Suara riuh terdengar dari segala penjuru Kafetaria, semuanya membahas tentang cucu Tuan Tua Alisher, Vivian yang baru saja di pindahkan ke sekolah internasional ini karena keterlambatan dalam pembeda status gender keduanya. Para pelajar berbisik-bisik, meski wajah yang terpampang di majalah beberapa hari lalu tidak terlalu jelas karena di ambil dari jarak yang jauh.
Pelajar di Kafetaria sudah melihat Vivian pagi tadi, dan baru saja mantan Omega itu menyelesaikan keributan antara pihak Stella si bunga sekolah dan Kesya. Beberapa juga mulai berbisik tentang hubungan Vivian dan Stella, ada yang mengetahui dengan tidak sengaja karena berita di majalah bisnis dan koran membahas tentang Keluarga Alisher yang akhirnya mendapatkan keajaiban, sehingga melahirkan seorang Alpha.
Mario dan Nila saling memandang sebelum kembali melihat Vivian. Gadis mantan Omega itu sedang asik menyesap jusnya. Menyadari tatapan dari kedua temannya, Vivian menghentikan aktivitasnya dan balik memandangi keduanya.
“Ada apa?” tanya Vivian.
“Apakah kau mengenal kedua gadis tadi?” Nila Bertanya, di ikuti anggukan Mario.
“Salah satu diantara mereka adalah saudaraku. Kalian tidak melihatnya terakhir kali.”
Pada hari kedatangan Vivian di rumah, Stella mengurung dirinya di dalam kamar, ditemani oleh Ibunya. Dia sama sekali tidak mau keluar, Paman dan Ayahnya berada di ruang keluarga, Vivian duduk tepat di depan keduanya, ada Mario dan Nila juga.
“Sekarang kamarmu sudah pindah ke lantai tiga. Asisten akan mengantarmu ke atas, pergilah untuk beristirahat. Kau masih harus pulih sebelum masuk ke sekolah.”
Vivian saat itu hanya mengangguk saja dan mengikuti asisten rumah tangga. Mario dan Nila juga ikut bersamanya, tiba di lantai dua itu sangat sepi. Tiba di kamar mereka tidak banyak banyak berbicara, hanya saling berbagi tentang beberapa hal, seperti bagaimana kehidupan di tempat pelatihan feromon?
Vivian mengetahui bahwa Mario dan Nila sudah sebatang kara, mereka berdua ditemukan di tempat yang berbeda oleh Tuan Tua dan Tuan Tua meminta putrinya yang kebetulan mengurus tempat pelatihan feromon itu untuk menampung keduanya.
Kondisi istimewa yang di katakan oleh Tuan Tua di rumah sakit adalah kondisi tubuh keduanya. Nila adalah seorang gadis yang baru berusia 17 tahun, dia adalah Beta wanita biasa yang entah pada suatu hari tiba-tiba memiliki Feromon, seperti Alpha dan Omega. Ini membuat Bibi Vivian dan pemeriksa lainnya kembali meneliti keanehan yang terjadi pada Nila.
Setelah melakukan pemeriksaan lebih lanjut, mereka menemukan bahwa meskipun Nila menghasilkan Feromon, dia sama sekali tidak memiliki siklus panas seperti pada umumnya, jenis feromon miliknya juga unik sehingga bisa membantu meredakan siklus panas Alpha maupun omega.
Kondisi ini langkah dan jarang sekali di temukan. Tuan tua memilih Nila untuk berada di sisi Vivian, sebagai antisipasi jika Vivian tiba-tiba memasuki siklus panasnya, Nila bisa membantu meredakannya.
Mario sendiri adalah seorang Alpha, usianya satu tahun lebih tua dari Vivian. Mario memiliki kekebalan terhadap bau Feromon sejak kecil, dia sama sekali tidak terpengaruh terhadap bau Feromon, setelah melakukan percobaan di dua ruangan yang berbeda yang masing-masing dipenuhi oleh feromon omega dan Alpha.
Bibi Vivian berkata bahwa tubuhnya bekerja seperti seorang Beta, tapi jenis feromon yang di miliki oleh Mario hampir setara dengan jenis feromon pada alpha dominan, itu cukup kuat untuk merobohkan Alpha tingkat biasa.
Vivian baru bertemu dengan Stella saat sarapan pagi hari tadi, itupun mereka tidak saling bicara. Di masa lalu, Stella tidak akan pernah melepaskannya meskipun itu di rumah, dan tidak ada yang peduli pada Vivian asli. Sekarang semuanya seperti berbalik, dan hal itu yang tidak pernah di bayangkan oleh Stella.
“Apakah gadis yang kau tolong tadi?” Mario bertanya setelah lelah berpikir.
“Itu gadis yang memulai konflik tadi.l, namanya Stella seusia denganmu.”
“Eh, maksudmu gadis yang pandai berakting tadi?”
“Iya, sudahlah. Ayo ke kelas 10 menit lagi bel akan berbunyi.”
Mereka beranjak dari Kafetaria dan langsung menuju ke ruang kelas mereka. Ruang kelas Nila ada di lantai dua dekat dengan tangga, ketika mereka mengantar Nila teman sekelas Nila langsung berbondong-bondong mengerumuninya dan bertanya banyak hal tentang anak kelas Alpha, terutama tentang Vivian.
Mereka bertanya apakah benar sebelumnya Vivian adalah omega yang terabaikan? Apakah benar Vivian dan bunga sekolah dari kelas Omega adalah saudara? dan masih banyak lagi, tapi Nila abaikan dan hanya menjawab seperlunya saja.
Ketika Vivian tiba di kelas, kerumuman yang sedang membuat keributan langsung diam. Dua alpha Wanita datang menariknya dan mengajaknya untuk duduk bersama. Sementara Mario kembali ke mejanya dan bergabung dengan anak laki-laki lain.
Tidak lama, Liam yang baru saja sampai di kelasnya langsung menghampiri Vivian. Ini membuat teman kelas lainnya agak terkejut, Seorang Liam yang merupakan rumput sekolah yang paling sering ribut dengan Kendra karena banyak hal, tiba-tiba datang dan duduk tepat di depan Vivian. Vivian mengernyit, dia agak bingung karena antagonis novel bisa datang padanya dan bukannya mengganggu protagonis pria.
Liam menarik napasnya dan berkat, “Terima kasih atas bantuan di kafetaria tadi.”
Semua orang, “!!!”
Setelah berkata seperti itu Liam langsung kembali ke tempat duduknya, meninggalkan Vivian dan dua gadis tadi yang masih tercengang. Seorang Liam Alexander baru saja mengatakan terima kasih?Apakah ini mimpi?
Liam mengucapkan terima kasih, Vivian tiba-tiba berpikir bahwa antagonis novel ini sebenarnya tidaklah jahat. Dia tidak mungkin mengucapkan terima kasih jika dia benar-benar buruk seperti yang di gambarkan di dalam novel aslinya.
Seharusnya dalam plot setelah membawa Kesya pergi, Liam seharusnya kembali dan menggertak Stella, sehingga menimbulkan konflik lain dengan Kendra. Namun sekarang, kedua karakter ini berada di kelas dan sama sekali tidak ada keributan.
Sistem tiba-tiba muncul, [Selamat tuan rumah, sudah menyelesaikan misi sampingan untuk awal plot, poin di tambah +1 total poin untuk sekarang 11]
Vivian, “Ada misi sampingan?”
Sistem tersenyum senang, [Tentu saja, setiap misi akan memiliki satu sampai dua tugas sampingan.]
Vivian kegirangan, “Apa itu artinya aku mendapatkan bonus?”
Sistem membuang mukanya, [Tuan rumah harap di ingat bahwa misi sampingan tidak memiliki hadiah, karena poin yang di miliki tidak besar.]
Vivian, “ Berapa poin untuk masing-masing tugas?”
[Tugas di setiap awal plot +5, tugas sampingan Plot +1, Tugas Keluarga +5. Keberhasilan tugas utama poin' di tambah +10, kegagalan di setiap misi poin dikurang -5 ]
Vivian, “Hei, bukankah usahaku akan sia-sia jika poin ku di kurangi? Kau mau menipu ku!”
[Tuan rumah harap tenang, ini sudah aturan dari pusat.]
Vivian, “...”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 186 Episodes
Comments
clarissa diva
kurang kata "a"
2023-08-02
0
Muliandari
aku mau nanya antagonis dan protagonis pria nya itu Liam atau kendra
2022-05-03
1