Setelah berada dalam kamar Marsya pun langsung menutup pintu dan menguncinya karena tidak mau Angga masuk seenaknya, sesudah mandi dan berganti pakaiaan Marsya merenung dan menangis sampai dia tertidur pulas di tempat tidur. Di sisi lain Malik sedang di antar ke kamar para pelayan.
"Ini kamarnya pak" kata mang Tono supir nya Angga menunjukan kamar untuk Malik
"Panggil Malik saja pak" ungkap malik soalnya umur mang Tono lebih tua dari Malik
"Panggil saya mang Tono ,dulu ini kamar saya tapi setelah saya menikah dengan bi Ana kamarnya jadi berdua" ucap mang Tono menjelaskan perihal kamar lalu tersenyum
"Kamar mandi nya sebelah mana ya mang" tanya Malik
"Di ujung lurus aja" jawab mang Tono lalu pergi meninggalkan kamar Malik
Malik di tempat kan di bangunan yang berada di belakang rumah seperti mess, ada lima kamar pelayan dan ada ruang laudry juga tempat jemur pakaiaan, satu kamar mandi bilas dan satu kamar mandi buang air besar. Mang tono berada di dapur dan mengobrol dengan bi Ana,
"Pengawal nya non Marsya ganteng ya" kata mang Tono bergosip
"Non Marsya nya juga cantik natural ga kaya wanita-wanitanya tuan Angga yang seksi-seksi bajunya, kalau non Marsya malah sopan bajunya" gosip bi Ana dengan mang Tono
"Apa non Marsya calon istri nya tuan Angga" tanya mang Tono
"Udah ah nanti tuan Angga dengar ga enak" kata bi Ana
Angga memang suka mengajak teman wanita dan pria ke rumah hanya untuk pesta semalam. Lalu Riki mengetuk pintu kamar Malik,
tok
tok
tok
Malik membuka pintu kamarnya, Riki memberi tahu tugasnya di dubai,
"Kamu sesudah beristirahat sebentar langsung jaga di depan kamar nona Masrya, kalau kamu mau ke kamar mandi kamu bisa bergantiaan dengan satpam minta jaga dulu" perintah Riki
Malik hanya mengganggukan kepalanya. Malam hari di rumah mewah Angga, bi Ana membangunkan Marsya untuk makan malam,
tok
tok
tok
"Non Marsya makan malam sudah siap, tuan Angga sudah menunggu" bi Ana berkata lalu Marsya membuka pintu kamarnya
"Ya bi bentar saya ketiduran, oh ya bi saya pinjam mukena" kata Marsya
"Ya non nanti bibi bawakan" jawab bi Ana
Lalu bi Ana akan pergi ke kamarnya membawakan mukena untuk Marsya dan sedang berjalan Angga menanyakan Marsya,
"Bi mana Marsya" tanya Angga yang sudah berada di meja makan
"Itu tuan non Marsya pinjam mukena" jawab bi Ana
"Saya lupa belikan, ya udah pinjamkan dulu yang bi Ana" kata Angga
"Ya tuan" kata bi Ana pergi ke kamarnya mengambil mukena untuk Marsya
Bi Ana kembali ke kamar Marsya dan membawakan mukena untuk dipakai Marsya beribadah,
"Non ini mukena nya" kata bi Ana mengetuk pintu kamar Marsya dan dbukakan pintu kamarnya
"Makasih bi, oh ya bi aku mau makan dikamar saja ga enak badan boleh ambilkan makanan saya bi" tanya Marsya melirik pengawalnya dengan sinis
"Baik non" jawab bi Ana
Lalu bi Ana ke dapur untuk memberi tahu pada Angga,
"Tuan kata non Marsya, mau makan di kamar saja katanya ga enak badan"
"Oh ya sudah siapkan saja makanan nya nanti saya yang bawakan ke kamar nya" ucap Angga
"Baik tuan" jawab bi Ana
Marsya ingin menghindar dari Angga tidak mau makan bersama dengan Angga, tetapi Angga banyak cara untuk mendekati Marsya, Angga menyuruh Malik untuk pergi dari kamar Marsya
"Kamu boleh istirahat dulu selama dua jam saya akan bersama tunangan saya" kata Angga kepada Malik
Malik hanya mengganggukan kepalanya lalu pergi dari hadapan Angga, dan mengetuk pintu kamar Marsya
tok
tok
tok
"Siapa" tanya Marsya
"Aku Angga bawa makanan buat kamu"
"Simpan saja di depan kamar nanti saya bawa" ucap Marsya tidak mau buka pintu
Marsya menengok dari kaca jendela melihat Angga sudah tidak ada baru membuka pintu dan membawa makanannya, ternyata Angga diam bersembunyi, dengan cepat Angga masuk ke kamar dan Marsya terbelalak kaget lalu ketika Marsya akan keluar angga menahan pintu dan mengkuncinya,
"Keluar" perintah marsya emosi
"Tidak mau ini kan rumah aku" ucap Angga menghampiri Marsya dan akhirnya dengan rasa takut dia memaksa untuk keluar namun Angga menahannya menutup pintu dengan tubuhnya, Marsya menghidar tidak mau menyentuh tubuh Angga lalu menjauh dari Angga, dengan terpaksa duduk di sofa
"Jangan macam-macam kamu, aku akan teriak kalau kamu macam-macam" ancam Marsya
"Aku ga akan macam-macam tenang saja, aku cuman mau menghabiskan malam bareng kamu seperti biasa" ungkap Angga seperti pria kesepiaan
Di hotel pun setiap malam Angga hanya memandang Marsya sambil makan dan menceritakan tentang kehidupannya, walau Marsya diam tapi Angga tak peduli yang penting ada Marsya yang menemaninya untuk bercerita.
Akhirnya Marsya jaga jarak duduk di sofa dan angga duduk di tempat tidur, Angga hanya melihat Marsya makan dan sesekali menceritakan orang tua dan almarhum istrinya, Angga hanya pria kesepiaan yang butuh perhatiaan seorang wanita karena anak yatim piatu dan istri tercintanya pun meninggal dunia, maka Angga menjadi kesepiaan hanya Riki seorang asisten yang menemaninya selama dia berkarir.
Dia menanyakan kehidupan Marsya juga namun tidak ada jawaban, Angga hanya tersenyum dan ternyata dia sudah tahu kehidupan Marsya dari Riki yang mencari info tentang Marsya selama di Bandung.
Dua jam telah berlalu Marsya mengantuk dan Angga pun pamit keluar kamar lalu kamar Marsya di kunci dari luar, Marsya seperti burung di dalam sangkar emas tidak bisa berbuat sesuka hatinya.
Bila tidak ada hukum di dunia dan tidak ada neraka di akhirat Marsya ingin sekali membunuh Angga, sudah beberapa hari bersama Angga merasa dalam neraka walau terlihat mewah namun untuk Marsya itu bukan kebahagiaan yang sesungguhnya.
Marsya tak berhenti menangis meratapi nasibnya, dia bingung harus bagaimana menghadapi Angga supaya mau membebaskan dirinya, Marsya merasa menjadi wanita yang tidak beruntung dan harus menjalankan semuanya dengan pasrah, namun dia tidak akan menyerah, dia akan melakukan apa saja supaya bisa terbebas dari jeratan Angga.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Varo Marvel
om Angga mau apa sih sebenernya jadi penasaran 🤔
2021-12-07
1
Vina
Semangat terus thor 🥰
2021-11-21
1