Saat Mian Li mengumpat pangeran ke sembilan menatap permaisuri dalam diam, sejak kecil pangeran di ajarkan etika seorang pangeran dan mereka tidak akan memulai jamuan sebelum datangnya kaisar dan baru kali ini ada yang berani mengumpat sang kaisar dengan terang terangan, makan tampa sopan santun dan bertindak semaunya, benar benar mahluk yang mencengangkan
"Apa yang kau lakukan di tempat duduk nona Bai Permaisuri?, kursi ini adalah tempat yang biasa di gunakan nona Bai untuk makan bersama" Ucap Selir Bai saat mendapati Mian Li duduk di bangku yang biasa di gunakan Nona Bai,
Sedangkan Kaisar masih diam dan duduk di sampingnya dengan wajah yang masih tetap datar ia akan melihat pertunjukan lagi dari sang permaisuri, sang permaisuri menjadi semakin liar akhir akhir ini
"Apakah kau tidak mengatakan pertanyaan yang salah?" Ucap Mian Li berucap ringan, nona Bai hanya orang luar, hanya orang liar yang di bawa masuk oleh selir Bai ke istana untuk menggoda kaisar dingin, ia tidak sedang cemburu, hanya saja selir ini berani mempertanyakan apa yang ia lakukan, itu membuatnya sedikit tak suka
"Ah maafkan ketidak tahuan selir ini, anda tak pernah melihat anda datang ke jamuan selama ini, maafkan selir ini karena telah melupakan anda" Ucap selir kelima lembut permainan antara selir dan permaisuri di mulai seperti biasa selir Bai yang angkuh akan terus berusaha menindas Chen Mian Li, jika tak bisa dengan cara kasar maka bermain lembut juga tak masalah,
"Yang mulia aku tak akan mendahului mu karena walau bagai manapun dia selir ayah mu, tapi hukuman apa yang bisa di jatuhkan pada selir yang mempertanyakan seorang permaisuri?" Mian Li menaikan alisnya, baik lah jika selir Bai ingin bermain maka Mian Li akan menyeret kaisar dingin ini untuk ikut serta, ia ingin melihat apa yang bisa di lakukan oleh wanita tua ini
"Eksekusi" Jawab sang kaisar singkat, Mian Li terkekeh pelan, tak menyangka jika si kaisar es memainkan perannya dengan baik
"Yah seharusnya seperti itu, tapi yang mulia, bukankah ini terlalu kejam?" Mian Li benar benar mengikuti alur yang ia inginkan, sangat tak menyangka jika kaisar es ini dapat di andalkan
"Lakukan apa yang kau inginkan" Mian Li tak akan menyembunyikan senyum lebarnya dan menujukan senyum mengejek juga ia berikan pada nona kediaman Bai itu,
"Karena yang mulia kaisar sudah mengatakan demikian maka saya juga hanya bisa patuh, meskipun di masa lalu selir Bai sudah di ajarkan pelayan senior saat memasuki istana mungkin ingatan itu sudah lapuk di makan masa, dari itu apakah saya akan mengirimkan beberapa pelayan senior lagi untuk kembali mengajari selir Bai" Mian Li tersenyum lembut semua terdengar baik baik saja hanya saja makna yang di tujukan sangatlah jelas, bahkan orang bodoh pun akan tau
"Maafkan atas kelancangan hamba yang mulia, hamba hanyalah janda yang sudah tua"
"Benar selir Bai, anda sudah cukup tua dan memang sedikit berlebihan jika mengantar mu pada pelayan senior lagi, karena sudah tua maka lebih baik perbanyak berdoa, dalam dua hari anda akan di bawa ke kulit Quanyin untuk berdoa dan beristirahat" Mian Li berucap lembut, dan selir Bai bahkan sudah mengeram kesal
"Selir Bai kelelahan, pelayan bawa selir Bai kembali"
"Yang mulia, hamba akan menjaga bibi" Bai Huan bersuara setelah sedari tadi diam, ia tak menyangka jika stuasi akan menjadi seburuk ini
Bahkan bibinya akan di kirimkan ke kuil di luar kota, ini jelas adalah penindasan yang di lakukan oleh gadis tak berguna
"Baiklah nona Bai, wajah mu juga terlihat pucat, biarkan tabib melihat keadaan mu"
"Terimakasih atas perhatian yang mulia, hamba merasa lancang karena telah berani menerima perhatian anda" Bai Huan bersuara lembut, mereka di sudutkan seperti ini, bagai mana mungkin ia akan senang
"Hati anda sungguh mulia nona Bai jika kau merasa bersalah karena telah menerima perhatian dari permaisuri ini maka beberapa pelayan akan mengantar mu ke kuil untuk merenungi kesalahan mu, bagai mana pun selir Bai pasti akan senang jika kau yang menemaninya" ucap Min tak kalah lembut,
"Yan..yang mulia"
"Baiklah, aku sudah selesai pangeran kecil mari mengunjungi paviliun anggrek, seperti kau sudah sangat merindukan selir janda" Mian Li tersenyum menatap pangeran ke 9 dan membawanya dalam gendongannya tersenyum lebar dan sesekali menepis air mata yang mengalir di pipi sang pangeran kecil
"Ini sepertinya tak pantas permaisuri, anda hanya orang baru dan bahkan anda tak mengerti apa yang terjadi" Suara seorang pria membuatnya berhenti dari langkahnya
"Aku tidak mengerti, akan tetapi aku akan mengunjungi paviliun anggrek, apakah ada aturan jika aku tak bisa mengunjungi paviliun anggrek?"
"Selir ke 5 menjalani hukuman karena telah berbuat tidak sopan pada putri ke 5 dan berkhianat pada Kekaisaran" Mian Li menaikan alisnya
"Kau sangat lucu sekali pangeran ke empat, kelancangan apa yang di buat oleh seorang ibu pada anaknya?, aku mengerti jika anak muda seperti mu memang naif, tapi kau juga tak seharunya mempertanyakan apa yang ingin ku lakukan, kau juga mengacungkan jari mu sebelumnya, pelayan bawa pangeran ke empat ke kediaman, dan salin peraturan sebanyak lima ratus kali, jangan biarkan dia meninggalkan kediaman tampa seizin ku dan yang mulia" Mian Li tersenyum menatap pangeran itu dengan tatapan meremehkan,
Ia adalah permaisurinya, ia adalah ibu negara nya, meskipun kaisar tak menyukainya akan tetapi selalu ada perbedaan antara tuan dan budak, di masa ini sangat suka perbudakan kan?, dari itu ia juga akan bermain sesuai alur saja.
Kaisar tak menginginkannya bukan masalah toh Mian Li juga tak ingin kaisar, ia hanya ingin menjalani sebuah kehidupan yang nyaman dan baik, misinya mengurangi dosa membunuh akan tetapi dewa sialan itu tak mengatakan jika ia tak bisa menghukum dan menindas orang lain, selagi mereka belum mati maka tak termasuk dalam perbuatan dosa
Setelah kepergian Mian Li kaisar Zhou berdiri dan meninggalkan jamuan makan begitu saja, apa itu?, Mian Li sudah banyak berubah bahkan suka menggertak orang orang, ia tak memperhatikan Mian Li sedari ia memasuki istana, siapa sangka ia memiliki tempramen seperti ini, entah mengapa ia merasa ini menarik dan yak sabar menantikan pertunjukan lainya
"Sampah sialan" Bai Zian mengikuti langkah ibu beserta nona Bai kembali ke paviliun teratai, ada banyak orang yang menerima hukuman Mian Li ini mereka biarkan sebentar malah menjadi begitu semena mena.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
Risma Farna
Bknnya selir kelima sdg diasingkn ya??? 🤔🤔🤔
2022-07-07
2
Aryanie Usman
PAVILIUN kali,bukan valium
2022-06-28
2
@⒋ⷨ͢⚤L♡Marieaty♡
😆😆😆😆😆puasnya hati ini
2022-02-10
2