“Nona, syukurlah nona sudah kembali” Ucap Fei Yang saat Mian Li masuk ke kamarnya, nonanya baru saja kembali, ia harus memastikan jika nonanya baik baik saja, ini adalah pertama kalinya ia meninggalkan istana, dan ia memastikan jika nonanya tidak mendapatkan luka pada tubuhnya,
“Siapkan aku air aku ingin mandi, tubuh ku terasa sedikit lengket, minta beberapa pelayanan menyiapkan makanan, aku merasa sedikit lapar” Mian Li membuka cadarnya dan duduk di meja kecil,
Para pelayan segera menyiapkan makanan untuk sang junjungan, Mian Li tersenyum lebar segera menyantap makan malamnya, ya walaupun Mian Li sudah makan banyak tapi entah kenapa ia selalu merasa lapar di zaman ini, Fei Yang segera berlalu untuk menyiapkan air mandi untuk sang nona, setelah makan nona nya ingin mandi, maka Mian Li tentu saja harus segera mengambil air hangat
“Apa yang akan aku lakukan?” Mian Li mulai menyusun rencana untuk lancarkan aksinya, Ia harus mencari hutan yang cocok untuk menyerap energi spiritualnya ia masih terlalu lemah saat ini
Meski di paviliun bulan memiliki energi spiritual cukup kuat namun para prajurit dan pelayan sudah menyerap untuk kultivasi mereka, ia harus menjadi sosok yang lebih kuat, membalas dendam bukan perkara mudah di dua kehidupan ia hanya bisa menjadi orang yang menyimpan dendam
“Nona, air mandi anda sudah siap” Ucap Fei Yang pelan, Mian Li berjalan anggun menuju kamar mandi untuk segera memulai segala ritual pembersihan diri,
Setelah menyelesaikan ritual mandi Fei Yang segera membantu Mian Li berpakaian, setelahnya menggiring sang junjungan ke meja rias untuk mengeringkan rambut serta memolesi wajah cantiknya dengan riasan yang tipis namun terlihat begitu elegant, benar benar seorang permaisuri yang agung
“Kau tak ini cantik Mian Li, mari bungkam mulut sampah yang menghina mu, hehe lihat lah, bagai mana dunia m pantulan nya dari cermin, Fei Yang hanya dia sambil membantu junjungan nya menata rambut
“Fei Yang ku lihat di luar istana begitu banyak persiapan apa akan ada festival?” Mian Li berucap pelan, acara makan malam sudah selesai, dan yah dia kenyang, ia berjalan pelan menuju gazebo dan di ikuti oleh Fei Yang dengan napan yang berisi teh hangat dan kue kacang kesukaan Mian Li, untuk menikmati keindahan udara malam dengan makanan ringan yang begitu lezat
“Benar Nona, akan ada festival tahunan dalam waktu dekat ini dan para pelayan, selalu menyiapkan perayaan ini, dan kaisar akan mengundang raja raja yang berada di wilayah kekuasaannya ini” Fei Yang menuangkan teh untuk junjungan nya ini
"Hm tapi ku lihat bukan hanya di istana, di pasar pun terlihat sangat repot?" Mian Li bergumam, ia tak perduli dengan urusan istana dan para penjilat itu, ia ingin pergi, dan terbang ke semua tempat yang ingin ia datangi
"Ah para rakyat juga ikut merayakan Festival ini dengan menerbangkan lentera dan mengucapkan doa, berharap jika doanya mereka sampai pada sang dewa" Fei Yang tersenyum lembut, sembari menuangkan teh ke gelas milik sang nona
“Sepertinya menarik, apakah aku akan ikut dalam jamuan?"
"Tidak, anda dalam keadaan tidak sehat dan yang mulia kaisar tidak meminta nona untuk datang"
"Maka itu adalah kabar yang baik, aku akan merayakan perayaan ini bersama rakyat” Mian Li tersenyum sumringah,
Ia tak di undang dalam acara ini, ia juga tak ingin ikut, menghadiri jamuan dengan orang orang ini hanya akan membuatnya sebal, dari itu lebih baik ia meninggalkan istana
“Ampun nona tapi yang mulia kaisar tak akan memberi izin, lagi pula selama ini nona tak pernah merayakan Festival itu di luar kediaman” Fei Yang dengan agak ragu, meski tak bisa bergabung dalam jamuan sang nona juga tak bisa meninggalkan istana tampa izin, itu sangat membahayakan
“Mengapa harus meminta izin, lagi pula kita hanya melihat perayaan" Mian Li menyesap tehnya perlahan, sambil tersenyum cerah,
Ia tak perlu mendapatkan izin dari siapapun saat ia ingin pergi maka tak akan ada yang bisa menghentikannya, ia ingin pergi dan melihat lihat pemandangan dengan leluasa
“Yang mulia kaisar telah tiba” Ucap seorang kasim berteriak cukup keras membuat min terkejut dan hampir saja menjatuhkan gelas tehnya, teriakan yang berhasil membuat jantung min hampir melompat keluar, beruntung min tak memiliki riwayat sakit jantung,
“Apakah selalu seperti ini, sangat ribut” Ucap Mian Li kesal karena telinganya terasa sakit dan terkejut, suara teriakan kasim sungguh sesuatu tak bisa di remehkan, min perlahan berdiri untuk menyambut kaisar negri ini
“Salam pada yang mulia kaisar” kaisar sudah datang dan Mian Li menyapa ia malas berdebat, ia sedang tak ingin membuat masalah, ia ingin pergi dengan tenang
Mendapatkan respon demikian wajah kaisar Zhou masih terlihat datar seperti sebelumnya, kasar Zhou baru saja mendapat kabar dari penjaga bayangan yang di tugaskan untuk menjaga keluarga kerajaan, kaisar Zhou semakin murka saat penjaga itu melaporkan jika sang permaisuri meninggalkan istana tampa pengawalan, ada begitu banyak bahaya yang menanti di luar sana, kaisar sempat terkejut saat si permaisuri semakin liar dari hari ke hari, wajah angkuh itu?, dingin itu?, benar benar perubahan yang tak di sangka, terkadang sang kaisar mempertanyakan apakah gadis yang berdiri di hadapannya benar benar permaisuri Li,
Perbuatannya yang telah memenjarakan para pelayan kediaman, menghukum putri ke tujuh dan selir Bai, serta memblokir kediaman selama beberapa bulan dan kali ini ia malah menyelinap keluar istana, apakah ini benar benar Chen Mian Li yang di kenal lemah sampah Kekaisaran?.
“Apa yang membuat yang mulia mengunjungi kediaman ku ini” Mian Li lembut,
Kembali duduk sembari menyesap tehnya perlahan, ia tak ingin menunjukan rasa hormat pada orang yang bahkan tak bisa menghargainya
Melihat respon yang sangat tidak ramah membuat kaisar Zhou membuang nafas kesal, Chen Mian Li ini, apakah ia menjadi begitu sombong setelah beberapa waktu, gadis ini hanya pengecut sebelumnya, akan tetapi malah menjadi semakin tak tau aturan dari hari ke hari
"Jamuan hari ini dan"
"Aku tak perlu datang, aku sedang tidak sehat dan akan membuat penyakit ku menyebar pada orang orang saja" Karena Mian Li bodoh semua orang menganggapnya lemah, dalam keadaan seperti ini memang tak baik jika bergabung bersama keramaian, hanya akan menghantar hal uang ingin ia lakukan saja
"Seharunya memang seperti itu" Kaisar Zhao berucap, wajahnya masih terlihat datar sama seperti sebelumnya
"Jika datang hanya untuk mengatakan itu bukankah sudah saatnya anda kembali?" Mian Li berucap dengan nada lembut, ia tak mengundang siapapun ke sini dan kaisar datang tapa undangan, ia tak perlu bersikap dengan begitu ramah
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
Risma Farna
Pria yg ditolong Min siapa ya. Trus apakh Min akn berthn dismping kaisar atau malah prgi stlh balas dendam???
2022-07-07
5
Oi Min
Jgn bilang sang kaisar jatuh cinta ma Min stlh dia berubah.... Cih.... Memuakkan
2022-04-16
2
Mitra Mandiri Teknik
hhhhhhhh segitu aja udah habis
2021-12-12
4