Kendra menatap keluar jendela kamarnya, panggilan telpon dari Stella baru saja dia matikan. Memikirkan gadis satu ini, kepala Kendra merasakan sedikit sakit, Dia baru saja menetralkan feromon miliknya yang sedikit tidak terkendali di sekolah tadi.
Feromon omega yang akan memasuki siklus panas memang berbahaya, meskipun dia sudah melakukan pelatihan sejak kecil. Makanya sepulang sekolah tadi, Kendra langsung kembali. Biasanya dia akan mengantar Stella dulu, tapi kali ini tidak.
Tubuh Stella lemah sehingga akan sangat berbahaya jika Kendra tetap bersamanya tadi. Namun, dia tidak pernah memikirkan kalau meninggalkan Stella tanpa pengawasannya akan berakibat seperti ini.
Gadis itu selalu saja bermasalah dengan Omega dari kelas sebelah. Kendra mengambil jaket dan kunci mobilnya lalu segera menuju ke rumah Alisher. Tiba di sana, Kendra melihat beberapa pelayan berlalu-lalang.
Ibu Stella langsung berdiri untuk menyambutnya, dan memintanya untuk segera menuju kamar Stella. Ketika tiba di anak tangga, Kendra bertemu dengan Tuan Tua.
Tuan Tua melihatnya dengan tidak suka, wajah Kendra mirip dengan wajah muda Tuan Tua Leonard, terlihat sangat mengenalkan. Tuan tua masih ingat kejadian beberapa minggu lalu saat di rumah sakit.
Pak tua keluarga Leonard itu suka sekali mencampuri urusan orang lain, sehingga Tuan tua berkata, “Ck, sama seperti dia, suka mencampuri urusan orang lain.”
Kendra hanya menatapnya, memberi salam dan langsung melanjutkan jalannya, dia sama sekali tidak berniat memberikan respon pada tuan Tua. Di lain sisi, tuan tua berjalan menahan kesal menuju ke ruang keluarga untuk menonton berita harian.
Vivian sibuk dengan peralatan masak di ruang makan, karena hari ini kedua temannya ikut pulang bersamanya jadi dia memutuskan untuk memasak lebih banyak makanan, dan lagi Vivian tahu Mario memiliki perut yang tidak akan pernah kenyang jika dia belum puas.
Sementara Vivian memasak kedua temannya sibuk menjaga Chihuahua, tadinya Nila ingin membantu Vivian tapi ketika gadis itu sudah turun dapur, Vivian tidak bisa konsentrasi karena ialah Nila.
Jadi dia meminta Nila untuk bergabung dengan Mario, mengawasi Chihuahua di belakang. Indra penciuman seekor anjing Lebih tajam dari manusia, sehingga ketika Chihuahua mencium bau yang enak dia langsung berlari meninggalkan kedua teman Tuan rumahnya.
Chihuahua kemudian memilih untuk berlarian di dalam rumah untuk menunggu Vivian menyelesaikan masakannya. Merasakan kedatangan Chihuahua, Vivian langsung menatapnya dan menggodanya dengan sepotong daging goreng.
“Kau mau?”
Chihuahua menggoyangkan ekor kecilnya dan menurunkan telinganya, [Tuan rumah, Tuan rumah kau yang terbaik.]
“Apa yang kau katakan? Apa kau mengira aku akan memberikan ini padamu?”
[Tuan rumah kau jahat sekali, kau menyiksaku!]
“Siapa yang memintamu masuk ke tubuh Chihuahua? dan lagi, anak anjing punya produk makanannya sendiri.”
Chihuahua tidak membalas Vivian melainkan hanya memberi gerak tubuh dengan membuang mukanya, Chihuahua berbalik dan meninggalkan area masak. Aroma makanan buatan Vivian memang sangat wangi, sampai Chihuahua juga tergiur.
Karena lelah, Chihuahua akhirnya menghentikan aktivitasnya dan lebih memilih duduk tepat di bawah kaki meja makan. Aroma makanan buatan Vivian tidak lama menyebar keluar, Tuan tua yang sedang menonton meletakkan remote tv dan langsung menuju ruang makan.
Paman dan Ayah Vivian baru saja selesai membicarakan pekerjaan di ruang kerja mereka. Ruang kerja di bagi dua, satu ruangan untuk Tuan Tua dan satu ruangan untuk paman dan ayah Vivian.
Makanan buatan Vivian sudah mulai disusun di atas meja, Nila datang menghampiri Vivian sambil menarik Mario dan menawarkan diri untuk membantu menata makanan dia tas meja panjang itu. Vivian meliriknya dan berkata; “Apakah ada tamu?”
Nila menjawab; “Aku tidak tahu, sejak tadi kami berada di belakang. Mungkin saja itu teman kakakmu. Apa ada yang bisa kami bantu? Kau pasti sudah sangat kelelahan karena memasak beberapa jam.”
Vivian kemudian terdiam untuk sesaat lalu mengangguk, lalu kemudian untuk sesaat Vivian kembali berpikir dan diam-diam bersyukur untung saja hari ini dia memasak banyak makanan. Jika teman Stella adalah salah satu anak dari kolega keluarga mereka, momen makan malam ini akan menjadi yang terhebat.
Sedetik kemudian Vivian menatap kedua temannya, berpikir sebentar lalu mengangguk sebelum dia berkata berkata, “Aku mengerti, nah ini kalian tata piring dan sendok dulu. Sisakan ruang di meja kakek.”
“Lalu apa yang aku lakukan?” setelah bicara Mario melirik beberapa jenis lauk yang sudah dibuat oleh Vivian, melihat itu membuat perut Mario mulai berkoar-koar. Dia tidak sabar untuk mencicipi masakan buat temannya yang satu ini.
Vivian melihatnya dan kembali geleng-geleng kepala, sangat terlihat jelas kegembiraan di wajah alpha muda itu. Vivian kemudian berkata padanya; “Bawa lauknya, aku sudah meletakkan nasinya di meja tadi. Dan ah, berikan juga makanan pada Chihuahua kita, dia pasti sudah sangat lapar.”
Mario mengangguk dan segera menyusul Nila untuk menata meja makan. Mereka meletakkannya dan mulai menyusun letak peralatan makan dan makanan di atas meja. Tuan tua yang sudah duduk di kursinya menunggu makan malam dengan sabar, berikutnya disusul oleh Paman dan Ayah Vivian, lalu Bibi Vivian. Semuanya mulai berkumpul di meja makan, Paman Vivian melihat makanan apa yang sudah di sediakan oleh Vivian, lalu berkata; “Apa ini tidak terlalu banyak? Aku Tidak yakin perutku akan sanggup menghabiskannya.”
Alexis sebagai Ayah Vivian ikut menambahkan, menyetujui perkataan sang kakak; “Itu benar, apakah kita bisa menghabiskannya? Akan tidak baik jika kita menyimpan ini hingga besok pagi.”
Vivian senyum ketika mendengar Ayahnya berbicara, lalu diapun berkata; “Tidak apa Ayah, Aku akan sangat jarang pulang ke rumah. Jadi ketika aku pulang, Aku pasti akan memasak untuk kalian.”
Kemudian Vivian kembali ke ruang masak untuk mengambil makanan khusus milik Tuan tua yang sudah dia siapkan. Ini untuk membiasakan Tuan Tua menerapkan pola hidup sehat.
Vivian menyiapkan nasi merah seukuran 100 gram yang sudah di masak. Kemudian, untuk teman makannya dilengkapi dengan satu potong tahu bacem, satu mangkuk kecil sayur asem, satu potong ayam panggang, dan satu buah jeruk manis untuk pencuci mulut. Tidak lupa, Vivian juga menyiapkan segelas susu rendah lemak ukuran 200 ml untuk camilan malam hari.
Vivian tersenyum pada tuan tua dan berkata; “Untuk makan malam, Kakek bisa mengganti nasi merah dengan nasi putih jika bosan.”
Semua anggota keluarga sudah berkumpul, mereka hanya tinggal menunggu Stella dan kawannya, tetapi Vivian tidak pernah berpikir bahwa orang itu adalah Kendra. Ketika Kendra dan Stella turun untuk makan malam bersama, Kendra juga dikejutkan dengan Vivian bercelemek yang sedang menyusun masakan di atas meja makan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 186 Episodes
Comments
Hasan
lihat istri idaman ya dra🤭🤭👍
2022-09-11
0