Bab16#

Setelah puas berkeliling pasar beberapa saat, Mian Li perlahan menepi untuk sekedar menikmati keindahan hutan pinggiran kota, ia sudah bermain seharian dan sekarang sudah waktunya kembali ke istana,

Jika tidak entah apa yang mereka lakukan pada Fei Yang, Ia berjalan ringan menyusuri pinggir hutan, seperti yang di perkirakan, hutan memang tempat yang sepi dan hanya akan di temani oleh suara suara kicauan burung dan jangkrik saja berbeda dengan di kota yang begitu hiruk dengan kehidupan manusia

"Huh" Mian Li menghela nafas pelan, selama ini ia menghabiskan seluruh waktu mudanya untuk membunuh dan membalas dendam,

"Akankah ini kesempatan untuk ku memulai kehidupan yang layak?" ia membatin sembari menatap nyalang air yang terus mengalir

"Benar, zaman ini adalah zaman merepotkan jika aku tak berhati hati maka aku akan mati tampa penjelasan, dewa sialan mengapa kau tak langsung menerima ku saja, bukankah itu akan menjadi lebih mudah?" Batin nya pelan dan terus menuangkan air untuk di minum, meskipun hanyalah air putih namun tetaplah terasa nikmat jika sedang dama keadaan kehausan seperti ini

Mian Li menjergit pelan saat tatapannya tanpa sengaja jatuh pada sebuah benda terapung tak jauh darinya dalam sekali lihat ia tau jika mahluk yang mengapung itu adalah manusia, entah mengapa hati nurani Mian Li tergerak untuk menggapai sosok itu, tubuh ini bahkan bergerak sendiri mendekati mahluk yang terapung itu,

Mian Li menghela nafas sudah lah, telanjur basah ya sudah mandi sekali, setelah berada cukup dekat Mian Li membalikan tubuh itu ternyata seorang pria, dari wajah dan tubuh yang ia miliki maka Mian Li dapat melihat jika pria ini cukup tampan akan tetapi wajah nan tampan juga tidak akan berguna jika sudah tak memiliki nyawa

Dengan sedikit usaha keras ia berusaha menarik si pria keluar dari sungai

"Sialan kau berat sekali apa apaan ini mengapa aku harus membantunya, Chen Mian Li sialan itu, ia sudah mati akan tetapi malah meninggalkan kesulitan untuk ku" Ia merutuk dengan malas,

Memiliki hati yang lembut hanya akan membuat dirinya menjadi lemah, akan tetapi saat ini ia tak terkendali, jika itu di masa moderen maka Ia akan membiarkan si pria membusuk, toh juga bukan urusannya, akan tetapi ia terikat dengan hati lembut Mian Li, ia bersikeras namun meninggalkan rasa ganjal dan membuat dirinya merasa tidak nyaman.

"Apakah dia sudah mati?, jangan mati kau akan menyesal jika mati lebih dahulu" Mian Li mencoba meraih pergelangan tangan si pria, masih begitu muda dan tentu memiliki masa depan yang cerah, mati muda bukan pilihan yang baik

Tangan kecil itu bergerak ke pergelangan tangan sang pria dan dengan lembut mulai memeriksa keadaan pria penolongnya ini

"Masih hidup tapi sangat lemah, hey kau juga harus berjuang, aku bukan dewa yang bisa menghidupkan orang mati, lagi pula kematian bukan hal yang baik dari itu kau harus hidup" Batinnya menghela nafas lega, pria ini masih hidup, namun lemah,

Ia adalah korban tenggelam, hal yang harus ia lakukan adalah mengeluarkan air yang tertelan oleh si pria sebelum kesadarannya menghilang,

Baiklah Mian Li akan melakukan pertolongan pertama, apa lagi jika buka menekan nekan bagian dada si pria agar air yang ia telan keluar, setelah beberapa saat tak kunjung napak perubahan, benar benar di luar dugaan, Mian Li menghela nafas frustasi, si pria tak kunjung menunjukan tanda tanda akan terjaga, padahal kan ia sudah menekan dada itu berkali kali, namun hasilnya zonk,

Menghela nafas lagi dan lagi, ia mendekatkan wajahnya ke si pria, jika pertolongan pertama tak membuahkan hasil maka mari buat percobaan kedua, yaitu?, (CPR) atau memberi nafas buatan, kalian tentu tak asing kan dengan hal ini?

"Apakah di cium dulu baru kau mau membuka matamu, dasar pria suka sekali mencari kesempatan pada gadis lemah" Ucapnya menjauhi si pria, kembali menutupi wajahnya dengan kain hitam, membiarkan menghirup nafas dengan rakus, memang, air yang ia keluarkan tak terlalu banyak, tapi jika tak di keluarkan maka akan berujung dengan kematian,

"Apa yang kau lakukan" Suara berat itu terdengar begitu lemah, ia menaikan alisnya tak perduli,

Sudah jelaskan yang baru saja mereka lakukan, memberi nafas buatan untuk pertolongan pertama korban tenggelam, dalam diam ia memasukan pil kedalam mulut si pria, tak lama kemudian sang pria memuntahkan darah, luka dalam yang di alami pria ini cukup serius,

Dengan racun Mio Chi yang sudah menjalar hampir di seluruh aliran darahnya di tambah dengan tenggelam membuat jantungnya hampir berhenti berdetak Si Pria menatap min dengan tatapan tajam, seperti ingin membunuh saja, namun ia tak bisa melakukan apapun tubuhnya terlalu lemah, min mengelap darah hitam itu menggunakan sapu tangan putihnya

"Apa yang kau lihat?," Ucapnya dengan nada pelan, ia berjalan menjauh untuk segera menghidupkan perapian untuk menghangatkan tubuh yang hampir beku itu, musim salju baru saja berlalu dan bahkan aliran sungai masih terasa begitu dingin, sang pria terlihat begitu kerepotan untuk membenahi tempat duduknya yang mungkin kurang nyaman

"Dasar lemah" Mian Li melangkah pelan mendekati si pria, membantu sang pria menyandarkan tubuh si pria ke pohon, sudah tau tubuh lemah dan hampir mati masih saja keras kepala,

"Apa yang kau lihat?, kau fikir luka mu itu kecil?, bukankah sudah ku katakan kau tak boleh banyak bergerak" Ucap Mian Li segera mencari tempat untuk duduk di depan perapian untuk menghangatkan tubuhnya yang basah kuyup, Min tak ingin masuk angin, dan sakit, bagai manapun kesehatan itu yang paling utama

"Kau?? Melak... Lupakan" Ucap si pria, yang baru terjadi sungguh sangat memalukan, ia tak pernah menyangka jika hal ini akan terjadi, ia bahkan tak pernah menduga jika ciuman pertamanya di renggut Seorang gadis tak di kenal, sedangkan Mian Li?, ia sama sekali tak perduli, toh ini bukan yang pertama kali baginya, ia hanya berniat menolong saja

"Begini cara mu mengucapkan terimakasih pada penolong mu?" Ucapnya menaikan alis, si pria tak banyak bicara, namun selalu saja menatap min dengan tatapan tajam, yah ia merasa sedikit tidak nyaman karena itu

"Ah lupakan, aku tak butuh terimakasih itu, sekarang segeralah kembali ke kediaman mu, hutan cukup berbahaya, banyak bandit gunung dan hewan buas di sekitar sini, ku harap kau bisa menjaga dirimu sendiri" Ucap Mian Li menghela nafas pelan, malam sudah larut dan yah ia harus segera kembali ke istana,

Tubuhnya sudah lengket dan sangat lelah karena telah berkeliling seharian, ia butuh tidur, pijatan yang nyaman dan pelayanan lainya, kasur yang nyaman akan segera kembali, ia berjalan meninggalkan si pria dalam kediamannya, kembali ke istana lebih menarik dari pada harus berada di hutang dengan pria yang hampir sekarat, yah ia tentu saja harus kembali menyusuri hutan

Terpopuler

Comments

Oi Min

Oi Min

Wah...... Apa pria itu yg akan jdi jodoh Min nnti???

2022-04-16

2

Nayla Az Zahrah

Nayla Az Zahrah

menjergit tuh apa thor,,?

2022-04-06

1

Nova Sellyna

Nova Sellyna

nge dangdut

2022-03-02

2

lihat semua
Episodes
1 BAB1#
2 Bab2#
3 bab3#
4 Bab4#
5 Bab5#
6 Bab6#
7 Bab7#
8 Bab8#
9 Bab9#
10 Bab10#
11 Bab11#
12 Bab12#
13 Bab13#
14 Bab 14#
15 Bab15#
16 Bab16#
17 Bab17#
18 Bab18#
19 Bab19#
20 Bab20#
21 Bab21#
22 Bab22#
23 Bab23#
24 Bab24#
25 Bab25#
26 Bab26#
27 Bab27#
28 Bab28#
29 Bab29#
30 Bab30#
31 Bab31#
32 Bab32#
33 Bab33#
34 Bab34#
35 Bab35#
36 Bab36
37 Bab37#
38 Bab38#
39 Bab39#
40 Bab40#
41 Bab41#
42 Bab42#
43 Bab43#
44 Bab44#
45 Bab45#
46 Bab46
47 Bab47#
48 Bab48#
49 Bab49#
50 Bab50#
51 Bab51#
52 Bab52#
53 Bab53#
54 Bab54#
55 Bab55#
56 Bab56#
57 Bab57#
58 Bab58#
59 Bab59#
60 Bab60#
61 Bab60#
62 Bab61#
63 Bab62#
64 Bab63#
65 Bab64#
66 Bab65#
67 Bab66#
68 Bab67#
69 Bab68#
70 Bab69#
71 Bab70#
72 Bab71#
73 Bab72#
74 Bab73#
75 Bab74#
76 Bab75#
77 Bab76#
78 Bab77#
79 Bab78#
80 Bab79#
81 Bab80#
82 Bab81#
83 Bab82#
84 Bab83#
85 Bab84#
86 Bab85#
87 Bab86#
88 Bab87#
89 Bab88#
90 Bab89#
91 Bab90#
92 Ban91#
93 Bab92#
94 Bab93#
95 Bab94#
96 Bab95#
97 Bab96#
98 Bab97#
99 Bab98#
100 Bab99#
101 Bab100#
102 Bab101#
103 Bab102#
104 Bab103#
105 Bab104#
106 Bab105#
107 BAB106#
108 Bab107#
109 Bab108#
110 Bab109#
111 BAB110#
112 Bab#111
113 Bab112
114 Bab113
115 Bab114
116 Bab115#
117 Bab116#
118 Bab117#
119 Bab118#
120 Bab119#
121 Bab120#
122 Bab121#
123 Bab122#
124 Bab123#
125 Bab124#
126 Bab125#
127 Bab126#
128 Bab127#
129 Bab128#
130 Bab129#
131 Bab130#
132 Bab131#
133 Bab132#
134 Bab133#
135 Bab134#
136 Bab135#
137 Bab136#
138 Bab137#
139 Bab138#
140 Bab139#
141 Bab140#
142 Bab141#
143 Bab142#
144 Bab143#
145 Bab144#
146 Bab145#
147 Bab146#
148 Bab147#
149 Bab148#
150 Bab149#
151 Bab150
152 Bab151#
153 Bab152#
154 Bab153#
155 Bab154#
Episodes

Updated 155 Episodes

1
BAB1#
2
Bab2#
3
bab3#
4
Bab4#
5
Bab5#
6
Bab6#
7
Bab7#
8
Bab8#
9
Bab9#
10
Bab10#
11
Bab11#
12
Bab12#
13
Bab13#
14
Bab 14#
15
Bab15#
16
Bab16#
17
Bab17#
18
Bab18#
19
Bab19#
20
Bab20#
21
Bab21#
22
Bab22#
23
Bab23#
24
Bab24#
25
Bab25#
26
Bab26#
27
Bab27#
28
Bab28#
29
Bab29#
30
Bab30#
31
Bab31#
32
Bab32#
33
Bab33#
34
Bab34#
35
Bab35#
36
Bab36
37
Bab37#
38
Bab38#
39
Bab39#
40
Bab40#
41
Bab41#
42
Bab42#
43
Bab43#
44
Bab44#
45
Bab45#
46
Bab46
47
Bab47#
48
Bab48#
49
Bab49#
50
Bab50#
51
Bab51#
52
Bab52#
53
Bab53#
54
Bab54#
55
Bab55#
56
Bab56#
57
Bab57#
58
Bab58#
59
Bab59#
60
Bab60#
61
Bab60#
62
Bab61#
63
Bab62#
64
Bab63#
65
Bab64#
66
Bab65#
67
Bab66#
68
Bab67#
69
Bab68#
70
Bab69#
71
Bab70#
72
Bab71#
73
Bab72#
74
Bab73#
75
Bab74#
76
Bab75#
77
Bab76#
78
Bab77#
79
Bab78#
80
Bab79#
81
Bab80#
82
Bab81#
83
Bab82#
84
Bab83#
85
Bab84#
86
Bab85#
87
Bab86#
88
Bab87#
89
Bab88#
90
Bab89#
91
Bab90#
92
Ban91#
93
Bab92#
94
Bab93#
95
Bab94#
96
Bab95#
97
Bab96#
98
Bab97#
99
Bab98#
100
Bab99#
101
Bab100#
102
Bab101#
103
Bab102#
104
Bab103#
105
Bab104#
106
Bab105#
107
BAB106#
108
Bab107#
109
Bab108#
110
Bab109#
111
BAB110#
112
Bab#111
113
Bab112
114
Bab113
115
Bab114
116
Bab115#
117
Bab116#
118
Bab117#
119
Bab118#
120
Bab119#
121
Bab120#
122
Bab121#
123
Bab122#
124
Bab123#
125
Bab124#
126
Bab125#
127
Bab126#
128
Bab127#
129
Bab128#
130
Bab129#
131
Bab130#
132
Bab131#
133
Bab132#
134
Bab133#
135
Bab134#
136
Bab135#
137
Bab136#
138
Bab137#
139
Bab138#
140
Bab139#
141
Bab140#
142
Bab141#
143
Bab142#
144
Bab143#
145
Bab144#
146
Bab145#
147
Bab146#
148
Bab147#
149
Bab148#
150
Bab149#
151
Bab150
152
Bab151#
153
Bab152#
154
Bab153#
155
Bab154#

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!