.

"Reputasi sekolah kita bisa buruk! Kalau sampai terjadi demo lagi di sekolah ini, jadi kita harus mengusahakan agar kasus ini tertutup!" lanjut Pak Roni.

"Kita harus berkorban Pak, keluarkan Chika dari sekolah, atau sekolah ini yang jadi taruhannya!" cetus Mr. Sam, guru bahasa Inggris.

"Kita harus ingat, Pak Dio, Papanya Chika itu, adalah salah satu donatur terbesar di sekolah ini, tidak bisa mengeluarkan anaknya begitu saja!" tukas Pak Roni.

"Tapi bukan berarti, tanpa donatur sekolah ini tidak bisa berjalan! Orang tua murid pasti akan takut menyekolahkan anaknya di sekolah ini gara-gara Chika!" sahut Mr. Sam.

"Bu Dita, bagaimana keadaan Edo??" tanya Pak Roni sambil menoleh ke arah Bu Dita.

"Edo masih istirahat di UKS Pak, tidak ada yang terluka, hanya mimisan efek dari kepala yang terbentur, kepalanya juga tidak benjol, tapi kalau sampai Edo mengadu ke orang tuanya, kita akan mendapat masalah besar!" jelas Bu Dita.

Ceklek!

Pintu ruangan terbuka dari luar, Dinda masuk dengan menuntun Chika di sampingnya.

"Bu Dinda, kita sedang membahas masalah penting, kenapa kau bawa Chika ke sini?!" tanya Pak Roni.

"Saya harus bicara dari hati ke hati dengan Chika Pak, di mana lagi kalau bukan di ruangan ini?" sahut Dinda.

"Bu Dinda, kau kan wali kelas 1A, tolong kau urus dan ubah sifat Chika, karena kau yang paling berwenang, kau pergi ke ruang konseling, bicara pada anak itu di sana!" ujar Pak Roni.

"Baik Pak!" jawab Dinda yang langsung berbalik keluar dari ruangan itu sambil menuntun Chika.

Dinda menuntun Chika naik ke lantai tiga, di sana ada ruang konseling, kebetulan konselor sekolah baru resign karena melahirkan.

Jadi sementara ruang konseling ini kosong selama hampir tiga bulan.

Dinda lalu membawa Chika masuk ke dalam ruangan itu, ruangan yang terlihat bersih dan nyaman, karena di bersihkan setiap hari.

"Duduklah Chika!" kata Dinda sambil menunjuk sebuah kursi, merekapun duduk saling berhadapan.

"Chika, kau pasti tau, apa yang kau perbuat tadi pagi, itu adalah kesalahan, kenapa kau mendorong Edo hingga kepalanya membentur tembok?" tanya Dinda.

"Edo itu selalu ngatain aku Bu, dia bilang aku anak nakal dan kasihan karena tidak punya Ibu!" jawab Chika.

Dinda tertegun, lagi-lagi itu yang jadi alasannya.

"Lalu, kenapa kau harus marah??" lanjut Dinda.

"Karena ... aku juga ingin seperti teman-temanku, punya Ibu, yang bisa peluk, yang bisa cium, yang bisa selalu menemaniku, bisa main bersama, bercanda ..." Chika menghentikan ucapannya.

Wajahnya menunduk, ada butiran bening yang jatuh dari pelupuk matanya.

Selama jadi wali kelas Chika, baru kali ini Dinda melihat Chika menangis, biasanya senakal apapun, Chika selalu tegar dan tidak mudah mengeluarkan air matanya.

"Chika, kalau kau ingin merasakan seperti teman-temanmu, kau boleh kok peluk Ibu!" ucap Dinda.

"Sungguh??" tanya Chika sambil mulai mengangkat wajahnya.

Dinda menganggukan kepalanya.

Kemudian Dinda mulai merentangkan tangannya, dengan sedikit ragu-ragu, Chika berdiri dan maju, lalu memeluk Dinda.

Chika menangis di pelukan Dinda, Dinda juga menangis, dia sangat memahami apa yang anak ini rasakan, karena Dinda juga pernah mengalami hal yang sama.

"Terimakasih Bu Dinda!" ucap Chika.

Dinda tertegun, ucapan terimakasih sangat jarang terucap di mulut Chika, namun hari ini, dia mengatakannya dengan tulus.

Bersambung ....

****

Terpopuler

Comments

cleo_aay

cleo_aay

uda baca tapi baca lagii

2025-04-01

0

Yulay Yuli

Yulay Yuli

😢😢😢

2024-11-22

0

Mulyati

Mulyati

duh melow

2022-08-06

0

lihat semua
Episodes
1 Kejadian Hari Ini
2 Pertemuan Pertama
3 Bangku Kosong
4 Perkelahian
5 Demo
6 Hujan
7 Mengantar Pulang
8 Singa Arogan
9 Chika Demam
10 Sebuah Permintaan
11 Diam-Diam Pergi
12 Terpaksa Menginap
13 Malam Itu
14 Trauma Masa Lalu
15 Ada Yang Usil
16 Menunda Liburan
17 Semalam Bersama Chika
18 Curahan Hati Dio
19 Kejutan Di Pagi Hari
20 Hadiah
21 Di Mall
22 Banjir
23 Datang Bulan
24 Kedatangan Ibu
25 Di Pesta Itu
26 Kejadian Memalukan
27 Tepat Waktu
28 Masa Lalu Yang Pahit
29 Kencan Pertama
30 Memulai Hubungan Baru
31 Mulai Cinta
32 Pergi Ke Makam
33 Baju Bekas
34 Percaya Padaku
35 Menentang Perjodohan
36 Jadi Perbincangan
37 Makan siang Bersama
38 Dio Kecewa
39 I Love You
40 Ada Yang Datang
41 Tulisan Di Mading
42 Ada Yang Cemburu
43 Meminta Restu
44 Menghadapi Bersama
45 Berenang
46 Memilih Pergi
47 Rindu
48 Restu Ayah
49 Kembali Ke Jakarta
50 Permintaan Pak Dirja
51 Kondisi Dio Dan Chika
52 Perasaan Khawatir
53 Dio Mulai Sadar
54 Kedatangan Pak Frans
55 Kunjungan Dokter Dicky
56 Persiapan Lamaran
57 Pulang Ke Apartemen
58 Menjelang Kedatangan Dio
59 Rencana Pernikahan
60 Curhatan Hati Keyla
61 Undangan
62 Mr. Sam
63 Dio Mulai Posesif
64 Gaun
65 Calon Pengantin
66 Mencari Ibu
67 Ada Apa Dengan Pak Dirja
68 Rahasia Pak Dirja
69 Menjelang Hari H
70 Sebuah Pengakuan
71 Permohonan Maaf
72 Ulang Tahun Chika
73 Kemarahan Keyla
74 Malam Penuh Hujan
75 Darah
76 Nasib Keyla
77 Pesan Bu Lian
78 Mengantar Ke Sekolah
79 Rencana Bulan Madu
80 Memperbaiki Hubungan
81 Putus Asa
82 Pertemuan Keluarga
83 Keputusan Bu Lilis
84 Bulan Madu
85 Janji Dio
86 Saat Chika Di Sekolah
87 Pulang Cepat
88 Keinginan Bu Lian
89 Kembali Mengajar
90 Kapan Hamil
91 Rahasia Keyla
92 Tamparan Untuk Ken
93 Pengakuan Ken
94 Berita Mengejutkan
95 Pertolongan Chika
96 Sikap Dio
97 Keputusan Bu Dita
98 Di Pernikahan Keyla
99 Dingin
100 Dinda Sakit
101 Memberikan Kue
102 Kecemasan Dio
103 Berita Tak Terduga
104 Permintaan Dinda
105 Sepenggal Masa Silam
106 Dinda Mulai Sadar
107 Kunjungan Teman
108 Di Jenguk Para Guru
109 Pulang Kembali Ke Rumah
110 Pengakuan Dio
111 Cerita Pak Dirja Dan Bu Lilis
112 Selamat Tinggal Masa Lalu
113 Nasehat Ken
114 Sebuah Restu
115 Saat Menjemput Sekolah
116 Senyum Seorang Dio
117 Kembali Ke Rumah Sakit
118 Harapan Dinda
119 Lagu Untuk Dinda
120 Belajar Lembut
121 Siapa Yang Masuk Ke Rumah?
122 Ada Yang Aneh
123 Menyimpan Dalam Hati
124 Chika Hilang
125 Sebuah Jebakan
126 Tabir Misteri
127 Ingin Menyelamatkan Chika
128 penyerangan
129 Ken Terluka Parah
130 Pengakuan Keyla
131 Chika Di Perbolehkan Pulang
132 Pengakuan Chika
133 Ken Mulai Sadar
134 Masih Menjadi Misteri
135 Malam Mencekam
136 Membongkar Pintu
137 Suster Anna
138 Berkunjung Ke Rumah Keyla
139 Pernikahan Pak Dirja Dan Bu Lilis
140 Apakah Halusinasi?
141 Berita Bahagia
142 Bayangan Ilusi
143 Sosok Misterius
144 Mulai Curiga
145 Penemuan
146 Yang Tak Terduga
147 Mama Palsu
148 Hampir Tertangkap
149 Penghuni Lain Dalam Rumah
150 Suster Anna Kabur
151 Wanita Misterius
152 Menyelamatkan Dinda
153 Dia Yang Tak Terduga
154 Mulai Tenang
155 Sahabat Dulu
156 Kesedihan Hati Dinda
157 Kondisi Pak Dirja
158 Itikad Baik
159 Siap-Siap Ke Papua
160 Perut Keram
161 Penantian Keyla
162 Dalam Perjalanan
163 Keyla Cemburu
164 Dilema Dio
165 Rencana Pergi
166 Berhasil Kabur
167 Kembali Pulang Ke Jakarta
168 Berita Di Pagi Hari
169 Persiapan Persalinan
170 Menunggu Kelahiran
171 Keyla Mulai Kontraksi
172 Perjuangan Keyla
173 Selamat Datang Baby Girl
174 Konsultasi Dinda
175 Nasib Mr. Sam
176 Dekorasi Kamar Bayi
177 Sinetron
178 Hujan Syahdu
179 Perjuangan Dinda
180 Perawatan Dinda
181 Hadiah Seorang Teman
182 Setelah Lima Hari
183 Ambil Rapot
184 Juara Satu
185 Syukuran
186 Kondisi Bu Lian
187 Berita Menggelegar
188 Selamat Tinggal Bu Lian
189 Pengumuman
Episodes

Updated 189 Episodes

1
Kejadian Hari Ini
2
Pertemuan Pertama
3
Bangku Kosong
4
Perkelahian
5
Demo
6
Hujan
7
Mengantar Pulang
8
Singa Arogan
9
Chika Demam
10
Sebuah Permintaan
11
Diam-Diam Pergi
12
Terpaksa Menginap
13
Malam Itu
14
Trauma Masa Lalu
15
Ada Yang Usil
16
Menunda Liburan
17
Semalam Bersama Chika
18
Curahan Hati Dio
19
Kejutan Di Pagi Hari
20
Hadiah
21
Di Mall
22
Banjir
23
Datang Bulan
24
Kedatangan Ibu
25
Di Pesta Itu
26
Kejadian Memalukan
27
Tepat Waktu
28
Masa Lalu Yang Pahit
29
Kencan Pertama
30
Memulai Hubungan Baru
31
Mulai Cinta
32
Pergi Ke Makam
33
Baju Bekas
34
Percaya Padaku
35
Menentang Perjodohan
36
Jadi Perbincangan
37
Makan siang Bersama
38
Dio Kecewa
39
I Love You
40
Ada Yang Datang
41
Tulisan Di Mading
42
Ada Yang Cemburu
43
Meminta Restu
44
Menghadapi Bersama
45
Berenang
46
Memilih Pergi
47
Rindu
48
Restu Ayah
49
Kembali Ke Jakarta
50
Permintaan Pak Dirja
51
Kondisi Dio Dan Chika
52
Perasaan Khawatir
53
Dio Mulai Sadar
54
Kedatangan Pak Frans
55
Kunjungan Dokter Dicky
56
Persiapan Lamaran
57
Pulang Ke Apartemen
58
Menjelang Kedatangan Dio
59
Rencana Pernikahan
60
Curhatan Hati Keyla
61
Undangan
62
Mr. Sam
63
Dio Mulai Posesif
64
Gaun
65
Calon Pengantin
66
Mencari Ibu
67
Ada Apa Dengan Pak Dirja
68
Rahasia Pak Dirja
69
Menjelang Hari H
70
Sebuah Pengakuan
71
Permohonan Maaf
72
Ulang Tahun Chika
73
Kemarahan Keyla
74
Malam Penuh Hujan
75
Darah
76
Nasib Keyla
77
Pesan Bu Lian
78
Mengantar Ke Sekolah
79
Rencana Bulan Madu
80
Memperbaiki Hubungan
81
Putus Asa
82
Pertemuan Keluarga
83
Keputusan Bu Lilis
84
Bulan Madu
85
Janji Dio
86
Saat Chika Di Sekolah
87
Pulang Cepat
88
Keinginan Bu Lian
89
Kembali Mengajar
90
Kapan Hamil
91
Rahasia Keyla
92
Tamparan Untuk Ken
93
Pengakuan Ken
94
Berita Mengejutkan
95
Pertolongan Chika
96
Sikap Dio
97
Keputusan Bu Dita
98
Di Pernikahan Keyla
99
Dingin
100
Dinda Sakit
101
Memberikan Kue
102
Kecemasan Dio
103
Berita Tak Terduga
104
Permintaan Dinda
105
Sepenggal Masa Silam
106
Dinda Mulai Sadar
107
Kunjungan Teman
108
Di Jenguk Para Guru
109
Pulang Kembali Ke Rumah
110
Pengakuan Dio
111
Cerita Pak Dirja Dan Bu Lilis
112
Selamat Tinggal Masa Lalu
113
Nasehat Ken
114
Sebuah Restu
115
Saat Menjemput Sekolah
116
Senyum Seorang Dio
117
Kembali Ke Rumah Sakit
118
Harapan Dinda
119
Lagu Untuk Dinda
120
Belajar Lembut
121
Siapa Yang Masuk Ke Rumah?
122
Ada Yang Aneh
123
Menyimpan Dalam Hati
124
Chika Hilang
125
Sebuah Jebakan
126
Tabir Misteri
127
Ingin Menyelamatkan Chika
128
penyerangan
129
Ken Terluka Parah
130
Pengakuan Keyla
131
Chika Di Perbolehkan Pulang
132
Pengakuan Chika
133
Ken Mulai Sadar
134
Masih Menjadi Misteri
135
Malam Mencekam
136
Membongkar Pintu
137
Suster Anna
138
Berkunjung Ke Rumah Keyla
139
Pernikahan Pak Dirja Dan Bu Lilis
140
Apakah Halusinasi?
141
Berita Bahagia
142
Bayangan Ilusi
143
Sosok Misterius
144
Mulai Curiga
145
Penemuan
146
Yang Tak Terduga
147
Mama Palsu
148
Hampir Tertangkap
149
Penghuni Lain Dalam Rumah
150
Suster Anna Kabur
151
Wanita Misterius
152
Menyelamatkan Dinda
153
Dia Yang Tak Terduga
154
Mulai Tenang
155
Sahabat Dulu
156
Kesedihan Hati Dinda
157
Kondisi Pak Dirja
158
Itikad Baik
159
Siap-Siap Ke Papua
160
Perut Keram
161
Penantian Keyla
162
Dalam Perjalanan
163
Keyla Cemburu
164
Dilema Dio
165
Rencana Pergi
166
Berhasil Kabur
167
Kembali Pulang Ke Jakarta
168
Berita Di Pagi Hari
169
Persiapan Persalinan
170
Menunggu Kelahiran
171
Keyla Mulai Kontraksi
172
Perjuangan Keyla
173
Selamat Datang Baby Girl
174
Konsultasi Dinda
175
Nasib Mr. Sam
176
Dekorasi Kamar Bayi
177
Sinetron
178
Hujan Syahdu
179
Perjuangan Dinda
180
Perawatan Dinda
181
Hadiah Seorang Teman
182
Setelah Lima Hari
183
Ambil Rapot
184
Juara Satu
185
Syukuran
186
Kondisi Bu Lian
187
Berita Menggelegar
188
Selamat Tinggal Bu Lian
189
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!