Putra terbelalak kaget mendengar perkataan Marsya dan memegang tangan Marsya namun di tepis oleh Marsya,
"Aku tau kamu marah gara2 hal sepele kemarin" kata Putra
"Hal sepele menurut kamu minta tidur bareng sama aku yang bukan istri kamu hal sepele" jawab Marsya emosi
"Itu kan wajar jaman sekarang cewek mana yang ga mau tidur ama pacarnya Sya" kata Putra
"Aku yang ga mau" kata Marsya kesal
"Ya udah kalau kamu ga mau ga maksa, tapi jangan putus ya please ya sayang" kata Putra merayu
"Tapi aku sudah cape sama kamu yang cemburuaan ga jelas" kata Marsya menghelas nafas
"Itu kan karena aku sayang sama kamu Sya" jawab Putra
"Kamu pulang aja dulu aku lagi ga mau jalan-jalan" kata Marsya pergi
"Sayang kenapa sih masih marah ya" kata Putra mengejar dan memegang tangan Marsya
"Please putra aku butuh sendiri" Marsya menjawab sambil menepis tangan Putra
Marsya merasa sudah lelah dengan kekasihnya Putra yang sangat posesif, cemburu buta yang tidak jelas,
"Ya udah aku pulang tapi kamu jangan marah lagi sama aku ya" Putra memohon dengan memelas
Marsya berkata "iya" dan menutup pintu kamarnya, Putra pun pergi keluar kontrakaan Marsya, lalu teman-teman Marsya melihat keributan Marsya dan Putra dan mereka mendatangi kamar Marsya, mereka khawatir Marsya sedang menangis,
tok
tok
tok
"Sya lu ga apa apa kan" tanya Linda mengetuk pintu kamar Marsya
Lalu Marsya membuka pintu kamarnya "Aku baik-baik aja kok" jawab Marsya
"Ya udah makan siang dulu yuu Tika bawa banyak makanan tuh buat lu juga" ajak Novi
"Ya sya lu jangan sedih nanti kita bantu solusinya sekarang makan dulu" rayu Tika
Marsya pergi ke kamar Novi dan melihat makanan yang sangat banyak memenuhi meja belajar di kamar Novi,
"Banyak banget makanannya, siapa yang ulang tahun" tanya Marsya
"Sya maaf ya, tadi ada cowok nanyain no hp lu terus gue kasih, makannya gue diteraktir banyak makanan dan minuman" jawab Tika memelas khawatir Marsya marah
"Siapa cowonya" tanya Marsya sedang meneguk es coklat kesukaannya
"Namanya Riki, dia mau kenalan sama lu katanya temennya suka sama lu, ga marah kan" kata Tika dengan wajah tersenyum
"Ya udah engga apa-apa" jawab Marsya dengan tenang
"Serius lu ga marah ama Tika sya, bukannya lu takut Putra marah" tanya Linda
"Biarin lah lagiaan aku udah cape pacaran sama dia, kesempatan aku kali ya putusin dia kalau dia mukulin cowok lain lagi" saut Marsya
"Yeah Marsya ga marah" kata Tika lalu meluk Marsya
"Tapi Riki siapa ya, anak jurusan apa" tanya Marsya
"Dia liat kamu di club tadi malem sya bukan anak kampus kita" jawab Tika sedang memakan kentang goreng
"Ah...tika......." pekik Marsya
Seketika Tika, Novi, Linda kaget dengan wajah terbelalak melihat ke arah Marsya
"Kenapa sya, kan udah ga marah" kata Tika
"Gila ya kamu, itu kan cowok diskotik kalau misalkan mau niat jahat gimana" kata Marsya kesal
"Baik kok orangnya mukanya aja lucu keliataan orang baik baik" jawab Tika
"Liat orang jangan dari luarnya aja tika apalagi orang belum kenal" ucap Marsya kesal
"Ya udah gue minta maaf ya sya" rayu Tika
Marsya tidak mau memperpanjang masalah karena dia tidak suka yang namanya keributan. maka dia tidak banyak bertanya lagi tentang pria yang bernama Riki.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Sore hari di lapangan basket terlihat beberapa pria tinggi tampan sedang melakukan latihan basket
"Lik istirahat dulu ya cape nih" ucap Andi
Malik mengacungkan jempolnya dan berlari ke arah tempat duduk penonton
"Lik malem ngawal siapa" tanya Andi
"Artis" jawab Malik tanpa menyebutkan nama karena Malik tipikal pria cuek tidak peduli terhadap hal yang tidak penting dan berbicara seperlunya
Malik mahasiswa Perguruaan Tinggi terkenal di kota Bandung jurusan Arsitektur, selain berkuliah Malik bekerja juga karena dia mandiri tidak mau meminta uang jajan kepada orang tuanya, dia mempunyai teman bernama Yuda dan Andi,
"Lik si Cindy nanyain lu mulu tuh, pusing tiap ketemu mana Malik mana Malik" kata Andi sambil mengusap keringat di dahinya
"Kenapa lu menghidar terus sama cewek lu" tanya Yuda
"Mau putus" jawab Malik singkat
"Kenapa lu mau putus sama Cindy, banyak cowok yang mau pacaran sama Cindy" kata Yuda
"Cindy seksi loh Lik jangan di sia-siakan" kata Andi
"Lu mau, ambil buat lu aja" jawab Malik dengan singkat
"Eh....buset dasar lu masa ceweknya mau di kasih ke temen sendiri" kata Yuda
"Serius Lik buat gue, kalau Cindy nya mau sama gue, kaga nolak sih gue ha ha ha" Andi berkata dengan tertawa dan semua menjadi tertawa
Tanpa menjawab Malik langsung pergi meninggalkan lapangan. Cindy kekasih Malik satu kampus, namun beda fakultas saja, dia seksi tinggi Cantik cowok mana yang tidak mau di ajak jalan sama Cindy.
"Woi tunggu gue" pekik Andi
Andi dan Yuda pun berlari mengejar Malik
"Ke kosan andi Lik" ajak Yuda
Malik hanya menggangguk dan menaiki motornya Buell Ulysses XB12X warna hitam full, sedangkan Yuda dan Andi memakai motor Kawasaki Ninja, sampailah di kosan Andi ketiga pria itu bermain game PS, kepunyaan Andi. Di dalam kosan Andi fasilitas segala ada dan nyaman kamar mandi di dalam kamar dan kamarnya pun luas.
"Lik ngomong-ngomong kenapa mau putus sama Cindy, kepo gue jadinya" tanya Andi sambil bermain PS dengan Yuda
"Ribet banyak ngatur dan cemburuaan, ga suka gue tipe cewek gitu" jawab Malik sambil rebahan
"Cemburu itu bukannya tanda sayang" kata Andi
"Lik lu kan kapten basket, inget sama Siska ga adik kelas lu dia dulu Cheerleader denger-denger Siska satu kampus sama adik lu" tanya Yuda
"Lu tanya aja adik gue,gue mana tau tentang cewek-cewek" jawab Malik dengan cueknya
"Yud lu jangan tanya tentang cewek ke Malik ga akan tau cewek secantik apapun, curiga gay lu Lik ha ha ha" kata Andi tertawa dan Yuda pun ikut tertawa terbahak bahak
"Anjir kampret lu die" jawab Malik dan menjitak kepala Andi
Malik semasa sekolahnya adalah seorang kapten basket di SMA bergengsi di kota Bandung tetapi dia tipikal tidak peduli dengan wanita, banyak wanita yang ditolak oleh malik, kekasihnya pun baru satu yaitu Cindy teman kampusnya. Menjadi kekasih Cindy pun terpaksa karena Malik dijebak setelah pulang dari Klub Malik diberi minuman yang sudah Cindy campur obat perangsang dan Malik merasa harus tanggung jawab.
Sampai suatu hari mendengar pembicaraan Cindy dengan teman prianya di ponsel terbongkar lah beberapa bulan jadiaan, bahwa Cindy sengaja menjebak agar Malik bertanggung jawab, dari kejadiaan itu Malik emosi dan ingin mengakhiri hubungannya dengan Cindy, ditambah tipikal Cindy yang posesif terlalu mengatur kehidupan Malik.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Yasmin
jangan jangan malik kaka kelas aku dulu orang nya cuek juga sama cool ganteng juga hahahaha
2021-12-08
1
Varo Marvel
Malik ❤️
2021-12-07
1