10. Pulang

Acara Fansign BTS.

" ramai sekali.. 😳 Apa memang BTS itu sepopuler ini?"

" tentu saja, kalau tidak bagaimana akan sebanyak ini orang yang datang. Hanya untuk bertemu idola mereka."

" apa aku harus berdesakan dengan mereka?" 😫

" tidak, setiap orang punya giliran. Ini nomor antrianmu."

" apa?! 930?! Hyun Bin, apa kau bercanda? Fansign nya belum dimulai dan aku mendapat nomor antrian 930?"

" yaa, itu sudah termasuk beruntung. Mereka hanya memiliki kuota 1000 tiket. Aku hampir saja terlambat karena kau yang mendadak ingin bertemu mereka." 😒

" aku sama saja berada di urutan terakhir!"

" sudah untung kebagian, bagaimana kalau sampai tidak? Kau mau menunggu sampai sebulan kedepan?"

" sebulan?"

" ya, mereka akan tour konser ke beberapa negara setelah fansign ini. Belum tahu kapan akan kembali."

" baiklah, terima kasih." 😑

" itu saja?!" 😕

" lalu kau mau apa?"

" setelah fansign, kau harus makan malam denganku."

" bahasamu ini, seperti sedang mengajak seorang gadis untuk kencan."

" memang begitu kenyataannya." 😅

" hah?! K-kau serius mengajakku kencan?!" 😱

" kenapa memangnya?"

Ada apa dengannya akhir-akhir ini? 😕 Di dimensi lain pun Kim Seo Joon pernah mengajakku untuk menikah dengannya. Dan disini dia malah mengajakku kencan. Ahh, entahlah! Dari sahabat menjadi hubungan yang lebih dekat itu, aku tak pernah membayangkannya sedikitpun! 😫

" tidak, aneh saja. Apa kau kehabisan stok gadis sampai mengajakku untuk kencan denganmu?" 😒

" aku hanya penasaran, rasanya mengencani sahabat itu seperti apa." 😅

" siapa yang mengajarimu hal ini? Katakan padaku!" 😡

" sudahlah, lupakan saja. Lihat! Mereka sudah datang!!" teriak Hyun Bin. Seraya menunjuk ke arah panggung dimana para member BTS mulai muncul, di iringi tepukan dan teriakan yang hampir merusak gendang telingaku. 😑

" yang mana Min Yoongi?" 🙁

" maksudmu Suga? Kau menjerit-jerit dua hari yang lalu ingin bertemu dengannya. Bahkan hari ini kau tidak bisa membedakannya dengan yang lain." 😒

" mereka bertujuh, dan sangat jauh. Apa aku harus meneliti mereka satu persatu?" 😑

" itu Suga. Yang memakai jas navy dan kemeja bunga-bunga." Hyun Bin menunjuk salah satu dari mereka.

" kemeja bunga-bunga? Yang berambut silver itu?" 🙁

" ya, yang itu."

" ahh iya, kau benar. Itu dia.." 😟

" oh, ya Luo Yi. Kau mau menunggu disini atau ikut bersamaku dulu?"

" kau mau kemana?"

" ke kampus."

" tidak, ah. Aku akan menunggu disini saja."

" kau yakin? Ini baru nomor antrian ke-10 lho." 🙁

" ya, aku yakin. Aku akan menunggu di cafe sebelah sana saja."

" baiklah, aku akan segera kembali. Semoga saja masih sempat sebelum tiba giliranmu."

" oke. Jangan terlalu terburu-buru." 😊

" yaa. Aku pergi, ya! Dahh!!"👋

" hati-hati!!" teriakku pada Hyun Bin yang berlari menjauh.

Aku lupa, setelah fansign ini aku harus benar-benar memenuhi janji makan malamku dengan Hyun Bin. Bagaimanapun dia sudah banyak membantuku. Aku harus membalasnya kali ini.

Tiga jam kemudian.

" haish, mambosankan!!" 😫

" sampai kapan aku akan mendapatkan giliranku?"

" kenapa juga mereka banyak berbincang dengan para fans? Bukankah hanya bertemu saja sudah cukup?" 😪

" sudah tiga jam dan masih di nomor urut 400. Apa giliranku masih tiga jam lagi?"

" dan dia.."

" apa harus bertingkah semanis itu di hadapan fans nya?" 😡

" andai mereka tahu bahwa si Suga itu adalah Raja Min Yoongi yang kejam dan sombong di masa lalunya!"

" aku ragu apa mereka masih akan memuja dia."

" dan bando telinga itu, sama sekali tidak cocok dengannya!"

Ohh, ya.. Aku sampai lupa. 😳 Aku terburu-buru kesini sampai lupa bahwa aku tidak membawa apapun yang bisa aku hadiahkan pada mereka. Kenapa aku bodoh sekali! Aku akan sangat malu jika bertemu orang yang sulit di temui, dan aku tidak memberikan mereka apapun! 😫

" baik, beli bando yang disana saja. Dan beberapa makanan. Aku yakin mereka kelaparan saat harus melayanj seribu fans mereka."

Dua jam kemudian.

Aku :

" Zzz.. Zzz.." 😴

Di sisi lain.

" kenapa dia malah tertidur disana?"

" dia ceroboh! Apa dia tidak tahu bahaya sekali tidur di acara ramai seperti ini!! Apa dia tidak takut diculik?"

" nomor urut berapa yang dia dapatkan? Kenapa lama sekali."

" nona, nomor urut berapakah anda?"

" ahh, saya?" ujarku kaget di tegur seorang petugas keamanan disana.

" iya, nona. Jangan tertidur disini, bebahaya bagi anda."

" ah, iya maaf. Saya mungkin kelelahan menunggu."

" nomor urut berapa yang anda dapatkan?"

" 930."

" ohh, sebentar kagi mungkin giliran anda. Sekarang sudah nomor 920."

" ahh, benarkah?" 😃 ujarku senang.

" terima kasih sudah membangunkan saya, pak. Jika bukan karena bapak, mungkin saya akan melewati giliran saya."

" iya tidak apa-apa. Sudah kewajiban saya." ujar petugas itu yang kemudian berlalu.

Sementara itu.

" bagaimana?"

" gadis itu mendapatkan nomor urut 930. Dia kelelahan sampai tertidur."

" biarkan dia mendapatkan gilirannya sekarang."

" apa? Tapi Suga, urutannya.."

" biarkan saja. Aku yang akan bertanggung jawab."

" baiklah."

Sisi Luo Yi, yang tengah mengumpulkan separuh nyawanya.

" nona sekarang giliranmu."

" ahh, benarkah? Sekarang giliran saya?" 😃

" iya."

Aku berlari ke arah barisan yang mulai renggang. Menemui mereka satu persatu. Yaa, keenam member disana sangatlah ramah kepadaku. Padahal mereka tidak tahu bahwa aku kesini bukan karena aku fans berat mereka. Tapi mereka tetap begitu antusias menyambutku. Hangat sekali. Hingga akhirnya aku tiba di ujung, dimana member terakhir mereka duduk disana. Aku sudah mulai merasakan hawa yang dingin dari tatapannya.

" semoga.. Semoga saja dugaanku salah. Semoga dia bukan si Raja Gila itu." 😰 pikirku.

" hai, siapa namamu?" sapanya dingin padaku.

" namaku, Luo Yi." 😰

" ohh, ternyata namamu disini adalah Luo Yi."

" disini? Namaku memang Luo Yi."

" iya maksudku, namamu memang Luo Yi. Memang apa aku bilang namamu adalah Kim Hye Rin?"

Tidak.. 😳 Jangan.. Jangan sampai aku terlihat takut atau gugup dihadapannya. Jikalau pun dia memang benar-benar raja gila itu, aku harus segera menghilang dari hadapannya.

" Kim Hye Rin maksud anda bukannya para fans yang anda juluki dengan Army, ya?" tanyaku.

" tapi maaf, aku hanya seorang penggemar biasa. Yang lewat dan tiba-tiba ingin menyapa." 😅 lanjutku.

" ohh, begitu. Bagaimana menurutmu tentangku?"

" kalian sangat ramah kepada para penggemar. Aku mengagumi sifat kalian ini."

" bukan mereka, tapi aku. Bagaimana penampilanku saat ini? Apa masih menyeramkan seperti dalam pikiranmu itu?"

Pikiranku? Apa Suga ini seorang indigo? Kenapa dia tahu image nya dalam pikiranku adalah menyeramkan? 😳 Dia memang menyeramkan saat menjadi raja. Tapi aku tidak tahu, dia akan lebih menyeramkan ketika menjadi Idol saat ini.

" bagaimana bisa begitu, anda begitu manis dan cool. Bagaimana orang bisa menganggap anda menyeramkan." 😅

" baiklah, lupakan. Kau bawa apa untukku?"

Ahh, akhirnya dia kembali pada tugas dan topik yang sebenarnya. 😪

" aku membawakan bando yang sangat lucu untukmu." 😅

" sangat lucu? Untukku?"

" ya, tapi jika anda tidak menyukainya tak apa. Simpan saja sebagai kenang-kenangan."

" mana bandonya?" ujar Suga.

" ini.."

Jangan dipakai, ya.. Kamu lebih bagus dengan bado bunga di kepalamu itu. 😆 Terlihat lumayan feminim.

" kau menertawakanku?" 😡

" t-tidak. Aku tidak berani begitu. Aku hanya melihat bando itu cocok untukmu." 😰

" menurutku tidak." ujarnya melepaskan bando bunga di kepalanya.

" punyamu baru cocok." lanjutnya.

" bagaimana, Kim Hye Rin?"

" maaf, jangan memanggilku begitu. Nama saya Luo Yi." 😰

" kamu sepertinya ada trauma tersendiri dengan nama itu."

Aku hanya terdiam. Entah kenapa semakin lama, aku malah semakin takut berada di dekatnya seperti ini.

" mau tanda tanganku?" 😊

" ah, iya. Boleh.." ujarku spontan.

" tapi kulihat kamu tidak membawa buku atau apapun?" 🙁

Sial!! Aku lupa. 😳

" mau aku tanda tangan di tubuhmu?"

" tidak! Tidak usah!" 😫

" kau terlalu berpikir jauh. Aku hanya akan memberikan tanda tanganku di bajumu. Kebetulan bajumu itu warna putih bukan?" 😑

" ahh, iya." 😰

Memalukan sekali! 😫 Kenapa aku begitu memikirkan hal yang aneh! Dia hanya Suga, bukan si Raja gila Min Yoongi itu. Kenapa pula aku harus takut padanya?

" sini.." ujarnya menyuruhku untuk berbalik.

" aku akan berikan tanda tangan yang besar di punggungmu. Bukankah itu cukup untuk kau sombongkan kepada teman-temanmu?"  lanjutnya.

Apanya yang harus aku sombongkan?! 😑 Aku tidak bangga sedikitpun mendapatkan tanda tanganmu, walau yaa biayanya lumayan mahal. Dan aku juga tidak punya teman lain selain Hyun Bin. Aku tidak yakin dia akan berteriak histeris saat melihat tanda tanganmu di punggungku. 😑 Ahh, apa harusnya aku jual saja baju ini? Mungkin harga nya akan jadi sangat mahal jika ada tanda tangan nya. 🤑

" selesai." ujarnya seraya menepuk pundakku.

" ah, iya. Terima kasih Suga."

" kau tahu nama asliku?"

" ya, aku tahu."

" coba sebutkan."

" Min Yoongi?" 🙁

" bagus."

Ehh, entah kenapa.. Sekilas aku pernah mendengar percakapan ini. 😕

" Kim Hye Rin"

" ah, iya Yang Mulia?" 😳

" bolehkah kau jangan memanggilku begitu?"

" memanggil apa?"

" jika kau tau namaku, panggil aku dengan itu."

" bukankah lidahku akan dipotong jika aku menyebut raja dengan namanya?" 😰

" tidak akan."

" tapi Yang Mulia.."

" kau tau namaku?"

" ya, saya tahu.. Tapi.."

" siapa namaku?"

" M-Min Yoongi." 😰

" bagus."

Astaga, aku ingat. Itu dia.. 😳

" Kim Hye Rin.."

" pulang, atau aku yang akan membawamu pulang."

" ingat bahwa kau berhutang satu permintaan padaku."

" jika kau lari, kau akan tahu akibatnya sendiri."

T-tidak.. Tidak mungkin! 😳

To be continue..

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!