setelah selesai di paris mereka ke turki untuk menemani angga perjalanan bisnis seperti biasa menginap di hotel bintang lima dan marsya pun ingin bejalan jalan melihat kota istanbul
"mas boleh ya jalan jalan" marsya seperti sudah biasa mengucapkan kata 'mas' pada angga
"kebetulan mulai pertemuaan besok jadi sekarang aku bisa menemani kamu jalan jalan" kata angga
"ah tau gini mening tidur aja" dalam hati marsya berkata
"sayang kok diam mau jalan kemana" tanya angga
"ga tau saya ga kenal kota ini" ucap marsya wajahnya berubah menjadi tidak senang
"ya sudah kita ke kebab restoran selain kebab nya enak pemandangan nya juga bagus" ucap angga
"ya" ucap marsya muram
mereka berempat berjalan menuju ke kebab restoran dan selama di jalan dengan angga marsya murung malik melihat marsya aneh biasanya bila jalan dengan malik dia ceriah dan banyak bercerita juga tersenyum kenapa dengan angga marsya merasa tertekan dan banyak diam
"sepertinya benar perkataan marsya" dalam hati malik berkata
"sayang kamu mau nambah lagi kebab nya" ucap angga
"engga makasih" ucap marsya
"kita ke diskotik aja mau ga sayang" ajak angga
"eh engga engga ngantuk cape pusing kepala aku mas" ucap marsya memegang kepalanya
"ya udah nanti aja kalau sudah beres kerjaan aku ya kita ke diskotik" ucap angga
marsya menarik nafas dan mereka kembali ke hotel
pagi hari sedang sarapan menemani angga marsya diam ingin meminta ijin untuk jalan jalan namun takut di temani angga jadi lebih baik tidur saja di kamar
"sayang hari ini mau kemana rencana nya" tanya angga
"ga tau" ucap marsya murung
"kalau mau jalan jalan di temani bodyguard aja ya aku ga bisa nemenin kamu asal makan malam sudah sampai hotel" ucap angga
"ya baik makasih mas" ucap marsya tersenyum senang
setelah angga pergi dengan riki malik dan marsya pun pergi berkeliling di kota istanbul
"akhirnya senyum juga,kamu tuh jelek kalau cemberut" goda malik
"apaan sih ya lah gimana ga cemberut jalan sama om om malu tau mana mau nya pegang tangan" ucap marsya
"pak angga ga keliataan om om loh kalau sama kamu keliataan kamu ade nya pak angga" ucap malik
"udah ah ga mau ngomongin dia mulu bete" ucap marsya
"jadi kita mau kemana" ucap malik
"kamu ga mungkin ga tau kota ini kan, bawa aku ke tempat indah dan ke cafe yang makanannya enak enak" ucap marsya tersenyum senang
"baik bos" ucap malik tersenyum senang juga
mereka berdua seperti sepasang kekasih yang sedang jatuh cinta mereka tidak menyadari bahwa hati mereka sedang proses mengenal satu sama lain dan sedang menerima satu sama lain
malik mengajak marsya menyebrangi jembatan bosphorus bridge
"indah banget ya ampun" marsya melihat hamparan sungai dari jendela mobil dan tersenyum lebar
"suka senyumnya" gumam malik melihat wajah marsya
"apa...." tanya marsya
"eeehhmmm.....ga itu jembatan nya panjang" jawab malik sambil tersenyum
sampailah mereka di emirgan park dengan hamparan bunga tulip yang indah di musim semi
"wah....malik aku suka banget bunga tulip" ucap marsya senang tersenyum lebar
malik hanya senyum senang melihat marsya bahagia di banding melihat marsya yang diam tertekan
marsya sedang melihat bunga tulip yang indah warna warni malik mengambil foto tanpa sepengatuan marsya
"malik aku mau foto di sini" ucap marsya lalu siap siap untuk difoto
"1..2..3..." ucap malik
setelah melihat bunga tulip marsya lapar seperti biasa mereka makan di restoran yang malik rekomendasi kan
"malik aku selalu senang di tempat yang kamu rekomendasi kan" ucap marsya tersenyum lebar
"sya mau liat sunset lagi ga" tanya malik
"mau...mau..." ucap marsya sedang mengunyah makanan
marsya suka sekali dengan sunset dan malik mengajak marsya ke camlica hills di sana bisa melihat kota istanbul
"malik......aku suka indah banget di sini" ucap marsya senang sekali
malik hanya tersenyum senang melihat wajah marsya tak henti bersinar setelah malam hari marsya dan malik seperti biasa pulang ke hotel
hari ketiga di turki malik dan marsya pergi ke capadocia di sana mereka menaiki balon udara dengan pemandangan lembah yang indah marsya di tawarkan belanja tetapi dia malah memilih datang ke tempat wisata di bandingkan belanja karena hanya ada satu hari lagi di turki
ponsel malik bergetar angga yang menghubungi malik
dret
dret
dret
"mana marsya" angga menelpon malik lalu memberikan ponselnya pada marsya
"halo" ucap marsya
"aku mau ke diskotik pulang nya subuh kamu ga apa2 ada acara dari partner bisnis aku" ucap angga
"ya ga apa apa mas" ucap marsya senang karena bisa mengabiskan malam di kota istanbul dengan malik
setelah menutup telpon marsya tersenyum lebar
"seneng banget nerima telpon dari mas angga" malik mengejek entah cemburu atau hanya mengejek saja
"seneng lah dia bakalan pulang subuh jadi aku bisa menikmati malam di istanbul tanpa harus menemani dia makan" ucap marsya bahagia
"mau kemana lagi" tanya malik
"aku mau ke salt bae makan steak katanya ada steak yang enak di turki milik Nusret Gokce aku pengen di taburi garam ha ha ha" ucap marsya tertawa senang
"oke" malik berkata lalu menyetir mobil menuju restoran steak
malik mengajak marsya makan malam di restoran steak yang terkenal dan selesai makan mereka bertemu dengan teman malik
"woi bro apa kabar malik" ucap teman malik
"woi toni" ucap malik
"liburan lu, siapa ini kenalin dong lik" tanya toni
"oh ya ehhmm..... cewek gue" ucap malik salah tingkah karena spontan
"wow seorang malik ternyata akhir nya pacaran juga, selamat ya namanya siapa" ucap toni
"marsya" ucap marsya senyum manis dan bingung di kenalkan kekasih oleh malik
"malik ga pernah pacaran, sekali pacaran ngajak cewek nya ke turki hebat lu lik" ucap toni
"eh toni gue duluaan ya udah malem" ucap malik tidak mau berlama lama
"oke bro eh nanti reuniaan SMA ajak ya marsya" ucap toni
"oke siap" ucap malik pergi kebetulan makannya sudah selesai
di mobil marsya senyum senyum sendiri memikirkan apa yang di bicarakan temannya malik
"kok kamu senyum senyum kenapa,ada yang lucu oh ya maaf tadi aku bilang kamu pacar aku" ucap malik
"ga apa apa tenang aja, lagiaan aku senyum karena liat kamu cowok kaku ternyata kalau sama teman nya lu gue ya jdi gaul nih" ucap marsya tertawa kecil
malik hanya diam senyum menggaruk kepalanya salah tingkah
"apa betul malik belum pernah pacaran masa sih" kata marsya dalam hati
"wah udah malem,ngantuk tapi aku ga mau pulang" ucap marsya tersenyum
"pulang aja ga baik anak perawan pulang subuh" ucap malik menggoda
"apa sih kamu hahahaha" marsya tertawa ringan
di mobil menuju ke hotel marsya tertidur lelap
sampai parkiran hotel malik tidak tega mau membangunkan marsya,lalu beberapa menit marsya terbangun
"udah sampai, kenapa kamu engga bangunin aku sih" ucap marsya
"ga berani kasiaan mukanya kecapeaan" ucap malik melihat wajah marsya
setelah sampai depan kamar marsya, malik di suruh kembali ke kamarnya oleh marsya karena kasiaan hari ini malik kelelahan mengantar marsya dan marsya berjanji tidak akan melarikan diri malik tersenyum, melihat marsya tutup pintu malik pun pergi ke kamarnya untuk mandi dan tidur
selama di tempat tidur malik tersenyum senang memikirkan bercanda dan jalan jalan bersama dengan marsya, malik tidak pernah merasakan sesenang ini jalan dengan seorang wanita selama hidup malik hanya senang jalan dengan teman teman prianya tapi dengan marsya merasakan hal yang beda begitu bahagia malik rasakan
begitupun marsya sebelum tidur tersenyum memikirkan malik yang konyol dengan candaan nya, marsya kenal malik sosok yang kaku dengan wajah datar karena pengawal nya tapi setelah mengenalnya malik jadi sosok seorang yang menyenangkan untuk marsya apalagi situasi marsya sekarang jadi malik pahlawan untuk hati marsya yang kesepiaan dan sedih
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Yasmin
wah malik jadiaan aja sama marsya thor
2021-12-23
1