Kendra dan Stella sebenarnya adalah kekasih kecil, mereka selalu berada di sekolah yang sama sejak berada di taman kanak-kanak. Pertemuan pertama mereka terjadi di ruang kelas, saat itu Stella lembut dan pendiam. Dia susah bergaul dengan anak-anak lain, Kendra datang menemaninya dan seiring berjalannya waktu mereka menjadi teman.
Vivian sendiri tidak pernah berada di sekolah yang sama dengan Stella. Stella tidak ingin berada satu sekolah dengan Vivian, karena itu Tuan tua yang selalu menyayangi Stella mengabulkan permintaannya dan memasukkan Vivian ke sekolah omega biasa. Kendra tidak mengetahui bahwa Stella memiliki saudara perempuan, dia tidak ingin membahasnya.
Seiring pertumbuhan mereka, Stella diam-diam menumbuhkan perasaannya pada Kendra. Dia percaya bahwa suatu hari nanti Kendra akan mengikatnya melalui tanda, sehingga akhirnya mereka akan terus bersama. Dia juga percaya bahwa Kendra peduli padanya dan memiliki perasaan yang sama dengannya.
Tetapi setelah tahun pertama Sekolah Menengah Atas dimulai Stella jadi meragukan kepercayaannya, karena melihat Kendra membantu Kesya di pintu gerbang, yang saat itu sangat ramai. Mulai sejak saat itu, Stella diam-diam menargetkan Kesya dan membuat Kesya tampak jelek di mata Kendra.
Kendra adalah tipe orang yang hanya percaya pada apa yang matanya lihat. Jadi ketika dia melihat Stella yang sudah gemetar dan menundukkan kepalanya dengan mata bunga persik yang mulai memerah, Kendra langsung menghampiri lokasi. Temannya mengikutinya dari belakang.
Kendra menarik tangan Stella dan membawa gadis itu kedalam pelukannya. Didalam pelukan Kendra, Stella tersenyum senang. Wangi feromon Kendra yang maskulin dengan campuran aroma woody, black pepper, dan citrus. Kendra memeluknya dan mengusap kepala Stella, dia tidak peduli jika pakaiannya jadi kotor karena jus jeruk yang ada di wajah Stella.
Stella melemahkan tubuhnya dan balas memeluk Kendra, masih dengan terisak. Kendra menatap Kesya, matanya merah karena marah. Kesya takut padanya, bagaimanapun juga Kendra adalah Alpha dominan. Tubuh Kesya ikut gemetar karena rasa takut, jadi dia menundukkan kepalanya enggan menatap mata tajam Kendra.
Kendra tidak tahu bahwa Stella adalah gender Omega tipe dominan. Kendra hanya tahu Stella adalah Omega dengan tipe rendah (lemah). Tetapi, ini diketahui diam-diam oleh Liam, dia juga tahu warna asli Stella, sudah sekian kali Liam menemukan Stella yang selalu menggertak Kesya lebih dulu. Alpha satu ini sudah sejak tadi menonton pertunjukan membosankan itu, jadi Liam menghampiri mereka, menarik tangan Kesya dan ingin membawa pergi Kesya dari sana. Akan tetapi, Kendra tidak membiarkannya.
“Minta maaf,” suara Kendra tajam dan dingin, matanya terus memandang ke arah Kesya. Tubuh Kesya gemetar, takut. Dengan tanpa sadar, Kesya mengeratkan genggaman tangannya pada tangan Liam.
“Aku bilang, minta maaf! Minta maaf pada Stella.”
“Ken, aku gak papa. Kesya gak salah, aku yang gak lihat jalan tadi,” suara lemah Stella terdengar di telinga Kendra.
“Gak bisa, gimanapun tidak seharusnya dia ngelakuin itu Sam kamu.”
Liam menggertakkan giginya melihat sikap Kendra. Apakah matanya sudah buta dan tidak bisa melihat kebenaran? Meskipun mereka kekasih kecil, perilaku manusia pasti akan berubah seiring berjalannya waktu. Tetapi Kendra sepertinya memang memiliki masalah pada penglihatannya, sehingga membuat Liam sangat kesal padanya.
Sial!
Liam tidak bisa menahannya lagi, “Yang seharusnya minta maaf itu, kelinci busuk mu. Kau selalu terlambat ke tempat kejadian, sehingga matamu jelek mu itu selalu buta.”
“Apa kau bilang?! Coba katakan lagi kalau berani?”
“Mata jelek mu selalu buta, itu fakta. Dan semua orang juga tahu itu, kau selalu melindungi kesalahannya. Apa kau menyukainya? Kalau Iya, tandai dia sekarang. Agar jika ada yang berani mengganggunya, Feromon mu akan melindunginya.”
“Kau... Jangan bawa-bawa feromon ku disini. Dan lagi aku hanya percaya pada apa yang aku lihat, sekali pun itu salah paham tidak seharusnya dia menumpahkan jus pada Stella. Tubuh Stella sudah lemah sejak kecil, dia...”
“Dan kau percaya ucapannya? Dia...”
“Aku minta maaf, tapi aku tidak akan mengatakan maaf atas sesuatu yang tidak aku lakukan,” Suara Kesya membuat suasana jadi sunyi. Kendra menatap tidak percaya pada Kesya, baru kali ini Kesya berbicara saat dalam situas seperti ini.
“Kau...”
Dari mejanya, Vivian tersenyum seperti melihat drama series siaran langsung anak remaja. Mario mengernyit dan ikut menonton dengan Nila.
“Gadis itu pandai berakting, jika dia terjun ke dunia hiburan dia pasti akan terkenal.”
“Tapi sayang dia omega, mungkin akan sulit baginya.”
“Ya, Aku setuju. Eh, Vivian kau mau kemana?”
“Menyelesaikan keributan, Aku akan segera kembali.”
Vivian bangkit dan ikut bergabung kedalam drama siaran langsung tersebut. Penghuni Kafetaria memandangnya, Liam, Kendra, Stella dan Kesya meliriknya. Hanya Kesya yang belum mengenal Vivian, jadi dia bingung ketika Vivian menghampiri mereka.
Tatapan Vivian tertuju pada Lian, dia tersenyum lalu melirik ke arah Kesya dan berkata, “Bawa dia pergi, disini terlalu banyak alpha, tidak akan baik untuknya.”
“Ah!” Liam terkejut, dia menatap Vivian sebentar lalu mengangguk dan membawa pergi Kesya dari sana.
Stella menatapnya dan menggertakkan giginya karena ulah Vivian. Pada hal dia baru beberapa hari menjadi alpha, tapi sudah berani ikut campur dengan urusannya. Sisi lain, Kendra juga menatapnya dan seperti menyadari ada sesuatu di antara Vivian dan Stella yang tidak dia ketahui.
Vivian balik menatap Stella tanpa berkata apa-apa. Antagonis satu ini sangat pandai berakting, dia mungkin bisa jadi ratu film di dunia aslinya. Sistem 001, yang mendengar pikiran tuan rumahnya ikut tertawa.
[Tuan rumah, selamat sudah menyelesaikan tugas awal plot. Poin ditambah +5, total poin keseluruhan 10. Kumpulkan terus lebih banyak poin untuk mendapatkan hadiah lainnya.]
Vivian, “Apa itu artinya aku dapat hadiah?”
[Ya, selamat anda mendapatkan peralatan masak untuk penyelesaian misi plot awal. Barang akan langsung di kirim ke rumah anda di dunia asli, gratis tanpa pajak.]
“Hm, hanya itu? Dan ah, aku ingin bertanya bagaimana jika ibuku mencari aku dan astaga aku juga harus mengembalikan buku milik temanku?"
[Jangan khawatir tuan rumah, nama anda sudah kami hapus dari kartu keluarga. Ibu dan teman-teman anda tidak akan mengingat anda.]
“Bagaimana jika aku tidak kembali, aku tidak mau memiliki dua gender.”
[Selama protagonis wanita dapat disatukan dengan protagonis utama, anda pasti akan pulang.]
“Kalau begitu aku tidak perlu khawatir lagi, selanjutnya apa tugasku?”
[Sistem akan memberitahu jika sudah disediakan.]
Vivian pun meninggalkan Stella dan Kendra untuk kembali ke meja teman-temannya. Stella dan Kendra menatap balik pada Vivian dan melihat punggung Vivian yang semakin menjauh.
...Keterangan: ...
...Mulai sekarang tulisan miring adalah komunikasi antara Vivian dan sistem 001 ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 186 Episodes
Comments
clarissa diva
seperti biasa protagonis pria asli itu sumbu pendek.
2023-08-02
1
clarissa diva
ada kata-kata yang kurang seperti kata "sam".
2023-08-02
0
clarissa diva
Kesya dan Liam sepertinya mereka cocok jadi pasangan.
2023-08-02
0