Ibu Stella masih diam masihmelongo melihat kondisi putrinya yang pulang dengan penampilan kotor dan bau. Stella menangis dengan pilu di dalam pelukan ibunya, Tuan tua, paman dan ayah Vivian merasa bingung dengan apa yang terjadi pada pada Stella. Mereka mengenal Stella sebagai gadis yang baik, mereka tidak pernah tahu bagaimana sebenarnya Stella jika tidak di depan mereka.
Tuan tua memikirkan kembali tentang hari ini, selain mendapat laporan tentang kegiatan Vivian di sekolah, dan tentang Stella yang menargetkannya lagi tadi. Tuan tua meminta seseorang untuk mengawasi Stella juga.
Jadi meskipun Vivian tidak mengatakan tentang insiden di kafetaria, Tuan tua sudah mengetahui dari orang kepercayaannya bahwa Stella kembali menargetkan seorang omega yang akan memasuki siklus panasnya, karena pemuda yang bernama Kendra itu lagi.
Jadi Tuan Tua bertanya pada Stella, untuk memastikannya; “Apa yang terjadi padamu?”
Stella semakin menangis di dalam pelukan ibunya, dan berkata dengan pilu; “Itu pasti teman Alpha dari kelas Vivian yang sudah menargetkan aku.”
Semua terkejut, tetapi dalam pikirannya Vivian sudah berpikir bahwa itu adalah Liam, sesuai dengan isi plot setelah pertarungannya dengan Kendra di kamar mandi, sepulang sekolah Liam akan menargetkan Stella.
Akan tetapi Vivian tidak menyangka bahwa kondisinya akan jadi seperti ini, ada jus dan juga saus sambal di tubuh Stella. Dalam buku, hanya di katakan bahwa Tubuh Stella lengket karena kecap.
Keterkejutan semua orang menjadikan hal ini sebagai peluang untuk ibu Stella sehingga dia memanfaatkan kesempatan ini untuk menjatuhkan Vivian di depan di depan semua orang dengan berkata, “Kau, kau pasti meminta temanmu untuk menargetkan Stella kan? Oh, anakku yang malang...”
Vivian menatap linglung kearah bibinya dan berkata, “Bibi, untuk apa aku menargetkan kakak? Aku sudah bukan omega lagi.”
“Kau bisa saja balas dendam pada putriku karena perlakuannya di masa lalu.”
Setelah berkata begitu Ibu Stella jadi diam dan dia merasakan bahwa dia sudah mendapatkan tatapan bertanya dari ketiga pria Alpha dewasa di depannya ini. Ketiga alpha itu seperti sama-sama berpikir apa yang sudah di lakukan oleh Stella sebelumnya? Apakah dia menargetkan Vivian?
Mendapatkan tatapan seperti itu Kaki Ibu Stella menjadi gemetar, sama lemas. dia lalu mengalihkan pandangannya dan menjadi fokus pada Mario.
Tuan tua menyadari hal ini, namun tetap diam dan ingin melihat apa lagi yang akan di lakukan oleh menantunya. Mario yang mendapatkan tatapan dari Ibu Stella kembali mengernyit, lalu memandang ke arah Tuan tua yang kebetulan juga sedang menatapnya.
Ibu Stella tidak mengenal siapa teman Alpha Vivian yang sudah menargetkan putrinya selain Mario jadi dia dengan bersemangat berkata, “Itu, itu pasti kau kan? Kau diminta oleh Vivian untuk menargetkan anakku kan? Katakan yang sebenarnya sekarang.”
Vivian menghela napasnya dan kembali berkata, “Bibi, apakah kau tidak salah menargetkan seseorang?”
“Apa maksudmu? Apakah bukan kalian yang melakukannya? Putriku adalah Omega yang baik, dan lemah. dia tidak mungkin pergi mengganggu Alpha.”
“Dan Alpha tidak mungkin pergi menggertak Omega, jika tidak memiliki salah,” Mario tiba-tiba ikut dalam pembicaraan mereka.
“Jadi maksudmu, putriku sudah menargetkan omega lain? Tidak mungkin, putriku adalah anak yang baik,” Ibu Stella masih tetap pada pendiriannya, dia terus mencoba untuk menargetkan Vivian sehingga dia akan di salahkan oleh semua orang.
Paman dan Ayah Vivian memperhatikan keduanya dan balik menatap pada Vivian, Excelo pamannya pun bertanya padanya, “Apakah ada sesuatu yang terjadi di sekolah? Bukankah tadi aku mengatakan bahwa semuanya baik-baik saja?”
Vivian melirik pamannya lalu menghela napasnya dan dengan terpaksa mengatakan tentang insiden kecil yang terjadi di Kafetaria tadi. Matanya menatap pada Stella dan berkata; “Sebenarnya ada insiden kecil di Kafetaria tadi.”
Stella yang mendengar kata pembuka dari Vivian langsung memeluk erat sang ibu dan membenamkan wajahnya sehingga dia berharap tidak akan mendengar kelanjutannya.
“Apakah itu masalah yang berat?” kali ini adalah pertanyaan dari sang.ayah. Tuan tua menunggu Vivian untuk berbicara, dia ingin melihat bagaimana Vivian akan melindungi Wajah Stella seperti siang tadi.
Vivian pun berkata, “Seorang omega wanita tidak sengaja menumpahkan sup ke teman Stella. Sehingga Stella membela temanya dan menyuruh omega tersebut untuk meminta maaf. Sangat kebetulan omega tersebut akan memasuki siklus panasnya, sehingga itu menjadi pertarungan feromon. Aku hanya kebetulan lewat dan membantu keduanya, meminta beberapa Beta membawa mereka ke klinik sekolah.”
Diam untuk sejenak, Stella yang mendengarkan cerita Vivian langsung mengangkat kepalanya dan kembali menatap Vivian. Stella mendapatkan tatapan dari Vivian dan telinganya mendengar pertanyaan dari Vivian yang berkata, “Benarkan yang aku katakan?”
Karena tidak ingin semakin rumit, Stella pun mengangguk dan berkata; “Itu benar, seperti itu. Vivian menolongku tadi, jika tidak ada dia, aku mungkin sudah terluka.”
Chihuahua yang sejak tadi berada dalam pelukan Nila tiba-tiba berkata, [Ting! Ting! Ting! Tuan rumah selamat, sudah menyelesaikan tugas keluarga, poin di tambah +5, total poin untuk sekarang 75. Kumpulan lebih banyak lagi agar anda bisa mendapatkan renovasi atas warung makan keluarga anda.]
Vivian memandangi Chihuahua yang terlihat kenakan karena sapuan tangan Nila, sehingga dia berkata; “Mengapa poin ku bertambah hanya karena membantu Stella berbohong?”
[Tuan rumah harap ingat bahwa didalam novel asli, anda mati karena Kakak anda. Anda harus menjaga hubungan baik dengan kakak anda, sehingga anda bisa menjalankan misi dengan baik.]
Vivian hampir lupa dengan plot kematiannya itu, plot itu terjadi saat mendekati bab akhir cerita yang tragis. Meskipun dihitung dari sekarang, itu masih terlihat lama akan tetapi ada benarnya memperhatikan poin penting satu ini. Sehingga Vivian hanya menjawab dengan mengangguk saja.
“Meskipun kau adalah omega dominan?” Pertanyaan yang tiba-tiba di lontarkan oleh Mario membuat kedua bola mata Vivian membesar. Sehingga itu membuat Vivian jadi berpikir apakah Alpha satu ini kesal karena dia sudah di fitnah? Apa dia merajuk?
Mendengarkan pertanyaan Mario itu membuat semuanya agak terkejut. Meskipun feromon Omega biasa jika sedang memasuki siklus panas itu kuat, sebagai Omega yang Dominan tentu saja Stella masih bisa menahan kekuatan feromon tersebut. Karena feromon omega dominan memiliki aroma yang 2x lebih kuat dari feromon Omega biasa.
Stella menjadi diam karen menyadari tatapan bingung dari Tuan tua, meskipun Tuan tua mengetahui seperti apa cerita asli insiden di Kafetaria, dia lebih memilih untuk diam. Tuan Tua tidak memerintahkan suruhannya untuk mengawasi Stella sampai jam sekolah berakhir, Sehingga dia tidak tahu pasti apa yang sudah terjadi pada Stella. Pada lain sisi, mereka juga tahu bahwa Mario sudah berada di rumah dengan Vivian sejak dua jam lalu jadi dalam masalah ini pasti ada kesalahan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 186 Episodes
Comments