Dua Minggu Kemudian.
Ahh, raja gila itu benar. Aku masih terlihat biasa saja walau sudah dua minggu ini tidak terlelap sedikitpun. Aku memang kadang berbaring dan memejamkan mata untuk beristirahat, tapi itu tetap tak membuatku terlelap. Aku hanya bisa berimajinasi seakan kembali ke zamanku berada.
" ahh, disaat seperti ini aku sangat berharap tubuhku terkena penyakit. Agar aku bisa mendapatkan ramuan dan tidur dengan nyenyak selamanya."
Ahh, ada apa denganku? Dizamanku, belum pernah aku menemukan ramuan yang bisa membuatku terjaga. Tidak se bagus ramuan di zaman ini. Bahkan obat yang pernah Hyun Bin berikan pun hanya mampu bertahan seminggu, tubuhku sudah terkoyak cukup parah.
" tapi taman di luar istana ini lumayan.." 🙁
Setidaknya disini masih asri dan terjaga. Akan sangat sulit melihat alam seperti ini di zaman modern.
Sementara di sisi lain.
" dia kuat juga, dua minggu ini dia hanya berkeliaran di taman itu." ujar Raja Min Yoongi dari kejauhan.
" semakin aku perhatikan, semakin gila aku dibuatnya." 😑
" penasihat Hwa Seok!"
" iya, Yang Mulia?"
" aku ingin berlatih pedang hari ini. Jangan ada yang menggangguku."
" baik Yang Mulia." ujar penasihat Hwa Seok yang kemudian pergi menyiapkan tempat khusus latihan Raja Min Yoongi itu.
Taman.
" apa yang sedang di lakukan kakakku di jam segini, ya?" 🙁
" dan bagaimana keadaan Hyun Bin?" 😟
" dia pasti mengkhawatirkanku.. Dia bilang tak akan pergi dari rumahku sebelum aku bangun."
" jika aku hitung, dua minggu sudah aku terjaga disini. Artinya sudah seminggu aku tak sadarkan diri disana. Tidak tahu bagaimana khawatirnya dia padaku." 😟
" apalagi aku tak sadar karena dia menyuntikkan obat bius bodoh itu!!"
" salahnya juga aku jadi terjebak lebih lama disini!" 😒
" ahh!! Aku tidak tahan lagi!! Aku sudah sangat khawatir si bodoh itu tak makan dan tidur karena menungguku bangun!" 😫
" aku harus bicara pada raja gila itu!" 😡
Tempat latihan pedang Raja Min Yoongi.
" maaf permaisuri, tapi saat ini Yang Mulia sedang tak ingin diganggu."
" bilang pada raja gila kalian itu aku yang mencarinya!" 😡
" tapi permaisuri.. Saya tidak bisa melanggar ucapan Yang Mulia Raja."
" bilang dulu padanya! Jika dia akan menghukum dirimu, maka aku yang akan menggantikanmu!"
" baiklah permaisuri, saya akan mencoba bicara pada Yang Mulia." 😰 ujar pelayan itu dengan rasa takutnya.
Belum sepuluh detik, pelayan itu sudah keluar. Dan syukurlah dia masih utuh. 😪
" permaisuri silahkan masuk." ujarnya.
Ahh? Beneran boleh?? 🙁 Semoga saja aku bisa keluar dalam keadaan masih bernyawa. Karena saat ini aku memang seakan tengah berjalan menuju peti matiku.
" ini pertama kalinya kau yang mencariku."
Dia masih memegang pedangnya?! Dengan satu tebasan darinya saja mungkin tubuhku akan langsung terbelah dua! 😵
" Y-Yang Mulia, maaf mengganggu. Jika latihan nya belum selesai, baiknya saya bicara nanti saja." 😰
" kau sudah membuat latihanku berhenti. Inikah rasa tanggung jawabmu?" 😡
" maaf Yang Mulia, saya tidak tahu. Saya hanya ada hal penting yang ingin dibicarakan.."
" hal apa?"
" tapi lebih baik saya tidak menbicarakan hal itu sekarang."
Sangat berbahaya membicarakan ramuan tidur itu kepada raja gila yang sedang memegang pedangnya saay ini. 😫 Aku masih ada keinginan untuk hidup.
" ahh, tidak sekarang ya? Bagaimana kalau malam ini saja?? Kebetulan aku belum melewati malam pertama dengan permaisuriku ini." 🙂
Malam pertama?? Hal semacam apa itu?! 😵 Aku belum cukup dewasa untuk berpikir sampai kesana. Lebih baik aku mati saja daripada harus melalui malam itu dengannya! 😫
" ahh, baik Yang Mulia. Saya akan bicara sekarang saja." 😰
" baiklah, ada apa?"
Ahh, dari nada bicaranya.. Sepertinya suasana hatinya sudah lumayan membaik. Aku hanya perlu memilah kata yang benar agar pedang itu tidak menembus tubuhku. 🙂
" bolehkah aku meminta ramuan tidur itu?"
" apa?! Katakan sekali lagi!!" 😠
Ahh!! Tatapan nya berubah menyeramkan! 😳 Apa yang harus aku lakukan? Apa dia akan memenggalku disini? 😫
" t-tidak Yang Mulia bukan seperti itu.. Maksud saya.. Mari buat kesepakatan!" 😰
" kesepakatan?"
" ya! Ijinkan saya minum ramuan itu, s-saya janji.. Dalam waktu enam jam saya akan bangun." 😰
" bagaimana jika tidak?" 😡
" j-jika aku tidak bangun dalam enam jam pun, aku tetap akan bangun. Mungkin cukup lama."
" apa untungnya bagiku?"
" apa juga untungnya bagimu aku ada disini? Bukankah jika aku mati pun tidak akan ada yang berubah?!" 😫
Emosiku malah meluap melihat betapa egoisnya raja gila ini terhadapku. Kenapa pula aku harus terjaga selamanya, sedangkan aku tidak melakukan apa-apa? Apa aku ini hanya boneka baginya?!
" baik, aku akan memberimu ramuan itu. Dengan satu syarat."
Apa?! Dia serius akan memberiku ramuan itu? 😳
" apa syaratnya?" tanyaku tanpa pikir panjang.
" jika kau bangun lebih dari enam jam, maka aku boleh minta apapun darimu."
Aku mulai terdiam. Kepalaku mulai berputar keras memikirkan syarat yang mungkin sederhana tapi mungkin juga berat. Bagaimana jika dia meminta nyawaku? Bagaimana juga kalau dia meminta tubuhku?!
" Tidak!! Aku tidak setuju!"
" tidak setuju?! Baiklah, aku akan memindahkan ramuan itu ke tempat yang kau pun tidak akan bisa menemukannya." 😠
Aahh!! Tidak!! Jangan sampai aku kehilangan kesempatan terakhirku untuk kembali! 😫
" ya! Baiklah aku setuju!! Saat aku bangun setelah enam jam, maka syarat yang kau ajukan tidak akan berlaku!"
" oke. Tapi ingat! Jika lebih dari enam jam, maka kau harus memenuhi keinginanku tanpa syarat."
" oke!! Aku terima syaratmu!"
Masa bodoh dia akan meminta apa nantinya. Aku tidak akan pernah kembali kesini setelah meminum ramuan itu!! Aku akan berusaha mengeluarkan pil sialan itu dari tubuhku, entah dengan bertahun-tahun di kamar mandi atau dengan operasi sekalipun! Lebih baik aku mati daripada kembali ke dunia palsu ini!
" jangan dulu pergi, aku belum selesai latihan."
Apa dia mau aku menontonnya? 🙁 Sombong sekali!! Mari kita lihat, seberapa hebat raja gila yang bodoh ini dalam menggunakan pedang. 😒
Keren sekali!! 😳 Aku belum pernah melihat pertunjukan pedang sebagus ini.. Tapi dia kenapa terlihat begitu tampan dengan pedang itu? 😍 Ahh!! Tidak, jangan sampai aku terpesona dengan wajah palsunya! 😖 Ingatlah.. Aku bukan Kim Hye Rin, aku Luo Yi. Dan aku bukan dari zaman ini. Aku bukan permaisurinya yang asli.
" sudah cukup terpana?"
" ahh!!" aku kaget ketika melihat raja gila ini sudah berada di sampingku. Sejak kapan? 😳
" ikut aku."
" kemana?"
" ikut saja, aku tidak akan mengingkari janjiku soal ramuan itu."
" tapi kapan Yang Mulia akan memberikannya padaku?"
" malam ini."
Aku menurut saja dan mengikuti dia kemanapun. Tidak ada satu pelayan pun yang mengikuti kami. Entah kemana dia akan membawaku.
" Kim Hye Rin"
" ah, iya Yang Mulia?" 😳
" bolehkah kau jangan memanggilku begitu?"
" memanggil apa?"
" jika kau tau namaku, panggil aku dengan itu."
" bukankah lidahku akan dipotong jika aku menyebut raja dengan namanya?" 😰
" tidak akan."
" tapi Yang Mulia.."
" kau tau namaku?"
" ya, saya tahu.. Tapi.."
" siapa namaku?"
" M-Min Yoongi." 😰
" bagus."
Aku hanya terdiam setelah percakapan singkat yang menegangkan itu. Tapi aku bersyukur ternyata lidahku masih aman.
" Kim Hye Rin, sepertinya aku menyukaimu."
" hah? Apa?!😳 Maaf Yang Mulia.. Mungkin pendengaran saya sedikit.."
" tidak, yang saya ucapkan benar. Yang kamu dengar juga benar. Seberapa keras usahaku menjauh darimu, tak bisa aku pungkiri memang aku menyukaimu."
" tapi Yang Mulia, saya.." 😰
" ayo, ikut aku."
" k-kemana? Yang Mulia, saya.."
" bukankah kau ingin ramuan itu? Aku akan membuatnya sekarang." ujarnya seraya berjalan menjauh.
Aku mengikutinya dari belakang. Entah ada apa dengannya. Kenapa dia begitu aneh? Bagaimana bisa dia dengan begitu tenang mengatakan bahwa dia menyukaiku? Bagaimana juga hal itu bisa terjadi pada raja gila sepertinya?!
" kau begitu inginnya pergi dari sini." ujar raja itu seraya menuangkan ramuan yang selama ini aku hanya bisa menatapnya.
Tapi apa maksudnya dengan 'pergi dari sini'? Bukankah dia jelas tahu aku akan bangun setelah enam jam nanti. Apa dia tahu aku tidak akan kembali? Apa harus se dramatis itu? 🙁
" Yang Mulia, saya akan bangun setelah enam jam. Kenapa Yang Mulia berkata demikian?" tanyaku.
" aku tahu pasti keinginanmu yang sebenarnya. Ini, minumlah." ujarnya seraya menyerahkan mangkuk kecil berisi ramuan itu padaku.
Entah kenapa, ramuan yang sudah kupegang ini.. Rasanya sulit sekali untuk meminumnya. Bukankah ini yang aku inginkan? Kembali ke zamanku dan tidak akan pernah kesini lagi? 😞 Tapi ada apa dengan tatapan menyedihkan si raja gila itu? Membuatku seakan tak tega meninggalkannya. Sudahlah!! Siapa juga dia bagiku? Aku mati pun dia tak akan pernah peduli!
Aku segera menenggak ramuan itu tanpa ragu. Kemudian memalingkan wajahku, tak ingin melihat tatapan menyedihkan si raja gila itu.
" kau yang memilih keputusan ini." ujarnya.
" maafkan aku, Yang Mulia. Jaga dirimu baik-baik."
Si raja gila jelas tahu apa arti ucapan Kim Hye Rin ini.
" tidurlah dengan tenang, aku akan dengan setia menunggumu bangun disini." ujarnya lembut.
" terima kasih untuk segalanya, Min Yoongi." akhir kalimatku saat itu.
Dan setelah sekian lama, mataku akhirnya terpejam dan terlelap.
" Kim Hye Rin, sudah aku bilang. Di dunia ini atau di dunia manapun, kau hanya harus menjadi milikku."
To be continue..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 31 Episodes
Comments