Menunda Liburan

Dio mengendarai mobilnya Kembali menuju ke Jakarta. Gara-gara Bu Ribka yang telepon dan mengabarkan bahwa ada orang yang dengan sengaja memata-matai mereka, sehingga foto-foto mereka disebarkan kan di antara guru-guru sekolah, Dinda jadi membatalkan pulang ke Bandung.

Sepanjang perjalanan Chika terlihat cemberut dan kecewa, karena rencananya untuk liburan bersama dengan Dinda dan Papanya itu batal.

"Nanti Papa akan ajak Chika liburan ke tempat yang Chika mau, ke Ancol kek, ke Puncak kek, atau ke mana saja pokoknya papa akan temani Chika!" ucap Dio berusaha untuk menghibur putrinya itu.

"Tidak mau! Kecuali ... " Chika menghentikan ucapannya.

"Kecuali apa?" tanya Dio tak sabar.

"kecuali kalau Papa ajak Bu Dinda juga!" sahut Chika.

"Eh maaf Chika, Bu Dinda akan sibuk besok, Bu Dinda belum selesai mengisi raport semua murid! Jadi Bu Dinda tidak bisa menemani Chika liburan ya!" ujar Dinda cepat.

"Tuh dengar sendiri!" cetus Dio.

Chika nampak cemberut dan mengerucutkan bibirnya.

Gadis kecil itu tidak lagi bertanya, beberapa kali dia nampak menguap, rasa kantuk mulai melandanya karena dia tidak tidur sepanjang perjalanan tadi, dan tak lama kemudian dia pun tertidur di jok depan mobilnya itu.

"Terima kasih Pak Dio, sudah mau repot-repot Mengantarkan saya bolak-balik, saya harap ini yang terakhir, karena saya tidak enak sebagai guru, apalagi sudah banyak guru yang tahu kalau saya sedang jalan dengan bapak dan Chika!" ucap Dinda.

"Kalau bukan demi Chika, saya juga malas membuang-buang waktu begini!" sahut Dio.

Mobil yang dikendarai Dio Akhirnya sampai di kota Jakarta. Dio langsung mengarahkan mobilnya menuju ke tempat kost Dinda, berniat akan mengantarkan Dinda pulang sampai ke tempat kosannya.

"Nanti saya turun di depan gang saja, setelah itu saya akan jalan kaki sebentar, daripada nanti Chika keburu bangun!" kata Dinda.

"Tidak! saya akan mengantarmu sampai di depan rumah kosanmu, lagi pula Chika tidak akan bangun secepat itu, biasanya dia selalu lama kalau tidur!" tukas Dio.

"Ya sudahlah terserah bapak saja!" sahut Dinda.

Akhirnya mereka pun sampai di depan tempat kos Dinda.

Dinda langsung turun dan mengambil kopernya yang ada di bagasi mobil itu, Dio juga ikut turun membantu Dinda mengangkat kopernya.

Sementara Chika masih terlihat tidur pulas di jok depan mobilnya itu.

Tiba-tiba dari dalam rumah kos itu, Asti teman kost Dinda, muncul dari arah dalam, dia langsung datang menghampiri Dinda dan Dio yang hendak masuk ke dalam rumah kos itu.

"Dinda? kau cepat sekali pulang dari Bandung? Jangan bilang kau pergi ke Bandung bersama dengan ... " Asti menghentikan ucapannya dan melirik ke arah Dio.

"Eh bukan seperti itu ceritanya! Nanti aku akan Jelaskan semua padamu! kau jangan salah paham dulu Asti!" tukas Dinda yang terlihat panik seperti kebakaran jenggot.

Sementara Dio hanya diam sambil senyum-senyum sendiri melihat wajah Dinda yang berubah warna itu.

"Memangnya kalau dia pergi bersamaku kenapa? Masalah? "tanya Dio.

"Oh, Jadi benar ya kalian pergi bersama?" tanya Asti penasaran.

"Pak Dio jangan ngomong sembarangan deh! Sudah aku capek! Permisi!" cetus Dinda dengan wajah memerah.

Dia langsung menarik kopernya itu masuk kedalam rumah kosnya itu.

Dio tertawa dan dia melangkah kembali ke mobilnya, dan langsung melajukannya pulang ke rumahnya.

Sementara Asti yang masih terpaku di tempatnya bingung melihat sikap mereka berdua, buru-buru dia menyusul Dinda ke kamarnya.

Asti langsung membuka pintu kamar kos Dinda, terlihat Dinda Sedang membereskan pakaiannya, dan meletakkan di lemari.

"Gila kau Din! Ternyata diam-diam kau berani juga ya, pergi sama orang tua murid itu!" ujar Asti yang langsung duduk disebelah Dinda.

Dinda terdiam, dia bingung mau menjelaskan dari mana, supaya Asti paham, rasanya ceritanya terlalu panjang.

Dinda memilih untuk diam, saat ini masih ada hal penting yang dipikirkannya, mengenai reputasinya di sekolah.

"Cie yang udah mulai pendekatan! kau tak usah bicara juga aku sudah tahu Din! Sebenarnya kalau memang naksir kan sama orang tua murid yang ganteng itu! Bilangnya tidak suka, tapi malah jalan bareng, dasar kau Din, mencuri Start ku saja!" celoteh Asti.

Dinda membiarkan saja teman kosnya itu berbicara dan berpendapat sendiri, saat ini kepalanya benar-benar pusing, dan ia sangat ingin sekali memejamkan matanya untuk sejenak mengusir kegundahan dalam hatinya.

"Asti, Bisakah kau tinggalkan aku sendirian di sini? Aku sangat capek dan ingin istirahat!" pinta Dinda.

Dengan wajah cemberut, kemudian Asti beranjak dari tempatnya, dan keluar dari kamar Dinda.

Setelah selesai membereskan pakaiannya, Dinda kemudian menghempaskan tubuhnya di tempat tidurnya, dia berusaha untuk memejamkan matanya walaupun sangat sulit untuk tidur.

Kemudian Dinda mulai membuka grup obrolan teman-teman sesama guru di ponselnya, selama beberapa hari ini Dinda memang jarang membuka aplikasi apapun di ponselnya itu, lebih sering mengurusi Chika.

Di grup tersebut, sudah banyak guru yang memperbincangkannya, apalagi Dinda baru membuka dan belum menjawab dan mengklarifikasi cerita yang sesungguhnya.

Dinda mulai berfikir, percuma juga dirinya mengklarifikasi apapun, toh yang namanya gosip tetap saja gosip, membuat pembelaan diri, justru malah membuat dirinya semakin dicurigai.

Lebih baik Dinda Diam seribu bahasa tidak menjawab ataupun merespon apapun.

****

Senja mulai berubah menjadi malam, setelah Dinda menikmati santap malamnya, dengan makanan yang dipesan melalui online, Dinda mulai membuka laptopnya.

Nilai-nilai murid masih ada yang belum diisi, Dinda harus segera mengisinya karena beberapa hari kemudian, sekolah akan segera dimulai.

Dinda mulai berkutat di depan layar laptopnya itu, sampai dia tak sadar hari sudah benar-benar malam, jam dinding menunjukkan sudah jam 9 malam.

Dinda menguap beberapa kali menandakan dia sudah mulai merasa ngantuk.

Namun pekerjaannya belum selesai, dia tidak mau menundanya lagi, atau dia akan mendapat teguran dari Pak Roni.

Akhirnya Dinda melanjutkan kerjaannya yang dirasa akan selesai sebentar lagi.

Tok ... Tok ... Tok

Tiba-tiba pintu kamar kos Dinda diketuk dari luar, Dinda sedikit terkejut dan dia berpikir kalau itu adalah Asti yang sering kepo terhadapnya.

Dinda malas membuka pintu, dia mengabaikan begitu saja ketukan pintu itu.

Namun tak lama kemudian, kembali terdengar suara ketukan di pintu.

Dinda yang kesal karena kegiatannya terganggu, kemudian mulai beranjak dan membuka pintu kamarnya itu.

Matanya terbelalak saat melihat Siapa yang kini ada di hadapannya itu.

"Chika???" pekik Dinda.

"Sssst! Jangan berisik Bu Dinda, malam ini aku menginap di sini ya, aku kabur dari rumah Bu!" ucap Chika setengah berbisik.

Bersambung ...

****

Terpopuler

Comments

Yulay Yuli

Yulay Yuli

Bangor juga y bocah /Facepalm/

2024-11-22

1

Sri Widjiastuti

Sri Widjiastuti

waduhh

2022-12-05

0

Mulyati

Mulyati

waduhchika nekat juga ya sampekabur

2022-08-06

1

lihat semua
Episodes
1 Kejadian Hari Ini
2 Pertemuan Pertama
3 Bangku Kosong
4 Perkelahian
5 Demo
6 Hujan
7 Mengantar Pulang
8 Singa Arogan
9 Chika Demam
10 Sebuah Permintaan
11 Diam-Diam Pergi
12 Terpaksa Menginap
13 Malam Itu
14 Trauma Masa Lalu
15 Ada Yang Usil
16 Menunda Liburan
17 Semalam Bersama Chika
18 Curahan Hati Dio
19 Kejutan Di Pagi Hari
20 Hadiah
21 Di Mall
22 Banjir
23 Datang Bulan
24 Kedatangan Ibu
25 Di Pesta Itu
26 Kejadian Memalukan
27 Tepat Waktu
28 Masa Lalu Yang Pahit
29 Kencan Pertama
30 Memulai Hubungan Baru
31 Mulai Cinta
32 Pergi Ke Makam
33 Baju Bekas
34 Percaya Padaku
35 Menentang Perjodohan
36 Jadi Perbincangan
37 Makan siang Bersama
38 Dio Kecewa
39 I Love You
40 Ada Yang Datang
41 Tulisan Di Mading
42 Ada Yang Cemburu
43 Meminta Restu
44 Menghadapi Bersama
45 Berenang
46 Memilih Pergi
47 Rindu
48 Restu Ayah
49 Kembali Ke Jakarta
50 Permintaan Pak Dirja
51 Kondisi Dio Dan Chika
52 Perasaan Khawatir
53 Dio Mulai Sadar
54 Kedatangan Pak Frans
55 Kunjungan Dokter Dicky
56 Persiapan Lamaran
57 Pulang Ke Apartemen
58 Menjelang Kedatangan Dio
59 Rencana Pernikahan
60 Curhatan Hati Keyla
61 Undangan
62 Mr. Sam
63 Dio Mulai Posesif
64 Gaun
65 Calon Pengantin
66 Mencari Ibu
67 Ada Apa Dengan Pak Dirja
68 Rahasia Pak Dirja
69 Menjelang Hari H
70 Sebuah Pengakuan
71 Permohonan Maaf
72 Ulang Tahun Chika
73 Kemarahan Keyla
74 Malam Penuh Hujan
75 Darah
76 Nasib Keyla
77 Pesan Bu Lian
78 Mengantar Ke Sekolah
79 Rencana Bulan Madu
80 Memperbaiki Hubungan
81 Putus Asa
82 Pertemuan Keluarga
83 Keputusan Bu Lilis
84 Bulan Madu
85 Janji Dio
86 Saat Chika Di Sekolah
87 Pulang Cepat
88 Keinginan Bu Lian
89 Kembali Mengajar
90 Kapan Hamil
91 Rahasia Keyla
92 Tamparan Untuk Ken
93 Pengakuan Ken
94 Berita Mengejutkan
95 Pertolongan Chika
96 Sikap Dio
97 Keputusan Bu Dita
98 Di Pernikahan Keyla
99 Dingin
100 Dinda Sakit
101 Memberikan Kue
102 Kecemasan Dio
103 Berita Tak Terduga
104 Permintaan Dinda
105 Sepenggal Masa Silam
106 Dinda Mulai Sadar
107 Kunjungan Teman
108 Di Jenguk Para Guru
109 Pulang Kembali Ke Rumah
110 Pengakuan Dio
111 Cerita Pak Dirja Dan Bu Lilis
112 Selamat Tinggal Masa Lalu
113 Nasehat Ken
114 Sebuah Restu
115 Saat Menjemput Sekolah
116 Senyum Seorang Dio
117 Kembali Ke Rumah Sakit
118 Harapan Dinda
119 Lagu Untuk Dinda
120 Belajar Lembut
121 Siapa Yang Masuk Ke Rumah?
122 Ada Yang Aneh
123 Menyimpan Dalam Hati
124 Chika Hilang
125 Sebuah Jebakan
126 Tabir Misteri
127 Ingin Menyelamatkan Chika
128 penyerangan
129 Ken Terluka Parah
130 Pengakuan Keyla
131 Chika Di Perbolehkan Pulang
132 Pengakuan Chika
133 Ken Mulai Sadar
134 Masih Menjadi Misteri
135 Malam Mencekam
136 Membongkar Pintu
137 Suster Anna
138 Berkunjung Ke Rumah Keyla
139 Pernikahan Pak Dirja Dan Bu Lilis
140 Apakah Halusinasi?
141 Berita Bahagia
142 Bayangan Ilusi
143 Sosok Misterius
144 Mulai Curiga
145 Penemuan
146 Yang Tak Terduga
147 Mama Palsu
148 Hampir Tertangkap
149 Penghuni Lain Dalam Rumah
150 Suster Anna Kabur
151 Wanita Misterius
152 Menyelamatkan Dinda
153 Dia Yang Tak Terduga
154 Mulai Tenang
155 Sahabat Dulu
156 Kesedihan Hati Dinda
157 Kondisi Pak Dirja
158 Itikad Baik
159 Siap-Siap Ke Papua
160 Perut Keram
161 Penantian Keyla
162 Dalam Perjalanan
163 Keyla Cemburu
164 Dilema Dio
165 Rencana Pergi
166 Berhasil Kabur
167 Kembali Pulang Ke Jakarta
168 Berita Di Pagi Hari
169 Persiapan Persalinan
170 Menunggu Kelahiran
171 Keyla Mulai Kontraksi
172 Perjuangan Keyla
173 Selamat Datang Baby Girl
174 Konsultasi Dinda
175 Nasib Mr. Sam
176 Dekorasi Kamar Bayi
177 Sinetron
178 Hujan Syahdu
179 Perjuangan Dinda
180 Perawatan Dinda
181 Hadiah Seorang Teman
182 Setelah Lima Hari
183 Ambil Rapot
184 Juara Satu
185 Syukuran
186 Kondisi Bu Lian
187 Berita Menggelegar
188 Selamat Tinggal Bu Lian
189 Pengumuman
Episodes

Updated 189 Episodes

1
Kejadian Hari Ini
2
Pertemuan Pertama
3
Bangku Kosong
4
Perkelahian
5
Demo
6
Hujan
7
Mengantar Pulang
8
Singa Arogan
9
Chika Demam
10
Sebuah Permintaan
11
Diam-Diam Pergi
12
Terpaksa Menginap
13
Malam Itu
14
Trauma Masa Lalu
15
Ada Yang Usil
16
Menunda Liburan
17
Semalam Bersama Chika
18
Curahan Hati Dio
19
Kejutan Di Pagi Hari
20
Hadiah
21
Di Mall
22
Banjir
23
Datang Bulan
24
Kedatangan Ibu
25
Di Pesta Itu
26
Kejadian Memalukan
27
Tepat Waktu
28
Masa Lalu Yang Pahit
29
Kencan Pertama
30
Memulai Hubungan Baru
31
Mulai Cinta
32
Pergi Ke Makam
33
Baju Bekas
34
Percaya Padaku
35
Menentang Perjodohan
36
Jadi Perbincangan
37
Makan siang Bersama
38
Dio Kecewa
39
I Love You
40
Ada Yang Datang
41
Tulisan Di Mading
42
Ada Yang Cemburu
43
Meminta Restu
44
Menghadapi Bersama
45
Berenang
46
Memilih Pergi
47
Rindu
48
Restu Ayah
49
Kembali Ke Jakarta
50
Permintaan Pak Dirja
51
Kondisi Dio Dan Chika
52
Perasaan Khawatir
53
Dio Mulai Sadar
54
Kedatangan Pak Frans
55
Kunjungan Dokter Dicky
56
Persiapan Lamaran
57
Pulang Ke Apartemen
58
Menjelang Kedatangan Dio
59
Rencana Pernikahan
60
Curhatan Hati Keyla
61
Undangan
62
Mr. Sam
63
Dio Mulai Posesif
64
Gaun
65
Calon Pengantin
66
Mencari Ibu
67
Ada Apa Dengan Pak Dirja
68
Rahasia Pak Dirja
69
Menjelang Hari H
70
Sebuah Pengakuan
71
Permohonan Maaf
72
Ulang Tahun Chika
73
Kemarahan Keyla
74
Malam Penuh Hujan
75
Darah
76
Nasib Keyla
77
Pesan Bu Lian
78
Mengantar Ke Sekolah
79
Rencana Bulan Madu
80
Memperbaiki Hubungan
81
Putus Asa
82
Pertemuan Keluarga
83
Keputusan Bu Lilis
84
Bulan Madu
85
Janji Dio
86
Saat Chika Di Sekolah
87
Pulang Cepat
88
Keinginan Bu Lian
89
Kembali Mengajar
90
Kapan Hamil
91
Rahasia Keyla
92
Tamparan Untuk Ken
93
Pengakuan Ken
94
Berita Mengejutkan
95
Pertolongan Chika
96
Sikap Dio
97
Keputusan Bu Dita
98
Di Pernikahan Keyla
99
Dingin
100
Dinda Sakit
101
Memberikan Kue
102
Kecemasan Dio
103
Berita Tak Terduga
104
Permintaan Dinda
105
Sepenggal Masa Silam
106
Dinda Mulai Sadar
107
Kunjungan Teman
108
Di Jenguk Para Guru
109
Pulang Kembali Ke Rumah
110
Pengakuan Dio
111
Cerita Pak Dirja Dan Bu Lilis
112
Selamat Tinggal Masa Lalu
113
Nasehat Ken
114
Sebuah Restu
115
Saat Menjemput Sekolah
116
Senyum Seorang Dio
117
Kembali Ke Rumah Sakit
118
Harapan Dinda
119
Lagu Untuk Dinda
120
Belajar Lembut
121
Siapa Yang Masuk Ke Rumah?
122
Ada Yang Aneh
123
Menyimpan Dalam Hati
124
Chika Hilang
125
Sebuah Jebakan
126
Tabir Misteri
127
Ingin Menyelamatkan Chika
128
penyerangan
129
Ken Terluka Parah
130
Pengakuan Keyla
131
Chika Di Perbolehkan Pulang
132
Pengakuan Chika
133
Ken Mulai Sadar
134
Masih Menjadi Misteri
135
Malam Mencekam
136
Membongkar Pintu
137
Suster Anna
138
Berkunjung Ke Rumah Keyla
139
Pernikahan Pak Dirja Dan Bu Lilis
140
Apakah Halusinasi?
141
Berita Bahagia
142
Bayangan Ilusi
143
Sosok Misterius
144
Mulai Curiga
145
Penemuan
146
Yang Tak Terduga
147
Mama Palsu
148
Hampir Tertangkap
149
Penghuni Lain Dalam Rumah
150
Suster Anna Kabur
151
Wanita Misterius
152
Menyelamatkan Dinda
153
Dia Yang Tak Terduga
154
Mulai Tenang
155
Sahabat Dulu
156
Kesedihan Hati Dinda
157
Kondisi Pak Dirja
158
Itikad Baik
159
Siap-Siap Ke Papua
160
Perut Keram
161
Penantian Keyla
162
Dalam Perjalanan
163
Keyla Cemburu
164
Dilema Dio
165
Rencana Pergi
166
Berhasil Kabur
167
Kembali Pulang Ke Jakarta
168
Berita Di Pagi Hari
169
Persiapan Persalinan
170
Menunggu Kelahiran
171
Keyla Mulai Kontraksi
172
Perjuangan Keyla
173
Selamat Datang Baby Girl
174
Konsultasi Dinda
175
Nasib Mr. Sam
176
Dekorasi Kamar Bayi
177
Sinetron
178
Hujan Syahdu
179
Perjuangan Dinda
180
Perawatan Dinda
181
Hadiah Seorang Teman
182
Setelah Lima Hari
183
Ambil Rapot
184
Juara Satu
185
Syukuran
186
Kondisi Bu Lian
187
Berita Menggelegar
188
Selamat Tinggal Bu Lian
189
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!