Pesta Pernikahan.
" kakak!!" teriakku pada sosok yang sudah sangat aku rindukan.
" Hye Rin?!"
...
...
" kau baik-baik saja?" tanya kak Seo Joon.
" kakak bisa melihatnya sendiri, aku baik-baik saja." 😄
...
...
" ya, kau terlihat sehat." ujarnya.
" aku hanya merindukanmu, kak." 😟
" oh, ya? Apa mereka disini tidak memperlakukanmu dengan baik?"
" ahh, bukan begitu. Aku hanya.. Tidak terbiasa tinggal disini. Aku lebih suka rumah kita."
" lain kali, aku akan mengajakmu pulang ke rumah."
" bisakah aku tinggal di sana saja?" 😞
" Hye Rin, kau sudah menjadi permaisuri raja. Tentunya kau harus menemaninya disini."
" tidak mau!" 😫
" Hye Rin.."
" kenapa juga kakak tidak mencegah pernikahan itu? Bahkan aku dinikahinya dalam keadaan tidak sadarkan diri!"
" maafkan kakak, Hye Rin. Tapi tidak ada pilihan lain. Setelah kau tak sadarkan diri karena ramuan itu, kakak merasa sangat bersalah. Kakak bahkan tidak bisa melihat pernikahanmu, karena langsung dipindah tugaskan ke perbatasan Silla."
" itu wilayah yang berbahaya." 😟
" kau seperti baru mengenal kakakmu saja." 😄
" ahh, iya.. Sayang sekali aku tidak bisa mengingat kenangan betapa hebatnya kakak ku ini." 😅
" kau memang selalu tidak ingin memujiku." 😒
" ahh, kakak melupakan fakta bahwa aku masih lupa ingatan. Aku tidak tahu bagian mana dari kakak yang harus aku puji." 😄
" kau pelit sekali."
" haha.." 😄
Dari kejauhan, Raja Min Yoongi melihat dua kakak adik itu bercanda tawa. Tak aneh jika saat Kim Hye Rin itu sadar, orang pertama yang dia cari adalah kakaknya.
" huh! Sehebat apa Kim Seo Joon itu. Kenapa dia bisa sampai membuat Hye Rin tersenyum dan tertawa?" 😒 ujar Raja Min Yoongi dari kejauhan.
" kita lihat saja, sampai berapa lama kau akan terus bersamanya!"
...
...
" kakak hentikan!"
" jangan lari Hye Rin!"
" kau tidak akan bisa menangkapku!" 😝
Aku mencari celah kebahagiaanku disini. Mengikuti pesta sangatlah membosankan. Setidaknya aku akan punya kenangan indah saat berada di dunia tak nyata ini. Walau memang ini hanyalah mimpi, tapi itu haruslah mimpi yang indah.
" maaf permaisuri, sudah enam jam. Waktunya anda meminum ramuan."
" ramuan? Apa kau sakit?" ujar kak Seo Joon dengan tatapan khawatirnya.
" tidak."
" apa raja yang memaksamu meminum ini? Apa itu artinya kau akan tidur panjang lagi?!"
" tidak, kakak.. Bukan begitu. Ini.. Karena aku ingin bertemu denganmu, raja memintaku meminum ramuan ini setiap enam jam sekali."
" kenapa? Lalu kau masih mau meminumnya?! Bagaimana kalau itu racun?!"
" bukan." ujarku seraya dengan cepat menenggak ramuan itu.
" Hye Rin!! Apa yang kau lakukan?!"
" jangan khawatir, kak. Ini hanya.. Ramuan biasa."
" kau berbohong!! Ekspresi di wajahmu tidak sesuai dengan apa yang kau ucapkan."
" ahh, baiklah. Ini ramuan yang tidak akan membuatku tidur. Aku harus meminum ini selamanya. Itu perintah raja."
" apa?! Kenapa kau harus terjaga terus seperti ini? Kau perlu istirahat!!"
" mungkin raja tidak mau aku tidur panjang lagi. Makanya memintaku terus meminum ramuan ini."
" tidak masuk akal!"
" sudahlah kak, ada baiknya juga aku meminumnya. Aku ingin menghabiskan banyak waktu denganmu. Aku takut jika tertidur lagi, akan semakin lama bagiku untuk bangun."
" benar juga. Sejak saat kau kembali dari Silla, kau mendapat kutukan tidur panjang ini. Berusahalah menjaga kesehatanmu, jangan sampai kau sakit karena kehilangan jam tidurmu."
" tentu saja." ☺
Malam hari.
Langit sudah gelap tapi tidak ada pertanda dari Raja Gila itu. Kemana dia pergi? Apa dia seorang kelelawar yang tidur di siang hari dan berkeliaran di malam hari? Kenapa juga aku peduli?! 😑 Bukankah bagus dia tidak kembali ke kamar ini? Dia pasti punya banyak selir yang siap melayaninya. Aku hanya sarana agar dia memiliki banyak prajurit, dan kakakku bersedia jadi jendralnya. Haish, membosankan sekali! Ramuan itu benar-benar membuatku tidak bisa tertidur!!
" aku harus mencobanya, barangkali setelah sepuluh menit memejamkan mataku maka akan tertidur dengan sendirinya." 🙁
Aku pun segera berbaring. Segala cara aku lakukan agar bisa tertidur.
" insomnia, yaa.. Aku agaknya tahu beberapa cara mengatasi hal itu di TV. Sepertinya aku bisa mencobanya."
Aku meminta segelas susu hangat kepada pelayan, dan langsung meminumnya. Mencuci kakiku dengan air hangat lalu kembali berbaring.
" tidak berhasil!! Apa aku harus merasa lelah dulu baru akan tertidur?" pikirku.
Aku beranjak kembali, melakukan segala macam olahraga. Berlari, push up, meloncat-loncat, dan..
Sraak!!
" apa begini caramu mengisi waktu luang?" 😒
" ahh!! Y-Yang Mulia?!"
Sial!! Kenapa raja gila ini tiba-tiba ada disini?! 😫 Dia melihatku dalam keadaan yang berantakan! Sungguh memalukan!! Maafkan aku Kim Hye Rin!
" Y-Yang Mulia sudah kembali?" tanyaku canggung.
" lalu yang kau lihat di depanmu ini siapa, hantu?" 😑
" ah, tidak. Saya kira Yang Mulia akan tidur di kamar lain." 😰
" aku tidak punya kamar lain." 😑
" apa?! Bukankah raja biasanya punya banyak.."
" aku tidak punya banyak selir. Hanya kau wanita yang ada di Istana ini."
" ahh?! Hanya aku?" 😳
" ya." ujarnya seraya duduk di atas ranjang besarnya.
" t-tunggu, Yang Mulia.. Itu.." 😰
Tidak boleh!! Dia tidak boleh tidur disini! Jangan sampai dia melakukan hal yang aneh padaku!
" kau siapa mencegahku tidur di kamarku sendiri?" 😒
" a-aku.. Sebaiknya aku pergi keluar, Yang Mulia." 😰
" permaisuri mana yang berani meninggalkan raja sendirian di kamarnya?"
" eh, itu.." 😰
" duduk disini!" 😡
Satu gertakan darinya saja bisa membuatku langsung patuh. Ada apa denganku akhir-akhir ini? Kenapa aku begitu lembek? Dia hanya seorang RAJA bukan? Hanya seorang..
" sikapmu ini seperti seseorang yang takut ku penggal kepalanya."
Ahh, iya.. Hal itu mungkin yang aku takutkan. 😩 Jika kepalaku sampai hilang, mungkin hilang juga kesempatanku untuk keluar dari dunia ini.
" daripada mengisi waktu luangmu dengan membuat kegaduhan, lebih baik kau melayaniku."
MELAYANI apa yang raja gila ini maksud? Bukan yang 'itu' kan? 😳
" kau memang gadis berpikiran sempit! Aku memintamu mengambilkan ramuanku dari tabib Soo Hyun. Aku tidak bisa tidur jika tanpa ramuan itu."
" ahh, iya segera saya bawakan Yang Mulia!" ujarku semangat.
Segera aku pergi dari ruangan dingin yang mencekam itu. Hawa dari Raja Min Yoongi memang benar-benar menyeramkan.
" ramuannya, Yang Mulia." ujarku setelah selesai mengambil ramuan itu dari ruangan ayahku.
" kelak, simpan beberapa botol ramuan itu di kamar ini."
" apa? Kenapa? Yang Mulia tidak takut aku akan meminumnya?" 😅
" minum saja.. Kelak saat kau bangun, kepalamu sudah tidak berada di tempatnya." 😒
" astaga.." 😳
Aku bergidik seraya memegang erat kepalaku satu-satunya ini. Kenapa dia hobi sekali mempermainkan nyawa sebagai lelucon?! Menyeramkan sekali!
" ceritakan sebuah kisah padaku sampai aku tertidur."
" k-kisah? Kisah apa? Saya tidak pandai bercerita, Yang Mulia." 😰
" bicara atau aku akan memotong lidahmu!" 😡
" ahh, iya baik Yang Mulia!!"
Lidahku!! Aku mohon bekerja samalah!! 😫
" p-pada suatu hari.. Ada sebuah rumah kecil berisikan tiga ekor babi kecil."
" sejak kapan babi tinggal di rumah? Apa mereka bosan tinggal di kandang?" 😑
" sudah aku bilang! Aku tidak pandai bercerita!!" 😫
" lanjutkan!" 😡
" ahh, iya oke." 😰
" ketiga babi kecil itu hidup bersama, babi kecil pertama bernama Bubu, dia sangat lucu dan periang. Selalu disukai semua orang."
" Bubu yang lucu dan periang, oke." ujarnya yang sepertinya masih terjaga.
" babi kecil yang kedua bernama.. Baba, dia juga periang dan selalu menemani Bubu bermain."
" Baba, periang juga, oke. Aku tebak babi ketiga itu namanya Boba."
Boba?! 😂 Entah kenapa aku tak bisa menahan tawaku ketika mendengar kata itu keluar dari seorang Raja Joseon yang begitu kuno. Bagaimana jika dia tahu bahwa Boba di masa modern nanti adalah minuman dengan bola-bola kenyal yang manis? 😂
" akhirnya aku bisa melihatmu tertawa, tapi kau berusaha keras menahannya. Kenapa?" 😒
" ahh, tidak Yang Mulia. Saya tidak.." 😰
" lanjutkan!"
" ahh, iya! Babi yang ketiga ini bernama Bibi, dia sangat pemarah dan tidak suka banyak bicara. Sehingga Baba dan Bubu tidak suka bermain dengannya."
" licik sekali, kenapa Bibi dibuat pemarah dan tidak ada yang mau bermain dengannya?" 😒
" s-saya tidak tahu Yang Mulia, ceritanya memang begitu."
Aku memang tak berniat menceritakan kisah sejak awal. 😑 Terpaksa aku membuat cerita sendiri. Bubu dan Baba adalah ku dan kak Seo Joon. Dan kau adalah Bibi si pemarah, tidak banyak bicara dan selalu sendiri. Jadi rasakan itu! 🙂
" baik teruskan!"
" Baba dan Bubu bermain bersama sepanjang hari, membuat Bibi semakin terkucilkan. Akhirnya Bibi pergi dari rumah dan menjalani hidupnya sendiri. Cerita selesai."
" hah? Selesai? Cerita macam apa itu?!"
" itu.."
" harusnya akhir kisah itu tidak demikian."
" hah? Kenapa?" 🙁
" Baba dan Bubu sudah sangat egois kepada Bibi. Harusnya mereka membuat Bibi jadi babi yang ceria dan suka bermain. Jika terus dikucilkan, bisa jadi.." raja gila itu menghentikan kalimatnya.
" bisa jadi apa?"
" Bibi akan menyingkirkan Baba agar bisa bermain dengan Bubu." 😊
Apa?! Apa Raja gila ini tahu aku menceritakan tentang dirinya? Apa dia mengira aku akan menyingkirkannya agar bisa kembali kepada kak Seo Joon? 😳 Apa dia juga akan menyingkirkan kak Seo Joon untuk bersamaku?
" Y-Yang Mulia.. Aku tidak bermaksud untuk.." 😰
" Zzz.. Zz.. Zz.." 😴
Hei? Dia sudah tertidur? Baru tiga detik yang lalu dia masih bicara?! 😑 Raja Gila ini.. Benar-benar menyebalkan!! 😫
To be continue..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments