Mengantar Pulang

Melihat Papanya yang menatap tajam ke arah Dinda, dengan cepat Chika melompat ke gendongan Papanya Itu.

"Papa jangan galak-galak! Dia itu guru aku!" cetus Chika.

"Guru itu tugasnya di sekolah, bukan di rumah!" ujar Dio datar sambil melangkah ke arah sebuah meja besar, lalu meneguk segelas air putih di meja itu.

Kemudian Chika turun dari gendongan Papanya, yang sikapnya dingin bak es batu, tanpa ada keramahan sama sekali.

Dinda yang merasa tidak enak, langsung menyambar tasnya dan berniat akan pamit pulang.

"Chika, Bu Dinda pulang ya, biar Bu Dinda naik taksi saja!" pamit Dinda.

Dia lalu melangkah ke arah pintu depan yang memang sudah terbuka lebar itu.

Dalam hati dia menyesal, tidak pulang dari tadi, kalau tau Papanya Chika begitu acuh dan cuek, lebih baik Dinda pulang saja.

"Bu Dinda!" Panggil Chika.

Dinda menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Chika, sementara Dio terlihat sedang mengeringkan rambutnya yang basah.

"Aku ikut Bu Dinda pulang ke kosan Bu Dinda saja, Kalau Papa tidak mau mengantar Bu Dinda pulang!" ucap Chika.

Dio yang berada tidak jauh dari situ, nampak membulatkan matanya mendengar ucapan Putri semata wayangnya itu.

"Eh Chika! Apaan sih kamu! Sejak kapan kau mengatur Papa seperti itu?!" tanya Dio.

"Habisnya Papa jahat sih, masa hujan besar begitu tidak mau mengantar seorang wanita cantik pulang ketempat kosannya?!" teriak Chika.

Dinda terkejut melihat Chika yang mulai merajuk dan berteriak pada Papanya, dia sendiri tidak bisa berbuat apa-apa untuk menetralkan suasana itu.

"Oke oke! Papa akan antar gurumu itu pulang! Tapi ini adalah untuk yang pertama dan terakhir!" sahut Dio, sambil melangkah berjalan keluar, kembali ke garasi mobilnya, kemudian dia langsung masuk dan mulai menyalakan mesin mobilnya itu.

"Bu Dinda, ini ada semprotan cuka, kalau Papa berani macam-macam sama Bu Dinda, semprot saja matanya pakai ini!" kata Chika sambil menyodorkan sebotol kecil semprotan, bentuknya mirip seperti botol parfum.

"Chika Kok begitu sama papa?! tidak boleh ya!" ujar Dinda sambil mengacungkan telunjuknya.

"Bu Dinda tidak tahu sih, kalau Papaku itu galak pakai banget, apalagi sama perempuan!" Bisik Chika.

Tin .. Tin ... Tin

terdengar suara klakson yang dibunyikan dengan keras dari mobil Dio, Sepertinya dia tidak sabar menunggu Dinda masuk ke dalam mobilnya.

Dengan terburu-buru Dinda kemudian langsung masuk ke dalam mobil itu, dia langsung duduk di bangku depan.

"Ehm, Maaf bu guru, sebaiknya ibu duduk saja di belakang, saya akan merasa lebih nyaman, daripada ibu duduk di samping saya, tidak masalah orang menganggap kalau saya supir!" Kata Dio.

"Oh, maaf Pak!" dengan cepat Dinda lagu turun dan kemudian naik ke jok bagian tengah, dalam hati dia sangat kesal dan dongkol, karena ada orang yang seperti itu sikapnya, sangat tidak ramah dan dingin.

Dio kemudian melajukan mobilnya keluar dari rumah besarnya itu, sepanjang perjalanan mereka saling diam, tanpa ada pembicaraan sama sekali.

Sebenarnya dalam hati, Dinda merasa sangat risih dan canggung, belum pernah dia didiamkan seperti ini oleh seseorang, apalagi dia adalah seorang Papa dari muridnya, yang seharusnya menghormati dia sebagai guru anaknya.

"Hmm, Pak Dio, anda tahu tidak kalau orang tua murid banyak yang demo meminta Chika agar di keluarkan dari sekolah?!" tanya Dinda memulai pembicaraan.

"Saya sudah tau, biarkan saja mereka demo, kalaupun Chika di keluarkan, biarkan saja, saya bisa membayar guru untuk homeschooling Chika!" sahut Dio.

Matanya tetap menatap lurus ke arah jalanan yang masih tersiram air hujan.

Dinda mengigit bibirnya, rasanya ingin sekali menjitak kepala orang yang ada di depannya ini, kalau bukan dia orang tua murid.

"Ini sudah mau dekat dengan sekolah, katakan di mana Bu Dinda akan turun!" kata Dio tiba-tiba.

"Saya turun di depan sekolah saja Pak, biar nanti saya jalan ke kosan saya!" jawab Dinda.

"Jangan! nanti Chika akan marah kalau saya tidak mengantar Anda sampai di tempat tujuan!" ujar Dio.

"Chika tidak akan tau!" cetus Dinda.

"Tapi dia pasti akan terus bertanya detail, anak itu bahkan sangat mirip seperti polisi!" sahut Dio.

"Oke, nanti di samping sekolah ada jalanan, masuk dan sedikit memutar sampai belakang sekolah, lalu ada rumah kos kosan yang besar, saya tinggal di rumah kosan itu!" jelas Dinda.

"Oke!" sahut Dio singkat.

"Maaf Pak Dio, sebenarnya tadi saya hanya mengantar Chika pulang, kasihan dia kalau harus naik taksi sendirian, tapi Chika malah meminta saya untuk menemaninya!" jelas Dinda, supaya Dio tau cerita yang sebenarnya.

"Bukan karena kau kepo dengan Papanya Chika yang di kenal sangat tampan?" Dio menyipitkan matanya dan sedikit melirik ke arah Dinda.

"Dih, ge er banget!" gumam Dinda.

"Bukan cuma sekali dua kali guru wanita yang modus mengantar Chika pulang, kau ini guru baru ya?" tanya Dio.

"Yah, baru beberapa bulan terakhir mengajar SD!" sahut Dinda.

Hujan mulai berhenti, hanya menyisakan gerimis yang masih berjatuhan.

Mobil yang di kendarai Dio mulai masuk ke dalam jalanan samping sekolah, rumah kosan Dinda juga sudah kelihatan.

Namun betapa terkejutnya Dinda saat melihat ada mobil yang terparkir di depan rumah kosannya itu, dan dia sangat mengenal siapa pemilik mobil itu.

"Hah? Ken? Itu mobil Ken? Untuk apa lagi dia datang ke sini?" gumam Dinda.

"Kau ini kenapa Bu? Aku tidak bisa mengantarmu sampai depan rumah kos, kau lihat sendiri ada mobil yang terparkir di sana, jalannya sempit, jadi tidak bisa dua mobil!" ujar Dio yang mulai menghentikan laju kendaraannya itu.

Di depan teras rumah kosan itu, duduk seorang laki-laki yang sudah sangat Dinda kenal sebelumnya, dia adalah Ken, laki-laki yang telah membatalkan pernikahan mereka secara sepihak.

Tiba-tiba wajah Dinda berubah pucat, dia belum siap dan sangat tidak ingin bertemu dengan Ken untuk saat ini, luka itu masih basah dan belum kering.

"Hai Bu Dinda, kenapa kau tidak turun turun dari mobilku?!" seru Dio mengejutkan Dinda.

"Maaf Pak Dio, bisakah Bapak mundur dan pergi dari tempat ini sekarang juga? aku akan ikut bapak sampai ke Jalan depan sana, setelah itu baru aku akan turun dari mobil bapak!" ucap Dinda.

Dio mengerutkan keningnya, kemudian sekilas melirik kearah mobil di depan rumah kosan itu, juga laki-laki yang duduk di depan rumah itu, setelah itu dia menoleh kearah Dinda.

"Apakah kau ingin pergi karena laki-laki itu? Siapa dia? Apakah dia pacarmu?!" tanya Dio sambil menatap tajam wajah Dinda yang kini terlihat pucat.

Bersambung....

****

Mari dukung dan ramaikan guys ...

Terpopuler

Comments

Sri Widjiastuti

Sri Widjiastuti

😄😁😁waduuh

2022-12-05

0

Aprilia Hadiwasana

Aprilia Hadiwasana

cerita dan karakter nya terlalu to the point bgt...

2022-11-29

0

heaven

heaven

lahhh kok kesan mu begitu dude🙂

2022-08-17

0

lihat semua
Episodes
1 Kejadian Hari Ini
2 Pertemuan Pertama
3 Bangku Kosong
4 Perkelahian
5 Demo
6 Hujan
7 Mengantar Pulang
8 Singa Arogan
9 Chika Demam
10 Sebuah Permintaan
11 Diam-Diam Pergi
12 Terpaksa Menginap
13 Malam Itu
14 Trauma Masa Lalu
15 Ada Yang Usil
16 Menunda Liburan
17 Semalam Bersama Chika
18 Curahan Hati Dio
19 Kejutan Di Pagi Hari
20 Hadiah
21 Di Mall
22 Banjir
23 Datang Bulan
24 Kedatangan Ibu
25 Di Pesta Itu
26 Kejadian Memalukan
27 Tepat Waktu
28 Masa Lalu Yang Pahit
29 Kencan Pertama
30 Memulai Hubungan Baru
31 Mulai Cinta
32 Pergi Ke Makam
33 Baju Bekas
34 Percaya Padaku
35 Menentang Perjodohan
36 Jadi Perbincangan
37 Makan siang Bersama
38 Dio Kecewa
39 I Love You
40 Ada Yang Datang
41 Tulisan Di Mading
42 Ada Yang Cemburu
43 Meminta Restu
44 Menghadapi Bersama
45 Berenang
46 Memilih Pergi
47 Rindu
48 Restu Ayah
49 Kembali Ke Jakarta
50 Permintaan Pak Dirja
51 Kondisi Dio Dan Chika
52 Perasaan Khawatir
53 Dio Mulai Sadar
54 Kedatangan Pak Frans
55 Kunjungan Dokter Dicky
56 Persiapan Lamaran
57 Pulang Ke Apartemen
58 Menjelang Kedatangan Dio
59 Rencana Pernikahan
60 Curhatan Hati Keyla
61 Undangan
62 Mr. Sam
63 Dio Mulai Posesif
64 Gaun
65 Calon Pengantin
66 Mencari Ibu
67 Ada Apa Dengan Pak Dirja
68 Rahasia Pak Dirja
69 Menjelang Hari H
70 Sebuah Pengakuan
71 Permohonan Maaf
72 Ulang Tahun Chika
73 Kemarahan Keyla
74 Malam Penuh Hujan
75 Darah
76 Nasib Keyla
77 Pesan Bu Lian
78 Mengantar Ke Sekolah
79 Rencana Bulan Madu
80 Memperbaiki Hubungan
81 Putus Asa
82 Pertemuan Keluarga
83 Keputusan Bu Lilis
84 Bulan Madu
85 Janji Dio
86 Saat Chika Di Sekolah
87 Pulang Cepat
88 Keinginan Bu Lian
89 Kembali Mengajar
90 Kapan Hamil
91 Rahasia Keyla
92 Tamparan Untuk Ken
93 Pengakuan Ken
94 Berita Mengejutkan
95 Pertolongan Chika
96 Sikap Dio
97 Keputusan Bu Dita
98 Di Pernikahan Keyla
99 Dingin
100 Dinda Sakit
101 Memberikan Kue
102 Kecemasan Dio
103 Berita Tak Terduga
104 Permintaan Dinda
105 Sepenggal Masa Silam
106 Dinda Mulai Sadar
107 Kunjungan Teman
108 Di Jenguk Para Guru
109 Pulang Kembali Ke Rumah
110 Pengakuan Dio
111 Cerita Pak Dirja Dan Bu Lilis
112 Selamat Tinggal Masa Lalu
113 Nasehat Ken
114 Sebuah Restu
115 Saat Menjemput Sekolah
116 Senyum Seorang Dio
117 Kembali Ke Rumah Sakit
118 Harapan Dinda
119 Lagu Untuk Dinda
120 Belajar Lembut
121 Siapa Yang Masuk Ke Rumah?
122 Ada Yang Aneh
123 Menyimpan Dalam Hati
124 Chika Hilang
125 Sebuah Jebakan
126 Tabir Misteri
127 Ingin Menyelamatkan Chika
128 penyerangan
129 Ken Terluka Parah
130 Pengakuan Keyla
131 Chika Di Perbolehkan Pulang
132 Pengakuan Chika
133 Ken Mulai Sadar
134 Masih Menjadi Misteri
135 Malam Mencekam
136 Membongkar Pintu
137 Suster Anna
138 Berkunjung Ke Rumah Keyla
139 Pernikahan Pak Dirja Dan Bu Lilis
140 Apakah Halusinasi?
141 Berita Bahagia
142 Bayangan Ilusi
143 Sosok Misterius
144 Mulai Curiga
145 Penemuan
146 Yang Tak Terduga
147 Mama Palsu
148 Hampir Tertangkap
149 Penghuni Lain Dalam Rumah
150 Suster Anna Kabur
151 Wanita Misterius
152 Menyelamatkan Dinda
153 Dia Yang Tak Terduga
154 Mulai Tenang
155 Sahabat Dulu
156 Kesedihan Hati Dinda
157 Kondisi Pak Dirja
158 Itikad Baik
159 Siap-Siap Ke Papua
160 Perut Keram
161 Penantian Keyla
162 Dalam Perjalanan
163 Keyla Cemburu
164 Dilema Dio
165 Rencana Pergi
166 Berhasil Kabur
167 Kembali Pulang Ke Jakarta
168 Berita Di Pagi Hari
169 Persiapan Persalinan
170 Menunggu Kelahiran
171 Keyla Mulai Kontraksi
172 Perjuangan Keyla
173 Selamat Datang Baby Girl
174 Konsultasi Dinda
175 Nasib Mr. Sam
176 Dekorasi Kamar Bayi
177 Sinetron
178 Hujan Syahdu
179 Perjuangan Dinda
180 Perawatan Dinda
181 Hadiah Seorang Teman
182 Setelah Lima Hari
183 Ambil Rapot
184 Juara Satu
185 Syukuran
186 Kondisi Bu Lian
187 Berita Menggelegar
188 Selamat Tinggal Bu Lian
189 Pengumuman
Episodes

Updated 189 Episodes

1
Kejadian Hari Ini
2
Pertemuan Pertama
3
Bangku Kosong
4
Perkelahian
5
Demo
6
Hujan
7
Mengantar Pulang
8
Singa Arogan
9
Chika Demam
10
Sebuah Permintaan
11
Diam-Diam Pergi
12
Terpaksa Menginap
13
Malam Itu
14
Trauma Masa Lalu
15
Ada Yang Usil
16
Menunda Liburan
17
Semalam Bersama Chika
18
Curahan Hati Dio
19
Kejutan Di Pagi Hari
20
Hadiah
21
Di Mall
22
Banjir
23
Datang Bulan
24
Kedatangan Ibu
25
Di Pesta Itu
26
Kejadian Memalukan
27
Tepat Waktu
28
Masa Lalu Yang Pahit
29
Kencan Pertama
30
Memulai Hubungan Baru
31
Mulai Cinta
32
Pergi Ke Makam
33
Baju Bekas
34
Percaya Padaku
35
Menentang Perjodohan
36
Jadi Perbincangan
37
Makan siang Bersama
38
Dio Kecewa
39
I Love You
40
Ada Yang Datang
41
Tulisan Di Mading
42
Ada Yang Cemburu
43
Meminta Restu
44
Menghadapi Bersama
45
Berenang
46
Memilih Pergi
47
Rindu
48
Restu Ayah
49
Kembali Ke Jakarta
50
Permintaan Pak Dirja
51
Kondisi Dio Dan Chika
52
Perasaan Khawatir
53
Dio Mulai Sadar
54
Kedatangan Pak Frans
55
Kunjungan Dokter Dicky
56
Persiapan Lamaran
57
Pulang Ke Apartemen
58
Menjelang Kedatangan Dio
59
Rencana Pernikahan
60
Curhatan Hati Keyla
61
Undangan
62
Mr. Sam
63
Dio Mulai Posesif
64
Gaun
65
Calon Pengantin
66
Mencari Ibu
67
Ada Apa Dengan Pak Dirja
68
Rahasia Pak Dirja
69
Menjelang Hari H
70
Sebuah Pengakuan
71
Permohonan Maaf
72
Ulang Tahun Chika
73
Kemarahan Keyla
74
Malam Penuh Hujan
75
Darah
76
Nasib Keyla
77
Pesan Bu Lian
78
Mengantar Ke Sekolah
79
Rencana Bulan Madu
80
Memperbaiki Hubungan
81
Putus Asa
82
Pertemuan Keluarga
83
Keputusan Bu Lilis
84
Bulan Madu
85
Janji Dio
86
Saat Chika Di Sekolah
87
Pulang Cepat
88
Keinginan Bu Lian
89
Kembali Mengajar
90
Kapan Hamil
91
Rahasia Keyla
92
Tamparan Untuk Ken
93
Pengakuan Ken
94
Berita Mengejutkan
95
Pertolongan Chika
96
Sikap Dio
97
Keputusan Bu Dita
98
Di Pernikahan Keyla
99
Dingin
100
Dinda Sakit
101
Memberikan Kue
102
Kecemasan Dio
103
Berita Tak Terduga
104
Permintaan Dinda
105
Sepenggal Masa Silam
106
Dinda Mulai Sadar
107
Kunjungan Teman
108
Di Jenguk Para Guru
109
Pulang Kembali Ke Rumah
110
Pengakuan Dio
111
Cerita Pak Dirja Dan Bu Lilis
112
Selamat Tinggal Masa Lalu
113
Nasehat Ken
114
Sebuah Restu
115
Saat Menjemput Sekolah
116
Senyum Seorang Dio
117
Kembali Ke Rumah Sakit
118
Harapan Dinda
119
Lagu Untuk Dinda
120
Belajar Lembut
121
Siapa Yang Masuk Ke Rumah?
122
Ada Yang Aneh
123
Menyimpan Dalam Hati
124
Chika Hilang
125
Sebuah Jebakan
126
Tabir Misteri
127
Ingin Menyelamatkan Chika
128
penyerangan
129
Ken Terluka Parah
130
Pengakuan Keyla
131
Chika Di Perbolehkan Pulang
132
Pengakuan Chika
133
Ken Mulai Sadar
134
Masih Menjadi Misteri
135
Malam Mencekam
136
Membongkar Pintu
137
Suster Anna
138
Berkunjung Ke Rumah Keyla
139
Pernikahan Pak Dirja Dan Bu Lilis
140
Apakah Halusinasi?
141
Berita Bahagia
142
Bayangan Ilusi
143
Sosok Misterius
144
Mulai Curiga
145
Penemuan
146
Yang Tak Terduga
147
Mama Palsu
148
Hampir Tertangkap
149
Penghuni Lain Dalam Rumah
150
Suster Anna Kabur
151
Wanita Misterius
152
Menyelamatkan Dinda
153
Dia Yang Tak Terduga
154
Mulai Tenang
155
Sahabat Dulu
156
Kesedihan Hati Dinda
157
Kondisi Pak Dirja
158
Itikad Baik
159
Siap-Siap Ke Papua
160
Perut Keram
161
Penantian Keyla
162
Dalam Perjalanan
163
Keyla Cemburu
164
Dilema Dio
165
Rencana Pergi
166
Berhasil Kabur
167
Kembali Pulang Ke Jakarta
168
Berita Di Pagi Hari
169
Persiapan Persalinan
170
Menunggu Kelahiran
171
Keyla Mulai Kontraksi
172
Perjuangan Keyla
173
Selamat Datang Baby Girl
174
Konsultasi Dinda
175
Nasib Mr. Sam
176
Dekorasi Kamar Bayi
177
Sinetron
178
Hujan Syahdu
179
Perjuangan Dinda
180
Perawatan Dinda
181
Hadiah Seorang Teman
182
Setelah Lima Hari
183
Ambil Rapot
184
Juara Satu
185
Syukuran
186
Kondisi Bu Lian
187
Berita Menggelegar
188
Selamat Tinggal Bu Lian
189
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!