8. Dia?

Melewati kegelapan, aku melihat beberapa titik cahaya yang mulai terang. Semakin terang hingga membuatku yang semula sangat mengantuk menjadi terjaga kembali. Menghela nafas panjang dengan jantung yang berdegup sangat kencang. Aku masih tak percaya, bahwa yang aku lalui selama ini hanyalah mimpi belaka.

" Hyun Bin?" panggilku pada sosok yang tengah terkulai lemah berbaring di sofa samping kamarku.

" Luo Yi?! Kau sudah sadar?" ujarnya kaget.

Ia langsung beranjak dengan badan yang masih belum sepenuhnya sadar.

" pelan-pelan, aku baik-baik saja." ujarku padanya.

" apa ada yang sakit?" 😰

" tidak. Aku merindukanmu Hyun Bin." 😊

" kemana saja kau selama di alam mimpi sana?! Kau membuatku khawatir saja! Aku sudah membawamu ke dokter, tapi mereka bilang kamu baik-baik saja."

" aku memang baik-baik saja. Aku hanya mengalami mimpi yang panjang." 🙁

" Tapi kenapa kamu masih belum sadar selama seminggu?! Ada yang bilang, mungkin kau terkena sindrom putri tidur. Bahkan aku sudah mencium mu tapi kau belum juga bangun. Sepertinya aku memang bukan cinta sejatimu." 😩

" apaa?! Kau menciumku Hyun Bin?!" 😡

" tidak ada pilihan lain, aku hanya mencobanya.." 😰

" apa yang sudah kau lakukan padaku selama seminggu aku tidak sadar?!" 😡

" a-aku hanya mencium mu sekali, maafkan aku!!" 😫

" Hyun Bin!! Aku akan membunuhmu!" 😠

" aku benar-benar panik, Luo Yi!! Orang tuamu terus menelpon karena kau tidak masuk kuliah. Aku bisa apa?! Aku memang bodoh karena berpikir kau akan bangun dengan ciumanku."

" kau memang bodoh! Lupakan saja hal itu!! Jangan pernah mengungkit ciuman itu lagi! 😡 Apa yang kau katakan pada ibuku?"

" aku bilang kau sakit dan belum sadar. Tapi mereka hanya memarahiku."

" sudah jelas itu akan terjadi. Apa ada hal lain lagi yang terjadi selama aku tertidur?"

" orang tuamu akan datang dua hari lagi. Mereka bilang akan membawamu pulang. Jika kau benar-benar sakit, maka mereka akan merawatmu disana."

" apa?! Mereka akan membawaku kembali? Tidak!! Ini tidak boleh terjadi! Mereka bukan akan merawatku tapi akan menyiksa dan mengurungku!" 😫

" lalu apa yang akan kau lakukan?"

" berikan ponselku!! Aku akan bilang bahwa aku sudah baik-baik saja."

" oh, ya ini." ujar Hyun Bin segera memberiku ponsel.

" halo, Hyun Bin tolong jaga Luo Yi sementara. Kami akan membawanya pulang nanti."

" ibu, ini aku."

" Luo Yi? Ini kau?? Bagaimana kau bisa sadar?"

" ya, aku terbangun begitu saja. Aku baik-baik saja ibu."

" tidak, kau harus kembali. Kau malah banyak mengacau disana. Setidaknya disini hidupmu akan teratur. Tidak akan terlibat narkotika."

" apa maksud ibu? Apa ibu kira aku memakai obat-obatan terlarang itu?!"

" kalau begitu apalagi yang bisa menyebabkanmu tak sadarkan diri selama itu? Dosenmu terus menelpon karena kau absen tanpa keterangan selama seminggu ini. Pulang sendiri atau ibu yang akan menyeretmu kemari!"

" ibu!! Aku sudah lelah dengan semua ini! Aku tidak akan pulang!"

" kau sudah berani menentang ibumu?!"

" ibu, masa depanku ada disini. Aku ingin mengejar karirku sendiri!"

" oh, ya? Lalu apa yang kau dapatkan sekarang? Mabuk-mabukan dan memakai obat terlarang? Itukah karirmu?!"

" sudah kubilang aku tidak melakukan itu!!" 😫

" baiklah, ibu beri waktu kau satu minggu. Jika kau tidak mendapatkan pekerjaan bagus dalam waktu itu. Maka ayahmu yang akan datang menjemputmu. Kau tahu bagaimana sifat ayahmu."

Ayah?! 😳 Dia bahkan tak akan bicara sepatah katapun saat menyeretku pergi. Membuatku malu dihadapan umum. Seakan aku benar-benar anak yang tidak tahu diuntung. Aku tidak ingin ayah yang menjemputku!

" baik! Tidak perlu ayah yang menjemputku, aku akan pulang sendiri jika dalam seminggu ini tidak mendapatkan pekerjaan yang ibu harapkan."

" bagus, jadilah anak penurut."

Tut..

Tut..

Tut..

Begitu saja berakhir percakapan antara seorang ibu dan anaknya. Tidak pernah ada kata perpisahan, sapaan atau bahasa kasih sayang. Mungkin memang begini harusnya nasib hidupku.

" Luo Yi, tenangkan dirimu oke?" ujar Hyun Bin seraya menepuk-nepuk pundakku.

" terima kasih, Hyun Bin."

" kau mau makan apa? Tidur seminggu lamanya pasti membuatmu sangat lapar, bukan?"

" ya, tentu saja. Bagaimana kalau kita makan diluar?" ☺

" aku setuju!" 😃

Aku segera bersiap seraya melirik jam di dinding menunjukkan pukul 3 sore. Ahh, jika dihitung dengan waktu di dimensi itu.. Mungkin aku harus kembali tertidur pada pukul 6 sore. Enam jam disana sama seperti tiga jam disini bukan?

" ahh, lupakan saja. Aku tidak akan kembali kesana. Apalagi hanya untuk.."

" dirinya.."

" dia hanya palsu."

" dia hanya raja gila dalam mimpiku."

Restoran cepat saji.

...

...

" kau mau makan apa?" tanya Hyun Bin saat kami tengah membuka-buka lembaran menu.

" entahlah, terserah kau saja." jawabku singkat.

" Hyun Bin.."

" hm?"

" penampilanku.. Apa sangat jelek seperti saat aku terjaga seminggu yang lalu?" 🙁

" tidak, kau masih cantik walau sudah tidur seminggu lamanya. Kau beruntung, orang lain pasti sudah menjadi panda ketika bangun dari tidurnya."

" apa artinya aku juga seperti panda saat ini?" 😑

" aku tidak bilang begitu." 🙁

" ahh, aku perlu melihat penampilanku sekali lagi." ujarku seraya pergi ke toilet.

" wanita memang aneh!" 😑 gerutu Hyun Bin.

...

...

" kau benar, aku masih cantik." ☺

" sekarang kau malah terlalu percaya diri. Makanlah, kau bilang hari ini akan makan apa yang kupesan." 😒

" ya, baiklah." ujarku seraya memakan hidangan yang baru saja tiba.

" Luo Yi, aku penasaran dengan mimpi apa yang kau lalui selama seminggu itu." 🙁

" kau tidak akan paham, mimpinya panjang sekali." 😑

" aku punya banyak waktu untuk mendengarkannya."

" ahh, kau memang tidak pernah mau kalah dariku." ujarku pasrah.

" baik, aku akan ceritakan padamu garis besarnya saja."

Aku bercerita oanjang lebar pada Hyun Bin. Dari sejak awal mimpiku yang tiba-tiba jatuh di atas gerobak berisi jerami. Menjadi sosok Kim Hye Rin, adik dari Kim Seo Joon yang sangat mirip dengan Hyun Bin. Sampai akhirnya aku menikah dengan seorang raja gila pada Dinasti Joseon.

" kau yakin itu hanya mimpi?" tanya Hyun Bin penasaran.

" kalau kau? Sebagai pendengar, apa kau percaya itu mimpi?"

" percaya gak percaya, sih. Mimpi biasanya tidak se detail dan se logis itu."

" jadi menurutmu, mimpiku itu tergolong logis?!" 😕

" kalau itu terjadi di zaman Joseon memang logis. Yang tidak logis di mimpimu adalah, Min Yoongi yang menjadi raja nya." 😒

" aku juga tidak tahu dia seorang Idol. Aku hanya tahu nama raja gila itu Min Yoongi."

" sebenci itu kau padanya sampai menyebutnya raja gila?" 🙁

" benci!! Sangat benci!! Dia kejam, arogan dan seenaknya!" 😑

" ahh, baiklah."

Tak terasa sudah tiga jam aku bersama Hyun Bin di restoran itu. Kami akhirnya memutuskan untuk pulang. Di perjalanan, aku melihat sebuah layar besar sedang menayangkan talk show. Aku hanya meliriknya sekali, tidak begitu menarik.

" ahh, Luo Yi! Tunggu!!" teriak Hyun Bin dibelakangku, memintaku untuk berhenti.

" kenapa? Ada yang ketinggalan?"

" enggak, kebetulan sekali dengan apa yang kita obrolkan barusan. Itu! Lihat di layar besar disana!" ujar Hyun Bin menunjuk ke arah layar besar yang sempat aku lirik sekejap.

" ada apa? Itu hanya acara talk show bukan?"

" benar, yang mereka wawancarai itu.. Adalah boy grup BTS, yang pernah aku ceritakan padamu. Lihat!! Yang diujung sana adalah personil bernama panggung Suga atau Min Yoongi. Sebentar lagi pasti giliran dia akan di wawancara." ujar Hyun Bin antusias.

Aku masih belum bisa melihat dengan jelas yang mana personil BTS yang dimaksud Hyun Bin itu. Hingga akhirnya kamera meng-close up salah satu member mereka yang berada diujung..

" M-Min Yoongi.." 😳

...

...

" ya! Benar yang itu. Bagaimana? Sama tidak dengan yang ada di mimpimu?"

" M-Min Yoongi.." 😢

...

...

" Luo Yi ada apa dengan dirimu?" 😕

" Min Yoongi, aku merindukannya!!"

" Luo Yi! Kenapa kau menangis? Hey, sadarlah!" 😰

" aku merindukannya Hyun Bin!!" 😭

" dia hanya muncul di mimpimu, dan baru sekali kau melihat wujud aslinya di layar saja sudah seperti ini? Astaga Luo Yi, kau membuatku panik saja." 😩

" aku ingin bertemu dengan dia!" 😭

" BTS biasanya akan mengadakan temu fans seminggu sekali. Tapi mungkin masih lama, sekitar empat hari lagi." 🙁

" kalau begitu beri aku obat tidur sekarang!"

" kau gila?! Tidak! Aku tidak akan memberimu obat itu! Aku tidak mau kau tidur panjang lagi!!"

" aku ingin bertemu dengan dia!!"

" oke, tunggu empat hari lagi. Aku akan membawamu bertemu dengannya di fansign."

Aku hanya terdiam membeku melihat sosok yang begitu sama persis dengan raja gila yang ada di mimpiku. Tapi kenapa dia harus seorang Idol? Dan kenapa pula aku sampai menangis dan berteriak ingin bertemu dengannya seperti itu? Memalukan!! Tidak seharusnya aku merindukan sosok yang tidak bisa aku gapai bukan? Dan lagi kami hanya berpisah kurang dari empat jam saja! Tidak, mungkin disana sudah hampir delapan jam.

" Min Yoongi, aku harus memastikan bahwa kau adalah raja gila itu."

To be continue..

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!