Waktu berjalan begitu cepat, Tampa terasa keheningan malam sudah di jemput oleh sang mentari pagi rembulan malam sudah menyelesaikan tugasnya hari ini dan sesegera membiarkan mentari pagi nan penuh semangat beserta harapan mengambil alih tugasnya, pagi yang cerah masih dalam suasana yang sama dan tempat yang sama
semua masih sama dengan sebelumnya, di kediamannya Mian Li masih berada di tempat yang sama.
Di gazebo di kediamannya, Mian Li masih duduk dengan di temani oleh secangkir teh hangat, buku kultivasi dan keindahan hamparan salju yang memutih, kegiatan hari ini sama dengan hari kemarin, beristirahat dan terus beristirahat.
Ia masih tak habis fikir bagai mana mungkin ada manusia yang sebodoh Chen Mian Li ini menyakiti diri hanya untuk cinta, istana ini adalah tempat yang kejam, ada banyak mahluk yang menanti kematiannya masih berharap pada seorang pria?, itu hanya hal bodoh
"Tunggulah tanggal mainnya maka mulut besar tak berguna kalian akan ku bungkam dengan alas kaki ku" Batinnya kesal
Fei Yang sedari tadi hanya diam sembari mengamati segala perubahan emosi milik junjungannya, terkadang ia akan tersenyum dan dalam sekejap senyuman itu akan berubah menjadi sebuah senyuman yang begitu mengerikan
Seorang pemuda di ikuti beberapa kasim dan pelayan nampak berjalan anggun mendekati mereka, Mian Li masih sibuk dalam dunianya sendiri
Fei Yang cemas ia sudah memanggil sang junjungan beberapa kali namun tak ada jawaban apapun, ia tak ingin sang junjungan kembali di hukum karena ke tidak sopannya pada sang kaisar, ia tak ingin junjungannya kembali terbaring lemah di ranjang
“Yang mulia”
Kaisar sudah berada di sini dan permaisuri belum menyambutnya, apakah ini pantas?, oh tentu saja apapun bisa di lakukan oleh Seornag Min Jiana,
“Kau mengagetkan aku saja Fei Yang” Mian Li berucap dengan pelan, namun ia masih terus menatap butiran salju yang berjatuhan seolah tak ingin tau dengan keberadaan pria itu, angin yang lembut menerpa wajahnya yang masih terlihat memerah, kain hitam berkibar mengikuti arah angin
Karena wajahnya sedang tak baik baik saja maka ia memilih untuk menutupinya, lagi pula seingatnya Chen Mian Li susah menutup wajahnya sedari muda, dan bahkan jauh sebelum mereka menikah
“Yang Mulia Kaisar mengunjungi anda”
Chen Mian li hanya bergumam malas tampa niat berbalik menatap kaisar pria kejam itu?, ia tak ingin tau tentangnya
“Di mana rasa hormat mu permaisuri”
“Ah apa itu perlu?, tidak perlu terikat dengan formalitas yang mulia” Menjawab ringan tanpa membalikan tubuhnya
"Sepertinya istana terlalu memanjakan mu"
"Memanjakan?, kau serius?" Ia beralih
"Wow ternyata cukup tampan" Ia sedikit kagum dengan wajah tampan ini, akan tetapi ia juga bukan tak pernah melihat pria tampan
“Baiklah, jika anda sangat memaksa, salam pada kaisar semoga di berkahi umur yang panjang dan kebahagiaan selama hidupnya, maaf kaisar sepertinya kepala saya sedikit pusing Musim dingin belum sepenuhnya selesai tubuh saya sangat lah lemah saya akan segera beristirahat, jika anda berkenan silahkan tinggalkan kediaman saya yang mulia“ ia menghela nafas dengan sangat malas, kaisar apakah harus selalu di sapa, membosankan
Ia mengabaikan istrinya di masa lalu, hari ini ia datang seolah menjadi suami terbaik, bukankah itu menggelikan
"Karena semua orang di istana sangat suka bermain trik mustahil di dekati maka sambut lah sosok permaisuri yang menyebalkan ini, jangan pernah bermimpi untuk menindas seorang Min Jiana, karena Min Jiana bukan gadis bodoh seperti Mian Li, jatuh cinta?, apa itu?, cinta hanya akan membuat mu menjadi lemah, dari itu jangan mencoba jika tak ingin masuk ke jurang yang bernama derita"
Kehidupan baru saja di mulai Mian Li bodoh sudah mati, yang ada hanya Min Jiana siapa yang menyinggung akan menerima hasil akhir yang buruk.
Melihat respon yang kelewat santai dari sang permaisuri membuat kaisar Zhou menjadi kesal dan segera meninggalkan paviliun bulan
Ia sudah berbaik hati untuk datang dan ingin mengunjungi sampah itu, hatinya tergerak untuk mengunjungi paviliun bulan adalah hal yang harus di hargai, karena selama ini bahkan ia tak pernah melirik kediaman milik Permaisuri itu,
Namun siapa yang menyangka jika ia malah mendapatkan hinaan, ia bahkan di anggap remeh dan di abaikan, tatapan mengejek itu,? Seringai tengil itu?, kaisar merasa jika gadis ini bukanlah permaisurinya yang selalu di rumor kan selama ini,
"Apa apaan, suka menganggu orang lain dan saat di balas malah menujukan wajah paling teraniaya, membuat ku jijik saja"
Mian li tersenyum kecil menatap kepergian sang kaisar, benar benar pria menyebalkan dan gila hormat, ia bahkan tak tahan saat seseorang mengabaikannya, lalu bagai mana ia bisa mengabaikan orang lain, seseorang tak akan tau rasa sakit jika tak berada di posisi seseorang yang terluka,
“A Fei ambilkan pakaian ku” Ucapnya pelan, Fei Yang mengambil satu set pakaian yang terlihat cukup mewah dan membantu nonanya berpakaian
"Yang mulia, tubuh anda belum sepenuhnya pulih, bagai mana jika anda kelelahan, salju masih turun begitu deras"
"Aku hanya ingin melihat lihat saja sebentar, dan lagi juga tak akan membuat ku mati"
"Nona, anda belum pulih sepenuhnya"
"Aku akan pergi melihat lihat dulu Fei Yang, setelah ini aku akan melakukan kultivasi tertutup dan membutuhkan waktu yang cukup lama, sebelum mengunci kediaman aku ingin melihat para rubah licik itu terlebih dahulu" Karena tubuh ini lemah ia hanya bisa melakukan kultivasi tertutup untuk memperkuat tubuh ini
Tubuh rapuh seperti ini sangat tidak cocok dengannya, hanya saja ia tak memiliki hak untuk memilih ke tubuh mana ia akan hidup
"Ah, baik nona"
Fei yang tak bisa mengatakan apapun lagi, jika sang nona mengatakan ia akan melihat lihat maka ia hanya bisa patuh dan segera menyiapkan kebutuhan junjungannya
"Tak perlu cemas Fei Yang, aku sudah pulih, tubuh ku sudah baik baik saja, hanya salju tak akan membuat nyawa ku hilang" Ia tersenyum kecil, salju turun, ia akan keluar setelah hampir musim semi, anggap saja ia sedang memanjakan dirinya sendiri
"Hamba mengerti nona"
Fei Yang berucap sembari mulai merias wajah sang junjungan, wajah yang sebelumnya hancur perlahan membaik, dan ia yakin dalam beberapa saat kedepan nonanya akan menjadi wanita yang begitu cantik
Pengetahuan sang nona tentang obat ternyata cukup mendalam, ia sudah bersama Mian Li sedari muda ia tak pernah jika Mian Li mempelajari ilmu kesehatan seperti itu, ia tak pernah tau jika sang nona bisa membuat pil dan melakukan hal mengabulkan seperti yang ia saksikan sebelumnya
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
Sidratul Muntaha
tulisan sm kalimat di cerita semrawut pening malah baca nya
2022-06-05
7
Dewi Laras
bagus cerktanya keren
2022-06-02
1
Frando Kanan
lo tuh pantas mendptkn penghinaan ini 🖕
2022-05-25
2