17. Terlambat

Aku masih belum yakin, apakah di dimensi itu memang akan terus mengambil manusia dari zaman modern untuk bisa menggantikan mereka yang sudah tiada? Mengapa? Apa itu artinya manusia di dimensi itu tidak akan bisa mati? 🙁

" Hyun Bin!!" aku berteriak di depan rumahnya.

Yaa, hari ini aku dibebas tugaskan oleh Suga. Dan aku tidak boleh menyia-nyiakan kesempatan ini.

" Hyun Bin buka pintunya!! Aku tahu kau ada didalam!" 😡

Klek.

" kau selalu tahu kalau aku berbohong." 😅 ujar Hyun Bin dari balik pintu.

...

...

" memangnya pengangguran sepertimu bisa kemana di jam segini?"

" kau menyakitiku, Luo Yi. Mentang-mentang kau sudah punya pekerjaan."

" itu fakta."

" kau mau masuk? Tidak mungkin seorang Luo Yi datang ke rumahku tanpa meminta makanan."

" kau punya daging sapi di kulkasmu?"

" ya, ada."

" buatkan aku steik. Baru aku akan katakan maksudku sebenarnya datang kesini."

" ahh, aku jadi pembantu di rumahku sendiri." ujarnya yang kemudian berbalik pergi.

" tamu adalah raja, ingat itu." timpalku yang kemudian ikut masuk ke rumahnya.

Aku masih belum bisa menanyakan langsung, apakah dia benar-benar menerima pil itu atau tidak. Atau mungkin memang bukan dia sasaran si kakek tua itu.

" Hyun Bin, apa kau bertemu seseorang yang aneh akhir-akhir ini?"

" tidak. Tapi apa kau tahu? Aku bertemu dengan pak tua yang pernah menggodamu di Bar Toretto malam itu."

" apa?! P-Pak Tua?!"

" yaa, dia ternyata begitu ramah."

" dimana kau bertemu dia?!"

" di halte bus."

" apa dia memberimu sesuatu?!"

" kenapa kau begitu panik? Dia hanya pak tua. Apa yang bisa dia lakukan untuk menyakitiku?"

" cepat bilang!! Apa dia ada ngasih sesuatu ke kamu?"

" hmm, dia ngasih aku semacam pil sih. Tapi aku gak tahu itu apa, sepertinya hanya suplemen. Tapi dia bilang pil itu bisa membuatku percaya diri."

" dimana pil nya?!"

" disini.." Hyun Bin menunjuk perutnya.

" KAU SUDAH MEMAKANNYA??!!"

" Ya. Kenapa memangnya? Sepertinya pak tua itu yang konyol. Tak ada apapun yang terjadi padaku."

" kenapa kau ceroboh Hyun Bin!! Bagaimana jika itu racun?!"

" apa kau sendiri tahu bahwa itu racun?" 😒

" tapi Hyun Bin.."

" jangan khawatir Luo Yi, lihatlah aku baik-baik saja."

" kau memang akan baik-baik saja, tapi.."

" pil itu akan membuatmu bernasib sama sepertiku!!" 😫

" bernasib sama sepertimu? Apa maksudnya?" 😕

" aku tertidur panjang dan mengalami mimpi yang aneh karena pil itu!! Dan kau harus tahu juga, Min Yoongi alias Suga BTS juga bisa bertemu denganku di alam mimpi itu karena dia juga minum pil dari pak tua itu 15 tahun yang lalu!!" 😫

" a-apa??!" 😳

" kenapa kau tidak bilang?!" Hyun Bin mulai panik.

" kau yang sembarangan memakan pil itu!!"

" tapi Luo Yi, aku memakan pil itu pagi tadi. Lalu aku tertidur. Tapi tidak mengalami mimpi yang aneh. Dan aku justru tidur lebih cepat dari biasanya."

" benarkah? Mimpi apa yang kau alami pagi tadi? Katakan padaku?!"

" yaa, hanya kegelapan. Aku tidak bisa melihat apa-apa. Tapi aku merasa sedang berada di tempat yang begitu sempit. Aku awalnya takut dan tak bisa bergerak, tapi akhirnya aku menenangkan diriku dan memejamkan mataku. Setelah itu aku bangun dari tidurku. Itu saja.." 🙁

" Hyun Bin!!" 😭

" Luo Yi, ada apa denganmu?"

" kau baangun di kegelapan dan tempat yang sempit. Sudah aku pastikan bahwa kau sudah masuk ke dalam dunia itu!" 😫

" lah, kenapa duniamu itu sangat gelap dan sempit?"

" itu karena kau sebenarnya sedang terbangun di dalam peti mati!!"

" p-peti mati?! Jadi aku sudah.." 😳

" ya! Aku pun terbangun pertama kali di atas tumpukan jerami. Min Yoongi terbangun di tengah hutan dengan penuh luka ditubuhnya. Sudah aku duga, kau akan menggantikan kakakku yang sudah tiada." 😭

" k-kakakmu?!"

" ya, aku pernah bilang bukan bahwa kau di mimpiku adalah kakakku?!"

" iya, tapi Luo Yi.. Aku masih belum paham dengan dunia yang kau maksud itu."

" aku juga belum paham, tapi intinya kau jangan tertidur dulu. Kau harus tidur di waktu yang sama denganku, agar aku bisa mengeluarkanmu dari peti mati yang gelap itu."

" ahh, sepertinya aku sudah tidak bisa memilih." Hyun Bin mulai frustasi.

" bersabarlah Hyun Bin, ingatlah bahwa seorang Idol Suga pun mengalami ini selama 15 tahun."

" apa?! Jadi kita juga.."

" ya, dia saja belum tahu bagaimana cara mengakhiri ini semua."

" Luo Yi, aku tidak percaya semua ini!" 😫

" jika tidak percaya maka aku akan membuktikannya. Minumlah obat tidur di waktu yang sudah aku tentukan. Tenang saja, aku dan Suga akan melindungimu di dunia itu."

" m-melindungi?! Seberapa bahayakah dunia itu?" 😳

" bukankah jika tidak berbahaya, kau yang disana tidak akan mati secepat itu?" 😊

" Luo Yi! Jangan membuatku takut!!" 😫

" ingatlah Hyun Bin, disana aku adalah adikmu. Namamu adalah Kim Seo Joon, dan namaku Kim Hye Rin. Ingat itu! Dan jangan macam-macam dengan raja gila Min Yoongi. Walaupun kau kenal dia sebagai Idol, tapi disana dia adalah orang yang paling penting."

" baik-baik.. Aku akan mengingatnya!" ujarnya antusias.

Aku harus membuat dia takut, agar dia tidak bertindak gegabah.

Rumah BTS.

" selamat malam, Seok Jin." sapaku pada member tertua mereka yang tengah memasak makan malam.

" malam, kau sudah makan?" tanya dia.

" sudah. Apa kalian belum makan?" aku bertanya karena melihat si Worldwide handsome itu tengah memasak malam-malam.

" sudah, aku hanya ingin mencoba resep baru."

...

...

" ahh, rasa makanan memang tidak pernah sama." ujarku.

" ya, membosankan jika lidah kita hanya mengecap rasa yang itu-itu saja."

" anda berbakat menjadi seorang chef. Kenapa malah menjadi Idol K-pop?" ujarku padanya.

" sebenarnya cita-cita awalku adalah menjadi seorang aktor."

" benarkah? Yaa, tidak salah juga mencoba hal lain bukan? Siapa tahu kau kelak akan merindukan masa-masa bersama mereka."

" ahh, iya."

" aku masuk kamar dulu, ya? Kalau butuh apapun panggil aku saja."

" oke." jawab Jin singkat yang masih terus mengetes rasa masakannya.

Aku masuk ke kamarku, melihat selembar kertas di meja kerjaku. Ahh, ternyata ini jadwal konser mereka bulan ini. Aku hampir lupa bahwa aku bekerja disini, bukan tamu mereka. Baiklah, ayo bekerja! 💪

" ada dua konser besok. Aku harus menelpon tim wardrobe agar menyiapkan pakaian yang nyaman bagi mereka. Dan tentunya sesuai dengan tema lagu nya." aku mengotak atik ponselku dan menyadari bahwa sudah pukul 10 malam.

" astaga! Aku harus mengecek mereka dulu."

Aku berlari keluar kamar dan mengecek para member satu persatu. Yaa, mereka ada dua konser besok. Jadi harus sudah beristirahat di jam segini. Agar besok penampilan mereka terlihat segar.

" Namjoon, sudah."

...

...

" sepertinya Seok Jin sudah selesai bereksperimen. Dia terlihat lelah." ujarku melihat member dengan bahu lebar itu tertidur pulas.

...

...

" Hoseok, done."

...

...

" Jimin, ahh dia masih keren saat tertidur."

...

...

" Taehyung, sesuai gelarnya yang merupakan pria tertampan di dunia. Perfect."

" tapi dia tidak memakai selimutnya dengan benar." ujarku yang kemudian menaikkan selimutnya lalu pergi.

...

...

" baby Jungkook, dia masih bisa memeluk boneka itu tapi melupakan selimutnya." aku mengambil selimutnya yang masih terlipat rapi.

...

...

" ahh, aku seakan tengah mengurus 7 orang anak sekarang." 😑

" sabarlah Luo Yi. Tinggal satu anak lagi." ujarku seraya menghampiri kamar Suga.

" eh, belum tidur?" 😕 aku melihat dia ternyata masih terbangun dan tengah duduk di atas ranjangnya.

" lalu kau? Tidak tidur?" 😒

...

...

" aku harus memeriksa kalian dulu." 😑

" kedepannya tidak perlu, biar itu jadi tugasku menidurkan mereka."

" memang kau ibu dari mereka?"

" lalu kau yang mau jadi ibunya? Kau mau menidurkan dan menyusui kami yang bertujuh ini?"

" apa yang kau katakan? Aku tidak paham!" 😵

" duduklah disini." ujarnya seraya menepuk-nepuk kasur disampingnya.

" tidak. Aku tidak mau mengambil resiko. Kau segera tidur, besok jadwal kalian padat." 😑

" sudah aku bilang duduk disini!" 😡

" ahh!!"

Dia menarik lenganku begitu keras. Aku sekejap akhirnya sadar, dia memang benar si raja gila itu. Tapi dia benar-benar kasar! Dia langsung menarikku untuk duduk disampingnya.

" diam, nanti mereka mendengar suaramu."

" kau yang kasar padaku, lihat lenganku sampai memerah begini!" 😫

" ah, mana coba kulihat?"

Cup.

" maaf, ya?" ujarnya setelah tiba-tiba mengecup lenganku.

Aku kaget hingga tak mampu bicara.

" ayo tidur."

" d-disini?! Apa kau gila?!" 😱

" apa kau juga mau memberikan hadiah malam pertamaku juga disini? Boleh juga." 😋

" tidak!! Oke, oke.. Aku akan menemanimu tidur saja disini." 😫

" minumlah." ujarnya menyodorkan sebuah minuman yang berwarna coklat seperti teh.

" apa ini?"

" tenanglah, ini bukan racun. Ini ramuan tidur yang sama dengan yang di istana."

" ahh, benarkah?" 🙁

" iya, cepat minum!" 😡

" oke! Tapi tunggu, aku harus beritahu Hyun Bin dulu. Dia juga harus tidur di waktu yang sama dengan kita. Kalau tidak dia akan terjebak di peti mati itu."

" ya, kau sudah bilang bahwa kita terlambat mecegah dia meminumnya. Tapi kau jangan khawatir, aku sudah punya rencana agar dia tetap aman dan dekat dengan kita."

" benarkah? Terima kasih kalau begitu."

" tapi itu tidak berarti kalian bisa berdekatan. Ingatlah kesepakatan kita, kau hanya boleh jadi milikku."

" sudah ku bilang, aku benci kalimat itu." 😞

" baiklah, kau pacarku. Jadi bisakah kau setia hanya kepadaku?" 😊

" baiklah."

Cup.

" anak baik." 😊 ujarnya setelah mengecup kepalaku.

" ayo kita pulang?" tanyaku membuat rona merah di pipinya.

" baik, mari kita pulang." ☺

...

...

(Duo Sleeping Beauty)

To Be Continue..

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!