Di sebuah ruangan yang sepi, hanya di sinari oleh cahaya nan redup lilin, seorang pemuda nampak begitu sibuk dengan kertas kertas dan tumpukan dokumen yang tersusun rapi di meja kerjanya,
Ia terlihat begitu gagah dengan alis menukik tajam, tulang rahang yang keras dan tatapan mematikannya, bahkan iblis pun tak akan berani untuk berurusan dengannya, ia adalah Zhou Fei Liang,
Kaisar dinasti Xianyang ini, terkenal dingin tak tersentuh kejam bak Tiran, ia adalah kaisar termuda yang menguasai cina bagian timur sepanjang sejarah, memiliki ambisi untuk menjadi penguasa seluruh daratan cina
Ambisi seorang pemuda tentu saja sangat besar hanya saja ia tergantung bagai mana mengendalikannya, dunia ini kejam, jika tak kuat maka akan di tindas dan akan di pandang sebelah mata
“Hormat pada yang mulia kaisar, semoga yang mulia hidup 1000 tahun mendatang” Ucap pria paruh baya, yang berjabat sebagai abdi istana, dia adalah kasim Jo, salah satu kasim yang berada di sisinya
“Katakan”
"Permaisuri sudah sadar yang mulia, dan,....” kasim Jo menghentikan ucapannya, ia bingung bagai mana cara mengatakannya
Ia merasa ragu, perihal permaisuri ini harus di laporkan, hanya saja ia merasa kaisar tak akan perduli, hal seperti ini membuatnya menjadi serba salah
"Permaisuri… Permaisuri menjual semua pelayan di kediamannya"
Permaisuri menjual para pelayannya, ini hal yang bahkan tak pernah terjadi, sebagai seorang tuan menjual belikan seorang budak adalah hal yang sangat wajar, hanya?, jika semua di keluarkan maka akan sangat tidak baik
Kaisar memang mengabaikan permaisuri, namun ia tak benar benar memperlakukan permaisuri dengan buruk, ia masih di tempatkan dengan layak dan nyaman di paviliun bulan, semua kebutuhannya di penuhi dengan baik
mendengar laporan itu kaisar bahkan masih bungkam, kabar ini memang sedikit tak enak di dengar, namun sebagai tuan kediaman membuang orang orang tak berguna juga bukan suatu kejahatan
Ia tak ingin ikut campur lebih jauh mengenai istana dalam, dan akan lebih baik jika menyibukkan diri dengan pekerjaannya, lagi pula ia tak ingin perduli hal apapun yang tidak bersangkutan dengan urusan kenegaraan
“Hamba mohon undur diri yang mulia”
Meski diam batin kasim Jo terkadang suka mengomentari tabiat buruk milik kaisar mereka, memiliki wajah nan tampan nan amat sangat mempesona kaisar Zhou memiliki sisi gelapnya, ia adalah mahluk mengerikan dan berhati dingin,
Selama bertahun tahun kehidupanya hanya tentang sebuah kuasa, peperangan, merebut kerajaan lain dan menguasai dunia, ia selalu bertekad menjadi seorang pemimpin di atas pemimpin, menjadi manusia no satu yang di takuti oleh semua orang.
Di sisi lain Mian Li duduk di gazebo yang masih berada di kediamannya, karena sudah berada dan menetap ia hanya perlu menikmati apa yang ada di hadapannya, karena ia orang baru ia memilih untuk berkeliling kediaman dan itu membuatnya cukup kewalahan
Paviliun bulan bukanlah tempat yang kecil, ia sudah berkeliling dan ia sudah lelah hari ini, sebelumnya ia begitu bosan hingga ide itu timbul begitu saja, karena ia mahluk yang tak bisa di kurung tentu saja harus mencari celah untuk melepaskan diri dari sangkar emas ini
Ia bisa saja menerima kenyataan bahwa ia tinggal di tubuh seorang permaisuri, namun ia tak akan terima jika status ini membuatnya kehilangan kemerdekaan, sebagai permaisuri yang baik ia tak akan meninggalkan istana dengan tak bertanggung jawab,
Angin lembut menerpa kain putih penutup wajahnya, Mian Li segera mengeratkan jubah bulu rubahnya, sudah berada di akhir musim dingin cuaca tak terlalu bersahabat dengan tubuhnya yang lemah ini, ia harus bertahan beberapa saat lagi, musim dingin akan berlalu dan semua akan di mulai setelah itu
“Fei Yang, ceritakan pada ku apa yang terjadi sebelum aku jatuh koma, katakan dengan jujur, jika kau berbohong walau satu kata aku akan menghukum mu dengan berat” Ucapnya sembari menatap nyalang pemandangan yang tersaji di hadapannya,
Ia sudah menunggu sejak tadi namun Fei Yang tak kunjung membuka suaranya, bahkan Fei Yang hanya berdiri tak jauh darinya, huh sungguh kehidupan kuno ini membosankan
Ia memang seorang pemimpin organisasi besar, namun ia bukan mahluk yang membosankan, banyak hal yang bisa di lakukan untuk membahagiakan diri, jangan menjadi manusia yang egois, menyiksa diri hanya karena sebuah status yang tak seberapa ini
“Apa yang kau pikirkan, aku meminta mu bercerita mengapa diam?” Ucapnya berubah datar sembari mengikuti tatapan pelayannya, Fei Yang bergidik ngeri menatap junjungannya, semenjak sadar dari koma junjungannya terlihat aneh,
“Ampuni hamba nona, hamba”
“Jangan terlalu bertele tele, katakan saja apa yang ku inginkan, aku memerlukan banyak informasi, kehidupan ku di sini akan menjadi begitu buruk, aku harus menyelesaikan ini sesegera mungkin”
"Baik nona" Fei Yang mulia bercerita dengan wajah yang sangat serius
“Waktu itu seorang kasim mengajak mengatakan jika janda kaisar selir ke 4 mengundang anda minum teh di kediaman utama, awalnya nona baik baik saja namun setelah menyesap teh dari janda kaisar selir ke 4 nona mengatakan jika tubuh nona panas lalu nona bergegas meninggalkan kediaman selir janda, saat di perjalanan tampa sengaja nona menabrak putri ke 7 dan putri ke 7 sangat murka dan menghukum anda 50 kali cambukan” Ucap Fei Yang getir, ia masih ingat saat itu bahkan takada yang menolong permaisuri,
Kaisar pun tutup mata dan telinga seakan yang di hukum hanyalah budak yang hina, kaisar memilih meninggalkan permaisurinya yang sedang sekarat, racun menyebar dengan cepat di tambah lagi cambukan itu, hingga permaisuri harus tidur selama 1 minggu lamanya,
"Wow berapa banyak kah istri yang si miliki kaisar terdahulu?,"
Namun ia masih diam, biarkan pertanyaan itu ia telan sendiri, toh cepat ataupun lambat ia akan bertemu dengan para penjahat itu, ia tak akan melepaskannya dengan mudah
Satu luka di balas dengan tetesan darah, dan satu kalimat akan di balas dengan siksaan, ia sudah menjadi kejam di kehidupan sebelumnya tak Maslaah jika harus tetap kejam di kehidupan kedua
“Oh jadi begitu, nasibnya sangat malang, hal yang sangat wajar jika ia menyerah, karena saat ini aku sudah di sini maka aku akan menyelesaikannya, mata di balas mata dan gigi di balas gigi” Mian Li tersenyum lembut seakan hal itu terjadi pada orang lain, seolah ia baru saja mengucapkan kalian yang begitu menyenangkan, ia membentangkan tangannya, sambil menguap pelan,
"Nona, hari sudah mulai sore, apakah anda ingin mandi, makan atau membaca?"
"Aku ingin beristirahat, berada di tubuh lah ini sedikit menyebalkan, hanya sedikit bergerak membuatnya seperti akan kehilangan nyawa"
Ia suah berkeliling tampa terasa ia juga sudah berjalan dalam waktu yang lama, ia lelah, ingin beristirahat dan tidur beberapa saat, dengan begitu barulah bisa menikmati sebuah kehidupan dengan nyaman
"Ah, baiklah, nona saya akan melayani anda tidur"
Fei yang berucap pelan, karena sang junjungan ingin tidur maka ia akan melayaninya
Mian Li haya diam dan berjalan kembali ke kamarnya dan segera beristirahat ia akan berkeliling istana besok, dan tentunya akan membutuhkan tenaga yang besar, bukan? hari ini ia sudah cukup lelah berkeliling kediaman, dan istana tak akan seperti kediaman bukan?,
Hari yang melelahkan akan menghampirinya besok, ia tak merasa putus asa, hanya saja tubuhnya belum sepenuhnya pulih dan membutuhkan sedikit waktu untuk beristirahat
Lagi balas dendam tak akan sesederhana itu kan?, ia harus memastikan musuh musuhnya menyesal, hingga tulang dan memohon atas sebuah kematian, proses balas tentunya membutuhkan tenaga extra, belum lagi keadaan dan tubuhnya yang begitu lemah, ia harus bekerja keras untuk meningkatkan kemaluan dan kultivasinya, di zaman ini kekuatan spiritual adalah hal yang paling penting bagi manusia, semakin tinggi tingkat kultivasi maka semakin di takuti dan makin tinggi derajatnya,
Namun sebaliknya semakin rendah tingkat kultivasi seseorang maka semakin rendah pula derajatnya dan bahkan di anggap sebagai sampah, sebagai mana nasib permaisuri Li ini,
Manusia lemah yang di remehkan oleh orang orang, bahkan para pelayan hina itu pun berani menggertak, kebaikan Mian Li di masa lalu tak membuahkan hasil baik dan kedatangan dan kekejaman Min Jiana saat ini akan membalas segala rasa sakit di masa lalu, tangan kecil itu sedang meraih sebuah botol porselen kecil dan mengeluarkan sebutir pil berwarna sedikit gelap,
Karena ini adalah racun yang di bawa sedari muda maka akan membutuhkan sedikit lebih banyak waktu untuk menghilangkannya, racun yang ada di tubuhnya memang tak akan membahayakan nyawa, tapi juga tak baik untuk tubuh, ia lemah dan tak berkemapuan, ini menyedihkan
Kultivasi bagaikan nyawa di masa ini, jika hidup tampa kultivasi maka seseorang akan dengan senang hati untuk memohon sebuah kematian, hanya Mian Li lah yang mampu bertahan meski selalu di keliling oleh hinaan dan celaan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
lovely
terlalu banyak narasiiiiiiii ihhh dialognya hampir ga ada
2023-09-03
7
Yuli Yanti
👍❤️
2023-03-11
1
yudi
❤️❤️👍👍
2023-03-11
1