Setelah puas berkeliling pasar beberapa saat, Mian Li perlahan menepi untuk sekedar menikmati keindahan hutan pinggiran kota, ia sudah bermain seharian dan sekarang sudah waktunya kembali ke istana,
Jika tidak entah apa yang mereka lakukan pada Fei Yang, Ia berjalan ringan menyusuri pinggir hutan, seperti yang di perkirakan, hutan memang tempat yang sepi dan hanya akan di temani oleh suara suara kicauan burung dan jangkrik saja berbeda dengan di kota yang begitu hiruk dengan kehidupan manusia
"Huh" Mian Li menghela nafas pelan, selama ini ia menghabiskan seluruh waktu mudanya untuk membunuh dan membalas dendam,
"Akankah ini kesempatan untuk ku memulai kehidupan yang layak?" ia membatin sembari menatap nyalang air yang terus mengalir
"Benar, zaman ini adalah zaman merepotkan jika aku tak berhati hati maka aku akan mati tampa penjelasan, dewa sialan mengapa kau tak langsung menerima ku saja, bukankah itu akan menjadi lebih mudah?" Batin nya pelan dan terus menuangkan air untuk di minum, meskipun hanyalah air putih namun tetaplah terasa nikmat jika sedang dama keadaan kehausan seperti ini
Mian Li menjergit pelan saat tatapannya tanpa sengaja jatuh pada sebuah benda terapung tak jauh darinya dalam sekali lihat ia tau jika mahluk yang mengapung itu adalah manusia, entah mengapa hati nurani Mian Li tergerak untuk menggapai sosok itu, tubuh ini bahkan bergerak sendiri mendekati mahluk yang terapung itu,
Mian Li menghela nafas sudah lah, telanjur basah ya sudah mandi sekali, setelah berada cukup dekat Mian Li membalikan tubuh itu ternyata seorang pria, dari wajah dan tubuh yang ia miliki maka Mian Li dapat melihat jika pria ini cukup tampan akan tetapi wajah nan tampan juga tidak akan berguna jika sudah tak memiliki nyawa
Dengan sedikit usaha keras ia berusaha menarik si pria keluar dari sungai
"Sialan kau berat sekali apa apaan ini mengapa aku harus membantunya, Chen Mian Li sialan itu, ia sudah mati akan tetapi malah meninggalkan kesulitan untuk ku" Ia merutuk dengan malas,
Memiliki hati yang lembut hanya akan membuat dirinya menjadi lemah, akan tetapi saat ini ia tak terkendali, jika itu di masa moderen maka Ia akan membiarkan si pria membusuk, toh juga bukan urusannya, akan tetapi ia terikat dengan hati lembut Mian Li, ia bersikeras namun meninggalkan rasa ganjal dan membuat dirinya merasa tidak nyaman.
"Apakah dia sudah mati?, jangan mati kau akan menyesal jika mati lebih dahulu" Mian Li mencoba meraih pergelangan tangan si pria, masih begitu muda dan tentu memiliki masa depan yang cerah, mati muda bukan pilihan yang baik
Tangan kecil itu bergerak ke pergelangan tangan sang pria dan dengan lembut mulai memeriksa keadaan pria penolongnya ini
"Masih hidup tapi sangat lemah, hey kau juga harus berjuang, aku bukan dewa yang bisa menghidupkan orang mati, lagi pula kematian bukan hal yang baik dari itu kau harus hidup" Batinnya menghela nafas lega, pria ini masih hidup, namun lemah,
Ia adalah korban tenggelam, hal yang harus ia lakukan adalah mengeluarkan air yang tertelan oleh si pria sebelum kesadarannya menghilang,
Baiklah Mian Li akan melakukan pertolongan pertama, apa lagi jika buka menekan nekan bagian dada si pria agar air yang ia telan keluar, setelah beberapa saat tak kunjung napak perubahan, benar benar di luar dugaan, Mian Li menghela nafas frustasi, si pria tak kunjung menunjukan tanda tanda akan terjaga, padahal kan ia sudah menekan dada itu berkali kali, namun hasilnya zonk,
Menghela nafas lagi dan lagi, ia mendekatkan wajahnya ke si pria, jika pertolongan pertama tak membuahkan hasil maka mari buat percobaan kedua, yaitu?, (CPR) atau memberi nafas buatan, kalian tentu tak asing kan dengan hal ini?
"Apakah di cium dulu baru kau mau membuka matamu, dasar pria suka sekali mencari kesempatan pada gadis lemah" Ucapnya menjauhi si pria, kembali menutupi wajahnya dengan kain hitam, membiarkan menghirup nafas dengan rakus, memang, air yang ia keluarkan tak terlalu banyak, tapi jika tak di keluarkan maka akan berujung dengan kematian,
"Apa yang kau lakukan" Suara berat itu terdengar begitu lemah, ia menaikan alisnya tak perduli,
Sudah jelaskan yang baru saja mereka lakukan, memberi nafas buatan untuk pertolongan pertama korban tenggelam, dalam diam ia memasukan pil kedalam mulut si pria, tak lama kemudian sang pria memuntahkan darah, luka dalam yang di alami pria ini cukup serius,
Dengan racun Mio Chi yang sudah menjalar hampir di seluruh aliran darahnya di tambah dengan tenggelam membuat jantungnya hampir berhenti berdetak Si Pria menatap min dengan tatapan tajam, seperti ingin membunuh saja, namun ia tak bisa melakukan apapun tubuhnya terlalu lemah, min mengelap darah hitam itu menggunakan sapu tangan putihnya
"Apa yang kau lihat?," Ucapnya dengan nada pelan, ia berjalan menjauh untuk segera menghidupkan perapian untuk menghangatkan tubuh yang hampir beku itu, musim salju baru saja berlalu dan bahkan aliran sungai masih terasa begitu dingin, sang pria terlihat begitu kerepotan untuk membenahi tempat duduknya yang mungkin kurang nyaman
"Dasar lemah" Mian Li melangkah pelan mendekati si pria, membantu sang pria menyandarkan tubuh si pria ke pohon, sudah tau tubuh lemah dan hampir mati masih saja keras kepala,
"Apa yang kau lihat?, kau fikir luka mu itu kecil?, bukankah sudah ku katakan kau tak boleh banyak bergerak" Ucap Mian Li segera mencari tempat untuk duduk di depan perapian untuk menghangatkan tubuhnya yang basah kuyup, Min tak ingin masuk angin, dan sakit, bagai manapun kesehatan itu yang paling utama
"Kau?? Melak... Lupakan" Ucap si pria, yang baru terjadi sungguh sangat memalukan, ia tak pernah menyangka jika hal ini akan terjadi, ia bahkan tak pernah menduga jika ciuman pertamanya di renggut Seorang gadis tak di kenal, sedangkan Mian Li?, ia sama sekali tak perduli, toh ini bukan yang pertama kali baginya, ia hanya berniat menolong saja
"Begini cara mu mengucapkan terimakasih pada penolong mu?" Ucapnya menaikan alis, si pria tak banyak bicara, namun selalu saja menatap min dengan tatapan tajam, yah ia merasa sedikit tidak nyaman karena itu
"Ah lupakan, aku tak butuh terimakasih itu, sekarang segeralah kembali ke kediaman mu, hutan cukup berbahaya, banyak bandit gunung dan hewan buas di sekitar sini, ku harap kau bisa menjaga dirimu sendiri" Ucap Mian Li menghela nafas pelan, malam sudah larut dan yah ia harus segera kembali ke istana,
Tubuhnya sudah lengket dan sangat lelah karena telah berkeliling seharian, ia butuh tidur, pijatan yang nyaman dan pelayanan lainya, kasur yang nyaman akan segera kembali, ia berjalan meninggalkan si pria dalam kediamannya, kembali ke istana lebih menarik dari pada harus berada di hutang dengan pria yang hampir sekarat, yah ia tentu saja harus kembali menyusuri hutan
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
Oi Min
Wah...... Apa pria itu yg akan jdi jodoh Min nnti???
2022-04-16
2
Nayla Az Zahrah
menjergit tuh apa thor,,?
2022-04-06
1
Nova Sellyna
nge dangdut
2022-03-02
2