Kicauan burung yang berasal dari ponsel miliknya membangunkan Vivian dari tidurnya, dia melihat jam weker di samping tempat tidurnya, itu masih menunjukkan pukul 06.00 pagi, ini sesuai dengan jam bangunnya di dunia sebelumnya.
Vivian Terbiasa bangun pagi untuk membantu ibunya menyiapkan sarapan dan menyiapkan bahan-bahan dan menu yang akan mereka tawarkan di warung makan rumah mereka. Vivian keluar dari kamar yang terletak di lantai tiga rumah tersebut.
Dengan penerangan yang minim, Vivian menurut ke arah dapur dan mengambil bahan di lemari pendingin untuk dia masak. Rumah besar itu masih terlihat sepi, karena ini masih sangat pagi untuk bekerja.
Vivian memasak beberapa menu makanan sesuai dengan bahan yang ada. Tidak ada perbedaan antara bahan makanan dunia ini dengan dunia aslinya, semuanya sama. Yang membedakan adalah harga jualnya karena bahan makan di sini dikirim dari perkebunan yang sama dengan proses perawatan yang menggunakan teknologi.
Setelah Vivian menyelesaikan kegiatan memasaknya itu sudah hampir pukul 07.00 pagi. Pelayan yang biasanya bertugas di dapur terkejut ketika melihat Vivian berada di sana sedang membereskan panci dan peralatan masak. Vivian menyadari kedatangan pelayan tersebut sehingga dia tersenyum padanya.
“Selamat pagi, Bibi Am. Aku sudah menyelesaikan masakan ku, Bibi hanya tinggal meletakkannya di ruang makan. Aku akan Ke atas dulu untuk bersiap,” Ucap Vivian.
Bibi Am dengan sedikit ragu menatap ke makanan lalu menganggukkan kepalanya. Bibi Am sudah lama bekerja dengan keluarga Alisher, dan dia sama sekali belum pernah melihat Vivian menyentuh dapur. Jadi ketika pagi ini dia menemukan dapur sudah di jamah oleh Vivian itu membuatnya tidak percaya.
Bibi Am membawa satu-persatu sajian yang sudah di masak oleh Vivian. Tidak lama penghuni rumah besar pun mulai berkumpul, Tuan tua mengamati makanan yang tersaji di atas meja makan. Biasanya mereka hanya akan sarapan dengan roti dan susu untuk sarapan pagi, tetapi di atas meja makan sekarang ada ayam tulang lunak, telur rebus, sup ayam, serta beberapa jenis buah.
Tuan Tua,“Mengapa hari ini kau memasak, apakah persediaan roti sudah habis?”
“Maaf Tuan tua, yang menyiapkan sarapan saya. melainkan Nona Vivian,” Bibi Am menjawab dengan kepala menunduk.
Tuan Tua dan keluarga, “!!!”
Vivian adalah yang paling terakhir menuju meja makan. Ketika dia berjalan mendekat ke meja makan, semua mata menatapnya. Vivian mengernyitkan dahinya, seperti ingin berkata ‘Apa yang terjadi? Apakah makannya tidak enak?’
“Vivian, sejak kapan kau belajar memasak?”
“Sudah lama, aku biasa melakukannya ketika aku tiba-tiba lapar. Apakah makannya tidak enak?” Vivian bertanya untuk meminta pendapat mereka. Tuan Tua tersenyum dan menggeleng untuk menjawab.
“Makanannya enak, kau mungkin bisa membuka bisnis baru untuk keluarga kita di masa depan.”
[Tugas sampingan, Menumbuhkan ikatan dalam keluarga poin ditambah +5 Total poin sekarang 65]
Vivian, “Hei apa yang aku dapatkan jika berhasil menyelesaikannya?”
Sistem tersenyum, [Renovasi pada warung makan anda.]
Vivian, “...”
“Sangat hebat, aku tidak tahu kau menuruni keahlian Ibumu, iyakan Alexis?” Excelo memuji keahlian Vivian.
“Iya kak, apakah kau mau ikut kelas memasak? Ayah bisa mengaturnya untukmu.”
“Tidak perlu, aku tidak membutuhkannya.”
Stella yang hanya menunduk dan tidak menyentuh makanannya langsung beranjak dan pamit untuk berangkat sekolah lebih awal. Dia tidak bisa tahan mendengar pujian yang diberikan untuk Vivian, Setelah selesai makan Vivian juga berpamitan untuk segera berangkat bersama dengan Mario dan Nila.
Ketika Vivian tiba di sekolah dan baru saja keluar dari mobil, pandangan para pelajar langsung mengarah padanya. Mereka mulai berbisik-bisik tentang Vivian yang baru saja di bedakan, sehingga Tuan tua Alisher memindahkannya ke sekolah ini untuk bergabung dengan kelas Alpha. Sekolah Vivian sebelumnya adalah sekolah khusus Omega.
Pelajar 01, “Apakah dia Alisher yang baru saja di bedakan? Dia sangat kurus.”
Pelajar 02, “Itu wajar, karena sebelumnya dia adalah Omega.”
Vivian menghiraukan ucapan mereka, dia berjalan bersama Mario dan Nila untuk bertemu dengan kepala sekolah. Setelah urusan dengan kepala sekolah selesai, mereka mengikuti Seorang guru yang akan mengantar mereka ke ruang kelas.
Guru tersebut mula-mula menjelaskan tentang ruang lingkup sekolah. Dan Vivian jadi mengetahui bahwa setiap kelas di bagi kedalam tiga kelas sesuai dengan Gender kedua mereka.
Lantai pertama untuk bangunan sekolah adalah kelas omega, Lantai dua kelas Beta dan Lantai tiga adalah kelas Alpha. Guru yang bertugas tersebut mula-mula mengantar Nila ke kelas Beta, barulah setelah itu menuju ke pantai terkahir untuk mengantar Mario dan Vivian.
Kelas Alpha lebih di dominasi oleh anak laki-laki, Alpha wanita di kelas Vivian hanya ada beberapa orang saja, itu tidak banyak di tambah dengan kehadiran Vivian kelas mereka sekarang berjumlah lima orang untuk wanita dan lima belas sisanya adalah Alpha pria.
Guru yang sedang mengajar memoersikahkan Vivian dan Mario untuk masuk ke kelas. Guru yang mengantar mereka tadi pamit untuk segera menuju ke ruang kelas tempat dia akan mengajar.
“Baiklah mohon perhatian untuk semua. Kelas kita mendapatkan tambahan anggota. Dia Vivian Alisher, baru saja di bedakan jadi Kalian bisa membantunya untuk beradaptasi.”
“Guru apakah dia adalah Vivian Alisher yang itu? Aku melihatnya di koran beberapa hari lalu, dia menaiki jet pribadi si rumah rumah sakit.”
Vivian, ‘Hei, apakah orang-orang dari kantor berita itu sangat kepo?’
“Hum, apakah kau tidak melihat wajahnya?”
“Aku tidak fokus pada gambar, aku hanya membaca artikelnya saja.”
“Sudah-sudah, biarkan mereka duduk dulu. Kalian bisa melanjutkannya nanti,” Guru menghentikan mereka untuk mengobrol.
“Ah, hampir lupa. Anak laki-laki ini bernama Mario, nah kalian berdua bisa duduk di kursi ketiga dekat jendela.”
Mario dan Vivian, “Baik guru.”
Mario dan Vivian menuju ke meja mereka. Vivian mengamati kelas baurnya dan menemukan bahwa ruang kelasnya itu sangat luas, lebih luas dari ruang kelas di dunia aslinya. Vivian teman-teman sekelasnya sama sekali tidak memperhatikan penjelasan guru. Kelompok anak laki-laki sibuk bermain game di bawah meja mereka, sementara kelompok anak perempuan sibuk bergosip.
Mario, “Ada apa?”
Menggeleng, Vivian tidak ingin menjawabnya. Dia kembali fokus pada penjelasan guru. Ketika jam istirahat berbunyi, kelas tidak masih dalam keadaan yang tenang tidak ribut seperti biasanya. Tetapi kondisi dengan cepat berubah, ketika dua orang pemuda yang duduk di meja berbeda sama-sama berdiri dan itu menjadi pusat perhatian Vivian.
“Siapa mereka? Mengapa kelas berubah jadi tegang?”
Anak laki-laki di depan meja Vivian berkata, “Tidak usah pikirkan mereka, keduanya sudah seperti itu sejak pertama kali masuk sekolah.”
Anak perempuan di belakang meja Vivian, “Mereka Kendra Leonard dan Liam Alexander. Ayahku berkata bahwa keluarga mereka adalah rival yang terus bersaing sejak lama.”
Vivian, “!!! Sistem mengapa aku berada di kelas yang sama dengan mereka?”
Sistem, [Tuan rumah, pengaturan ruang kelas anda bukan urusan kami. Tanyakan itu pada kakek anda.]
Vivian, “Kirim aku kembali ke duniaku!”
Sistem, [...]
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 186 Episodes
Comments
clarissa diva
semangat ya😊
2023-08-02
0
clarissa diva
ini juga ada typo "baru"
2023-08-02
0
clarissa diva
"mempersilahkan"
2023-08-02
0