Teman-teman sekelas Vivian yang baru mulai membicarakan Vivian ketika pengajar baru saja keluar dari ruang kelas mereka. Ini baru satu hari Vivian bersekolah dan dia sudah langsung menarik perhatian semua orang. Terlambat di bedakan adalah kondisi langkah yang hanya terjadi pada manusia di dunia ini.
Umumnya ketika seorang bayi baru lahir, dokter sudah akan langsung memeriksa jenis gender keduanya, pada saat kelahiran Vivian itu seharusnya Alpha mengingat kedua orang tuanya adalah Alpha dominan dan Omega lemah (faktor kesehatan).
Tetapi saat itu hasil yang di dapatkan oleh mereka adalah Omega dengan gen rendah, dokter mengatakan bahwa Vivian tidak mungkin bisa bertahan hidup dengan kondisi seperti itu. Sehingga ini membuat Tuan tua tidak memperhatikannya, di lain sisi ayah Vivian juga adalah orang yang gila kerja terutama ketika kematian sang istri.
Mereka tidak sangka bahwa Vivian adalah satu dari 1000 orang yang mengalami terlambat dibedakan. Perubahan gender dari omega ke Alpha membuat Vivian yang sebelumnya hanya memiliki satu gender, kesulitan.
Teman sekelas 1, “Hei, bagaimana rasanya dibedakan pada usia ini?”
Teman sekelas 2, “Dia pasti sangat terkejut kan? Aku dengar sebelumnya dia tidak diperhatikan dengan baik,”
Teman sekelas 4, “Itu karena sebelumnya dia omega dengan gen lemah. Belum lagi jika melihat dari sejarah Alisher, keluarganya pasti menyesal karena tidak memperhatikan dia sebelumnya.”
Teman sekelas 3, “Sangat sulit menjadi seorang Alisher. Untung saja aku terlahir dari keluarga biasa saja. ”
Teman sekelas 5, “Hei jika kau membutuhkan sesuatu atau ada hal yang ingin kau ketahui, tanyakan saja pada kami. Kau masih sangat kaget, karena tiba-tiba menjadi Alpha. Dan oh, iya. Kau juga belum bisa mengendalikan Feromon mu kan? Feromon Alpha lebih kuat dari feromon omega. Jadi kau harus banyak berlatih.”
“Iya, aku tahu. terima kasih,” Ucap Vivian.
Pembicaraan mereka terhenti ketika protagonis dan Antagonis novel sama-sama berdiri dari duduknya. Keduanya saling bertatapan, Vivian berpura-pura seperti tidak mengetahui keduanya.
Dalam buku aslinya, hanya dijelaskan bahwa Antagonis semakin lama terus menerus menargetkan Stella sehingga membuat protagonis pria mengira bahwa Kesya berada di balik segala hal yang menimpah Stella, meminta bantuan pada antagonis pria untuk mengganggu kekasih kecilnya.
Setelah semua kejahatan Stella terungkap beberapa hari setelah kematian Vivian, dan keluarga Alisher menutup mata mereka pada Stella, Kendra berlutut di depan makam Kesya, menangis meminta maaf. Tidak di jelaskan secara lengkap dari mana Liam mengetahui tindakan Kendra, sehingga membuat nyawa Kesya melayang, Kendra di akhir cerita mendekam dibalik jeruji atas tuduhan penganiayaan terhadap omega.
Status Omega di kota ini dihormati dan berada di bawah perlindungan pemerintah, meskipun Beta lebih mendominasi jumlah, Hubungan keterikatan antara alpha dan omega tidak dapat di hindari. Alpha wanita membutuhkan omega laki-laki untuk berkembang, dan jumlah omega laki-laki tidak setara dengan jumlah omega perempuan.
Setelah menyelesaikan semuanya dan memberikan keadilan pada Kesya, Liam memutuskan untuk melanjutkan kuliahnya di luar negeri dan tidak pernah kembali ke kota ini.
Keluarga Leonard bangkrut karena para investor dan klien membatalkan kerja sama mereka.
Vivian melihat dua orang pemuda yang baru dia ketahui tadi. Jarak meja mereka jauh, dan sepertinya keduanya tidak saling berbicara. Keduanya memalingkan kepala mereka bersamaan, Liam keluar kelas lebih dulu barulah lima menit kemudian Kendra ikut keluar.
Mario melirik Vivian dan berkata, “Mengapa kau terus menatap mereka? Kau tidak mungkin tertarik pada alpha kan?”
“!!!” Terkejut, Vivian balik menatap Mario dengan mengernyit. Bukankah jika dia tertarik dengan alpha, itu sama saja dengan memiliki kelainan seksual?
Mendengar pikiran ini membuat Sistem menggelitik perutnya, [Tuan rumah, Apakah kau tertarik pada kaummu?]
Vivian, “Hei, bisakah kau diam. Apa ada tugas yang harus aku selesaikan?”
[Ting! Ting! Satu tugas baru, selamat tuan rumah]
“Apa tugasku?”
[Menyelesaikan keributan di kafetaria, sehingga protagonis wanita bisa dibawah pergi.]
Vivian, “Hanya itu? Apa kau serius,mengapa sangat mudah?”
Sistem berkata, [Karena ini plot awal]
Vivian melihat Mario dan mengajaknya untuk ke kafetaria karena lapar, mereka menuju ke kafetaria dan menunggu kedatangan Nila. Kelas Beta biasanya selesai lebih lambat dari kelas Alpha dan Omega. Jam istirahat mereka juga mengambil waktu 45 menit, karena kelas Beta yang lambat itu membuat mereka hanya memiliki waktu 30 menit.
Kafetaria tampak sangat ramai sesuai dengan namanya, Vivian kedua temannya duduk di salah satu tempat dimana jaraknya tidak jauh dari pintu utama. Vivian terus memperhatiakan Stella dengan seksama, Stella duduk bersama dengan Kedua temannya.
Dari arah depan, Vivian melihat Kesya yang berjalan dengan segelas jus jeruk miliknya. Kesya sedang mengecek tempat yang kosong, dimana sekiranya dia bisa menikmati jus jeruknya. Kesya tidak memperhatikan bahwa Stella dan teman-temannya berada di dekat meja yang akan dia tempati.
Kesya berjalan mendekat melewati Stella yang sudah memperhatikannya. Rambut Kesya panjang dan terurai indah di belakangnya. Stella menarik rambut Kesya sehingga gadis itu terjungkal ke belakangan.
Dia menatap ke arah Stella dan terkejut. Sejujurnya Kesya sama sekali tidak pernah mencari masalah dengan Stella, jadi sampai sekarang dia tidak mengerti mengapa Stella selalu menargetkannya. Dia baru mengenal Stella pada awal tahun ajaran baru pada tahun pertama tahun lalu, kelas mereka juga berbeda. Jadi Kesya merasa seharusnya dia tidak pernah memprovokasi Stella.
Kesya tidak seperti pelajar lainnya, dia berasal dari keluarga biasa. Berhasil masuk ke sekolah internasional ini juga karena beasiswa, dia tinggal bersama dengan Ibunya yang hanya karyawan di toko pakaian.
Jadi bagaimana bisa?
“Uh, lihatlah gadis ini. Wajahnya tampak lembut, tapi apa kalian tahu kemarin aku melihatnya berbelanja bersama dengan sugar Daddy-nya di salah satu toko pakaian,” Stella berkata dan tersenyum menatap meremehkan pada Kesya.
Salah satu teman Stella ikut berbicara, “Aku tidak bisa membayangkannya, apakah kau sudah di tandai? Usia mu masih sangat muda.”
Kesya hanya diam menunggu mereka selesai agar dia bisa pergi, pandangan kafetaria semuanya tertuju pada mereka, Kesya menunduk tidak ingin memperhatikan padangan tersebut, namun Meski dia melakukannya punggungnya masih dapat merasakannya.
Itu tertusuk seperti jarum.
Seorang teman Stella menyenggol Stella dan mengatakan untuk berhenti karena dia melihat Kendra sedang berjalan menuju Kafetaria. Stella tersenyum senang dalam hati dan memperhatikan Kendra, Setelah Kendra tepat berada di pintu Stella memulai aksinya.
“Sebentar lagi akan dimulai,” ucap Vivian, sehingga kedua temannya jadi bingung. Vivian, Nila dan Mario memperhatikan kejadian itu. Stella mengubah mukanya seperti orang yang baru saja di gertak, Dia meraih tangan Kesya dan menumpahkan jus jeruk itu tepat di wajahnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 186 Episodes
Comments
clarissa diva
kurang kata "dan"
2023-08-02
0
senja
jadi disini cwe kl tertarik sm cwo yg sama2 Alpha, itu kelainan, gitu kan?
2022-01-25
3