Marsya pun mencoba untuk melarikan diri membuka pintu tetapi melihat ada seorang pengawal di depan kamarnya Marsya memikirkan gimana cara untuk keluar dari hotel ini. Lalu Marsya meminta untuk di bawakan makanan oleh pengawal,
"Pak saya mau makan siang bisa bawakan saya makan" ucap Marsya ke pengawal
"Maaf nona bisa telpon saja lewat layanan hotel" ucap Malik dengan wajah datar
Malik dan Marsya saling pandang lalu Marsya menutup pintu kembali dan merasa kesal,
"Perasaan pernah liat dimana ya" ucap Marsya dalam hati karena pernah bertemu malik di klub
"Aku harus gimana ya allah bantu aku" kata Marsya berdoa ingin sekali melarikan diri
tingtong
tingtong
tingtong
"Nona ini makannya" ucap Malik
Marsya membuka pintu dan membawa makannya,
"Pak sampaikan pada pria brengsek itu saya mau bicara" pinta Marsya kepada pengawal
"Baik nanti saya sampaikan" jawab malik
"Kok brengsek bukannya mereka tunangan" dalam hati Malik berkata mengerutkan dahinya
Marsya memikirkan segala cara untuk keluar dari hotel ini apapun itu akan di lakukan sebelum Marsya di bawa ke Dubai, dan terdengar bunyi bel kamar kembali, Marsya membuka pintu kamarnya lalu ada Riki yang memberi beberapa shoping bag merk ternama.
"Nona ini pakaian dan segala yang nona butuhkan"
kata Riki sedang menyimpan di sofa beberapa tas belanjaan bermerk
"Saya kan ga minta" jawab Marsya ketus
"Saya hanya di perintahkan bos Angga" jawab Riki
"Riki kamu sengaja ya deketin tika, sekarang dimana teman-teman saya" tanya Marsya dengan kesal
"Tenang saja teman-teman nona sekarang sedang di kampus sudah di bebaskan dengan keadaan selamat walafiat" jawab Riki
"Terus kapan saya di bebaskan" tanya Marsya
"Saya tidak tau itu coba tanya bos Angga, permisi" jawab Riki pergi keluar
"Tadinya aku mau memakai alesan mau pulang ke kosan untuk bawa baju gagal deh" dalam hati Marsya berkata sambil melihat beberapa tas belanjaan di sofa
Sudah 3 hari Marsya di tahan dalam kamar hotel yang mewah membuat Marsya kesal dan emosi. setiap hari Angga makan malam di kamar Marsya, Angga belum menyentuh Marsya sekali pun karena Marsya menolak dan akan berteriak, duduk saja berjarak saling berahadapan.
"Besok kita ke Dubai siap-siap untuk pergi dan kamu di jalan jangan macam-macam" ancam Angga
"Saya tidak mau ke Dubai, kamu berjanji katanya hanya semalam menemani kamu makan saja" Marsya berkata dengan emosi
"Ternyata aku menginginkan kamu untuk selamanya" Angga berkata
Marsya emosi melihat Angga mengingkari janjinya lalu Marsya meminta pulang terlebih dahulu dengan alesan ingin berpamitan dengan teman-temannya, itu rencana Marsya akan melarikan diri.
"Saya harus berpamitan dulu pada teman-teman saya dan orang tua saya mereka pasti khawatir" kata Marsya melihat ke jendela tangannya di kepal
"Riki sudah kirim pesan pada orang tua kamu, teman-teman kamu dan juga pacar kamu Putra sudah putus, jadi kamu ga usah khawatir tentang orang-orang terdekat selama kamu ga macam-macam saya tidak akan melukainya" ancam Angga
Marsya hanya terdiam sedih lalu mengeluarkan air mata namun wajahnya emosi nafasnya turun naik.
Hari berikutnya tibalah mereka di Bandara Jakarta
Marsya masih memikirkan cara melarikan diri dari Angga,
"Saya mau ke kamar mandi" kata Marsya ketus
"Silakan jangan lama-lama" jawab Angga
Tiba depan kamar mandi wanita, Marsya masuk dan memikirkan untuk melarikan diri, Marsya panik harus bagaimana sedangkan di depan kamar mandi ada pengawal yang menjaganya.
Marsya ke kamar mandi bukan untuk buang air kecil namun memikirkan akan malarikan diri, akhirnya dia memikirkan untuk melarikan diri dengan cara menukar pakiaan dengan wanita lain. Lalu Marsya melihat wanita yang baru masuk dan menyapanya,
"Mba boleh ga tuker bajunya dengan saya" tanya Marsya kepada wanita yang ada di kamar mandi
wanita itu mempunyai perawakan yang hampir sama dengan Marsya
"Memang kenapa harus tukar" tanya wanita
"Di depan ada mantan saya, saya hanya ingin menghindar saja" jawab Marsyal berbohong
Wanita itu setuju untuk menukar pakiaannya dengan Marsya, setelah melihat merk pakiaan yang Marsya pakai dan mengetahui harga pakiaan Marsya yang mahal itu.
Marsya keluar duluaan dengan pakiaan wanita lain lalu kepalanya ditundukan supaya tidak terlihat pengawalnya, setelah beberapa detik pengawalnya pun curiga lalu masuk mengecek kamar mandi dan ternyata pakiannya suda di tukar dengan wanita lain.
Beberapa detik pengawalnya mengejar, Marsya berlari sambil melihat ke arah belakang tiba tiba di depan pintu keluar bertabrakaan dengan badan pria dan Marsya pun jatuh di pelukaan pengawalnya.
Dengan wajah datar pengawalnya menyeret memegang tangan Marsya ke hadapan Angga, Marsya cemberut dan kesal kepada pengawalnya
"Lepas, jangan pegang" pekik Marsya emosi
"Sial hampir saja aku berhasil kabur"dalam hati Marsya berkata dengan nafasnya turun naik lelah karena berlari
"Kok bajunya ganti" tanya Angga melihat baju Marsya yang berbeda
"Maaf pak, nona tadi mau melarikan diri" jawab Malik
"Apa....."kata Angga kaget
"Saya ga mau ke Dubai, saya mau pulang lepaskan saya" pekik Marsya tegas kepada angga membuat kegaduhan
"Sayang malu jangan teriak nanti kita selesai kan masalah kita sesampai di Dubai" kata Angga dengan memeluk Marsya supaya terlihat seperti sepasang kekasih di depan banyak orang, Marsya melepaskan tangan Angga dengan kasar lalu Angga berbisik pada Marsya,
"Jangan macam-macam nanti teman kamu akan saya culik" acam Angga
Marsya kesal emosi, wajahnya penuh dengan kebenciaan terhadap angga dan Marsya terpaksa pasrah naik pesawat, Angga dan Marsya memakai kelas bisnis sedangkan Malik dan Riki kelas ekonomi.
Selama di pesawat Marsya diam dan pura pura tidur dia tidak mau berbicara dengan Angga,
"Sayang makan dulu" kata Angga
Marsya pun bangun karena perut nya memang lapar,
"Adik anda cantik pak" pramugari memuji
Angga tersenyum masam dan Marsya tersenyum senang,
"Makasih mba, bukan adik tapi keponakan ya kan om" ucap Marsya meledek melihat wajah angga
"Oh...." ucap pramugari senyum lalu pergi
Angga diam hanya bisa menunjukan kekesalan.
Sampailah di Dubai, selama perjalanan ke villa Angga, Marsya kagum dengan pemadangan gedung yang indah menjulang tinggi.
Sampailah di depan pagar yang tinggi dan halaman luas parkiran rumah Angga berjejer beberapa mobil mewah dengan pos satpam penjaga dan ada empat pelayan yang menyambut kepulangan Angga
"Tuan Angga sudah datang" sapa salah satu asisten rumah tangga
Walau Angga tinggal di Dubai tetapi pelayan di rumahnya dari indonesia semua supaya nyaman dan tetap berasa ada di indonesia
"Bi kamar tamu sudah siap, tolong antar nona Marsya ke kamarnya" Angga berkata
"Baik tuan sudah siap, sudah wangi dan bersih sesuai permintaan tuan Angga, mari nona ikut dengan bibi" asisten pembantu berkata
Marsya pun mengikuti asisten rumah tangga dan melihat rumah dengan perkarangan indah mewah dan modern pertama masuk ada taman yang luas lalu ruang keluarga ada tv besar, dan sebelahnya kolam renang rumah modern dengan dua lantai, di lantai satu ada dapur, kamar tamu dua dan kolam renang ruang keluarga dan dapur.
Di lantai dua ada kamar Angga ruang kerja dan rooftop lantai dua benar benar privasi tidak boleh ada orang luar yang masuk kecuali asisten rumah tangganya yang membersih kan kamar dan ruang kerja Angga.
Marsya masuk ke kamar tamu dan itu akan menjadi kamar dia untuk entah berapa lama, dekorasi kamar yang mewah modern dan dipan nya modern ada ruang wardrobe yang minimalis juga kamar mandi dengan bathtub putih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Yasmin
kesel liat om angga maksa maksa
2021-12-08
1
Varo Marvel
wah Marsya di manja om Angga 😄
2021-12-07
1