Di sebuah ruangan yang begitu mewah seorang gadis muda nampak menangis tersendu di lantai sambil menatap junjungannya dengan tatapan yang begitu iba
“Yang mulia, hiks, hiks, syukurlah akhirnya permaisuri sudah sadar” Ucapnya terisak pelan, mata si gadis lemah itu perlahan terbuka
Ia begitu bahagia, setelah beberapa hari akhirnya junjungannya kembali, ia tak sedang mencoba menyumpahi sang junjungan hanya saja sang junjungan mengalami hal yang begitu berat dalam hidupnya, ia merasa lega karena akhirnya junjungannya telah kembali
Mendengar suara teriakan itu jelas aja membuat Min kembali kedalam sebuah kebingungan, sebelumnya ia membukakan matanya di sebuah ruangan yang begitu senyap sunyi hingga ia kembali memejamkan matanya karena tak tahan, namun siapa yang menyangka jika saat membukakan mata ia bahkan sudah berada di tempat asing lagi
Ah?, sebenarnya apa yang sedang terjadi kali ini, apakah mahluk itu benar benar dewa?, jika benar mengapa ia membuang ku ke sini, bukankah akan lebih baik jika tak memberikan ku kesempatan kedua, ia berdecih kesal saat mengetahui bahwa dewa sialan itu hanya sedang mempermainkannya,
Jelas jelas sebelumnya ia datang di tempat yang begitu sunyi dan ia merasa baik baik saja jika berada jika harus tinggal lebih lama di tempat itu, namun dalam sekejap kembali ke tempat yang bahkan tak ia ketahui dimana adanya
“Dimana ini?, apakah aku syuting drama?, kolosal?, korea, jepang atau cina?, dewa bodoh apa maksud mu mengatakan jika neraka tak mau menerima ku?, konyol benar benar konyol“ Batinnya dengan penuh tanya,
ia sudah di buang, hanya saja ia tak tau di mana dewa sialan itu membuangnya, apakah ia sedang bercanda?, mahluk itu sangat suka mempermainkan kehidupan orang, nuansa ini?, ia sudah melihat beberapa film seperti ini di tv, ia cukup menikmati drama bernuansa kolosal saat memiliki waktu senggang, namun sama sekali tak pernah menduga jika berada di tempat seperti ini lagi
"Dan apa ini?" Ucapnya melepas paksa kain hitam yang menutupi wajahnya,
Benar benar tak nyaman, ia bukan seseorang yang akan betah dengan barang barang yang merepotkan itu, ia tak perlu menutup wajahnya, siapapun yang melihat wajahnya maka tak akan bisa bernafas di hari esok
Setelah lepas segera menatap sekelilingnya terlihat begitu familiar, di sudut sana terdapat guci tua yang pernah ia lihat di museum Chan, saat misi pembunuhan seorang wisatawan terkenal kota seul,
Lukisan pohon bambu hijau berusia ribuan tahun, yang di lukis oleh sarjana paling di kagumi di di masa dinasti Ming sekitar 1000 tahun yang lalu, serta jangan lewatkan beberapa cangkir giok murni ukiran naga kembar yang harganya ratusan juta yuan jika di zamannya.
Ia beralih menatap menatap gadis muda menggunakan Hanfu (pakaian cina kuno) membenturkan kepala ke lantai sembari menangis tersendu sendu, ada apa ini?, kepala gadis itu bisa pecah jika di biarkan begitu, dan dimana dia sekarang?.
“Siapa kau, dan apa yang kau lakukan?, mengapa kau berada di sini, dan mengapa kau menangis, jika kau memiliki niat lain maka kau hanya akan mendapatkan sebuah rasa kecewa, aku bukan orang yang bisa di tindas, meski dalam keadaan yang sakit sekali pun aku malah bisa mengalahkan mu” Ia menatap gadis itu dengan tatapan penuh waspada
sebelumnya ia sendirian, dewa sialan itu datang dan mengolok oloknya, dan setelahnya meninggalkannya begitu saja, saat kembali membukakan mata ia sudah berada di sini, di tempat yang asing ini
“Permaisuri melupakan hamba?, Maaf kan hamba permaisuri, hamba tak mampu menjaga permaisuri, saya pantas di hukum mati, tapi yang mulia hamba mohon jangan lupakan hamba, jangan buang hamba yang mulia, anda adalah kehidupan hamba, jika anda membuang saya maka saya sudah tidak memiliki alasan apapun untuk tetap bertahan di kehidupan ini"
“hey hentikan itu kau ini sangat merepotkan, jika ingin mati maka mati saja Jahan bersikap seolah kau adalah orang yang paling menyedihkan"
"Yang mulia, anda?"
"Apa?, kau sangat menginginkan sebuah kematian bukan?, berdirilah dan katakan siapa kau sebenarnya dan mengapa aku berada disini, Kau mengatakan bahwa kau pelayan ku, dan aku tak memiliki alasan untuk mencurigai mu, namun meski begitu jika kau berani berbohong maka kau akan mati dengan begitu kejam, ku pastikan kematian yang mudah itu tak akan pernah mendekati mu”
Min berucap dengan nada malas, seseorang menangis di hadapannya dan malah bersujud dengan begitu bersemangat
ia tak tau apapun di sini, lagi pula tak ada gunanya mengambil nyawa gadis kecil di hadapannya ini?, ia terlalu lemah, membunuhnya tak akan membuat suasana hatinya membaik
“Hamba adalah Fei Yang pelayan pribadi anda” Ucapnya pelan dengan lirih sambil terus menahan isaknya
Junjungannya mengatakan banyak hal, dan bahkan mengatakan mengatakan begitu banyak hal kejam, ia merasa senang, akhirnya junjungannya kembali, mengenai perubahan sifat ini ia tak akan bertanya, karena manusia bisa saja berubah di saat keberadaanya bahkan tak pernah di hargai oleh orang orang sekitarnya
“Jadi kau pelayan?, lalu siapa aku?, ah maksudku, nama ku, katakan semua hal yang terjadi, jangan Bernai berbohong dan memotongnya, katakan secara rinci, dengan demikian aku baru bisa memutuskan untuk mengambil sikap"
ia harus mencari tau tentang tubuh ini, menyebalkan bukan?, saat kau terjaga bahkan kau sudah tersesat di tubuh orang lain, dan bahkan ia tersesat gadis berusia sekitar 20, dan menurut pengetahuannya di beberapa film kolosal yang pernah ia tonton, masa ini gadis akan menginjak usia kawin saat berada di umur 15, ia bergidik ngeri membayangkan jika aku benar benar telah menikah,
“Anda adalah yang mulia Chen Mian Li, permaisuri kekaisaran Xianyang”
Gadis bernama Fei yang itu berucap dengan nada pelan, wanita yang duduk di hadapannya ini adalah junjungannya, permaisuri kekaisaran besar Xianyang
Kekaisaran kuat yang memiliki kaisar yang begitu perkasa, hanya saja nasib junjungannya tak sebaik itu, ia malah terjebak dalam pusaran kejahatan kehidupan penuh intrik istana
"Permaisuri, aku masih begitu muda bagai mana mungkin menjadi seornag permaisuri?"
"Yang mulia anda sudah menikahi kaisar sejak satu tahun yang lalu, Seornag gadis sudah siap menikah saat berada di usia 15 yang mulia"
"Kau tidak sedang berbohong kan?, 15 tahun masih terlalu muda, bagai mana bisa menikah di usia itu"
"Begitulah kita peraturan di negara kita yang mulia, Seornag gadis yang siap menikah akan di datangi Mak comblang yang akan mencarikan mereka jodoh dan pasangan yang cocok"
"Apakah benar begitu?"
"Hamba tidak Bernai untuk berbohong yang mulia"
"Apakah aku benar benar sudah menikah?, usia belia seperti ini sudah menikah?, apakah aku benar benar seorang permaisuri, wanita no satu di dinasti ini?, dan menurut apa yang ku baca dan ku lihat kaisar akan memiliki banyak selir dan aku bisa bernafas lega, membayangkan menjadi seorang istri saja aku tak berani, dasar dewa menyebalkan, seenak hati membuang ku ke sini, apa sulitnya menerimaku di neraka, lagi pula saat sampai di sana aku tak akan merepotkannya, dan yah pada akhirnya Min jiana yang kuat di kalahkan oleh hal yang bernama takdir itu, benar benar menyebalkan" Batinnya permainan apa yang sedang di mainkan oleh dewa bodoh ini
Ia di masukan ke tubuh seornag permaisuri, apa yang di inginkan dewa bodoh itu membuangnya ke tubuh ini, apakah ia tak bisa kembali ke neraka dengan tenang, apakah ia tak bisa ke neraka Tampa harus melewati drama drama membosankan ini
“Hm baik lah aku mengerti, aku tak perlu memusingkan diri ku dengan hal yang tidak berguna, sekarang ambilkan aku cermin”
Ia sudah benar benar pasrah dengan keadaan, toh mau menolak pun ia tak bisa, mau tak mau ia harus bertahan, dan yah ia merasa ada yang salah dengan wajahnya, kenapa wajahnya terasa sangat panas, dalam diam ia meraih cermin perunggu yang baru saja di ulurkan oleh gadis yang mengaku sebagai pelayan pribadinya,
Ia menaikan satu alisnya apa ini?, tubuh yang ringkih, wajah pucat, dan apa ini kemana perginya wajah mulusnya di zaman moderen?,
Wajah yang selalu ia perjuangkan, tapi apa ini bahkan wajah ini terlihat sangat tak terurus dan jerawat dan bintik merah menyebar di mana mana, apakah ini bercanda? Dewa benar-benar menyiksanya , walaupun ia wanita berdarah dingin, ia tetaplah seorang wanita yang selalu pada kodratnya,
Menyukai kecantikan dan kemewahan, derajat serta uang, lalu apa ini?, Wajah yang sangat menjijikan, tubuh yang bahkan tak meyakinkan, lalu siapa yang akan memberinya uang jika ia buruk rupa seperti ini?,
Ia harus memutar otaknya dan mencari cara agar mendapatkan uang, gelar permaisuri sangat tidak cocok untuk gadis menakutkan ini, ia tak bisa membunuh karena terlalu malas kembali berurusan dengan dewa menyebalkan itu dan yah ia tak ingin kembali di buang oleh neraka, tempat terkutuk itu, berani sekali kau menolak seorang Min Jiana,
"Segera ambilkan air untuk ku, aku harus mencuci muka, dan jangan lupa bawa lidah buaya, serta madu"
Karena sudah di sini ia tak bisa melakukan apapun, semua sudah terjadi, ia sudah berada di tubuh ini, dan ia bertugas untuk menjaga tubuh ini agar tetap bertahan di kehidupan ini
Kehidupan permaisuri yang begitu malang, apakah ia bisa menemui kaisar dan membunuhnya, membalas semuanya, membalas rasa sakit yang di alami oleh pemilik tubuh ini
Bagi Seorang istri tak ada hal yang lebih menyakitkan dari rasa tak di inginkan oleh suami sendiri, meskipun ia belum pernah menikah hatinya merasa sakit jika melihat itu
para pria selalu mengira jika wanita adalah mahluk lemah yang hanya bisa merepotkan dan menyusahkan saja, tapi apakah pantas melakukan hal seperti ini
Jika benci maka benci lah, tak ada yang menghalanginya, jangan siksa wanita hingga bahkan memiliki kehidupan yang lebih buruk dari kematian
Fei Yang menatap junjungannya dengan tatapan bingung, untuk apa tanaman itu?, bagai mana pun tanaman lidah buaya adalah tanaman yang terlihat sangat tak berguna, penuh lendir dan tak indah sama sekali
Lalu untuk apa junjungannya menginginkan tanaman yang bahkan sangat tak berguna itu?, ah sudah lah, fei yang tak mau ambil pusing dan memprotes, ia hanya mengangguk patuh, setelahnya tentu saja segera meninggalkan kediaman untuk memanggil tabib serta mengambilkan benda yang di pinta Min tadi,
Setelah kepergian Fei yang Min menghela nafas pelan beranjak menuju jendela, ia sudah berada di zaman ini, dan ia akan menganggap saat ini ia sedang berlibur dari segala urusan dunia yang sangat menyebalkan, dan entah kenapa ia merasa sangat lelah setelah terjaga, tiba tiba cahaya putih menunggu penglihatan, dan.
Semoga saja ini cahaya ini tak membuangnya ke tubuh yang bahkan lebih buruk dari Chen Mian Li, yah semoga saja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 155 Episodes
Comments
Al^Grizzly🐨
berniat thor bukan bernai
2024-04-11
0
Risma Farna
Mang Min ndak dpt ya ingatan dei pemilik tubuh yg lamattg siapa dia dan bgmn kehidupan pemilik tubuh sblmnya??
2022-07-06
4
Dewi Laras
bagus ceritanya
2022-06-01
1