Trauma Masa Lalu

Dinda berusaha melepaskan pelukan Dio, yang masih berada di bawah pengaruh minuman keras itu, yang tiba-tiba menyergapnya.

"Lepaskan!"

Namun Dio terus memeluk dengan erat, bahkan dengan cepat mengecupi bibir Dinda dengan kedua tangannya yang memegangi kepala Dinda, hingga Dinda nyaris kehilangan nafasnya.

Dengan sekuat tenaga Dinda mendorong tubuh Dio ke belakang, hingga laki-laki itu jatuh terlentang di atas tempat tidurnya.

Mulutnya meracau dengan kata-kata yang tidak jelas, sementara matanya setengah terbuka dan berwarna merah.

Dio benar-benar tidak sadar, dengan apa yang barusan dilakukannya terhadap Dinda.

"Kurang ajar kau singa brengsek! Kau sudah berani melecehkan aku! Aku ini guru! Di hormati dan di tiru! Bukan dilecehkan seperti itu!" sengit Dinda.

"Berapa harga kehormatanmu bu guru?!" tanya Dio setengah meracau, antara sadar dan tidak sadar dengan apa yang diucapkannya itu.

Plaak!!

Dinda langsung menampar pipi Dio dengan keras, sehingga laki-laki itu langsung tersadar, kemudian duduk di atas tempat tidurnya.

"Hei? Kau berani menamparku?!" tanya Dio yang kini berangsur-angsur mulai kembali sadar.

Dinda menangis, air matanya mengalir begitu saja dari pelupuk matanya.

Dengan nafas yang terengah-engah, Dinda mengusap kasar wajahnya yang basah, dia tidak dapat berkata apa-apa lagi selain merutuki laki-laki itu, dan nasibnya yang merasa dilecehkan.

Dinda terus menangis, kemudian dia membalikkan tubuhnya dan berlari menuju ke kamar tamu tempatnya bermalam.

Dinda langsung menghempaskan tubuhnya di tempat tidur besar itu sambil menangis, dengan wajah yang ditutupi oleh bantal.

Dinda sadar apa yang dilakukan Dio tidak sepenuhnya adalah kesalahannya, karena dia sedang mabuk, tapi Dinda merasa malu merasa rendah, merasa sangat dilecehkan, sehingga ada goresan luka di dalam hatinya.

Apalagi saat Dio menanyakan Berapa harga kehormatannya, Dinda merasa sangat sakit hati.

Seolah-olah Dio menganggap kalau Dinda adalah wanita murahan, yang kapanpun bisa memberikan kepuasan. Tiba-tiba Dinda jadi sangat membenci Dio.

Dio memang tidak melakukan apapun terhadap Dinda, selain memeluknya dan mengecupnya secara tiba-tiba.

Tapi entah kenapa, perasaan Dinda begitu bergejolak.

Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam, kalau Dinda ingin pergi dari rumah itu, tidak mungkin juga, karena hari sudah malam, Dinda harus bertahan, setidaknya sampai besok pagi dia baru akan pulang ketempat kosannya.

****

Pagi itu Dinda bangun dari tidurnya, Dia kemudian langsung membereskan pakaiannya dan memasukkannya ke dalam kopernya, koper yang seharusnya dia bawa untuk pulang ke Bandung, namun hanya karena demi seorang murid, akhirnya dia berlabuh di sini, di rumah ini.

Setelah selesai membereskan pakaiannya, Dinda kemudian keluar dari kamar itu, dengan membawa kopernya, berniat akan pulang kembali ke tempat kosnya.

"Lho, Bu Dinda mau kemana pagi-pagi? Tadi saat saya ke kamar Non Chika, dia menanyakan Bu Dinda, katanya hari ini mau ajak Bu Dinda berenang di kolam renangnya!" kata Mbak Yuyun.

"Maaf Mbak, sepertinya aku harus pulang sekarang!" sahut Dinda.

"Cepat sekali Bu, ini saya buat sarapan banyak lho, Bu Dinda harus sarapan dulu!" tukas Mbak Yuyun.

"Aku harus pulang sekarang Mbak, aku juga punya urusan pribadi, trimakasih atas semuanya, selamat pagi!" Dinda lalu melangkah menuju ke arah pintu depan.

"Bu Dinda!"

Tiba-tiba Chika memanggilnya dari belakang, Dinda menghentikan langkahnya, namun pandangannya masih lurus ke depan.

Gadis kecil itu berlari dan langsung memeluk Dinda dari belakang.

"Bu Dinda mau kemana? Kenapa pergi meninggalkan aku? Aku sudah sembuh dan hari ini aku mau bermain bersama Bu Dinda!" ucap Chika.

Dinda terdiam mendengar ucapan Chika, dia tidak tau harus menjawab apa. Sebenarnya Dinda kasihan pada Chika, namun lagi-lagi dia teringat kejadian semalam.

"Bu Dinda harus pulang Chika, bukankah Chika sudah sembuh?" jawab Dinda.

"Kenapa Bu Dinda pulang buru-buru?" tanya Chika.

Kemudian Dinda membalikkan tubuhnya dan memegang kedua bahu Chika dengan kedua tangannya.

"Bu Dinda kangen sama Ibunya Bu Dinda, Bu Dinda ingin pulang ke Bandung!" jawab Dinda asal, berharap Chika akan mengerti.

Sesaat lamanya mereka saling diam, Chika nampak sedang berpikir sesuatu.

"Mbak Yuyun!! Bereskan pakaianku dan taruh di tas! Aku mau ikut Bu Dinda pulang ke Bandung!" teriak Chika tiba-tiba.

Dinda terkejut mendengar Chika berteriak seperti itu, Mbak Yuyun juga nampak keheranan sambil berjalan mendekati Chika.

"Eh, Non Chika mana boleh ikut Bu Dinda ke Bandung? Nanti Papa marah lho!" kata Mbak Yuyun.

"Biarin!" cetus Chika.

Dinda mulai bingung bagaimana cara membujuk Chika.

Tiba-tiba dari arah tangga, muncul Dio sudah dengan pakaian rapi.

"Siapkan pakaian Chika Mbak! Aku mengijinkan dia ikut ke Bandung!" kata Dio.

"Yeeeaaaay!!" sorak Chika senang.

Dengan cepat Mbak Yuyun naik ke atas menuju ke kamar Chika, untuk menyiapkan pakaian Chika.

Dinda semakin bingung, padahal dia tidak bersungguh-sungguh akan pulang ke Bandung, dia hanya berusaha untuk keluar dari rumah ini dan menghindari Dio.

Namun kenapa Dio malah mengijinkan Chika ikut bersamanya.

Dengan semangat Chika berlari ke kamarnya untuk berganti pakaian.

Dio melangkah mendekati Dinda, Dinda mundur perlahan sambil menunduk, tidak berani menatap ke arah Dio.

"Maafkan aku Bu Dinda!" ucap Dio melembut.

Dinda diam saja tidak menjawab ucapan Dio, dia takut melihat tatapan Dio yang tajam bagai silet, yang sanggup mengoyakan seluruh hati Dinda.

"Sebaiknya Pak Dio melarang Chika ikut dengan saya, ajaklah dia jalan-jalan, Chika hanya butuh refreshing!" ujar Dinda yang masih menundukan wajahnya.

"Tidak, aku sungguh sangat menyesal dengan kejadian semalam itu, aku tidak bermaksud..."

"Cukup! Jangan di teruskan lagi pak! Lupakan kejadian buruk itu!" sergah Dinda sambil menggelengkan kepalanya.

"Ok Oke ... maafkan aku! Sebagai permohonan maaf ku, aku akan mengantarmu pulang ke Bandung, bersama Chika!" ucap Dio.

Dinda tidak langsung menjawab, sesungguhnya dia masih takut dan trauma atas apa yang semalam di alaminya, sampai detik ini pun, Dinda masih merasa takut.

"Kau jangan khawatir Bu Dinda, aku bukan orang yang mudah jatuh cinta, bagiku Cinta itu hanya ada di negri dongeng, tidak ada yang namanya cinta sejati, semuanya palsu, penuh dengan kepahitan!" lanjut Dio.

Dinda perlahan mulai mengangkat wajahnya, laki-laki di depannya itu seperti menyimpan kepahitan dan trauma masa lalu yang begitu dalam.

Sangat tidak kontras, Dio tidak percaya cinta, namun dia punya hasrat, buktinya dia bisa memeluk dan mengecupi Dinda dengan begitu sempurna, walau sedang berada di bawah pengaruh minuman keras.

Dinda menggeleng-gelengkan kepalanya, tatkala teringat kejadian semalam itu.

"Aku sudah siap!!" seru Chika tiba-tiba dari arah tangga atas, sambil menenteng koper mininya.

Bersambung....

****

Terpopuler

Comments

Nova Herlinda

Nova Herlinda

hebat kamu chika.... bisa aja cari cara biar pak dio tetep deket dg bu dinda

2022-01-03

1

Mas'adatun Nikmah

Mas'adatun Nikmah

Chika emang pinter... tau caranya biar dekat terus sama bu guru dara.

2022-01-03

4

Yasmien Khan

Yasmien Khan

lnjut

2022-01-03

1

lihat semua
Episodes
1 Kejadian Hari Ini
2 Pertemuan Pertama
3 Bangku Kosong
4 Perkelahian
5 Demo
6 Hujan
7 Mengantar Pulang
8 Singa Arogan
9 Chika Demam
10 Sebuah Permintaan
11 Diam-Diam Pergi
12 Terpaksa Menginap
13 Malam Itu
14 Trauma Masa Lalu
15 Ada Yang Usil
16 Menunda Liburan
17 Semalam Bersama Chika
18 Curahan Hati Dio
19 Kejutan Di Pagi Hari
20 Hadiah
21 Di Mall
22 Banjir
23 Datang Bulan
24 Kedatangan Ibu
25 Di Pesta Itu
26 Kejadian Memalukan
27 Tepat Waktu
28 Masa Lalu Yang Pahit
29 Kencan Pertama
30 Memulai Hubungan Baru
31 Mulai Cinta
32 Pergi Ke Makam
33 Baju Bekas
34 Percaya Padaku
35 Menentang Perjodohan
36 Jadi Perbincangan
37 Makan siang Bersama
38 Dio Kecewa
39 I Love You
40 Ada Yang Datang
41 Tulisan Di Mading
42 Ada Yang Cemburu
43 Meminta Restu
44 Menghadapi Bersama
45 Berenang
46 Memilih Pergi
47 Rindu
48 Restu Ayah
49 Kembali Ke Jakarta
50 Permintaan Pak Dirja
51 Kondisi Dio Dan Chika
52 Perasaan Khawatir
53 Dio Mulai Sadar
54 Kedatangan Pak Frans
55 Kunjungan Dokter Dicky
56 Persiapan Lamaran
57 Pulang Ke Apartemen
58 Menjelang Kedatangan Dio
59 Rencana Pernikahan
60 Curhatan Hati Keyla
61 Undangan
62 Mr. Sam
63 Dio Mulai Posesif
64 Gaun
65 Calon Pengantin
66 Mencari Ibu
67 Ada Apa Dengan Pak Dirja
68 Rahasia Pak Dirja
69 Menjelang Hari H
70 Sebuah Pengakuan
71 Permohonan Maaf
72 Ulang Tahun Chika
73 Kemarahan Keyla
74 Malam Penuh Hujan
75 Darah
76 Nasib Keyla
77 Pesan Bu Lian
78 Mengantar Ke Sekolah
79 Rencana Bulan Madu
80 Memperbaiki Hubungan
81 Putus Asa
82 Pertemuan Keluarga
83 Keputusan Bu Lilis
84 Bulan Madu
85 Janji Dio
86 Saat Chika Di Sekolah
87 Pulang Cepat
88 Keinginan Bu Lian
89 Kembali Mengajar
90 Kapan Hamil
91 Rahasia Keyla
92 Tamparan Untuk Ken
93 Pengakuan Ken
94 Berita Mengejutkan
95 Pertolongan Chika
96 Sikap Dio
97 Keputusan Bu Dita
98 Di Pernikahan Keyla
99 Dingin
100 Dinda Sakit
101 Memberikan Kue
102 Kecemasan Dio
103 Berita Tak Terduga
104 Permintaan Dinda
105 Sepenggal Masa Silam
106 Dinda Mulai Sadar
107 Kunjungan Teman
108 Di Jenguk Para Guru
109 Pulang Kembali Ke Rumah
110 Pengakuan Dio
111 Cerita Pak Dirja Dan Bu Lilis
112 Selamat Tinggal Masa Lalu
113 Nasehat Ken
114 Sebuah Restu
115 Saat Menjemput Sekolah
116 Senyum Seorang Dio
117 Kembali Ke Rumah Sakit
118 Harapan Dinda
119 Lagu Untuk Dinda
120 Belajar Lembut
121 Siapa Yang Masuk Ke Rumah?
122 Ada Yang Aneh
123 Menyimpan Dalam Hati
124 Chika Hilang
125 Sebuah Jebakan
126 Tabir Misteri
127 Ingin Menyelamatkan Chika
128 penyerangan
129 Ken Terluka Parah
130 Pengakuan Keyla
131 Chika Di Perbolehkan Pulang
132 Pengakuan Chika
133 Ken Mulai Sadar
134 Masih Menjadi Misteri
135 Malam Mencekam
136 Membongkar Pintu
137 Suster Anna
138 Berkunjung Ke Rumah Keyla
139 Pernikahan Pak Dirja Dan Bu Lilis
140 Apakah Halusinasi?
141 Berita Bahagia
142 Bayangan Ilusi
143 Sosok Misterius
144 Mulai Curiga
145 Penemuan
146 Yang Tak Terduga
147 Mama Palsu
148 Hampir Tertangkap
149 Penghuni Lain Dalam Rumah
150 Suster Anna Kabur
151 Wanita Misterius
152 Menyelamatkan Dinda
153 Dia Yang Tak Terduga
154 Mulai Tenang
155 Sahabat Dulu
156 Kesedihan Hati Dinda
157 Kondisi Pak Dirja
158 Itikad Baik
159 Siap-Siap Ke Papua
160 Perut Keram
161 Penantian Keyla
162 Dalam Perjalanan
163 Keyla Cemburu
164 Dilema Dio
165 Rencana Pergi
166 Berhasil Kabur
167 Kembali Pulang Ke Jakarta
168 Berita Di Pagi Hari
169 Persiapan Persalinan
170 Menunggu Kelahiran
171 Keyla Mulai Kontraksi
172 Perjuangan Keyla
173 Selamat Datang Baby Girl
174 Konsultasi Dinda
175 Nasib Mr. Sam
176 Dekorasi Kamar Bayi
177 Sinetron
178 Hujan Syahdu
179 Perjuangan Dinda
180 Perawatan Dinda
181 Hadiah Seorang Teman
182 Setelah Lima Hari
183 Ambil Rapot
184 Juara Satu
185 Syukuran
186 Kondisi Bu Lian
187 Berita Menggelegar
188 Selamat Tinggal Bu Lian
189 Pengumuman
Episodes

Updated 189 Episodes

1
Kejadian Hari Ini
2
Pertemuan Pertama
3
Bangku Kosong
4
Perkelahian
5
Demo
6
Hujan
7
Mengantar Pulang
8
Singa Arogan
9
Chika Demam
10
Sebuah Permintaan
11
Diam-Diam Pergi
12
Terpaksa Menginap
13
Malam Itu
14
Trauma Masa Lalu
15
Ada Yang Usil
16
Menunda Liburan
17
Semalam Bersama Chika
18
Curahan Hati Dio
19
Kejutan Di Pagi Hari
20
Hadiah
21
Di Mall
22
Banjir
23
Datang Bulan
24
Kedatangan Ibu
25
Di Pesta Itu
26
Kejadian Memalukan
27
Tepat Waktu
28
Masa Lalu Yang Pahit
29
Kencan Pertama
30
Memulai Hubungan Baru
31
Mulai Cinta
32
Pergi Ke Makam
33
Baju Bekas
34
Percaya Padaku
35
Menentang Perjodohan
36
Jadi Perbincangan
37
Makan siang Bersama
38
Dio Kecewa
39
I Love You
40
Ada Yang Datang
41
Tulisan Di Mading
42
Ada Yang Cemburu
43
Meminta Restu
44
Menghadapi Bersama
45
Berenang
46
Memilih Pergi
47
Rindu
48
Restu Ayah
49
Kembali Ke Jakarta
50
Permintaan Pak Dirja
51
Kondisi Dio Dan Chika
52
Perasaan Khawatir
53
Dio Mulai Sadar
54
Kedatangan Pak Frans
55
Kunjungan Dokter Dicky
56
Persiapan Lamaran
57
Pulang Ke Apartemen
58
Menjelang Kedatangan Dio
59
Rencana Pernikahan
60
Curhatan Hati Keyla
61
Undangan
62
Mr. Sam
63
Dio Mulai Posesif
64
Gaun
65
Calon Pengantin
66
Mencari Ibu
67
Ada Apa Dengan Pak Dirja
68
Rahasia Pak Dirja
69
Menjelang Hari H
70
Sebuah Pengakuan
71
Permohonan Maaf
72
Ulang Tahun Chika
73
Kemarahan Keyla
74
Malam Penuh Hujan
75
Darah
76
Nasib Keyla
77
Pesan Bu Lian
78
Mengantar Ke Sekolah
79
Rencana Bulan Madu
80
Memperbaiki Hubungan
81
Putus Asa
82
Pertemuan Keluarga
83
Keputusan Bu Lilis
84
Bulan Madu
85
Janji Dio
86
Saat Chika Di Sekolah
87
Pulang Cepat
88
Keinginan Bu Lian
89
Kembali Mengajar
90
Kapan Hamil
91
Rahasia Keyla
92
Tamparan Untuk Ken
93
Pengakuan Ken
94
Berita Mengejutkan
95
Pertolongan Chika
96
Sikap Dio
97
Keputusan Bu Dita
98
Di Pernikahan Keyla
99
Dingin
100
Dinda Sakit
101
Memberikan Kue
102
Kecemasan Dio
103
Berita Tak Terduga
104
Permintaan Dinda
105
Sepenggal Masa Silam
106
Dinda Mulai Sadar
107
Kunjungan Teman
108
Di Jenguk Para Guru
109
Pulang Kembali Ke Rumah
110
Pengakuan Dio
111
Cerita Pak Dirja Dan Bu Lilis
112
Selamat Tinggal Masa Lalu
113
Nasehat Ken
114
Sebuah Restu
115
Saat Menjemput Sekolah
116
Senyum Seorang Dio
117
Kembali Ke Rumah Sakit
118
Harapan Dinda
119
Lagu Untuk Dinda
120
Belajar Lembut
121
Siapa Yang Masuk Ke Rumah?
122
Ada Yang Aneh
123
Menyimpan Dalam Hati
124
Chika Hilang
125
Sebuah Jebakan
126
Tabir Misteri
127
Ingin Menyelamatkan Chika
128
penyerangan
129
Ken Terluka Parah
130
Pengakuan Keyla
131
Chika Di Perbolehkan Pulang
132
Pengakuan Chika
133
Ken Mulai Sadar
134
Masih Menjadi Misteri
135
Malam Mencekam
136
Membongkar Pintu
137
Suster Anna
138
Berkunjung Ke Rumah Keyla
139
Pernikahan Pak Dirja Dan Bu Lilis
140
Apakah Halusinasi?
141
Berita Bahagia
142
Bayangan Ilusi
143
Sosok Misterius
144
Mulai Curiga
145
Penemuan
146
Yang Tak Terduga
147
Mama Palsu
148
Hampir Tertangkap
149
Penghuni Lain Dalam Rumah
150
Suster Anna Kabur
151
Wanita Misterius
152
Menyelamatkan Dinda
153
Dia Yang Tak Terduga
154
Mulai Tenang
155
Sahabat Dulu
156
Kesedihan Hati Dinda
157
Kondisi Pak Dirja
158
Itikad Baik
159
Siap-Siap Ke Papua
160
Perut Keram
161
Penantian Keyla
162
Dalam Perjalanan
163
Keyla Cemburu
164
Dilema Dio
165
Rencana Pergi
166
Berhasil Kabur
167
Kembali Pulang Ke Jakarta
168
Berita Di Pagi Hari
169
Persiapan Persalinan
170
Menunggu Kelahiran
171
Keyla Mulai Kontraksi
172
Perjuangan Keyla
173
Selamat Datang Baby Girl
174
Konsultasi Dinda
175
Nasib Mr. Sam
176
Dekorasi Kamar Bayi
177
Sinetron
178
Hujan Syahdu
179
Perjuangan Dinda
180
Perawatan Dinda
181
Hadiah Seorang Teman
182
Setelah Lima Hari
183
Ambil Rapot
184
Juara Satu
185
Syukuran
186
Kondisi Bu Lian
187
Berita Menggelegar
188
Selamat Tinggal Bu Lian
189
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!