Setelah melakukan pembicaraan yang panjang, Stella yang merasa bahwa dirinya sudah salah langkah karena membawa Vivian dalam masalah ini, menjadikannya tidak karuan dan memiliki rasa takut, karena kakek, paman serta ayahnya sejak tadi seperti sudah menaruh curiga padanya.
Ketiga Alpha dewasa dirumah itu ingin mencoba untuk mendorong Stella agar gadis omega mereka mau mengatakan kejadian yang sebenarnya. Bagaimanapun juga Mario dan Vivian sudah ada dua jam lebih awal di rumah dari pada Stella, pakaian Stella yang kotor karena saos dan kecap itu saja masih belum mengering sepenuhnya.
Sebenarnya ini tidak kakan menjadi rumit jika Ibu Stella tidak menargetkan Mario tadi. Karena keadaan yang semakin merugikan dirinya, Stella pun meminta untuk pamit ke kamarnya agar bisa membsrishkan dirinya.
Tuan tua memperhatikannya, mengatur napasnya lalu berkata; “Kalau begitu kalian bisa bubar, ah untuk makan malam nanti akan diurus oleh Vivian. Bahan makanan sudah di sedikan oleh pengurus rumah.”
Vivian yang mendengar hal itu hanya mengangguk, lalu pamit untuk segera menuju dapur di ikuti oleh Nila, sementara Mario memiliki tugas untuk menjaga Chihuahua agar tidak berlarian dan merusak segalanya.
Stella masuk kedalam kamarnya dan langsung membersihkan dirinya. Setelah semuanya bersih, Stella kemudian masih tidak bisa merasa tenang. Dia bahkan sudah beberapa menit berjalan kesana-kemari hanya untuk memikirkan kejadian yang menimpahnya hari ini.
Hari ini Stella oambat keluar dari kelasnya karena tugas piket harian, meksipun dia tidak banyak membantu. Ketika dia berjalan ke arah parkiran sekolah, seseorang tiba-tiba menutup matanya dan membawanya ke sebuah ruangan.
Stella tahu bahwa ruangan itu pasti masih ada di area sekolah, jadi lokasinya pasti di gudang. Tempat sepi yang sangat jarang di kunjungi orang. Mata Stella di tutup dengan kain hitam dan tangan serta kakinya di ikat di sebuh kursi.
Kejadiannya seperti terjadi dengan tiba-tiba, orang yang melakukan ini padanya tidak langsung berbicara, melainkan orang itu langsung menyirami dirnya dengan kecap lengket dan saos tomat.
Tidak sampai disitu, Stella juga meredakan bahwa sesuatu sudah mulai mengalir di atas kepalanya. Campuran ketiga aroma itu membuat Indra penciumannya terganggu, dan kondisi lengket karena kecap dan saos pada seragamnya membuatnya jadi tidak nyaman.
Sehingga Stella dengan tubuh yang gemetar bertanya pada orang tersebut; “Kau, kau, siapa kau! Lepaskan aku!”
Stella mengatakannya dengan berteriak, namun orang itu sama sekali tidak mau mendengarkannya. Tidak lama Stella merasakan dagunya di sentuh dan di angkat, sentuhan itu agak kasar sehingga Stella merasakan sedikit rasa sakit.
Orang itu berkata banyak hal padanya sebelum mengatakan tujuan yang sebenernya dia di perlakukan seperti ini, orang ini berani mengancamnya dengan berkata;
“Aku peringatkan padamu untuk tidak menargetkan Kesya lagi, jika kau masih melakukannya dan menceritakan kejadian ini pada orang lain, aku pastikan kau pasti akan mendapatkan lebih dari sekedar kecap lengket.”
Bulu kuduk Stella merinding, pantas saja dia mencium rasa manis, ternyata itu adalah kecap dan dua bahan lainnya lagi. Tetapi ketika mendengar suara orang ini, Stella jadi tertegun. Suaranya terasa familiar dan aura yang di miliki olehnya adalah seorang Alpha. Stella kemudian mengingat satu-satunya Alpha yang berani memarahinya adalah teman sekelas Kendra.
“Kau!!!”
“Diamlah, aku hanya membalas apa yang kau lakukan padanya. Kecap dan saos sebagai pendamping soup ayam yang kau tumpahkan, dan jus jeruk senmbagai insiden beberapa Minggu lalu.”
Terkejut, Stella di balik penutum matanya membulatkan matanya. Dan mulai berpikir, dari mana orang ini mengetahui semuanya? Apakah selama ini dia sudah di awasi? Selama dia menggunggu Kesya, Stella merasa sudah melakukannya dengan sangat baik.
Dia tidak pernah berpikir bahwa seseorang sudah diam-diam mengawasi melakukannya. Pada akhirnya Stella kembali bertanya padanya, “Apa yang kau mau?”
Stella mendengar suara tawa yang menggelegar dari Liam, kemudian Stella kembali bertanya padanya; “Apa, katakan apa yang kau mau? Aku, aku pasti akan mengabulkannya. Asal tolong lepaskan aku sekarang.”
Liam mencengkram kuat dagu Stella, dan semakin tertawa. Kemudian Stella mendengar Liam berkata, “Aku tidak membutuhkan apapun, aku hanya mau kau menjauh dari Kesya. Jika tidak...”
Gluk...
Stella menelan salivanya dengan sudah, tubuhnya mulai gemetar menunggu kalimat terakhir yang yang ingin di katakan oleh Liam. Kemudian dia merasakan sebuah nafas di dekat telinganya, di susul dengan suara Liam; “Semua orang akan mengetahui kebohongan mu. Omega dominan, keturunan langkah keluarga Alisher.”
Deg!!!
Jantung Stella kemudian berdetak tidak karuan, Dari mana orang ini mengetahui rahasianya? sejak kecil dia sama sekali tidak pernah mengatakan hal ini pada siapapun. Pikirannya kemudian untuk sesaat memikirkan Vivian, sepupunya.
Stella merasa bahwa Vivian sudah membuka kedoknya di depan orang ini, namun kemudian dia kembali berpikir bahwa itu juga tidak mungkin. Vivian sekarang bukanlah Omega, dan juga urusan Alpha dan Omega itu tidak bisa sembarang di campuri.
Keduanya tidak memiliki persaingan seperti sebelumnya dan juga Stella tidak pernah melihat Liam dan Vivian banyak berkomunikasi, keduanya tetap berada pada zona masing-masing. Dan lagi pula, keduanya juga belum lama saling mengenal. berdasarkan hal ini, Vivian sudah tidak mungkin menjadi pelakunya.
Jadi siapa yang patut dia curigai?
Kesya?
Berbicara tentang gadis omega yang satu ini, membuat Stella menggertakkan giginya ketika pikirannya kembali mengingat nama Kesya. Gadis dengan status omega dengan Feromon rasa Vanilla susu ini, memiliki gen yang lemah seperti miliki Vivian sebelumnya.
Pertemuan pertama Kesya dan Kendra di gerbang sekolah ketika awal semester di tahun pertama, membawa Stella Kembali mengingat momen pertama pertemuan mereka di taman kanak-kanak.
Kendra membantunya dan selalu melindunginya karena alpha satu ini mengira bahwa dirinya adalah omega dengan gen yang lemah, dia memiliki rasa takut ketika mengetahui Kendra menolong seorang omega.
Stella takut jika kehadiran Kesya akan bisa merebut perhatian Kendra dan menggeser posisinya. Sehingga setiap kali Stella memiliki kesempatan yang bagus, dia pasti akan langsung menargetkan Kesya. Sehingga reputasi Kesya menjadi jelek di mata semua orang.
Stella kemudian mengambil ponselnya dan menelpon Kendra, setelah panggilan tersambung Stella kembali menangis dengan pilu seperti yang dia lakukan tadi. Di seberang ponselnya, Kendra yang mendengar tangisan Stella, tentu saja menjadi panik. Karena hari ini Kendra tidak pulang bersama dengan Stella seperti biasanya.
Jadi Kendra merasa bahwa sesuatu mungkin saja telah terjadi pada Stella hari ini, sehingga diapun bertanya dan meminta Stella untuk mengatakan semuanya. Namun Telinga Kendra hanya mendengar Stella mengatakan bahwa Kesya kembali menargetkannya dengan mengirim seseorang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 186 Episodes
Comments
N'Dön Jùañ Shakespeare
merasakan
2023-10-31
0
senja
wah padahal Liam beneran tau dr Vivi, wkwk
2022-01-25
3