12. Pekerjaan Baru

" Y-Yang.. Eh, Min Yoongi. Apa yang kau mau dariku?"

" yang aku mau? Kau.." 😊

" aku? Hal apa yang kau mau dariku?!"

" semuanya."

Aku hanya terdiam, masih diselimuti rasa takut. Tapi aku masih belum mengerti apa yang dia mau. Semuanya yang ada pada diriku? Apa itu artinya aku harus selamanya Patuh padanya? Atau dia hanya ingin tubuhku saja? Ahh!! Keduanya tidak ingin aku berikan padanya. 😫

" baiklah, jangan kau penuhi dulu. Aku ingin mendengar apa maumu." ujarnya lembut.

Aku sedikit merasa tenang dan kembali berpikir. Menghitung waktu yang sudah berlalu hampir delapan jam. Aku hanya punya empat jam lagi untuk kembali.

" aku ingin sebuah pekerjaan."

" apa? Itu saja?" 🙁

" ya."

" baiklah, aku akan membawamu ke tempat menjahit sekarang. Kau bantu para pelayan menjahit baju, bukankah itu mudah?"

" menjahit?! Bukan pekerjaan itu yang aku mau!" 😫

" lalu pekerjaan seperti apa? Katakan saja, aku akan berikan apapun untukmu."

" aku ingin bekerja di kantor dan punya posisi yang penting."

" kantor? Apaan itu? Apa semacam sayuran?" 🙁

" jangan pura-pura bodoh, Min Yoongi! Aku tahu kau seorang Idol di masa modern, pasti punya banyak jaringan yang luas. Gampang bagimu memberiku sebuah pekerjaan yang bagus."

" Idol? Siapa lagi itu?" 🙁

" kau pura-pura bodoh lagi!! 😡 Berhentilah mengerjaiku, Suga!"

" ucapkan sekali lagi! Siapa itu Suga?! Apa dia sama seperti nama yang kau sebutkan tadi, Hyun Bin? Apa mereka benar-benar TEMAN mu?!" 😠

Haish, kenapa dia malah jadi marah begini? 😫 Bukankah dia di dunia modern itu memang seorang Idol? Lalu kenapa disini dia malah pura-pura bodoh?!

" Kim Hye Rin!! Kenapa kau malah diam?!" 😡

" ahh, itu.. Mereka memang temanku. Tapi apa kau yakin, selama kau tidur tidak mengalami apapun?" 😰

" aku banyak mengalami mimpi buruk sejak kau disini." 😒

" aku serius!" 😫

" aku juga serius! 😡 Jangan pernah menyebut nama laki-laki lain di hadapanku, atau aku akan benar-benar memotong lidahmu itu!!"

Ahh!! Kesal sekali!! Bagaimana aku bisa mendapatkan pekerjaanku jika ternyata raja gila di hadapanku ini ternyata bukan Suga di dunia modern. 😫

" maafkan saya, Yang Mulia."

" mmh!!"

Dia bahkan tidak pernah melupakan peringatan nya padaku. 😫

" anda hanya mengambil keuntungan dari saya! Sudah jelas saya belum terbiasa memanggil anda dengan nama. Tapi anda terus mencium saya!!" 😫

" maka dari itu, biasakanlah! 😒 Tidak terbiasa juga boleh, aku akan lebih senang kau memanggilku Yang Mulia."

" tidak! Aku tidak akan memanggilmu Yang Mulia!"

Sial. 😳

" aahhh!!" aku segera berlari keluar dari kamarnya sebelum raja gila itu menciumku lagi.

Menjijikkan! 😫

" dia pikir akan mudah lolos dariku? Kita lihat saja.." 😏

Tiga jam kemudian.

Aku harus bagaimana? 😭 Hanya tinggal satu jam lagi, aku harus bangun agar Hyun Bin tidak khawatir. Tapi aku masih belum mendapatkan pekerjaanku. Sia-sia saja aku kembali ke dimensi ini! Entah aku kembali tanpa pekerjaan, atau mungkin aku tidak akan bisa kembali karena raja gila itu pasti tak akan memberiku ramuannya! 😫

" baiklah, aku sudah memutuskan. Aku akan pulang saja. Biarlah aku pulang ke penjara itu, asalkan jangan disini."

" mau kemana kau?" 😠

" eh, Yang Mulia." 😳

" tunggu, kau panggil aku apa barusan?" 🙁

" M-Min Yoongi! Aku memanggilmu Min Yoongi." 😰

" oh, baguslah."

Untung saja. Aku beruntung karena raja gila itu sedikit tuli. 😆

" kenapa kamu kemari?"

" sejak kapan aku tidak boleh kemari?"

" tapi kan ini kamarku."

" tapi kan kau permaisuriku."

" ini wilayah pribadiku." 😑

" satu Joseon ini adalah daerah kekuasaanku." 😒

" oke, kau menang."

" kau saja yang menang. Aku kasihan melihat wajah putus asamu itu."

" lalu kenapa? Kau senang bukan melihatku menderita?"

" apa aku pernah bilang begitu? Kapan?" 🙁

Iyaa.. Enggak pernah juga sih. Tapi siapa suruh kamu selalu bikin aku menderita setiap aku ada disini. 😑

" oh, ya. Kamu bilang ingin pekerjaan. Kenapa tiba-tiba kembali ke kamarmu?"

" tidak ada satupun pekerjaan yang cocok untukku disini."

" apa mungkin kau mau bekerja di rumah lamamu? Jika iya, pergilah. Aku kali ini akan mengijinkanmu keluar istana."

Kenapa dia begitu baik kali ini? 😒 Tapi yang aku mau sekarang bukan bekerja di luar istana, tapi bekerja di luar dimensi ini.

" haish." akhirnya aku hanya bisa menghela nafas pasrah.

" kau mau pulang?" tanya raja itu.

" tidak. Aku bukan ingin pulang ke rumah lamaku."

" yaa, aku tahu. Aku barusan bertanya, apa kau ingin pulang ke alam mimpimu?"

" kau mau memberiku ramuan tidur? Apa kau serius?" 😳

" yaa, aku sudah tidak bisa melarangmu lagi. Kembalilah sana. Mau kau selamanya tidak sadar pun tak apa." ujarnya lalu memalingkan muka.

Aku benci situasi ini. 😞

" tapi kau bagaimana?"

" sejak kapan kau peduli padaku? Aku sudah terbiasa hidup sendirian dari kecil. Di dunia yang tidak aku kenali."

Di dunia yang tidak ia kenali? Apakah raja gila ini dimusuhi semua orang saat ia kecil? Kasihan sekali. 😟

" boleh aku minta sesuatu sebelum aku pergi?"

" apa itu?"

" datanglah ke kamarku setiap setelah dua puluh jam."

" Aku tidak yakin akan kembali."

" Tapi aku ingin langsung melihatmu saat aku terbangun lagi."

" baiklah. Aku akan datang ke kamarmu setiap hari."

Aku hanya tersenyum memandangnya. Masih belum yakin dengan apa yang kujanjikan padanya akankah aku bisa memenuhi janji itu? Apakah dia akan sangat kecewa jika aku tidak memenuhinya. Ada apa dengan rasa yang aneh di hatiku ini. Sekejap aku benci, dan sekejap aku peduli.

" pelayan! Bawa masuk ramuannya!" ujar raja gila itu.

Ternyata dia memang sudah tahu. Dia sudah menyiapkan segalanya sejak awal. Mungkin memiliki diriku sulit baginya, tapi untuk lepas dari bayang-bayangnya lah yang tersulit bagiku.

" minumlah." ujarnya memberikan ramuan itu padaku lalu ia berpaling.

" kau tidak mau menemaniku sampai tidur?" tanyaku padanya.

" jangan menganggapku menyedihkan seperti itu. Kau sudah putuskan, maka segeralah kembali." ujarnya kesal.

" kemarilah." ujarku menarik lengan bajunya.

Cup.

" tunggu aku sampai tertidur, ya?" ☺ ujarku setelah mengecup pipinya tiba-tiba.

" ah, ya." jawabnya dengan wajah yang masih belum menyangka bahwa aku berani menciumnya.

" tidurlah." ujarnya seraya mengelus kepalaku, walau yaa tidak selembut ekspektasiku. 😂

" Min Yoongi, sampai bertemu lagi.." ujarku yang kemudian terlelap.

" Kim Hye Rin, kau lolos. Aku akan memberikan apapun yang kau mau. Tunggu sebentar lagi."

Masa modern.

" hah!!" 😳

" kenapa setiap bangun harus merasa tidak enak seperti ini?!" 😫

" bukankah yang kualami barusan merupakan mimpi yang indah?"

Tok!

Tok!

Tok!

Ahh, siapa itu? Pasti Hyun Bin. 😊 Dia sangat peduli sampai-sampai datang lebih awal ke rumahku.

" Hyun Bin!! Sudah aku bilang aku pasti.." 😄

" A-Ayah?!" 😱

" 😠"

T-Tidak.. Jangan sekarang!! Aku mohon jangan sekarang! Aku masih belum mau pulang!! 😫

" ayah, dengarkan aku dulu. Aku sudah punya pekerjaan, tinggal menunggu panggilan saja." 😫

".."

" ayah, ini belum jam enam tepat bukan? Aku masih punya setidaknya setengah jam. Aku yakin perusaah mereka akan menelponku pagi ini." 😰

".."

" ahh!! Ayah!! Tunggu jangan menyeretku seperti ini!!" 😫

Lenganku ditariknya hingga akan lepas rasanya. Aku menjerit minta dilepaskan sampai bagaimanapun akan tetap ditariknya. Bagaimana ini? Hyun Bin bahkan belum sampai di runahku. Dia pasti akan sangat marah padaku!

" ayah!! Hentikan!!" 😫 teriakku berusaha lepas dari cengkeramannya.

" Luo Yi!!" teriak seseorang dari jauh.

" H-Hyun Bin?!" 😳

Aku jelas mengenali suara itu.

" Luo Yi kau mau kemana?!"

" selamatkan aku Hyun Bin!! Aku tidak ingin pulang!!" 😫

Hyun Bin malah terdiam. Melihat tampang sangar ayahku yang seakan siap menelannya kapan saja.

" t-tapi Luo Yi, kenapa kau harus pulang? Bukankah kau sudah dapat pekerjaan?"

Apa Hyun Bin tengah membantuku berbohong pada ayah?

" p-pekerjaan? Ya! Ayah aku harus bekerja sekarang.." 😰

" pekerjaan apa dan dimana?" 😡

Huft, akhirnya ayah mau bicara. Jika sampai dia berbicara maka ada kesempatan bagiku membujuknya.

" i-itu.. Aku.." 😰

" Luo Yi sekarang bekerja di BigHit Entertainment. Dia menjadi manajer baru dari Idol Grup BTS." ujar Hyun Bin ngasal.

" biar aku cek dulu." ujar ayahku seraya membuka ponselnya.

Sial! Hyun Bin!! Kenapa kau malah membuat kebohongan yang terlalu mudah dibongkar! 😭 Siapa yang tidak tahu BigHit Entertainment? Ayahku pasti dengan mudah menemukan kebohonganku ini! 

" Hyun Biin!! Aku akan membunuhmu!" 😡

" hah? Kenapa kau mau membunuhku?" 🙁

Sial!! Dia pasti akan menumpahkan segala kebohongannya itu kepadaku. 😭

" baiklah kalau begitu, ayah pergi." ujar ayahku tiba-tiba.

" eh, ayah? Kenapa tiba-tiba pergi?" ujarku heran, apa ayah benar-benar mempercayai kebohonganku itu? 😕

" ibumu meminta ayah menjemputmu jika kau masih menganggur. Tapi buktinya, kau memang sudah bekerja di BigHit Entertainment. Selamat, semoga kau bisa bekerja dengan baik." ujar ayah yang kemudian masuk ke mobilnya.

" ah, iya." jawabku singkat.

Ayah kemudian pergi, dan hawa dingin yang menegangkan perlahan hilang.

" Hyun Bin? Bagaimana bisa ayahku mempercayai kebohonganmu?" 😕

" bukan aku yang berbohong, tapi kau!" 😒

" hah?! Aku?"

" ya, kenapa kau bisa muncul di berita sebagai manajer baru BTS?! Lihatlah!!"

Hyun Bin menunjukkan padaku sebuah berita.

Manajer baru BTS, Luo Yi. Sempat datangi Fansign tiga hari lalu. Apakah dia seorang Army?

" apaaa??!!" 😱

To be continue..

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!