The End Of Poor Omega
Itu adalah judul buku terakhir yang di baca oleh Vivian sebelum dirinya bertransmigrasi kedalam buku itu sendiri dan menjadi karakter Alpha Wanita yang tidak berani melawan balik kakak sepupunya.
Dalam plot cerita di awal, Vivian (pemilik asli) merupakan cucu ke tiga yang lahir dari sepasang Alpha Dominan dan Omega lemah karena kesehatannya yang memang suka memburuk.
Dalam buku di ceritakan bahwa Vivian hanya memiliki seorang ayah tunggal. Ibunya meninggal ketika dia baru berusia 5 tahun, Itu sekitar 11 tahun yang lalu. Setelah kematian Ibunya, Ayahnya menyibukkan dirinya di perusahaan hiburan yang dia bangun sendiri, berkat impian besar sang mendiang Istri.
Karena sibuk dengan pekerjaannya, Ayahnya tidak pernah memperhatikan Vivian lagi. Ayahnya juga lebih banyak melakukan perjalanan bisnis keluar kota, ini menyebabkan Vivian menjadi tidak dekat dengan keluarganya.
Di lain tempat Kakeknya hanya sibuk memperhatikan Kakak sepupunya yang merupakan Omega dominan, sama seperti ibunya. Stella Alisher kakak sepupu Vivian yang usianya hanya berbeda 1 tahun saja.
Stella selalu di manja oleh Ibu dan kakeknya, semuanya hanya karena sejarah keluarga dimana pasangan dari pendahulu mereka adalah seorang Omega dominan meskipun dalam gender yang berbeda.
Karena hal ini hubungan keduanya tidak pernah baik, tubuh Vivian itu lembut dan rapuh, sementara Stella dia lebih mendominasi. Tuan tua selalu merasa bahwa cucu terakhirnya tidak akan pernah memiliki harapan untuk bertahan hidup.
Siapa yang akan menyangka ada hari dimana semuanya akan mengejutkan atensi Tuan Tua Alisher. Dalam alur novel, kebenaran tentang gender kedua Vanilla baru terbongkar ketika nyawanya sudah di ujung tanduk *Tedong.
^^^Tedong\=Kerbau^^^
^^^(Bahasa Toraja)^^^
Vivian (tubuh asli) pindah ke sekolah yang sama dengan Stella atas perintah gadis itu. Menjadi babu di sekolah, yang harus menuruti semua keinginannya. Pertemuan pertama Vivian dengan protagonis wanita terjadi pada saat pulang sekolah satu Minggu setelah kepindahannya.
Protagonis wanita membantu Vivian untuk membersihkan dirinya setelah habis di ganggu oleh Stella dan kawannya. Sejak saat itu, Meski tahu dirinya lemah Vivian tetap membulatkan tekadnya untuk melindungi protagonis wanita.
Konflik dalam plot cerita novel terjadi pada sepupunya, protagonis wanita dan protagonis pria seorang Alpha Dominan. Didepan protagonis Pria Stella selalu berpenampilan seperti teratai putih kecil yang rapuh, selalu membalikkan fakta atas tindakannya pada protagonis wanita.
Pada sisi lain karena Stella dan protagonis pria adalah kekasih masa kecil, protagonis pria dibutakan oleh wajah polos kecilnya. Selalu membelah perbuatan Stella dan memberikan pelajaran pada protagonis wanita tanpa alasan.
Puncaknya terjadi ketika Stella merancang kecelakaannya sendiri, dalam kondisi patah tulang sehingga harus bertahan di atas kursi roda dengan wajah pucat takutnya sebagai rencana busuk dari protagonis wanita untuk membalas dendam.
Vivian mengumpulkan bukti untuk membongkar semua kebohongan sepupunya Stella, namun sayang pada malam bukti itu terkumpul, Stella sudah bergerak lebih cepat meracuni makanan Vivian dengan dosis tinggi.
Setelah kematian Vivian, itu di susul oleh kematian Protagonis wanita. Stella adalah penyebabnya, tubuh protagonis yang kurus dan lembut itu terkapar di bawah lantai mansion protagonis pria. Setelah kematian Protagonis Wanita, barulah polisi yang menangani kasus kematian Vivian menyebarkan bukti rekaman yang di temukan di bawah lemari kamar.
Ending dari ceritanya, protagonis pria berlutut di depan tubuh dingin protagonis wanita, menangis sejadi-jadinya. Dia mengunjungi makan protagonis wanita setiap saat sampai pada akhir tuanya.
Disisi lain karena bukti kejahatannya terungkap Stella berakhir di penjara. Bibi Vivian selaku ibu Stella menangis histeris hingga pikirannya terguncang, pamannya membalik punggungnya dan tidak ingin mencampuri urusan hukum.
Setelah ditinggal oleh putrinya, Ayah Vivian lebih banyak berdiam diri di rumah, meringkuk di dalam kamar Vivian sambil memandangi bingkai foto mereka di mana wajah mending istri dan anaknya tersenyum bahagia.
Memikirkan kembali apa yang akan di hadapi oleh Vanilla kedepannya, dia jadi tidak bersemangat. Maka dari itu dia mencoba untuk membuat tiga catatan penting:
...1. Berteman dengan Protagonis wanita...
...2. Meningkatkan cinta keluarga ...
...3. Jauhi dengan protagonis pria...
Ditambah dengan catatan paling penting:
...1. Satukan Protagonis pria dan protagonis wanita agak bisa pulang...
...2. Satukan Protagonis pria dan protagonis wanita agar mendapat imbalan...
...3. Satukan Protagonis pria dan protagonis wanita agar bisa kaya...
Vivian bangun dari tidurnya karena mendengar pintu yang dibuka. Vivian hanya memandang malas pada seorang pria tua yang sialnya memiliki wajah mirip dengan mendiang kakeknya, Thomas Alisher.
Pada dunia asalnya kakek Vivian adalah mantan angkatan udara. Kakeknya meninggal pada usia 70 tahun karena faktor usia dan penyakit jantung yang dia miliki.
Melihat cucunya bangun Tuan tua itu berjalan mendekat dengan tersenyum. Vivian menatapnya dengan bingung, bukankah kakek pemilik tubuh asli adalah tipe orang yang licik?
Tuan Tua tersenyum padanya dengan lembut. Jika bukan karena wajahnya yang mirip dengan mendiang kakeknya Vivian pasti sudah akan mencibir '*Dasar pria tua berbulu domba, berselimut rubah.'
^^^*Idiom^^^
"Apa kau merasa baik? Katakan jika ada yang terasa buruk"
Melihat wajah tuanya yang mengerut, Vivian jadi ingin menipu mereka sebentar. Maka dari itu, dengan wajah bingung dan memegang kepalanya seperti linglung, Vivian berkata; "Tidak apa, aku baik. Uhm... Tuan siapa kau dimana Ibuku?"
Tuan Tua, "!!!"
Wajah tua itu terkejut, Vivian masih dalam aktingnya. Sangat kebetulan sebelum dia dibedakan mejadi Alpha Wanita, Feromon miliknya tidak terkendali belum lagi karena serangan dari Feromon milik Stella. ah jangan lupa kepalanya sempat dibenturkan oleh Stella ke dinding rumah mereka. Kejadian ini terjadi sebelum Stella ikut-ikutan pingsan karena kepalanya yang pusing. Tuan tua menekan bel untuk memanggil dokter untuk kembali memeriksa kondisi Vivian.
"Nona, Boleh aku bertanya siapa namamu?" ucap dokter.
"Aku Vanilla, ada apa paman?"
"Apa kau mengenal orang tua itu?" Dokter menunjuk ke Tuan Tua.
"Uh'm.... Ah, aku tahu."
"Kau mengenalnya?"
Vivian menggeleng, "Tidak, tapi aku yakin dia pasti Ayahmu."
Tuan Tua, dengan wajah menghitam, "..."
Setelah melakukan pemeriksaan Dokter mengatakan pada Tuan Tua, "Jangan khawatir, ini hanya gejala ringan. Perbanyaklah waktu kalian bersama."
Dokter meninggalkan ruangan, Tuan tua memandangi Vivian dengan sedih dan sedikit bersalah karena sebelumnya tidak pernah memperhatikan cucu bontotnya ini.
"Istirahatlah, tidak perlu terlalu banyak berpikir. Ketika kondisimu sudah membaik kita akan kembali ke rumah."
"Baik, uhm... kakek"
Tuan Tua meninggalkan ruang kamar inap Vivian, selama satu hari ini Tuan Tua lebih banyak menghabiskan waktunya di rumah sakit untuk menjaga Vivian dan mengabaikan Cucu lainya.
Di rumah mereka, setelah kabar tentang hasil pemeriksaan Vivian keluar dan mengejutkan semua orang, Stella mengurung dirinya di dalam kamar dan sang ibu mencoba untuk menghiburnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 186 Episodes
Comments
zzz
aku orang Bugis kak
2024-02-24
1
Priani Prihatin
Agak bingung dengan sebutan2 pritagonis pria, pritagonis wanita, tubuh asli... (sebut nama saja)
2022-05-26
0
Hanny Clarista
iya sih suka sama ceritanya gak usah lah protagonis protagonis gitu dibilang mending langsung namanya aja kan simple dan lebih mudah dimengerti saran aja Thor ya
2022-04-14
0