Singa Arogan

Dinda masih tidak bergeming dari tempatnya, daripada dia turun dan bertemu dengan Ken, laki-laki badjingan yang telah melukai hatinya, lebih baik dia tetap diam di mobil Dio walaupun seperti di kandang singa.

"Hai Bu guru, kenapa kau tidak turun dari mobil ku? Bukankah itu tempat kosanmu? Apa aku perlu mengantar sampai ke depan kamarmu?!" tanya Dio yang terlihat tidak sabar menunggu Dinda turun dari mobilnya.

"Maaf Pak Dio, kan saya sudah bilang, Pak Dio jalan saja, saya ikut!" sahut Dinda.

"Aku sudah membuang waktuku untuk mengantar mu sampai di depan tempat kost mu Bu, sekarang kau malah mau balik ikut denganku! Sebenarnya apa sih maumu? Dan kenapa kau tidak mau menemui laki-laki yang ada di depan situ?!" seru Dio sambil menunjuk ke arah depan rumah kosan Dinda, dimana Ken sedang duduk menunggunya.

"Bapak tidak tahu ceritanya saja! Orang itu yang sudah menghancurkan hati saya Pak! Saya sakit hati gara-gara dia, dan saya muak melihat wajahnya! Lebih baik saya melihat wajah Bapak!" ujar Dinda.

"Oh, ternyata Bu Dinda bisa modus juga! Bilang saja kalau mau berlama-lama dengan saya! Tapi sayang Bu, Saya tidak banyak waktu untuk ibu guru, sebaiknya Ibu turun sekarang juga, atau saya akan panggilkan laki-laki itu supaya Bu Dinda bisa turun!" tegas Dio.

'Siapa juga yang mau lama-lama dengan singa!' batin Dinda.

"Ayo bu, silakan turun, waktu saya bukan hanya untuk menunggu Ibu saja lho!" ujar Dio mengagetkan Dinda.

Akhirnya dengan sedikit kesal, karena kejutekan Dio, Dinda turun dari mobil itu. Tanpa menunggu lama dia segera mundur, dan memutar balik lalu pergi begitu saja meninggalkan Dinda yang sudah turun itu.

"Dasar singa arogan! Untung saja kau orang tua murid! Kalau bukan aku sudah caci-maki dari tadi!" umpat Dinda.

Ken yang kebetulan melihat Dinda yang baru turun dari mobil itu, lantas berdiri dari tempatnya dan langsung berjalan menghampiri Dinda yang masih berdiri mematung di tempatnya.

Dinda tidak bisa menghindar lagi, karena dia sudah terlihat oleh Ken, dan Dinda menjadi pasrah akan apa yang terjadi dengannya.

"Dinda, Aku minta maaf, Aku minta maaf atas semua kesalahanku! Aku Memang Jahat, aku tidak bertanggung jawab! aku mohon Dinda, aku ingin sekali bicara padamu! Berikan aku waktu untuk bicara padamu Dinda!" mohon kan sambil mengatupkan kedua tangannya.

"Hmm, setelah apa yang kau lakukan padaku dan mencoreng nama keluargaku, dengan mudahnya kau minta maaf padaku? Apa kau pernah berpikir dengan otakmu? Minggir Ken, aku mau masuk, silakan kau pulang!" cetus Dinda yang langsung berlalu dari hadapan Ken. Ken nampak mengejar Dinda dari belakang.

"Tunggu Dinda! Berikan aku kesempatan padamu bicara sebentar saja! Please Dinda, aku mohon! Beri aku kesempatan untuk bicara padamu!" panggil Ken.

"Aku muak melihat tampang mu Ken! Lebih baik kau pergi saja, atau aku panggilkan penjaga kosan ini untuk mengusirmu!" teriak Dinda.

Dinda terus berjalan ke lantai dua, ke kamar kosan nya itu, tanpa mempedulikan lagi teriakan Ken yang terus memanggilnya.

Kemudian dia membuka pintu kamarnya itu dan menguncinya dari dalam, setelah itu dia menghempaskan tubuhnya di tempat tidur nya, hatinya sangat kesal dan marah.

Ingin rasanya dia mencabik-cabik wajah Ken yang seolah tanpa dosa itu, padahal penuh dengan dosa.

****

Pagi itu Dinda berjalan dengan terburu-buru menuju ke sekolahnya, hari ini dia bangun agak kesiangan karena dari semalam kepalanya terasa sangat pusing, banyak hal yang dia pikirkan.

Baru saja Dinda sampai di lobby sekolah, bel masuk sekolah pun berbunyi. Dengan cepat Dinda langsung naik keatas menuju ke ruang kelasnya, murid-murid sudah duduk di bangkunya masing-masing, siap untuk belajar.

Namun Dinda melihat sekali lagi bangku Chika kosong, menandakan kalau Chika belum datang ke sekolah.

"Selamat pagi anak-anak, Apakah ada yang tahu kenapa Chika belum datang ke sekolah?" tanya Dinda.

Semua murid nampak terdiam sambil menggelengkan kepalanya, mereka tidak tahu kenapa Chika belum datang ke sekolah, karena memang Chika tidak punya teman akrab di sekolah.

"Baiklah kalau begitu, kita lanjutkan saja pelajaran kita! Sekarang buka buku tematik di halaman 20 ya, kita mau belajar berhitung!" kata Dinda, sambil mulai mengeluarkan buku paket yang dibawa di dalam tasnya.

Murid-murid pun segera mengambil buku mereka masing-masing, dan meletakkannya di atas meja, kemudian membuka halaman sesuai dengan yang Dinda perintahkan.

"Minggu lalu kita sudah belajar tentang penjumlahan biasa, hari ini kita akan belajar menghitung penjumlahan bersusun, kalau ada yang kurang paham, bisa langsung ditanyakan ke Bu Dinda ya!" ujar Dinda.

"Iya Bu!" jawab murid-murid kelas 1 SD itu serempak.

Dinda mulai menulis di papan tulis, sambil menerangkan cara penjumlahan bersusun ke bawah, beberapa kali Dinda mengulang, supaya setiap murid bisa mengerti dan tidak ada kendala dalam menghitung penjumlahan.

Tok ... Tok ... Tok

Tiba-tiba pintu kelas Dinda diketuk dari luar, bu Sulis guru piket, datang menghampiri Dinda sambil menuntun Chika yang terlambat masuk ke kelas.

"Maaf Bu Dinda, ini Chika baru datang, dia terlambat sudah hampir setengah jam, makanya saya antar dia ke kelas!" jelas Bu Sulis.

"Terima kasih Bu Sulis, Chika duduk di tempatmu!" titah Dinda. Chika kemudian melangkah ke bangkunya dan duduk di sana. Sementara Bu Sulis sudah pergi meninggalkan ruang kelas itu.

"Huuuuu!!!" murid-murid yang lain terdengar menyoraki Chika yang terlambat.

"Tenang kalian semua! Kalau ada yang terlambat, tidak baik kalau kalian menyorakinya, karena kita semua tidak tahu apa alasan Chika terlambat!" sergah Dinda untuk menenangkan kelasnya.

Seketika suasana kelas menjadi tenang, kemudian Dinda berjalan dan menghampiri Chika di mejanya.

"Chika, bukankah kau sudah berjanji menjadi anak yang baik? Kenapa hari ini kau terlambat masuk sekolah?!" tanya Dinda.

Chika diam saja tanpa menjawab pertanyaan Dinda. Namun Dinda bisa melihat mata Chika yang kemerahan menandakan anak itu habis menangis dan kurang tidur, juga wajah Chika yang terlihat kusut, entah apa yang terjadi dengan anak itu di rumah.

"Kenapa kau diam saja Chika? Kalau ada masalah kau kan bisa menceritakannya pada Bu Dinda, Bu Dinda pasti akan membantu Chika, Kalau Bu Dinda mampu!" ucap Dinda melembut.

Chika lalu mengangkat wajahnya dan menatap Dinda.

"Bu Dinda, semalam Papa mabuk lagi! dia pulang jam 1 pagi, padahal aku menunggu dia sampai aku tidak tidur, eh pulang-pulang Papa malah mabuk, dan langsung tidur begitu saja!" ungkap Chika.

Dinda terdiam mendengar ucapan Chika, tiba-tiba ada yang sesak di dadanya. Anak sekecil Chika sudah melihat dengan mata kepalanya sendiri, bagaimana Papanya mabuk dan meminum minuman keras.

Bersambung ...

****

Terpopuler

Comments

Dhe K

Dhe K

judul novel ini menarik.
tema yg diangkat juga menarik
cuman cara bertutur masih terasa kurang pas kalau buat saya.

maaf ya thor hanya ingin memberi masukan aja.

nice story

2023-03-11

2

Meylin

Meylin

pantes aja anak nya nakal bapaknya ga beralaq🥵

2022-02-07

1

Nova Yuliati

Nova Yuliati

kasihan chika....dio belum bisa move on dari mamanya chika....sabar ya dinda....
💪💪💪💪💪

2021-12-31

3

lihat semua
Episodes
1 Kejadian Hari Ini
2 Pertemuan Pertama
3 Bangku Kosong
4 Perkelahian
5 Demo
6 Hujan
7 Mengantar Pulang
8 Singa Arogan
9 Chika Demam
10 Sebuah Permintaan
11 Diam-Diam Pergi
12 Terpaksa Menginap
13 Malam Itu
14 Trauma Masa Lalu
15 Ada Yang Usil
16 Menunda Liburan
17 Semalam Bersama Chika
18 Curahan Hati Dio
19 Kejutan Di Pagi Hari
20 Hadiah
21 Di Mall
22 Banjir
23 Datang Bulan
24 Kedatangan Ibu
25 Di Pesta Itu
26 Kejadian Memalukan
27 Tepat Waktu
28 Masa Lalu Yang Pahit
29 Kencan Pertama
30 Memulai Hubungan Baru
31 Mulai Cinta
32 Pergi Ke Makam
33 Baju Bekas
34 Percaya Padaku
35 Menentang Perjodohan
36 Jadi Perbincangan
37 Makan siang Bersama
38 Dio Kecewa
39 I Love You
40 Ada Yang Datang
41 Tulisan Di Mading
42 Ada Yang Cemburu
43 Meminta Restu
44 Menghadapi Bersama
45 Berenang
46 Memilih Pergi
47 Rindu
48 Restu Ayah
49 Kembali Ke Jakarta
50 Permintaan Pak Dirja
51 Kondisi Dio Dan Chika
52 Perasaan Khawatir
53 Dio Mulai Sadar
54 Kedatangan Pak Frans
55 Kunjungan Dokter Dicky
56 Persiapan Lamaran
57 Pulang Ke Apartemen
58 Menjelang Kedatangan Dio
59 Rencana Pernikahan
60 Curhatan Hati Keyla
61 Undangan
62 Mr. Sam
63 Dio Mulai Posesif
64 Gaun
65 Calon Pengantin
66 Mencari Ibu
67 Ada Apa Dengan Pak Dirja
68 Rahasia Pak Dirja
69 Menjelang Hari H
70 Sebuah Pengakuan
71 Permohonan Maaf
72 Ulang Tahun Chika
73 Kemarahan Keyla
74 Malam Penuh Hujan
75 Darah
76 Nasib Keyla
77 Pesan Bu Lian
78 Mengantar Ke Sekolah
79 Rencana Bulan Madu
80 Memperbaiki Hubungan
81 Putus Asa
82 Pertemuan Keluarga
83 Keputusan Bu Lilis
84 Bulan Madu
85 Janji Dio
86 Saat Chika Di Sekolah
87 Pulang Cepat
88 Keinginan Bu Lian
89 Kembali Mengajar
90 Kapan Hamil
91 Rahasia Keyla
92 Tamparan Untuk Ken
93 Pengakuan Ken
94 Berita Mengejutkan
95 Pertolongan Chika
96 Sikap Dio
97 Keputusan Bu Dita
98 Di Pernikahan Keyla
99 Dingin
100 Dinda Sakit
101 Memberikan Kue
102 Kecemasan Dio
103 Berita Tak Terduga
104 Permintaan Dinda
105 Sepenggal Masa Silam
106 Dinda Mulai Sadar
107 Kunjungan Teman
108 Di Jenguk Para Guru
109 Pulang Kembali Ke Rumah
110 Pengakuan Dio
111 Cerita Pak Dirja Dan Bu Lilis
112 Selamat Tinggal Masa Lalu
113 Nasehat Ken
114 Sebuah Restu
115 Saat Menjemput Sekolah
116 Senyum Seorang Dio
117 Kembali Ke Rumah Sakit
118 Harapan Dinda
119 Lagu Untuk Dinda
120 Belajar Lembut
121 Siapa Yang Masuk Ke Rumah?
122 Ada Yang Aneh
123 Menyimpan Dalam Hati
124 Chika Hilang
125 Sebuah Jebakan
126 Tabir Misteri
127 Ingin Menyelamatkan Chika
128 penyerangan
129 Ken Terluka Parah
130 Pengakuan Keyla
131 Chika Di Perbolehkan Pulang
132 Pengakuan Chika
133 Ken Mulai Sadar
134 Masih Menjadi Misteri
135 Malam Mencekam
136 Membongkar Pintu
137 Suster Anna
138 Berkunjung Ke Rumah Keyla
139 Pernikahan Pak Dirja Dan Bu Lilis
140 Apakah Halusinasi?
141 Berita Bahagia
142 Bayangan Ilusi
143 Sosok Misterius
144 Mulai Curiga
145 Penemuan
146 Yang Tak Terduga
147 Mama Palsu
148 Hampir Tertangkap
149 Penghuni Lain Dalam Rumah
150 Suster Anna Kabur
151 Wanita Misterius
152 Menyelamatkan Dinda
153 Dia Yang Tak Terduga
154 Mulai Tenang
155 Sahabat Dulu
156 Kesedihan Hati Dinda
157 Kondisi Pak Dirja
158 Itikad Baik
159 Siap-Siap Ke Papua
160 Perut Keram
161 Penantian Keyla
162 Dalam Perjalanan
163 Keyla Cemburu
164 Dilema Dio
165 Rencana Pergi
166 Berhasil Kabur
167 Kembali Pulang Ke Jakarta
168 Berita Di Pagi Hari
169 Persiapan Persalinan
170 Menunggu Kelahiran
171 Keyla Mulai Kontraksi
172 Perjuangan Keyla
173 Selamat Datang Baby Girl
174 Konsultasi Dinda
175 Nasib Mr. Sam
176 Dekorasi Kamar Bayi
177 Sinetron
178 Hujan Syahdu
179 Perjuangan Dinda
180 Perawatan Dinda
181 Hadiah Seorang Teman
182 Setelah Lima Hari
183 Ambil Rapot
184 Juara Satu
185 Syukuran
186 Kondisi Bu Lian
187 Berita Menggelegar
188 Selamat Tinggal Bu Lian
189 Pengumuman
Episodes

Updated 189 Episodes

1
Kejadian Hari Ini
2
Pertemuan Pertama
3
Bangku Kosong
4
Perkelahian
5
Demo
6
Hujan
7
Mengantar Pulang
8
Singa Arogan
9
Chika Demam
10
Sebuah Permintaan
11
Diam-Diam Pergi
12
Terpaksa Menginap
13
Malam Itu
14
Trauma Masa Lalu
15
Ada Yang Usil
16
Menunda Liburan
17
Semalam Bersama Chika
18
Curahan Hati Dio
19
Kejutan Di Pagi Hari
20
Hadiah
21
Di Mall
22
Banjir
23
Datang Bulan
24
Kedatangan Ibu
25
Di Pesta Itu
26
Kejadian Memalukan
27
Tepat Waktu
28
Masa Lalu Yang Pahit
29
Kencan Pertama
30
Memulai Hubungan Baru
31
Mulai Cinta
32
Pergi Ke Makam
33
Baju Bekas
34
Percaya Padaku
35
Menentang Perjodohan
36
Jadi Perbincangan
37
Makan siang Bersama
38
Dio Kecewa
39
I Love You
40
Ada Yang Datang
41
Tulisan Di Mading
42
Ada Yang Cemburu
43
Meminta Restu
44
Menghadapi Bersama
45
Berenang
46
Memilih Pergi
47
Rindu
48
Restu Ayah
49
Kembali Ke Jakarta
50
Permintaan Pak Dirja
51
Kondisi Dio Dan Chika
52
Perasaan Khawatir
53
Dio Mulai Sadar
54
Kedatangan Pak Frans
55
Kunjungan Dokter Dicky
56
Persiapan Lamaran
57
Pulang Ke Apartemen
58
Menjelang Kedatangan Dio
59
Rencana Pernikahan
60
Curhatan Hati Keyla
61
Undangan
62
Mr. Sam
63
Dio Mulai Posesif
64
Gaun
65
Calon Pengantin
66
Mencari Ibu
67
Ada Apa Dengan Pak Dirja
68
Rahasia Pak Dirja
69
Menjelang Hari H
70
Sebuah Pengakuan
71
Permohonan Maaf
72
Ulang Tahun Chika
73
Kemarahan Keyla
74
Malam Penuh Hujan
75
Darah
76
Nasib Keyla
77
Pesan Bu Lian
78
Mengantar Ke Sekolah
79
Rencana Bulan Madu
80
Memperbaiki Hubungan
81
Putus Asa
82
Pertemuan Keluarga
83
Keputusan Bu Lilis
84
Bulan Madu
85
Janji Dio
86
Saat Chika Di Sekolah
87
Pulang Cepat
88
Keinginan Bu Lian
89
Kembali Mengajar
90
Kapan Hamil
91
Rahasia Keyla
92
Tamparan Untuk Ken
93
Pengakuan Ken
94
Berita Mengejutkan
95
Pertolongan Chika
96
Sikap Dio
97
Keputusan Bu Dita
98
Di Pernikahan Keyla
99
Dingin
100
Dinda Sakit
101
Memberikan Kue
102
Kecemasan Dio
103
Berita Tak Terduga
104
Permintaan Dinda
105
Sepenggal Masa Silam
106
Dinda Mulai Sadar
107
Kunjungan Teman
108
Di Jenguk Para Guru
109
Pulang Kembali Ke Rumah
110
Pengakuan Dio
111
Cerita Pak Dirja Dan Bu Lilis
112
Selamat Tinggal Masa Lalu
113
Nasehat Ken
114
Sebuah Restu
115
Saat Menjemput Sekolah
116
Senyum Seorang Dio
117
Kembali Ke Rumah Sakit
118
Harapan Dinda
119
Lagu Untuk Dinda
120
Belajar Lembut
121
Siapa Yang Masuk Ke Rumah?
122
Ada Yang Aneh
123
Menyimpan Dalam Hati
124
Chika Hilang
125
Sebuah Jebakan
126
Tabir Misteri
127
Ingin Menyelamatkan Chika
128
penyerangan
129
Ken Terluka Parah
130
Pengakuan Keyla
131
Chika Di Perbolehkan Pulang
132
Pengakuan Chika
133
Ken Mulai Sadar
134
Masih Menjadi Misteri
135
Malam Mencekam
136
Membongkar Pintu
137
Suster Anna
138
Berkunjung Ke Rumah Keyla
139
Pernikahan Pak Dirja Dan Bu Lilis
140
Apakah Halusinasi?
141
Berita Bahagia
142
Bayangan Ilusi
143
Sosok Misterius
144
Mulai Curiga
145
Penemuan
146
Yang Tak Terduga
147
Mama Palsu
148
Hampir Tertangkap
149
Penghuni Lain Dalam Rumah
150
Suster Anna Kabur
151
Wanita Misterius
152
Menyelamatkan Dinda
153
Dia Yang Tak Terduga
154
Mulai Tenang
155
Sahabat Dulu
156
Kesedihan Hati Dinda
157
Kondisi Pak Dirja
158
Itikad Baik
159
Siap-Siap Ke Papua
160
Perut Keram
161
Penantian Keyla
162
Dalam Perjalanan
163
Keyla Cemburu
164
Dilema Dio
165
Rencana Pergi
166
Berhasil Kabur
167
Kembali Pulang Ke Jakarta
168
Berita Di Pagi Hari
169
Persiapan Persalinan
170
Menunggu Kelahiran
171
Keyla Mulai Kontraksi
172
Perjuangan Keyla
173
Selamat Datang Baby Girl
174
Konsultasi Dinda
175
Nasib Mr. Sam
176
Dekorasi Kamar Bayi
177
Sinetron
178
Hujan Syahdu
179
Perjuangan Dinda
180
Perawatan Dinda
181
Hadiah Seorang Teman
182
Setelah Lima Hari
183
Ambil Rapot
184
Juara Satu
185
Syukuran
186
Kondisi Bu Lian
187
Berita Menggelegar
188
Selamat Tinggal Bu Lian
189
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!