Pagi hari di dubai, Marsya di dalam kamar tidak bisa keluar karena Angga mengurung Marsya tidak boleh keluar sebelum melakukan hal yang manis untuk Angga, di dalam kamar sudah ada semua yang Marsya butuhkan kecuali makanan bi Ana yang mengirimkannya. Angga berpamitan akan pergi kerja membuka kunci pintu kamar Marsya,
"Sayang aku kerja ya, nanti pulang malam kalau mau makan minta bi Ana saja" pamit Angga seperti kepada seorang istri
Marsya hanya diam dan memalingkan wajahnya tidak ingin menjawab apalagi melihat wajah Angga. Malik melihat kamar Marsya kadang diam di sisi kolam, karena kamar Marsya view depan kamar nya kolam renang.
Marsya merasa tertekan dan meminta keluar untuk menghirup udara segar tetapi Malik tidak menginjinkan karena printah dari Angga bahwa Marsya tidak boleh keluar kamar tanpa ijin dari dia.
"Ini tunangan apa tahanan kok ga boleh sama sekali keluar kamar" Malik berkata dalam hatinya
Malik tak banyak bertanya mengenai Marsya karena dia memang tidak boleh mencapuri urusan kliennya, sebenarnya banyak tanda tanya di hati Malik kenapa Marsya selalu ketus pada Angga. Malik bepikir ada yang tidak wajar hubungan Angga dan Marsya namun Malik hanya pengawal jadi dia tidak peduli dan tidak mau ikut campur.
Bi Ana membawa makan siang untuk Marsya lalu Malik membukaan pintu kamarnya,
"Non makan siang dulu" bi Ana berkata
"Ya bi tapi aku ga nafsu" kata Marsya
"Kenapa ga nafsu nanti kalau ga makan sakit" kata bi Ana
"Biarin aja sakit bi" kata Marsya
"Eh jangan, nanti bibi di marahin tuan Angga kalau non sakit" kata bi Ana
"Ya bi nanti saya makan, makasih ya bi" ucap Marsya dengan senyumnya yang manis
Tiga hari berlalu di Negara Dubai, dengan kegiataan yang sama namun Marsya berpikir dengan logika bila dia terpuruk terus seperti ini lama-lama bisa mati kebosanan harus ada cara supaya dia keluar dan menikmati negara Dubai, Marsya pun memikirkan untuk jalan-jalan mengelilingi Dubai
Marsya tidak mau setres atau drperesi seperti mayat hidup, dia sangat mencintai dirinya, dan dia bepikir sangatlah rugi tidak bisa menikmati Negara Dubai yang sangat indah, maka dia akan mengabulkan keinginan Angga selama tidak merugikan dirinya dia akan jalani.
Setelah makan malam Marsya harus bertemu dengan Angga untuk bebicara, seperti biasa pulang kerja Angga masuk ke kamar Marsya tidak biasa nya Marsya berbicara dahulu dengan Angga,
"Saya ingin bebas saya ingin menikmati Negara ini saya ga mau di kurung terus, lagiaan saya tidak akan bisa kabur saya tidak mempunyai kerabat di sini apa yang kamu takutkan passport saya pun di pegang kamu dan saya ga punya uang seperpun " ungkap Marsya kesal
"Akhirnya kamu bicara juga keinginan kamu, baik gampang kok syarat nya kalau kamu ingin keluar" kata Angga tersenyum
"Apa sayaratnya" tanya Marsya
"Kalau kamu mau keluar kamar panggil aku mas Angga, kalau kamu mau keluar rumah temani aku sarapan dan makan malam di ruang makan seperti pasangan" ungkap Angga
"Kalau saya ingin ke bebasan" tanya Marsya
"Layani aku di tempat tidur" ucap angga dengan muka menggoda dan tersenyum licik
"Jangan harap" kata Marsya dengan membuang muka dan merasa jijik
"Jadi kamu mau yang mana" tanya Angga
"Keluar rumah" kata Marsya karena dia pikir keluar rumah tidak harus memanggil nya dengan sebutan 'Mas' dan itu merasa menjijikan untuk Marsya
"Oke berarti harus panggil aku mas Angga dan temani aku makan pagi dan malam" ucap Angga
"Kok gitu....." Marsya kesal
"Ya kan kalau keluar rumah otomatis kamu keluar kamar" kata Angga dengan wajah licik nya
"Brengsek" gumam Marsya mengepalan tangan nya
"Gimana" tanya Angga
"Oke.." jawab Marsya kesal
"Coba ucapkan cara minta ijin besok mau keluar rumah" perintah Angga
Marsya terdiam beberapa menit berat untuk mengatakan sesuatu yang dia tidak inginkan lalu Marsya menarik nafas,
"Mas angga besok saya mau keluar rumah" kata Marsya dengan kesal dan memalingkan mukanya
"Awal yang baik walau mukan nya belum senyum dan harusnya panggil mas Angga nya dengan manja" kata Angga tersenyum
"Jijik" dalam hati Marsya
Lalu Angga keluar kamar dan memerintahkan Malik untuk menjaga Marsya selama di luar rumah,
"Kamu jaga non Marsya selama di luar rumah dan jangan biarkan dia sendiri tetap harus kamu awasi" Angga berkata pada Malik
Malik hanya menggukan kepalanya, Malik merasa tidak suka dengan Angga yang selalu memperlakukan Marsya seperti tahanan, entah kenapa Malik melihat Marsya menjadi merasa kasiaan.
Pagi hari Marsya sudah mandi dan keluar kamar berkeliling melihat lihat villa nya Angga karena selama tiba di villa Marsya belum sama sekali di ijinkan keluar kamar.
"Kamu harus ya ngikutin aku terus" kata Marsya kepada Malik dengan ketus
"Perintah pak Angga seperti itu" jawab Malik
Lalu Marsya ke dapur melihat bi Ana yang sedang membuat sarapan,
"Bi Ana lagi masak apa" tanya Marsya sambil tersenyum
"Pagi non Marsya, ini buat sarapan mau di bikinin apa non" kata bi Ana
"Apa aja" kata Marsya lalu duduk dekat kolam dan kaki nya di masukan ke dalam air kolam
"Pagi cantik" saut Angga yang baru turun dari lantai dua
Marsya diam hanya melihat kolam tidak peduli dengan ucapan Angga,
"Kayanya ada yang mau masuk kamar lagi" bisik Angga ke telinga Marsya, lalu Marsya menghidarinya
"Pagi mas Angga" ucap Marsya dengan menarik nafas dan kaku
"Ayo kita sarapan" ajak Angga dengan memegang tangan Marsya dan di tepis oleh Marsya
"Saya panggil kamu Mas bukan berarti seenaknya pegang tangan" Marsya berkata dengan ketus dam Angga hanya tersenyum
Marsya pun duduk di meja makan yang berhadapan dengan Angga,
"Kamu mau kemana hari ini, tinggal bilang mang Tono saja, nanti libur kerja saya akan mengajak kamu ke Burj Khalifa" kata Angga
"Iya" kata Marsya singkat karena dia sudah malas meladeni Angga ingin sekali Angga cepat-cepat pergi dari hadapannya
"Oh ya ini kartu kamu saya sudah buka tabungan atas nama kamu dan kamu bisa belanja yang kamu butuh kan atas bayaran untuk menyenangkan aku hari ini" kata Angga dengan senang sudah di temani Marsya sarapan dan berlaku manis kepada Angga
Marsya hanya terdiam dan hanya melihat kartu hitam platinum di meja makan.
"Aku berangkat kerja ya sayang" ucap Angga dan ketika Angga akan cium kening, Marsya menjauh kaget dan menolaknya, Malik yang melihatnya merasa risih
"Suatu hari saya akan mencium nya" kata Angga berbisik ke Marsya
"Jangan harap" kata Marsya
Dengan senyum kecil Angga pergi bekerja dan Marsya pun menarik nafas lega, lalu Marsya membersihkan meja makan,
"Eh non biar bi Ana saja yang membersihkan meja nya" kata bi Ana
"Biar aku bantu lagiaan aku tidak ada kegiataan" kata Marsya, walau kesal dengan Angga namun Marsya selalu baik dengan bawahan Angga kecuali kepada Riki dan Malik dia kesal dan menggap sama saja dengan Angga
"Loh kan di suruh belanja sama tuan Angga jalan-jalan aja sana siap-siap dandan yang cantik" kata bi Ana tersenyum
"Ya bi, enak nya kemana ya bi" tanya Marsya
";anyak tempat bagus di sini, mang Tono yang tau, bentar lagi mang Tono pulang siap-siap dulu aja non Marsya nya" kata bi Ana
Marsya pun ke kamar bersiap untuk keluar rumah dan Malik pun sudah siap dengan stelan jas hitam ala pengawal dengan wajah gagah tampan juga badan kekar nya Malik membuat Marsya terpesona melihat nya sesaat. Mereka pun pergi ke salah satu Mall di Dubai banyak orang melihat Marsya dan Malik,
"Kamu tau dubai ga" tanya Marsya
"Tau sedikit non" jawab Malik
"Nama kamu siapa" tanya Marsya
"Malik"
"Lapar, kamu tau restoran yang enak ga" tanya Marsya
"Tau" jawab Malik
"Ajak aku ke sana"
"Baik Non"
Sesudah belanja Marsya dan Malik pun makan di Restoran yang Malik pilih, Marsya merasa tidak nyaman di perhatikan banyak orang karena Malik pengawalnya yang berdiri di sebelah Marysa orang-orang berbisik membicarakan Marsya dan pengawal nya,
"Malik lain kali pake baju biasa aja bisa kan, orang-orang membicarakan kita saya ga nyaman" kata Marsya
"Tapi kalau lagi tugas tidak bisa non lagiaan saya tidak membawa baju casual semua baju kerja" kata Malik
Marsya pun menyelesaikan makannya dan pergi ke toko baju pria,
"Ini bagus kan" tanya Marsya
"Bagus non cocok untuk pak Angga" jawab Malik
"Cobain sana" kata Marsya ketus
"Tapi....saya..." kata Malik ragu
"Udah saya atasan kamu jadi harus nurut dan tenang saja saya ga akan kabur" kata Marsya dengan tegas
"Baik non" Malik ke kamar ganti mencoba 3 stel pakaian
"Kok keren sih dia, eh...apaan sih" ungkap marsya dalam hati melihat Malik memakai baju casual kaos dan jeans
Marsya mebeli tiga stel pakaiaan pria
lalu pulang ke villa, di depan pintu kamar Marsya memberikan salah satu tas belanjanya ke pada Malik,
"Ini buat kamu besok pake" kata Marsya
"Tapi non" Malik berkata
"Nanti saya yang bilang ke pak Angga" ucap Marsya tegas dan Malik tidak bisa menolaknya
Sudah selama seminggu marsya di dubai dengan kegiataan Marsya seperti sedang liburan di Dubai akhir nya Marsya memilih untuk menikmati takdir hidupnya.
Selama Marsya di bebaskan walau dengan pengawal tapi Marsya menikmatinya di banding setres memikir kan masalahnya lebih baik menjalani takdir tapi Marsya merasa rindu dengan teman-teman dan orang tuanya, Marsya ingin sekali menghubungi mereka dan memberi kabar bahwa dia baik-baik saja walaupun kenyataannya tidak baik, masih terpikir untuk melarikan diri dari jeratan Angga.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Yasmin
marsya jangan lemah dong kesel
2021-12-08
1
Varo Marvel
suka karakter Marsya memang hidup harus pasrah dan bersyukur
2021-12-07
1