Bab9#

Mentari pagi kini kembali menyapa lahir kekaisaran Xiangyang ini, salju turun dengan dengan cukup deras menujukan badai salju tak akan berakhir dalam waktu singkat,

Saat ini Chen Mian Li duduk diam di gazebo sembari menatap kesunyian taman yang tertutup salju yang memutih, memang tak ada yang menarik dari ini, hanya saja untuk beberapa saat Mian Li memang cukup menikmati ketenangan ini, hidup dengan nyaman Tampa harus memikirkan sebuah kematian di hari esok,

Ia masih terdiam sembari menatap taman kosong itu, tangan kecilnya terulur untuk mengambil teh yang baru saja di tuang oleh Fei yang, teh hangat di cuaca yang di ingin, sangat membantu mengusir rasa dingin karena hujan salju ini

Jangan lewatkan sebuah buku kultivasi yang berada di tangannya, buku tua ini adalah benda yang ia temukan saat membukakan mata, buku ini akan sangat berguna untuk di masa depan, anggap saja ini sebagai kompensasi dari dewa karena memberikanya tubuh lemah

“Pakailah jubah bulu rubah ini nona, musim salju di awal seperti ini akan terasa sangat dingin” Fei yang memasangkan bulu rubah di pundak junjungannya,

Mian li menyuruh Fei Yang duduk di dekatnya, dan mengobrol ringan menanyai apa saja yang tidak bisa di lakukan permaisuri ini, tubuh ini terlalu lemah hal itu membuatnya harus berhati hati,

Karena tidak bisa melakukan apapun maka akan lebih baik menyusun banyak rencana untuk di lakukan jika tubuhnya pulih, memastikan jika istana heboh sepanjang hari

Jangan salah sangka ia bukan sedang berusaha untuk mendapatkan perhatian kecil dari kaisar, Ia hanya tak ingin terjebak di kehidupan seperti ini.

Seorang gadis berumur 14 tahun Nampak berlari dengan girang menuju gazebo dan langsung memamerkan senyum lebar serta gigi putihnya, Mian li diam sejenak mencari di memori milik tubuh ini,

Ia bertanya tanya siapakah gerangan gadis ceria yang berada di hadapannya ini, gadis cantik menggunakan hanfu berwarna merah muda dan terlihat begitu cocok dengan tubuh langsing dan kulit seputih susu

Ah ternyata dia Xian Zi saudara ke 6 kaisar dari selir janda ke 3, gadis ini adalah teman Mian Li selama berada di istana, hanya Xian Zi yang bisa menerima Mian Li dengan begitu tulus, Xian Zi gadis yang begitu ceria meski ia sudah di tinggalkan ibunya sejak kecil

Pertarungan wanita istana memang cukup sengit bahkan mereka tampa ragu untuk membunuh, Min menghela nafas pelan, nasib Xian Zi tak jauh lebih baik darinya,di tinggal ibu saat masih kecil sangatlah tidak menyenangkan baiklah mulai hari ini Min memperlakukan gadis ini dengan baik

“Adik ini menyapa kakak ipar, bagai mana keadaan mu” Xan Zi berucap dengan pelan, bagai manapun ia adalah putri kekaisaran ini, sejak kecil tentu mereka telah di ajarkan etika putri bangsawan

“Duduk lah A zi, lama tak berjumpa, membuat kakak merindukan mu”

Karena gadis ini adalah teman Mian Li di masa lalu ia tak perlu merasa cemas, menguji kesetiaan dan ketulusan seseorang adalah saat diri berada di titik bawah, jika ia teman dan saudara yang tulus maka ia akan bertahan, jika tidak maka memilih untuk meninggalkan dan menjauh

“Adik ini juga sangat merindukan mu” Ucap Xian Zi Memeluk Mian li, hal ini membuatnya meringis pelan, luka cambukan seminggu yang lalu belum sepenuhnya sembuh dan bocah ini malah menekannya menyakitkan

“Apakah mereka menunggu mu lagi?"

“Ampun putri, keadaan permaisuri sekarang sedang kurang sehat, lukanya juga belum sepenuhnya sembuh” Fei yang bersuara saat melihat perubahan wajah sang permaisuri

“Ah maaf kan aku tak bisa membantu mu, A Zi tak bisa membantu kakak ipar”

Ia sudah mendengar jika kakak iparnya jatuh koma beberapa hari ini, saat itu ia di hukum karena tampa sengaja menjatuhkan pangeran kecil ke danau saat bermain, ia di kurung di kediaman dan setelahnya akan kembali di kirim ke akademi untuk melanjutkan pendidikan,

Mengingat usianya yang sudah mencukupi ia harus meninggalkan istana, begitu lah nasibnya, dengan alasan pelajaran ia harus meninggalkan rumahnya, pergi ke akademi satu dan yang lainya hanya untuk belajar dan kali ini ia akan pergi ke sebuah akademi yang terletak cukup jauh dari istana

“Ah tak apa, A Zi, jangan menangis semua baik baik saja, aku baik baik saja, ini bukan kesalahan mu”

“A Zi menyesal, karena tak ada di saat kakak ipar di tindas oleh para putri kejam itu”

“A Zi tak perlu menyalakan diri sendiri, kita berada di istana selama bertahun tahun, aku sudah biasa, kau pun juga tau bukan bagai mana cara bermain orang orang ini”

Mian li memeluk putri dengan lembut, ingatan milik Mian Li mengatakan jika ia harus menjaga putri malang ini, ia sudah menjalani kehidupan yang sulit sejak kecil ia tak ingin adiknya menanggung derita lebih banyak lagi

“Putri, kereta anda sudah siap, dan sudah waktunya berangkat” seorang pelayan menganggu kehangatan keduanya

“A Zi akan pergi lagi, A Zi harap kakak ipar baik baik saja di sini A Zi akan kembali tahun depan A Zi harus menjadi sarjana yang berbakat agar mendiang ibu selir dan ayah kaisar bangga” Ucapnya memeluk Mian li, setelah membungkuk beberapa derajat Xian Zi berjalan pelan meninggalkan valium menuju kereta kuda yang sudah menantinya sejak tadi

Mian Li menghela nafas pelan dan kembali menatap derasnya salju, ia menyesap tehnya pelan, suasana terlalu tenang membuat pikirannya kembali melayang mengingat kehidupanya di dunia moderen,

Bagai mana bisa ia begitu percaya pada pak tua bajingan yang bahkan telah memperalat dan membunuhnya, sungguh sial bahkan di masa ini pun nasibnya tak begitu baik,ia hanya di kenal sebagai gadis sampah yang tak memiliki kemampuan,

Tunggulah tanggal mainnya maka mulut besar tak berguna kalian akan ku bungkam

Fei yang melihat wajah junjungan yang menggelap membuatnya bergidik ngeri,

"Nona Hari sudah hampir gelap dan cuaca juga semakin dingin, akan lebih baik kita kembali ke kediaman"

Fei Yang berucap, sang junjungan sudah berada di sini dalam waktu yang cukup lama, duduk diam sembari menatap hamparan salju yang memutih,

Karena sore sudah menyapa maka akan lebih baik meminta junjungannya masuk, udara akan menjadi begitu dingin di malam hari, dan ia tak ingin junjungannya jatuh sakit

"Baiklah, minta pelayan menyiapkan air mandi, setelah ini aku akan segera beristirahat"

Memang, jika di ingat mungkin ia sudah duduk di sini selama beberapa jam, hanya duduk diam, membaca dan terkadang hanya melihat hamparan salju

Semua tak begitu menarik sebenarnya, karena saat ia menatap salju tatapan itu hanyalah sebuah kekosongan, pikirannya melayang buana mencari jawaban atas segala pertanyaan yang selalu berada di dalam benaknya

"Baik nona"

Fei yang mengguk patuh, sudah hampir malam, mandi makan malam dan beristirahat, itu adalah hal yang terbaik untuk saat ini, tubuh sang junjungan masih begitu lemah, jika di paksakan lebih lama maka ia kahwatir jika junjungannya akan tumbang

Sejak bangunannya dari koma beberapa hari yang lalu sang junjungan terlihat sangat aneh dan sangat bertolak belakang dengan sifat lembut permaisuri li yang ia ketahui selama ini

Fei yang merasakan perubahan itu, ia adalah orang yang berada di sisi Permaisuri Li sedari muda, segala perubahan itu adalah hal yang tak pernah ia duga, namun ia merasa lega dan bahagia untuk itu

setelah bertahun tahun diam dan membiarkan siapapun menindas mereka, namun kali ini nonanya bertindak tegas, menujukan otoritasnya sebagai seorang permaisuri

Karena para budak itu melawannya maka sang nona menjualnya, Fei yang tak menyangka jika sang junjungan benar benar melakukan apa yang ia katakan, awalnya ia berfikir jika sang junjungan hanya menggertak pelayan tak tau diri itu

"Huh hari yang melelahkan, karena masih ada hari esok mari menyimpan tenaga terlebih dahulu, karena kehidupan di hari esok akan jauh lebih berat dari ini"

Mian Li bergumam sembari melangkah masuk ke dalam kediaman, tak ada yang bisa ia lakukan dan tak ada gunanya sebuah rasa sesal, ia hanya perlu melanjutkan hidup dan memperbaikinya

"Semangat, kamu pasti bisa, orang orang kuno ini bukan lawan mu"

Terpopuler

Comments

Monalisa Oktaviana Sinaga

Monalisa Oktaviana Sinaga

tinggalkan kaisar bodoh itu

2022-08-02

3

Yuli Yanti

Yuli Yanti

🌹❤️🌹

2022-05-08

1

yudi

yudi

🌹

2022-05-08

1

lihat semua
Episodes
1 BAB1#
2 Bab2#
3 bab3#
4 Bab4#
5 Bab5#
6 Bab6#
7 Bab7#
8 Bab8#
9 Bab9#
10 Bab10#
11 Bab11#
12 Bab12#
13 Bab13#
14 Bab 14#
15 Bab15#
16 Bab16#
17 Bab17#
18 Bab18#
19 Bab19#
20 Bab20#
21 Bab21#
22 Bab22#
23 Bab23#
24 Bab24#
25 Bab25#
26 Bab26#
27 Bab27#
28 Bab28#
29 Bab29#
30 Bab30#
31 Bab31#
32 Bab32#
33 Bab33#
34 Bab34#
35 Bab35#
36 Bab36
37 Bab37#
38 Bab38#
39 Bab39#
40 Bab40#
41 Bab41#
42 Bab42#
43 Bab43#
44 Bab44#
45 Bab45#
46 Bab46
47 Bab47#
48 Bab48#
49 Bab49#
50 Bab50#
51 Bab51#
52 Bab52#
53 Bab53#
54 Bab54#
55 Bab55#
56 Bab56#
57 Bab57#
58 Bab58#
59 Bab59#
60 Bab60#
61 Bab60#
62 Bab61#
63 Bab62#
64 Bab63#
65 Bab64#
66 Bab65#
67 Bab66#
68 Bab67#
69 Bab68#
70 Bab69#
71 Bab70#
72 Bab71#
73 Bab72#
74 Bab73#
75 Bab74#
76 Bab75#
77 Bab76#
78 Bab77#
79 Bab78#
80 Bab79#
81 Bab80#
82 Bab81#
83 Bab82#
84 Bab83#
85 Bab84#
86 Bab85#
87 Bab86#
88 Bab87#
89 Bab88#
90 Bab89#
91 Bab90#
92 Ban91#
93 Bab92#
94 Bab93#
95 Bab94#
96 Bab95#
97 Bab96#
98 Bab97#
99 Bab98#
100 Bab99#
101 Bab100#
102 Bab101#
103 Bab102#
104 Bab103#
105 Bab104#
106 Bab105#
107 BAB106#
108 Bab107#
109 Bab108#
110 Bab109#
111 BAB110#
112 Bab#111
113 Bab112
114 Bab113
115 Bab114
116 Bab115#
117 Bab116#
118 Bab117#
119 Bab118#
120 Bab119#
121 Bab120#
122 Bab121#
123 Bab122#
124 Bab123#
125 Bab124#
126 Bab125#
127 Bab126#
128 Bab127#
129 Bab128#
130 Bab129#
131 Bab130#
132 Bab131#
133 Bab132#
134 Bab133#
135 Bab134#
136 Bab135#
137 Bab136#
138 Bab137#
139 Bab138#
140 Bab139#
141 Bab140#
142 Bab141#
143 Bab142#
144 Bab143#
145 Bab144#
146 Bab145#
147 Bab146#
148 Bab147#
149 Bab148#
150 Bab149#
151 Bab150
152 Bab151#
153 Bab152#
154 Bab153#
155 Bab154#
Episodes

Updated 155 Episodes

1
BAB1#
2
Bab2#
3
bab3#
4
Bab4#
5
Bab5#
6
Bab6#
7
Bab7#
8
Bab8#
9
Bab9#
10
Bab10#
11
Bab11#
12
Bab12#
13
Bab13#
14
Bab 14#
15
Bab15#
16
Bab16#
17
Bab17#
18
Bab18#
19
Bab19#
20
Bab20#
21
Bab21#
22
Bab22#
23
Bab23#
24
Bab24#
25
Bab25#
26
Bab26#
27
Bab27#
28
Bab28#
29
Bab29#
30
Bab30#
31
Bab31#
32
Bab32#
33
Bab33#
34
Bab34#
35
Bab35#
36
Bab36
37
Bab37#
38
Bab38#
39
Bab39#
40
Bab40#
41
Bab41#
42
Bab42#
43
Bab43#
44
Bab44#
45
Bab45#
46
Bab46
47
Bab47#
48
Bab48#
49
Bab49#
50
Bab50#
51
Bab51#
52
Bab52#
53
Bab53#
54
Bab54#
55
Bab55#
56
Bab56#
57
Bab57#
58
Bab58#
59
Bab59#
60
Bab60#
61
Bab60#
62
Bab61#
63
Bab62#
64
Bab63#
65
Bab64#
66
Bab65#
67
Bab66#
68
Bab67#
69
Bab68#
70
Bab69#
71
Bab70#
72
Bab71#
73
Bab72#
74
Bab73#
75
Bab74#
76
Bab75#
77
Bab76#
78
Bab77#
79
Bab78#
80
Bab79#
81
Bab80#
82
Bab81#
83
Bab82#
84
Bab83#
85
Bab84#
86
Bab85#
87
Bab86#
88
Bab87#
89
Bab88#
90
Bab89#
91
Bab90#
92
Ban91#
93
Bab92#
94
Bab93#
95
Bab94#
96
Bab95#
97
Bab96#
98
Bab97#
99
Bab98#
100
Bab99#
101
Bab100#
102
Bab101#
103
Bab102#
104
Bab103#
105
Bab104#
106
Bab105#
107
BAB106#
108
Bab107#
109
Bab108#
110
Bab109#
111
BAB110#
112
Bab#111
113
Bab112
114
Bab113
115
Bab114
116
Bab115#
117
Bab116#
118
Bab117#
119
Bab118#
120
Bab119#
121
Bab120#
122
Bab121#
123
Bab122#
124
Bab123#
125
Bab124#
126
Bab125#
127
Bab126#
128
Bab127#
129
Bab128#
130
Bab129#
131
Bab130#
132
Bab131#
133
Bab132#
134
Bab133#
135
Bab134#
136
Bab135#
137
Bab136#
138
Bab137#
139
Bab138#
140
Bab139#
141
Bab140#
142
Bab141#
143
Bab142#
144
Bab143#
145
Bab144#
146
Bab145#
147
Bab146#
148
Bab147#
149
Bab148#
150
Bab149#
151
Bab150
152
Bab151#
153
Bab152#
154
Bab153#
155
Bab154#

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!