Mentari kembali bersinar dari ufuk timur, Ming Li pun sudah terlihat begitu cantik dengan hanfu berwarna biru langit di padukan dengan jepit rambut giok murni dengan rambut yang di ikat longgar dan kepangan di sisi kanan dan kirinya, serta jangan lewatkan kain putih yang selalu setia menutup sebagian wajahnya itu, menambah kesan kecantikan yang misterius
"Ah Fei, bukankah sekarang sudah waktunya sarapan?" Ucap Ming li sambil membenahi penampilannya di depan kaca, penampilan sudah benar benar cantik dan menarik
"Benar nona"
"Mari ke jamuan makan, aku ingin berkenalan dengan para penghuni istana ini" Ucap Ming Li sambil memasangkan pewarna bibirnya, Mari mulai bermain,
Sejak terbangun di tubuh lemah ini min bertekad untuk bermain dan terus menerus main, ia tak ingin menghabiskan hidupnya dengan segala urusan yang merepotkan, ia sudah berusaha keras di masa lalu dan ia berakhir dengan tragis,
"Ampun nona, tapi?" Ucap Fei Yang agak ragu, selama hampir 1 tahun usia pernikahannya bersama sang kaisar, sang permaisuri tak pernah ikut perjamuan,
"Apakah aku harus perduli?, sudah lah, sudah waktunya sarapan kan?," Ucap Ming Li beranjak dari tempat duduk menuju tempat perjamuan, yah walaupun makanan di kediaman ya tak kalah lezat entah mengapa min sangat ingin makan di perjamuan, entah lah,
Setelah menempuh perjalanan cukup panjang, akhirnya Ming Li sampai di perjamuan min duduk di tempat yang ingin ia duduki, ia tak perduli punya siapa yang pasti saat min memilih tempat itu maka min akan memilikinya,
"Siapkan makanan yang lezat untuk ku" Ucap Ming Li pada pelayan tua yang berdiri tak jauh darinya,
"Apa yang kau lakukan sampah?, di sini bukan tempat mu, kembalilah ke tempat mu," Ucap si pelayan itu dengan angkuh,
Ming Li menyeringai, meraih gelas giok dan dengan gesit melemparkannya ke wajah si pelayan tua, si pelayan tua langsung tumbang, sedangkan min menatapnya dengan tatapan datar
"Aku bisa saja membunuh mu, tapi aku tak ingin mengotori tangan ku dengan nyawa tak berguna mu itu" Ucap Ming Li menuangkan minumannya, para pelayan dengan cepat menyiapkan makanan ia tak ingin bernasib malang seperti kepala pelayan mereka,
"Hey lihat lah sampah ini?, apa yang kau lakukan disini" Ucap gadis dengan bedak yang hampir 1 kilo bibir merah menyala dan jangan lupakan perhiasan berlebihan namun pakaian yang kekurangan bahan itu, tak menyangka di masa ini pun cabe cabean sudah ada, ini pasti nenek moyang para mahluk alay yang ada di masanya nih
"Apa kau tak memiliki mata?" Ucap Min terdengar begitu santai
Si Gadis nampak menghela nafas kesal, para keluarga kerajaan sudah berada di sana, dan ia tentu tak bisa berbuat sesuka hati,
"Hey sampah, apakah kau tak memiliki rasa malu?, bergabung di perjamuan ini?" Ucap putri ke tujuh ketus, ia harus membalas dendam atas rasa sakit yang ia rasakan sebulan lalu,
"Jangan sampai melupakan batasanmu putri, apakah kau ingin kembali berakhir dengan hukuman?" Ucapnya menaikan alisnya,
Ming Li tersenyum lembut menatap pangeran kecil yang terisak di depan pintu perjamuan, min perlahan berdiri tak perduli dengan tatapan membunuh para pangeran putri dan selir, mendiang kaisar memiliki 5 selir, dan tinggal 3 selir yang tersisa selebihnya meninggal dunia
"Hey ada apa?, Dan siapa namamu?" Ucap Ming Li menyamakan tinggi tubuhnya pada bocah 8 tahun itu, ia terlihat kesepian dan sendirian, tidak ada yang memperdulikannya, sama seperti Ming Li di masa lalu, benar benar menjijikan
"Aku Yu Xiou Feng pangeran ke 9 dan kau siapa?" Ucap bocah itu, pangeran ke sembilan menatap Ming Li dengan mata yang masih berbinar dan jejak air mata di pipi bocah itu, huh sungguh malang bukan bocah sekecil ini di biarkan sendiri lalu di mana kakaknya?, jawabannya adalah para kakak dari pangeran ke sembilan di asingkan di perbatasan barat, para pangeran pergi dan ibunya di asingkan serta si bungsu di telantarkan sungguh mahluk yang kejam
"Aku teman mu, mari makan bersama" Ming Li tersenyum lebar dan mengendong bocah itu menghapus jejak air matanya, kemana hati para bangsawan ini, mengapa begitu tega mengabaikan bocah kecil dan imut seperti pangeran ke 9 ini
"Ibunda?" Sang bocah kembali terisak dalam diam, ia di paksa menjadi kuat, kehidupan istana yang kejam mau tak mau membuatnya terbiasa dengan hal seperti ini,
Ia sudah terpisah dari ibunya sejak 3 tahun yang lalu, saat ia menginjak usia lima tahun, para bangsawan tak punya hati itu memisahkannya dari sang ibu, membuatnya menjadi anak yang terlantar dan kurangnya kasih sayang, beruntung masih ada pelayan yang mau menjadi pelayan pribadi dan mengurusnya dengan begitu tulus
"Hey ada apa dengan ibu mu?" Ming Li berbisik pelan dan menghapus air mata itu, memasukan beberapa cemilan yang di siapkan pelayan untuk menemani tehnya, ia tak perduli dengan penolakan bocah itu,
"Ibunda sendirian dan kelaparan" Ucap si bocah terisak, min terdiam sejenak, ataukah selir ke 5 bernasib sepertinya?, atau selir ke 5 di hukum?, dalam memori Mian Li, Mian Li tak berinteraksi langsung dengan selir kelima, mereka bertemu hanya saat hari pernikahan
"Pangeran kecil jangan menangis" Ming Li menepis air mata dan memeluk bocah itu, entah mengapa ia merasa nyaman saat bersama bocah kecil ini, atau mungkin karena nasib mereka yang sama?, min sendiri sudah membuat keputusan jika ia akan menjaga pangeran ke sembilan ini.
"Pelayan antarkan makanan dan temani selir ke 5 di kediaman anggrek, dan Fei Yang, awasi mereka jika mereka tidak sopan hukum saja" Ming Li berjalan pelan kembali duduk di kursi yang sempat di tempatnya tadi sembari menyesap tehnya perlahan
"Jangan menangis, selir janda tak kesepian dan tidak kelaparan, mari makan setelah itu kita akan mengunjunginya, apa kau senang?" Ming Li bersuara dengan suara imut, ia tak perduli dengan tatapan tajam dari para bangsawan tak berguna itu, Sang pangeran mengangguk pelan, menepis air matanya dan tersenyum lebar
"Ah baik lah" Ucapnya dan Ming Li melanjutkan acara makanya, masa bodoh dengan tatapan dan bisik bisik itu, ia lapar makan ia makan, ia tak perduli dengan para bangsawan apalagi kaisar
"Kaisar, selir bai dan nona bai tiba" Suara teriakan kasim membuat Ming Li tersedak dan segera mengambil minuman
"Dasar tak berguna" Ucap Ming Li kesal di masa depan ia harus menyumbat mulut kasim itu agar tak berteriak, lagi pula jika datang ya datang tinggal masuk duduk terus makan mengapa harus repot berteriak, benar benar kehidupan yang menyebalkan dan sangat merepotkan
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
Queen
dan di jadiin teladan sampai sekarang
2022-04-25
2
Aya Vivemyangel
🤣🤣🤣🤣 bener ,, ngapain repot sih pake Acr treak" sgla 😂😂
2022-04-08
2
Aya Vivemyangel
🤣🤣🤣 nenek moyang cabe"an , ada yaa 🤣🤣🤣
2022-04-08
2