Kendra berjalan di belakang Vivian dan Mario, dia terus mengikuti keduanya. Stella sudah memperhatikan Kendra sejak tadi, dia jadi berpikir untuk apa Kendra terus mengikuti Vivian dan orang yang bernama Mario itu?
Keduanya adalah alpha, jadi tidak mungkin Kendra yang seorang Alpha dominan Penasaran dengan kedua orang tersebut. Sejak Vivian pindah ke sekolah yang sama dengannya, Stella diam-diam mengawasi Vivian juga..
Bagaimana pun Vivian adalah mantan Omega, meski sekarang dia sudah menjadi Alpha tidak menutup kemungkinan dia mungkin bisa berubah kembali menjadi Omega. Namun selama seminggu pengawasannya terhadap Vivian, Stella tidak mendapatkan hal yang aneh.
Keduanya bahkan tidak pernah berbicara. Stella melihat Kendra berdiri di dekat ruang kelasnya, sehingga Stella menghampirinya dan berperilaku manis sehingga pelajar yang memperhatikan mereka mengira bahwa Kendra memang sedang menunggu Stella untuk pergi makan siang bersama.
Stella berjalan mendekati Kendra dan langsung memeluk lengannya. Itu membuat Kendra terkejut, tetapi ketika dia tahu bahwa gadis yang memeluk lengannya adalah teman masa kecilnya, Kendra membiarkannya saja.
Kendra Leonard, adalah pangeran sekolah berstatus Alpha dominan. Tidak ada satupun omega wanita yang tidak menyukainya, ini juga termasuk Kesya. Sejak Kendra membantunya pada tahun pertama sekolah menengah, dia sudah diam-diam menyimpan perasaan pada Kendra.
Setelah Stella tidak sengaja melihat kejadian itu, dan tidak sengaja mendengar rumor bahwa Kesya menyukai Kendra, Stella langsung mulai menargetkan Kesya. Sehingga Kesya tidak mau mau jika sampai perasaannya di ketahui oleh Kendra.
Karena dirinya yang selalu di targetkan oleh Stella, itu membuat teman-teman sekelasnya bahkan satu sekolah tidak ingin berteman dengannya. Hanya Liam yang mau berteman dengannya, dan juga Liam selalu diam-diam menjaga Kesya.
Kendra kemudian bertanya pada Stella, “Ada apa?”
Stella tersenyum manis dan sangat bersemangat, “Apa kau sudah lama menunggu ku? Ayo ke Kafetaria bersama. Aku sudah lapar.”
“Hm, baiklah ayo pergi.”
Kendra pergi bersama dengan Stella ke kafetaria, dia juga sudah kehilangan jejak Vivian dan Mario jadi dia memutuskan untuk menghentikan kegiatannya untuk sesaat dan ikut bersama dengan Stella ke Kafetaria.
Hingga sekarang pun, Kendra tidak pernah menolak setiap permintaan Stella, dia sangat menyayangi Stella seperti adik perempuannya sendiri, sehingga sampai sekarang dia selalu memiliki kewajiban untuk melindungi Stella dan tidak membiarkan gadis itu di ganggu.
Wajah polos, lemah lembut dan tubuh lemahnya membuat Kendra menumbuhkan rasa untuk selalu melindungi Stella. Dari sejak di taman kanak-kanak hingga sekarang, keduanya selalu berada di sekolah yang sama. Para Pelajar di sepanjang koridor memperhatikan keduanya dan mulai berbisik-bisik.
Pelajar 1: “Mereka adalah pasangan yang serasi bukan?”
Pelajar 2: “Iya, kau benar mereka sangat cocok.”
Pelajar 3: “Iya, Stella sangat beruntung karena mendapatkan Alpha seperti Kendra ”
Stella tersenyum di sepanjang jalan menuju ke kafetaria, senyumnya tidak pudar. Tujuan utama Stella di sekolah adalah untuk menunjukkan kepada dunia bahwa, Kendra Leonard hanyalah miliknya. Kendra peduli padanya, dan selalu menjaganya. Dia adalah satu-satunya gadis yang berdiri di samping Kendra, jadi tidak ada yang bisa meragukannya lagi.
Pelajar 6: “Memang benar mereka tampak serasi, tapi aku biasa tidak sengaja mendengar rumor buruk tentangnya.”
Pelajar 7: “Rumor buruk? Ada yang seperti itu?”
Pelajar 6: “Aku mendengar bahwa dia sebenarnya adalah lotus hitam, kelinci hitam yang menyamar sebagai kelinci putih kecil lembut.”
Pelajar 7: “Jangan berkata sembarangan jika tidak ada bukti. jika ini sampai ke telinga Kendra, kau bisa mampus.”
Pelajar 6: “Aku tahu, aku tahu. Aku tidak akan berbicara lagi.”
Mendengar ini Stella diam-diam menggertakkan giginya, siapa yang sudah berani menyebarkan rumor buruk tentangnya? Iya, meskipun itu sepenuhnya bukan rumor saja, tetapi sekarang dia sedang bersama dengan Kendra.
Stella diam-diam melirik ke arah Kendra, dia lalu bernapas lega ketika mendapati ekspresi Kendra yang tidak mengalami perubahan. Wajahnya tampan dan masih tetap datar seperti biasanya, dia tampak malas entah karena suatu hal. Tetapi selama Kendra percaya padanya dan tidak meragukannya, Stella akan bisa tetap merasa tenang.
Suatu hari nanti ketika Kendra siap, pemuda itu pasti akan membuat tanda kepemilikan di kelenjar belakang lehernya, Stella percaya hari itu akan segera datang. Dari sisi pemuda yang satu ini, Kendra senang melihat Stella yang bahagia, dia terlihat lucu dan mirip seperti adiknya, sehingga terkadang Kendra akan ikut tersenyum melihatnya.
Kafetaria terlihat ramai hari ini, setibanya disana Kendra memperhatikan sekitarnya namun kedua orang itu belum ada disana. Seingat Kendra, tadi dia me dengar bahwa Vivian dan Mario akan menuju ke Kafetaria setelah mengantar bulu kecil pendek kembali ke pos satpam.
Mungkinkah mereka belum kembali?
Kendra menggelengkan kepalanya, mengapa dia harus memikirkan kedua orang asing itu? Mereka bahkan tidak dekat dan tidak pernah berbicara. Kendra menenangkan pikirannya, di depannya ada Stella yang sedang memandangnya. Bisa-bisa gadis satu ini akan bawel jika dia di abaikan lagi. Dia akan mengatakan apa saja yang ada di dalam pikirannya dan membuatnya pusing karena berisik.
Kendra memesan makanan, sementara Stella menunggunya. Stella sangat menyukai jus strawberry dan cake strawberry, Kendra sudah menghapal baik apa saja yang di sukai dan tidak di sukai oleh Stella. Kendra membelikan sepotong cake tersebut dan meletakkannya di depan Stella.
Hari ini Stella banyak senyum, perasannya sangat bahagia karena mendapat perhatian dari Kendra. Kedekatan keduanya membuat para pelajar di kafetaria menjadi iri pada Stella. Ada banyak Pelajar yang sedang makan memperhatikannya lagi dan mulai kembali saling berbisik.
Pelajar 01: “Aku sudah bilang, mereka pasti bersama.”
Pelajar 02: “Mereka bersama tapi itu belum tentu, selama ini hanya Stella yang mengkonfirmasi. Kendra tidak pernah melakukannya.”
Pelajar 3: “Mungkin saja dia tidak mau menyebarkannya.”
Pelajar 5: “Apa kau pikir seperti itu?”
Pelajar 3: “Tentu saja.”
Kendra masa bodoh dengan sekitarnya, dia bahkan tidak tahu sudah sebanyak apa rumor yang tersebar tentangnya dan Stella. Sambil menikmati cake dan jusnya, Stella mengedarkan pandangannya namun tidak menemukan sepupunya di kafetaria, hanya seorang gadis Beta yang biasa bersama Vivian. Nila duduk di tempat biasa dan menunggu kedua temannya datang.
Stella akhirnya beralih dari sana dan melihat Kesya sedang berjalan ke arah stand sup dan bakso. Stella terus memperhatikannya, sehingga otaknya Kembali mendapatkan ide jail untuk mengerjai Kesya.
Kesya kebetulan akan melewati meja Stella sehingga pada saat jaraknya sudah dekat, Stella memanjangkan kakinya sehingga tubuh Kesya jadi tidak seimbang. Para Pelajar memperhatikan mangkuk sup ayam itu melayang dan mengenai pakaian Kendra.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 186 Episodes
Comments
supayam_555
HAHAHAHAHA DIANGGAP SEBAGAI ADIK DOANG TPI STELLA NYA ANGGAP LEBIH GIMANA TUHH
2023-12-08
1
Cristine
hahahaha kasian kali kau stella cuman diangep adik
2022-06-02
3
senja
Liam suka Kesya kah? kok mau mbantuin? sisi dia dicap antagonis karna vs protagonis aja kah?
2022-01-25
1