"Lihatlah sampah itu, Siapa yang memberinya nyali untuk mendatangi istana utama" Ucap pelayan satu
Selama ini permaisuri Li selalu mengurung diri di dalam kediaman, rumor mengatakan jika dirinya adalah permaisuri yang tidak di inginkan hari ini malah begitu percaya diri keluar dan berkeliling
"Benar, bahkan ia sangat tak pantas menjadi seorang permaisuri" Sahut pelayan dua
Di mata mereka Mian Li hanya gadis lemah yang beruntung, lahir di keluarga besar dan menjadi wanita terhormat, karena kuasa yang di miliki ayahnya lah ia bisa naik ke posisi permaisuri
''Bahkan ia masih berani menunjukan wajah buruknya di sini, ah sayang sekali mengapa nona bai yang cantik dan terdidik itu mau berteman dengan sampah tak berguna ini" Sahut yang lainya, Permaisuri yang lemah dan tak diinginkan oleh suaminya sendiri, itu lebih buruk dari apapun
"Hati nona Bai Terlalu lembut"
Seperti biasa saat ada gosip maka akan ada yang akan memprovokasi, memperkeruh keadaan, dan menujukan seseorang yang di matanya begitu sempurna, dan akhirnya acara banding membanding itu di mula
"Dasar sampah tak berguna"
"Wajahnya bahkan begitu tebal hingga berani nampak kan diri di istana utama ini, sampah tak berguna sepertinya bahkan tidak pantas untuk menginjakan kaki ke sini" Para pelayan itu bakan saling menyahut dan begitu asik dalam aktivitas bahkan begitu memiliki nyali untuk mengomentari seorang permaisuri?, hanya seorang budak rendahan begitu bernyali hingga berani mengomentari dan menggosipi tuanya, nasib Mian Li di masa lalu sangat menyedihkan
Seorang budak rendahan, apa haknya untuk mengomentari kehidupan tuannya?, beberapa hal seharunya tak perlu terlalu ikut campur, karena akhirnya akan menjadi sedikit tak membahagiakan
Para pelayan bodoh yang mengantarkan diri pada sebuah penyesalan serta penyiksaan, tenanglah para budak itu tak akan terhindar dari hukuman, Mian li sudah menjadi cukup baik sebelumnya, karena mereka tak bisa diam maka ia akan membungkamnya
''Prajurit, beri mereka 30 cambukan dan jemur di lapangan kediaman ku, tak ada yang boleh menentangnya, jika ada yang keberatan suruh menemui ku"
Mian Li hanya mengatakan sekali dan pada prajurit datang untuk menyeret para pelayan tak berguna ini.
Cahaya kejinggaan sudah mulai bergerak untuk segera memudar, begitupun dengan sang surya yang bahkan sudah bergerak untuk kembali ke persembunyiannya,
Agar segera gantikan dengan kegelapan yang perlahan lahan menyelimuti langit malam, tentu saja malam akan ditemani oleh sang rembulan,
dari kejauhan masih terlihat beberapa pelayan yang masih berdiri di lapangan dengan tubuh yang hampir membeku akibat derasnya badai salju,
Kaisar pun tak akan mampu menghentikan ulah Mian li saat ini, mendisiplinkan urusan istana dalam adalah haknya, tak ada yang bisa menentang itu, ia adalah seorang ratu, Seorang permaisuri yang menguasai istana dalam ini, hal ini memang semestinya di lakukan oleh seorang tuan, saat anjing mulai tak patuh maka tuan memiliki tanggung jawab menghukumnya
"Brakk" Pintu gerbang di buka dengan paksa menampilkan seorang wanita paruh baya mengenakan pakaian begitu mewah
Mian Li hanya menatapnya dengan sebuah senyuman nan begitu sinis menatap wanita dari atas sampai bawah, Kedatangan mahluk ini Mian Li sendiri tau dengan jelas maksud dan tujuannya, tatapan membunuh dan penuh dengan intimidasi, hanya saja itu sama sekali tak membuat Mian Li terpengaruh sedikitpun
"Sampah tak berguna, beraninya kau lancang"
"Kau siapa?"
"Bukan hanya sampah kau juga bodoh, sangat berani menghukum putri ku"
Dia adalah Selir Bai mahluk yang begitu sombong mengeluarkan aura keagungannya
"Putrimu?, Ah putri ketujuh?, lalu kenapa?"
"Sebagai seorang ratu kau mengulum orang lain sesuka mu"
"Kau tau aku ratunya dan putri my lancang, jika di lihat yang di katakan pepatah itu memang benar adanya, buah memang tak akan jatuh jauh dari pohonnya, kau juga tak jauh dari putri mu, selir yang angkuh dan tak tau aturan"
Mian Li berucap dengan nada begitu santai, ia tak berniat untuk menjadi sosok yang bersembunyi di balik kelembutan, menipu dirinya sendiri dengan menjadi teratai putih yang begitu polos di pandang mata
Kebangkitan kali ini ia akan menjadi sosok iblis yang akan membalas semua rasa sakit di masa lalu, ia tak akan bersikap baik hanya untuk mengelabuhi mereka, berterus terang dan jatuhkan siapapun yang melawan, begitulah cara seorang Min jiana bekerja
"Kau.. "
"Tak perlu mencari alasan untuk menyangkal selir?, bagai mana sifat putrinya kau yang paling mengetahuinya, ia tidak disiplin dan menyinggung ku aku dengan berbaik hati memberinya pembelajaran dan masih membiarkan nyawa kecilnya itu ada, jika ia seperti ini sampai menikah maka ia akan membuat keluarga kekaisaran malu"
Mian Li menatap selir Bai dengan tatapan remeh, siapa yang tak tau betapa buruknya tempramen putri ketujuh, sangat suka memukul pelayan dan begitu semena mena, mengapa memangnya jika ia terlahir di tengah keluarga yang berkuasa, apakah karena ia terlahir di tengah keluarga yang terhormat malam menjadi gila hormat, hingga beranggapan jika semua orang harus tunduk dan patuh padanya, gadis yang begitu naif
"Apakah harus memukul, apakah begitu cara seorang permaisuri memberikan dirikan pada seorang putri"
"Saat anjing tak patuh tuannya memiliki hak untuk memukulnya"
"Kau"
"Selir Bai, kau ini sangat senggang ya hingga memiliki banyak waktu untuk menemui ku?"
"Dia hanya seorang gadis kecil yang begitu naif" Ucap selir Bai dengan nada tertindas, entah kemana perginya teriakan menggelegar itu, ah bodoh amat lah Min tak perduli,
"Kau bisa memanjakan putri mu tapi kau juga tak bisa berharap jika seorang orang memanjakannya seperti mu"
"Permaisuri, kau hanyalah wanita berhati sempit yang takut hal baik terjadi pada kami"
"Kau ataupun putri mu?, aku bahkan tak perduli aku tak ingin tau tentang kalian, kau sudah hidup begitu lama di istana, bisa bertahan sampai saat ini pasti sangat menyulitkan mu"
"Permaisuri, Bai Er masih kecil, ia di hukum ke kuil selama beberapa waktu bukankah itu akan membuat orang lain berbicara buruk"
"Lalu apa perduli ku?"
"Ini akan membuat keluarga malu"
"Kau yang tidak bisa mendidik Putri mu ini salah mu, aku menganggap kau tua hingga tak memberikan hukuman pukul, hanya saja selir Bai, kau berteriak, mendobrak kediaman ku dan menunjuk ku, sepertinya kau juga tak bisa lepas dari hukuman"
"Aku hanyalah wanita tua, bagai mana mungkin permaisuri menyulitkan ku"
"Kenapa tidak"
"Ayah ku adalah jendral Bai meski ingin kau juga tak bisa melakukan apapun sesuka hati mu" Selir Bai menujukan senyuman sombong, ia dari keluarga Bai, keluarga jendral yang berjasa, meskipun kaisar juga tak bisa memberikan hukuman semena mena
"Ayah ku jendral Chen"
"Bagai mana mungkin bisa di samakan, kau hanya anak yang tak di inginkan"
"Meskipun begitu aku masuk sebagai ratu dan kau? Selir, jadi meskipun selir kaisar terdahulu juga harus menjaga sopan mu terhadap seorang ratu, kau ini naif sekali, semakin tua semakin tak terkendali"
"Kau, sangat bernyali mengomentari ku"
"Mengapa tidak?, aku sudah terlalu banyak berbicara, pengawal bawa selir janda kembali ke paviliunnya, kirimkan guru tata krama, jangan biarkan selir janda meninggalkan paviliunnya tampa seizin ku, salin peraturan Kekaisaran selama 14 di bawah pengawasan pelayan senior, sepertinya selir ke empat sudah mulai melupakan etika seorang bangsawan, permaisuri ini mengerti bagai manapun usia selir janda tidaklah muda, dan permaisuri ini akan dengan senang hati membuatnya kembali mengingat peraturan yang hampir di lupakan olehnya" Ucap Min lembut, setelahnya ia segera meninggalkan gazebo untuk segera masuk ke kamarnya, tubuhnya sudah cukup lelah, dan ia butuh makan dan beristirahat
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
💋エンダン
simbok selir Bai dpt hukuman dari permaisuri yg masih muda... menarik 🤔🤔🤔
2022-06-08
4
Aya Vivemyangel
keren ceritay , semangat Thor 💪💪🌷🌷🌷
2022-04-08
2
Dien Agustin
kereeeeeennn
2022-04-07
1