Setelah jam sekolah selesai, Vivian merapikan peralatan tulisnya. Hari ini dia tampak sangat lelah karena ulah Chihuahua, yang nakal. Chihuahua sangat aktif sehingga berulang kali lepas dan lewat di depan ruang kelas Vivian.
Heran memang, anak anjing kecil pendek itu bisa menaiki tangga. Bagaimana cara dia melakukannya? Oh, tentu saja karena Chihuahua sudah menjadi sistem. Dia tinggal berperilaku manis didepan pelajar yang dia temui dan pelajar itu akan menolongnya menaiki tangga.
Jadi setelah Chihuahua kembali ke pos satpam, dia langsung lepas lagi setelah Vivian pergi. Chihuahua tidak suka di ikat dan lagi sistem 001 tidak pernah mengakui bahwa sekarang dia adalah hewan peliharaan manusia. Jadi dia pergi ke ruang kelas Vivian dan menunggunya sampai jam pulang berbunyi.
Sepulang sekolah, Vivian dan kedua temannya tidak kembali ke apartemen, melainkan ke rumah besar. Tuan tua memanggil mereka dengan alasan makan malam bersama, ketiganya langsung kembali setelah sekolah berakhir.
Ketika dia berdiri, Vivian baru menyadari bahwa tampang Liam dan Kendra sedang buruk, mereka sama-sama punya luka lebam di wajahnya. Dia tentu saja terkejut, dan mengingat plot baku hantam keduanya di kamar mandi lantai satu. Dalam buku aslinya, setelah Liam mendengar kejadian di kafetaria dia pergi ke klinik untuk mengecek kondisi Kesya.
Ketika dia tiba disana, Kesya sedang tidur dan dia melihat wajah Kesya merah seperti bekas tamparan. Pikirannya langsung tertuju pada Kendra, memberikan semua kesalahan pada alpha dominan itu. Di katakan bahwa Liam sampai berkeliling sekolah, pelajar terus memperhatikannya dan mengerti kondisi.
Omega yang berlalu-lalang di koridor langsung kembali ke ruang kelas mereka. Untung saja, jarak kamar mandi dan ruang kelas itu cukup jauh, sehingga jika terjadi pertarungan feromon mereka bisa tetap aman.
Dalam bukunya, di tuliskan bahwa keduanya bertarung menggunakan Feromon di kamar mandi dan langsung baku hantam. Meski pada akhirnya pertarungan itu tetap di menangkan oleh Kendra karena status gennya di atas milik Liam.
Ketika tiba di rumah besar, hanya ada pelayan yang berlalu lalang. Paman dan ayah Vivian belum kembali, sementara Bibi Vivian masih berada di kamarnya melakukan beberapa pekerjaan. Pelayan memberi salam pada mereka dan mengatakan bahwa Tuan tua sudah menunggu kedatangan mereka di ruang kerja.
Vivian dan kedua temannya menuju ruang kerja yang ada di lantai tiga. Mengetuk pintu dan menunggu Tuan Tua mempersilahkan mereka masuk. Tuan tua duduk di kursinya menatap sebuah bingkai foto menampilkan wajah mendiang nenek Vivian.
“Kalian sudah kembali?” suara tuan tua nampak lembut dan wajahnya juga jauh lebih segar dari biasanya. Tuan tua meletakkan bingkai foto itu di tempatnya sebelum menatap ketiga anak muda di depannya.
“Iya, kakek. Apakah kakek rutin menggunakan resep yang aku sarankan?” Vivian bertanya, karena khawatir dengan kondisi kesehatan Tuan Tua Vivian mengatur beberapa porsi makanan untuknya.
“Ya, jauh lebih baik dari sebelumnya, bagaimana sekolah kalian hari ini?” Tuan tua memandang Vivian, menunggu tanggapannya.
Vivian senyum, dan berkata bahwa hari ini seperti biasa, semua baik-baik saja jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan. Tuan Tua mempercayainya, meskipun dia sendiri juga sudah tahu apa yang terjadi di sekolah, karena mendapat laporan dari Mario tadi.
Tidak bisa dia percaya bahwa cucu perempuannya menggertak cucu perempuan lainnya. Untung saja Stella tidak menggunakan Feromon untuk menyerang Vivian, dan hanya sebuah gertakan serta siraman botol jus.
Jadi Tuan tua memikirkan hal ini dan mengambil kesimpulan bahwa Stella tidak bisa menerima karena Vivian di perbolehkan tinggal di luar rumah sementara dia harus tinggal di rumah besar, belum lagi perubahan yang mungkin saja masih mengejutkan Stella.
Tuan tua memnsgkulminya, memang benar awalnya mereka juga dikejutkan dengan perubahan gender kedua Vivian. Tapi jika di pikirkan memang seharusnya sejak awal status kedua Vivian adalah Alpha, mengingat putranya Alexis seorang Alpha dan menikah dengan Ibu Vivian dengan gen Omega lemah.
Jadi sejak pemeriksaan pertama kali pada usia 5 tahun, itu seharusnya mengalami kesalahan pemeriksaan. Vivian lanjut berkata karena khawatir Tuan tua tidak akan percaya padanya, “Hanya ada insiden kecil di sekolah tadi, aku teledor dan tidak sengaja menabrak seseorang sehingga botol jus miliknya tumpah ke wajahku.”
“Oh, baiklah. Setelah ini ganti pakaianmu, dan tinggallah untuk makan malam bersama.”
Mendengar kata makan malam Mario jadi senang, Vivian juga jadi bersemangat sehingga dia tidak memperhatikan Chihuahua yang sudah mengintip di sela pintu.
“Aku akan memasak, Nila bantu aku nanti di dapur.”
“Tidak, tidak. Jangan biarkan dia mengacau di dapur.”
“Aku bisa melakukannya tahu.”
“Sudah kalian, biarkan Vivian mengaturnya sendiri. Kalian cukup menunggu saja, agar tidak merusak masakan cucuku.”
Nila dan Mario, “...”
Vivian hampir melupakan hal yang paling penting. Dia kembali memandangi Tuan Tua dan berkata, “Kakek, aku punya permintaan. Bisakah kakek mengurus pendaftaran ku di pusat pelatihan. Feromon?”
Tuan Tua mengangguk setuju dan berkata, “Tentu saja, aku akan meminta bantuan bibi mu untuk melakukannya.”
Vivian mengucapkan terima kasih dan setelah itu dia pamit untuk keluar dari ruang kerja. Chihuahua mengikuti mereka menuruni tangga, di lantai satu pintu utama langsung terbuka.
Ternyata itu Ayah dan paman Vivian, Alexis melebarkan tangannya dan Vivian berlari memeluk ayahnya. Setelah makan pagi bersama terakhir kali, Vivian tidak bertemu dengan ayahnya hampir dua Minggu karena tuntutan pekerjaan. Belum lagi Vivian sekarang tinggal di apartemen jadi, itu membuat mereka juga jarang bertemu.
“Bagaimana sekolahmu?” Alexis bertanya, dia mengelus puncak kepala Vivian dan mencium kening putrinya.
“Semua baik-baik saja ayah.”
“Dimana kakakmu? Apakah dia belum kembali?”
Vivian memperhatikan dan mencoba untuk mengingat kembali, lalu menggeleng dan menatap pamannya, “Maaf paman, aku tidak tahu.”
“Kelas omega biasanya lebih dulu pulang dari kelas Beta dan Alpha, Tuan muda pertama,” Nila tiba-tiba berbicara dan memberitahu paman Vivian, sehingga paman mengangguk dan berpikir bahwa Stella mungkin sedang bersama dengan teman-temannya.
Vivian tidak tahu Nila mendapat ide itu dari mana, sebenarnya jam pulang mereka itu sama. Faktanya, sejak Vivian meminta seseorang untuk membawa Stella pergi ke klinik sekolah, dia tidak memeriksanya lagi. Lagi pula, Vivian tahu kalau saat itu Stella juga sedang berakting, jadi Vivian merasa bahwa seharusnya Stella baik-baik saja.
Setelah dua jam berlalu, pintu utama tiba-tiba dibuka. Ibu Stella berteriak menjatuhkan majalah yang dia baca dan membuat semua orang melongo ke arah pintu, Disana Stella berdiri dengan penampilan yang kotor dan berantakan, pakaiannya penuh dengan saos dan kecap, rambutnya tampak lengket karena jus dan itu membuatnya sangat bau.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 186 Episodes
Comments
N'Dön Jùañ Shakespeare
memakluminya
2023-10-31
0
Hasan
ayo dikasih nobel akting buat stella🤣🤣
2022-09-11
0