13. Kesepakatan

Sial! Aku mendadak terkenal karena berita itu. Aku sempat ragu kebenaran dari beritanya, namun ternyata lima menit setelah aku melihat berita itu, pihak BigHit Entertainment benar-benar menelponku untuk datang. Entah apa yang akan mereka bicarakan denganku. Aku tidak pernah melamar pekerjaan kesana, karena yaa aku sadar diri saja. Aku tidak cukup kompeten untuk bekerja disana.

" Luo Yi.." 😑

" apa?"

" apa kau ini sekarang manajer atau artis?"

" kenapa memangnya?"

" apa kau perlu berpakaian se tertutup itu?" 😑

...

...

" Hyun Bin, ini untuk jaga-jaga. Aku tidak ingin terlalu terekspos ke media. Melihat namaku di berita saja sudah begitu menakutkan. Apalagi sampai melihat wajahku disana."

" bukankah bagus jika kau terkenal? Ibu dan ayahmu juga pasti tidak akan mendesakmu lagi."

" yaa, tapi kau.." 😒

" ada apa denganku?" 🙁

" apa kau kau mau mengantarku ke BigHit dengan pakaian itu? Sebenarnya kau atau aku yang akan bekerja? Jika begini, kau bisa merebut pekerjaanku." 😑

...

...

" aku juga tidak mau kalah darimu, aku punya jadwal interview juga hari ini." 😎

" interview? Kau melamar pekerjaan juga? Dimana?!"

" rahasia." 😜

" ish." 😑

" nanti kalo aku udah diterima baru kasih tau kamu. Tadinya aku juga mau ajak kamu hari ini, tapi ya nasibmu berkata lain. Mungkin BigHit ini adalah takdir dari karirmu, Luo Yi."

" yaa, mungkin saja."

" kalau begitu aku gak antar kamu ke dalam, ya. Aku udah mau telat nih."

" yaudah, gih." ujarku mengusirnya.

" semangat, ya!" 😉

" kau juga, fighting!"

Hyun Bin berlari dengan setelan jas hitamnya. Yaa, dia keren dengan jas hitam itu.

" boleh saya bertemu dengan CEO BigHit Entertainment?" tanyaku pada bagian informasi.

" maaf nona, anda harus punya janji terlebih dahulu."

" aku Luo Yi, yang ada dalam berita itu. Pihak BigHit sudah menelponku sejam yang lalu, dan aku diminta datang hari ini." ujarku tanpa melepas maskerku.

" boleh nona membuka masker terlebih dahulu? Saya hanya ingin memastikan."

Aku pun dengan malas menurunkan maskerku. Hanya lima detik kemudian ku naikkan lagi.

" baiklah, silahkan datang ke tempat ini. Seseorang akan mewawancarai anda disana." dia memberiku secarik kertas.

" cafe? Kenapa harus melakukan wawancara di cafe?" 😕

" itu sudah keinginan dari pihak yang akan mempekerjakan anda, nona." jawabnya.

Aku tak terlalu berpikir jauh. Ini memang agensi bagi para Idol dan aktor aktris terkenal. Mungkin wawancara diluar kantor sudah biasa bagi mereka, agar tidak tidak terlalu kaku dan membosankan.

" aku rasa cafe nya yang ini.." 🙁

Aku menelusuri setiap meja disana. Aku lupa tidak bertanya di meja sebelah mana pihak BigHit itu menungguku. Atau mungkin dia belum sampai? Apa aku saja yang memesan mejanya?

" permisi, apa anda nona Luo Yi?"

" Ah! I-Iya.."

Aku kaget melihat salah seorang pelayan menghampiriku. Sejak berita itu, aku selalu takut ada orang asing yang tiba-tiba tahu namaku. 😑

" sudah ada seseorang yang menunggu anda di ujung sana." ujar pelayan itu.

Ahh, iya. Pihak BigHit itu memang pandai memilih meja. Diujung sana memang sangat nyaman, bisa melihat langsung pemandangan di luar cafe melalui jendela.

" apa itu dia?" 🙁 ujarku melihat seseorang dengan setelan jas serba hitam.

Dia duduk menghadap kaca dan aku berjalan dari arah belakangnya. Aku berusaha duduk dulu baru menyapa, agar tidak mengagetkannya.

" maaf saya terlambat pak. Saya baru tahu bapak akan menunggu disini."

" sejak kapan aku jadi bapakmu?" 😑

" K-Kau?!!" 😳

...

,...

" kenapa kau yang ada disini?!" 😱

" kau tidak senang bertemu idolamu? Baru tiga hari yang lalu kita bertemu."

" t-tapi.. Ini.. Aku.."

" perhatikan aku baik-baik. Mungkin kau bisa mengingat sesuatu."

" hah? Apa?" 🙁

Aku memperhatikan gerak-geriknya. Idol Suga itu tiba-tiba duduk dengan begitu tenang dan memakai maskernya. Menunduk dan berakting cuek. Apa yang ingin dia tunjukkan padaku? 😑

" saya tidak mengerti." ujarku terus terang.

" haish, jika begitu.. Apa kau ingat ini?"

Dia tiba-tiba berdiri dan tangannya ia genggam di atas kepalanya.

" ahh, terima kasih tuan." 😅

" haish.. Kalau bukan karena kau menolongku menghentikan bis. Aku akan menghajarmu." 😒

Tunggu.. Sepertinya aku mengingat sesuatu. 😳

" jadi kau yang berjas hitam di bus itu?" 😱

" ya itu aku, dan hari ini aku memakai jas yang sama. Tapi kau masih belum bisa mengenaliku." 😑

" ahh, maaf.. Tapi jas seperti itu tentunya banyak orang lain juga yang punya." 😅

" ini limited edition, hanya ada 3 di dunia. Satu dipakai pangeran Inggris, dan satunya lagi milik aktor India terkenal Sharukh khan."

" ahh, iya. Mungkin yang aku lihat adalah versi tiruan nya." 😅

" baiklah aku memaafkanmu. Hari ini, aku yang akan mewawancaraimu."

" baik, saya sudah siap."

" jika kau menjawab pertanyaanku dengan benar dan jujur, maka kau lolos."

" baik, tuan."

" kau sepertinya ingin aku menciummu, ya?" 😏

" eh, apa saya berkata begitu?" 😳

" tidak, lupakan saja." 😊

Aku melihat senyuman aneh di wajahnya itu. Entahlah, memandang wajahnya membuatku merindukan si raja gila itu. Aku sudah berjanji padanya akan kembali, maka aku akan memenuhi janjiku itu. Aku akan tidur sesuai jadwalku. Dengan begitu aku bisa kembali ke sana setiap hari, dan menjalani keidupan normalku disini.☺

" baiklah, pertanyaan pertama. Apa kau pernah ke Bar Toretto sehari sebelum kau sidang skripsi?"

Mampus sudah!! 😳 Kenapa dia bisa tahu aku pernah gagal lulus kuliahku karena ke Bar itu. 😫 Pupus sudah karirku, bahkan aku belum menjawab pertanyaan pertamaku.

" kenapa diam? Jawab saja, aku tidak akan mengaitkan urusan pribadimu dengan pekerjaan yang sedang menantimu saat ini. Jujur lebih baik."

Jujur lebih baik? Apa ini tes kejujuran? 😳 Tapi bukankah menjadi seorang manajer itu tidak boleh TERLALU JUJUR? Ahh, aku serahkan nasib karirku pada mulutku ini. 😓

" ya, aku terakhir kali ke bar itu satu hari sebelum sidang skipsiku. Dan aku gagal lulus karena itu."

" kau gagal? Kenapa?" ujarnya kaget.

Jadi dia tidak tahu aku gagal di sidang skripsiku itu? Haish aku malah terlalu jujur! 😫

" k-karena aku.. Terlambat menghadiri sidangnya. Aku terbangun di tempat yang sangat jauh dari rumah dan kampusku."

" ahh, aku mengantarmu ke tempat yang salah. Harusnya kau membawa kartu identitasmu kemanapun kau pergi. Jadi aku bisa mengantarmu ke rumah."

" hah? Apa yang kau maksud??"

" hati-hatilah, kalau tidak biasa mabuk maka jangan lakukan. Bagaimana jika orang lain yang menemukanmu dalam kondisi seperti itu?"

Tunggu.. Aku sepertinya ingat sesuatu. Hyun Bin pernah bilang..

" Luo Yi, bukan aku yang mengantarmu ke hotel itu." 😳

" apaa?!! Jangan bercanda Hyun Bin!" 😫

" aku benar-benar mabuk malam itu, tapi aku tahu pasti. Seseorang pria membawamu. Aku sempat menghentikan dia, tapi dia bilang tak baik jika aku yang mengantarmu pulang."

" apa kau melihat dia? Siapa pria itu?!"

" entahlah, tapi dia bilang.. Dia adalah pacarmu. Sejak kapan kau punya pacar, Luo Yi?"

" itu kau juga?! Kau yang mengaku sebagai pacarku dan membawaku ke hotel? Itu kau bukan?!" 😱

" ya, itu aku. Lagi." 😊

" kau sudah bertemu dua kali denganku, pantas saja di fansign kau bersikap seakan sudah lama mengenalku."

" aku memang sudah sangat lama mengenalmu, bahkan sejak kau masih kecil. Kim Hye Rin.."

" sudah aku bilang namaku bukan itu!" 😫

" apa kau tidak penasaran darimana aku mengetahui kisah Kim Hye Rin, adik dari Park Seo Joon dan permaisuri raja Joseon?"

" bagaimana jika itu hanya karanganmu saja?"

" jika aku bilang itu adalah nyata bagaimana?"

" jangan bercanda."

" aku serius, Luo Yi."

" lalu bagaimana kau akan menjelaskannya padaku? Raja Min Yoongi?" 😊

" mari buat kesepakatan."

" baiklah, apa itu Yang Mulia?"

" haish, aku tidak bisa menciummu disini." 😑

" jadilah milikku disini, turuti kemauanku tanpa syarat."

" baiklah, bukankah aku sudah jadi permaisurimu disana. Dan aku harus jadi manajermu disini. Itu sudah memenuhi syaratku untuk menjalankan semua perintahmu, Yang Mulia." ☺

" kau memang pandai memancing amarahku." 😒

" Tapi aku serius soal itu, jangan membantahku dimanapun dan kapanpun."

" baiklah, aku bersedia. Jadi dari mana kau akan memulai ceritanya?"

" oke, kau yang memintaku untuk mendongeng kali ini."

" Jadi aku harap kau ingat kesepakatan kita."

" Kau adalah milikku, dan akan selamanya begitu."

" semuanya berawal dari.."

To be continued..

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!