Mian li melangkah dalam diam sembari melihat lihat ke sekeliling, istana memang begitu megah, bahkan masih terlihat begitu mempesona saat tanah sudah di baluti oleh hamparan salju.
Sebelum musim ini berakhir ia akan melihat lihat istana terlebih dahulu, dalam waktu dekat ia akan menyegel kediaman
“Beraninya kau, dasar sampah sialan, sampah tak berguna, berani sekali kau menghalangi jalan ku"
Suara menggelegar seorang gadis itu menatap Mian Li dengan tatapan nan begitu tajam seolah bisa membunuh orang sekitar,
Mian Li mengangkat kepalanya dengan santai, bocah ingusan ingin sesumbar di hadapannya?, mari tujukan bagai mana cara menjadi mahluk tau diri
“Berani sekali kau mengangkat kepala di hadapan ku, sampah sialan”
Mian li hanya menaikan satu alisnya dengan senyuman mengejek, menyalahkan dirinya?, bukankah bocah ini yang buta?, mengapa menabrak orang yang begitu besar
"Kau buta?"
"Kau"
"Manusia sebesar ini dan kau menabraknya?, masih muda sudah buta kasihan sekali"
"Kau"
“Mohon ampun putri ke tujuh, hamba pantas mati karena membuat yang mulia tak bahagia” Ucap Fei Yang membungkuk takut
Junjungannya bahkan baru saja keluar dari kediaman hari ini, setelah beberapa Minggu keadaan sang junjungan batu beranjak pulih, jika putri ketujuh tak bahagia ia pasti akan menghukum dan memukul, ia tak ingin melihat junjungannya kembali pada ketidak berdayaan seperti sebelumya
“Budak sialan, bukan waktu mu untuk bersuara"
"Hamba pantas di hukum yang mulia"
"Budak sialan beraninya menghalangi ku, pelayan tampar pelayan hina ini dan cambuk sampah ini dan masukan ke penjara bawah tanah” Ucap Bai Yuan berteriak keras,
Ia tak Terima dengan tatapan tajam dari permaisuri sampah itu, Prajurit datang untuk menjalankan perintah namun Fei Yang berlutut di tanah dan berkata
“Ampuni hamba tuan putri, tubuh permaisuri belum sepenuhnya pulih biarkan budak hina ini yang mengganti kan hukuman ini” Ucap Fei Yang kini mulai berlutut memejamkan matanya,
"Aku adalah Putri kekaisaran siapa yang berani menghentikan ku"
“Fei Yang" Ucapnya menatap Fei Yang datar, Fei Yang masih tertunduk
"Yang mulia"
"Berdiri dan angkat kepalamu, milik ku bukan sembarangan orang yang bisa menggertak” Mian Li menatap dengan wajah datar, para prajurit sudah merasa keringat dingin dan gemetar tatapan permaisuri ini sungguh mengerikan
"Beraninya kau"
“Kau seperti anjing gila saja, mengigit siapa pun yang kau temui"
"Jalang, kau yang anjing"
"Kau menyebut diri mu sebagai seorang putri kekaisaran malah tak tau aturan jangan berani menyentuh milik ku, aku diam bukan berati menyetujui sikap buruk mu itu” Ucap Mian li dingin meninggalkan putri ketujuh dengan wajah murkanya,
Sedangkan sang prajurit tadi sudah tergantung terbalik di pohon tak jauh dari tempat kejadian, ya tentunya akan membiarkan siapapun mengusik orang orangnya, ia rasa ini cukup untuk sebagai peringatan
“Siapa yang memerlukan pendapat mu sampah, prajurit tangkap sampah ini, seekor kucing sudah mulai menujukan cakarnya, bagai manapun kucing hanyalah mahluk kecil, yang bahkan bisa di singkirkan dengan mudah” Para prajurit mulai berdatangan namun siapa yang menyangka jika dengan beberapa gerakan saja para prajurit itu sudah terkapar di tanah, ia tak ingin membuat keributan, tubuhnya terlalu lemah untuk itu
"Kucing kecil, sayang sekali, kucing kecil ini adalah guru dari harimau yang perkasa, jika harimau bisa menghabisi mangsanya dengan sekejap mata coba pikirkan apa yang terjadi jika menganggu gurunya?"
Mian Li tersenyum dengan begitu mengejek, membuat putri ketujuh bahkan mengepalkan tangannya dengan begitu erat, ia sangat marah, siapa yang mengizinkan sampah ini beradu argumen dengannya
"Putri ke tujuh kau di hukum atas ketidak sopanan mu pada permaisuri ini,"
Mian Li berucap dengan nada ringan, karena kedatanganya disambut seperti ini ia tak akan merasa sungkan jika ingin mencambuk maka ia akan membalikan keadaan, seekor tikus kecil berani bertingkah di sarang macan, coba pikirkan apa yang bisa terjadi
"Siapa yang akan mendengarkan perintah mu bodoh"
Putri ketujuh berucap dengan begitu pongah, sampah ini, baru bisa melakukan sedikit gerakan langsung merasa sudah bisa menguasai dunia
"Kau yakin putri?, Aku adalah ratunya jadi ku fikir memerintahkan para prajurit ini tidak akan terlalu sulit bagi ku" Mian Li tersenyum miring, membiarkan prajurit melumpuhkan putri ketujuh,
"Putri ketujuh sudah tumbuh menjadi gadis yang tak tau aturan dan moral, berikan tiga puluh pukulan dan setelahnya antarkan dia kembali kekediaman untuk menjalani hukum kurung dan menyalin kitab etika bang sawan selama satu bulan guru akan memberikannya, jika lari dari aturan maka akan di disiplinkan dengan ketat, aku diam beberapa waktu dan membuat beberapa orang lupa diri"
Mian Li tak menyangka jika akan memberikan sebuah hukuman secepat ini, sebelumnya ia hanya ingin melihat lihat, namun siapa yang menyangka jika putri ketujuh begitu tergesa hingga melakukan hal bodoh dan yang hanya membuatnya menjadi rugi sendiri ia datang dan memberi masalah Mian li hanya sedang mengabulkan keinginan si putri
"Fei Yang minta seseorang untuk ambilkan kursi untuk ku dan kau bisa bawakan aku sepoci teh dan beberapa camilan kecil, aku akan mengawasi putri ketujuh"
Mian Li duduk di balik meja kecil itu sembari menikmati teriakan dari putri ke tujuh yang begitu menggema, ia mengawasi hukuman ini secara langsung anggap saja saat ini sedang membalas dendam
"Sialan kau jalang, kau hanyalah sampah yang tak berguna, berani sekali kau menghukum ku, yakinlah aku akan segera membalas mu, setiap luka ini akan di balas dengan puluhan bahkan ribuan kali lipat" Teriak putri ketujuh kesal,
Selama ini tak ada siapapun yang berani menentang keinginannya, ia terlalu bebas hingga membuatnya besar kepala dan tidak tau di mana seharusnya ia berpijak
"Takutnya kau sudah tak memiliki waktu lagi untuk membalas putri, kucing kecil ini sudah bangun dari tidur panjang, takutnya hari hari damai kalian sudah berakhir"
"Dasar sampah tak berguna, beraninya kau, lepaskan aku, jalang, jika tidak ibu ku tak akan melepaskan mu dengan mudah"
Teriaknya dengan penuh amarah, ibunya adalah selir Bai orang yang tak akan diam saat putrinya mendapatkan perlakuan tak adil, Selir Bai adalah selir kaisar terdahulu
"Kau bisa mengatakan apapun pada ibumu nanti sekarang hadapi saja hukuman mu, dan jika ibumu keberatan dan ingin mengikuti jalan mu maka minta saja dia ke kediaman ku, aku akan dengan senang hati mengabulkan keinginan kalian, tambahkan sepuluh pukulan lagi" Ucap Mian li dengan nada nan begitu santai,
"Sialan kau, aku akan membalas mu lihat saja, sampah sialan" Teriak putri ke tujuh,
Ia tidak bisa terima segala hukuman ini, bagai mana mungkin ia di kalahkan dan di hukum oleh permaisuri sampah, ia benar benar tak bisa menerima jika dirinya telah dipermalukan seperti ini, ia adalah putri yang kuat, bagai mana berakhir seperti ini?
"Sangat kasar tampah hukumannya berikan sepuluh pukulan tambahan, sepertinya putri ketujuh tak belajar dari kesalahan yang di buat"
"Kau sampah sialan beraninya kau"
"Tentu saja apa yang membuat ku takut?, tambahkan lagi pukulan untuk putri dan kau putri ke tujuh, teruslah mengumpat, ayo lanjut habiskan semua suara mu untuk mengumpat ku hingga aku bisa membuat mu di pukul sampai kau puas tenang saja aku tak akan membunuh mu kok, aku tidak sebaik itu membiarkan mu lepas dengan mudah" Ucap Mian li menyeringai,
Putri ke tujuh pun sudah bungkam seribu bahasa, pukulan ini tak main main, dan bahkan ia harus mendapatkan hukuman tambahan karena terus membantah, lidahnya terasa kelu, ia sudah tak kuat untuk terus berteriak, tubuhnya sudah benar benar remuk saat ini, jangan remehkan kayu pemukul yang di gunakan para pengawal
Setelah beberapa saat akhirnya proses penghukuman selesai, putri Bai Zian sudah jatuh pingsan saat pukulan ke tiga puluh, dan sialnya hukuman itu tak di hentikan begitu saja, Mian li meminta pengawal tetap melanjutkan hukuman meskipun Bai Zian susah kehilangan kesadarannya
Andai ia tak menghina dan mengumpat Mian Li sebelumnya ia tak akan mendapatkan tiga puluh pukulan lagi, para prajurit bahkan tak menyangka jika permaisuri mereka yang lemah telah menjadi mahluk yang tak memiliki hati, kekejaman yang bahkan sama mengerikannya dengan kaisar Zhao
"Kau, bawa dia kembali, tak ada yang boleh menemuinya sebulan ke depan, dan jangan ada yang memanggil tabib, biarkan ia menghargai kehidupan yang ia miliki" Mian Li meninggalkan kerumunan
“Apakah gadis itu benar benar permaisuri?, ia sangat kejam, bahkan putri sudah kehilangan kesadarannya, dia masih menujukan wajah santai" Prajurit bergidik ngeri, permaisuri yang tertindas sudah mulai menujukan taringnya, dan pembalasan orang yang tertindas benar benar mengerikan saat si diam bergerak maka lawan hanya akan memohon untuk sebuah kematian, hanya saja mereka sudah tak memiliki kesempatan, penyesalan pun sudah tak akan berguna lagi
“Benar benar ini hal yang mengerikan, bahkan tak mengizinkan siapapun memanggil tabib untuk mengobati luka sang putri, apakah dia masih permaisuri Li yang baik hati itu”
“Pergerakannya seperti angin musim gugur, sangat menyenangkan namun membuat lengah, bahkan aku tak menyadarinya, ternyata rumor yang menyatakan permaisuri Li sampah adalah tak benar adanya , lihatlah bahkan permaisuri sangat mengerikan, ia terus menambah hukuman dan tak menerima bantahan” Sahut rekanya ketiganya berjalan kembali menjalankan tugas nya masing masing.
“Ah sialan, aku hanya menggunakan sedikit tenaga ku dan sudah seperti mau mati tasnya, tubuh ini lemah sekali, begitu melelahkan padahal aku hanya bermain sebentar dengan orang orang itu” Tubuh yang ditempatinya begitu lemah dan rapuh, bagai mana bisa ia bertahan jika tubuhnya seperti ini, perlu kalian ketahui proses balas dendam itu sungguh menguras tenaga, belum lagi mengatasi para selir dan putra putrinya
ini batu permulaan, masih banyak hal menyenangkan lainya yang akan menunggu
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
Black Shadow
udah tau punya badan lemah bukannya nunggu seminggu dulu kek biar badannya fit malahan udah keliling2 ...
bodoh ... kek gitu mafia no 1 ... ckck
2022-04-06
5
@⒋ⷨ͢⚤L♡Marieaty♡
mantap keren keren lanjut kan lah
2022-02-10
1
Nabila Shanum
suka suka semangat thorrrrrr
2021-12-06
4