Angga semalam tidak pulang ke villa tapi memerintah kan Malik untuk memberikan ponselnya ke Marsya dengan syarat menelepon depan Malik tidak boleh sendiri, Marsya menyetujuinya dan mengambil ponselnya lalu dengan segera menghubungi Llinda,
"Halo Linda"
"Marsya....." kata Linda berteriak di sambut Tika dan Novi juga
"Kangen....gimana kaliaan di sana baik baik kan" kata Marsya
"Kita juga kangen lu tau Sya, kapan ke kampus lagi sebenernya lu dimana sih" kata Linda ponselnya memakai pengeras suara terdengar oleh Novi dan Tika
"Sya sebenernya lu ada di bandung atau luar kota, udah mau dua minggu loh kita ga ketemu" kata Novi
"Sya selama lu ga ada, kampus hebo Putra berantem sama Mario" kata Tika mengadu
"Satu-satu dong nanya nya, aku sebenernya ada di Dubai"
"Ah....jauh amat" Linda, Novi dan Tika kaget
"Ngapain di sana Sya" tanya Linda
"Cerita nya panjang, aku pengen pulang, di sini aku terpaksa" tiba-tiba Marsya menangis
"Sya kok nangis, haloo Sya" kata Linda tiba-tiba sabungan terputus
"Kok di tutup" kata Tika
"Mungkin habis pulsa" kata Novi
Angga sudah pulang dan mendengar Marsya menangis lalu merebut ponselnya dan menutup telponnya,
"Lain kali kalau dia nangis bahaya itu, rebut hp nya jangan diam saja" kata Angga memarahi Malik
Malik hanya diam dan mengangguk, Malik tidak suka melihat Marsya di perlakukan seperti itu dan Malik berpikir hubungan Angga dan Marsya seperti bukan calon pasangan suami istri, mengapa Marsya menangis kepada temannya di larang dan mengapa Marsya menghubungi teman dan keluarganya dibatasi.
Marsya lari masuk ke kamar dan menangis lalu mengkunci pintu kamarnya, Angga mengetuk pintu kamar Marsya dan memanggilnya
"Buka pintunya" kata Angga
Marsya tidak menjawab hanya ingin menangis dan sendiri.
Malik mulai curiga dengan tindakan Angga, namun seperti biasa Malik hanya bisa berkata dalam hati dan Malik mulai penasaran dengan siapa Marsya, apa benar tunangannya Angga.
Sampai malam tiba Marsya terbangun dengan perut lapar, Marsya keluar kamar dan melihat Angga sedang makan malam, Marsya berniat kembali ke kamar namun di tahan oleh Angga,
"Duduk, kalau tidak aku akan mengurung kamu lagi" kata Angga dengan tegas
Marsya tidak menjawab hanya duduk dan diam merasa ingin sekali menggampar wajah Angga yang sedang makan. Marsya terdiam tidak banyak bicara setelah makan aangga mengajak Marsya untuk perjalanan bisnsis nya,
"Sayang nanti rabu aku ada perjalanan bisnis ke paris lalu ke turki kamu harus ikut" kata Angga
"Tidak usah, saya di sini saja" kata Marsya sambil mengelas nafas
"Fungsi nya kamu apa di sini aku kan bawa kamu untuk nemenin aku bukan duduk manis diam di villa aku" kata Angga sambil meremas dagu Marsya dengan kasar
"Saya pengen pulang lagiaan siapa juga yang mau nemenin kamu, saya butuh hidup normal tanpa pengawal dan masuk kuliah" kata Marsya menangis emosinya belum reda lalu Marsya masuk kamar dan mengurung diri lagi
"Pokok nya kamu harus ikut perjalanan bisnis bareng aku" pekik Angga depan kamar Marsya
Malik melihat Marsya masuk ke dalam kamar dan entah kenapa perasaan Malik merasa kasiaan melihat Marsya selalu muram dan menangis.
Pagi hari Marsya pun tidak keluar kamar, Angga pergi bekerja dengan tidak menekan Marsya untuk menemani nya sarapan Angga khawatir Marsya masih emosi, setelah Angga pergi Marsya pun keluar untuk sarapan pergi ke dapur,
"Baru mau bibi bawakan ke kamar non" kata bi Ana
"Ga usah bi aku mau sarapan di kolam saja" kata Marsya membawa sarapan
Berjalan ke sisi kolam duduk di kursi santai kolam sambil melamun lalu Malik mendekat,
"Kamu baik baik saja" tanya Malik dengan lembut
"Menangis itu membuat tekenan hidup menjadi berkurang dan aku ga apa-apa selama tidak bertemu orang yang menekan aku" kata Marsya
Malik melihat wajah Marsya yang putih bersih berkilau di sinari matahari pagi,
"Kenapa harus tertekan, pak Angga baik apa yang kamu mau di kasih kamu tidak kekurangan kenapa tidak bersyukur saja" kata Malik melihat wajah Marsya
"Kebahagiaan bukan di nilai dari materi saja dan kalau melihat seseorang jangan dari penampilan luar, baik itu umum untuk semua orang tapi orang yang egois dan jahat itu tak terlihat dari luar nya" kata Marsya menjelaskan sifat Angga yang sesungguhnya
"Maksudnya... pak Angga jahat" tanya Malik
Tidak biasanya Malik ingin tahu masalah orang, biasanya dia tidak peduli selama tidak mengganggu hidupnya namun masalah Marsya membuat dia penasaran ingin tahu lebih jauh lagi,
"Menurut kamu yang nyulik anak orang itu orang baik atau jahat" tanya Marsya sambil emosi dan pergi meninggal kan Malik
Karena menurut Marsya percuma menjelaskan ke pengawalnya aangga pasti mereka bekerja sama padahal Malik tidak tau sama sekali bahwa Marsya di culik atau di paksa akan menikah dengan Angga.
Ketika sedang berjalan akan pergi ke kamar Marsya terburu-buru karena emosi lalu kaki Marsya keseleo dan masuk kolam yang ternyata kolam itu dalam untuk Marsya yang tidak bisa renang, Marsya teriak dan masuk kolam Malik menolong Marsya yang tidak sadarkan diri.
Marsya dibopong keluar kolam, Malik bingung mau membuat pertolongan pertama harus mencium bibir Marsya, Malik melihat bibir berwarna pink lalu dengan terpkasa dia mecium Marsya dengan niat memberikan pertolongan, tetapi jantung Malik berdetak kencang karena Malik belum pernah mencium wanita selama berhubungan dengan Cindy pun belum pernah menciumnya, apalagi merasakan jantungnya berdetak kencang seperti saat ini.
Marsya pun terbangun dan melihat Malik yang akan mencium bibir nya lagi, lalu Marsya batuk tersedak banyak air, duduk dan mengeluarkan banyak air dari mulutnya,
"Kamu kok ciuma aku" kata marsya menyapu bibirnya
"Engga...ga niat cium cuman nolong aja" kata Malik salah tingkah
Ketika Marsya akan berdiri kakinya terasa sakit karena keseleo lalu Malik menolongnya memapah Marsya ke sofa untuk duduk dan kakinya di pegang oleh Malik,
"Aw....sakit" Marsya meringis
"Kamu ke seleo kayanya" kata Malik
Bi Ana melihat Marsya basah kuyup lalu bertanya dengan rasa khawatir
"Kenapa non Marsya ya ampun" kata bi Ana
"Bi tolong bawakan es buat kaki nya non Marsya" pinta Malik
Bi Ana ke dapur mambawa es batu untuk mengkompres kaki Marsya yang keseleo,
"Harus di bawa ke dokter, saya telpon dulu pak Angga" kata Malik
"Jangan, ga usah nelpon dia kita ke dokter aja pake taxi" kata Marsya dan Malik tidak jadi menghubungi Angga
"Bantu aku ke kamar mau ganti pakaian dulu" pinta Marsya
Malik pun memapah Marsya ke kamarnya akan mengganti pakaian dan setelah ganti pakaiaan Malik menunggu di depan kamar Marsya, setelah selesai berganti pakaiaan Marsya dan Malik ke dokter ortopedi Malik mencari dokter lewat google, kaki Marsya di perban, setelah selesai dari Dokter mereka pulang dan sampai lah mereka berdua di villa,
"Gimana non kata dokter" bi Ana bertanya
"Ga apa-apa kok bi baik baik saja" kata Marsya
"Beneran, bibi khawatir takut di marahin pak Angga ga bisa jaga non Marsya" kata bi Ana
"Ga apa apa bi kata dokter 3 hari juga sembuh cuman keseleo biasa urat urat nya aja" kata Marsya sambil senyum
"Kata Dokter kamu jangan banyak gerak dulu jadi saya minta ijin buat menggendong kamu ke kamar" kata Malik
"Ah....ga usah" kata Marsya salah tingkah sambil berjalan menuju kamarnya
Malik pun langsung merangkul pinggang marsya dan membopongnya karena tidak tega melihat Marsya berjalan pincang
deeg
deeg
deeg
Selama dibopong jantung Marsya berdetak kencang tak karuaan nafas nya terengah engah, Marsya menggigit bibir bawahnya karena mencium aroma badan Malik yang harum dan wajahnya yang sangat dekat juga dia melihat bibir Malik yang sudah menciumnya membuat Marsya tak kuasa lalu dia menutup mata, selama berpacaran dengan Putra dia belun merasakan jantungnya berdetak kencang dan Malik adalah ciuman pertamanya walau itu hanya pertolongan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Yasmin
ada percikan cinta juga akhir nya
2021-12-08
1