Babak baru

Raya yang merasa takjub dengan apa yang di lihatnya nampak begitu bahagia, dia langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang besar sambil berguling-guling ke kanan dan ke kiri, sebenarnya ini bukan kali pertama baginya melihat sebuah kemewahan karena rumah suaminya saja bak istana yang di lengkapi dengan berbagai fasilitas. Tapi semua kemewahan yang ada di rumah suaminya tidak bisa dia rasakan karena dia di rumah itu hanya di jadikan babu oleh suaminya sendiri, setiap hari harus mengerjakan seabrek pekerjaan rumah tangga mulai dari menyuci baju tanpa mesin cuci, menyetrika, bahkan beberes rumah sendiri, walau di rumah itu banyak pelayan tapi tetap saja dia harus mengerjakan pekerjaan rumah tangga yang di siapkan Dion untuknya.

" Waaah.... kamar ini nyaman sekali, luas dan di lengkapi dengan berbagai fasilitas, coba aku lihat lemari es nya siapa tahu ada sesuatu yang bisa aku makan. "

Raya beranjak dari tempat tidurnya dan menuju lemari es.

" Wow, banyak sekali makanannya, aku keluarin aja deh semuanya di meja. "

Raya mengeluarkan beberapa makanan di atas meja makan, lalu dia memulai memakannya dengan lahap dan hati yang senang, untuk sesaat wanita itu bisa melupakan rasa sakit hatinya terhadap perlakuan suami kulkasnya itu, tapi kebahagiaannya tidak berlangsung lama karena tidak lama berselang terdengar ada seseorang yang sedang mengetuk pintu kamarnya. Raya dengan sedikit curiga mendekati pintu itu.

Kira-kira siapa sih yang mengetuk pintu malam-malam gini. Dengan enggan Raya membuka pintu secara perlahan.

" Mas Dion, kenapa kamu kemari, bukannya kamu sedang.... " Raya tidak melanjutkan kalimatnya.

" Sedang apa? ga usah sok tahu kamu, geser aku mau masuk. " sambil menabrak bahu Raya.

Iblis ini mau ngapain sih masuk ke kamarku, bikin aku emosi lagi.

" Mas, kalo mas ada di sini kasihan Maya dong di kamar sendirian, ntar dia nyariin gimana? "

" Kamu bisa ga sih ga usah bawel, Maya itu urusanku bukan urusanmu, sekarang yang menjadi urusanmu adalah aku, aku ingin mandi cepat kamu siapkan air hangat untuk aku berendam. "

" Baik lah akan aku siapkan. "

Raya masuk ke kamar mandi dan menyiapkan segala sesuatu yang di butuhkan suaminya untuk berendam, disaat dia menyiapkan segalanya tiba-tiba Dion muncul dari belakang dengan tanpa busana sontak saja itu membuat Raya kaget dan terpeleset, untung Dion dengan sigap menangkapnya, Raya yang berada di dekapan suaminya merasakan degup jantungnya berdetak dengan kencang secara reflek Raya mendorong suaminya agar dia bisa melepaskan diri.

" Kamu ini apa-apaan sih, di tolong bukannya berterima kasih malah main dorong aja. ucap Dion geram

" Maaf aku ga bermaksud, cuma tadi itu aku merasa tidak nyaman. "

" Kenapa kamu ga suka berada di pelukanku? atau kamu lebih nyaman dengan Ryan selingkuhanmu itu?. " sambil menggertakkan giginya

" Selalu itu yang kamu ucapkan, sudahlah sebaiknya kamu berendam dulu biar aku tunggu di luar. " dengan nada kesal

" Tunggu, siapa yang menyuruh kamu keluar, aku mau kamu menemaniku disini. "

" Sebenarnya mau kamu apa sih? lagian aku disini mau ngapain coba"

" Karena kamu udah membuat aku kesal, sekarang aku mau kamu bantu aku buat keramas dan menggosok-gosok seluruh tubuhku. "

" Jangan bercanda deh, itu sangat memalukan bagiku. " (pipi Raya nampak merona)

" Kamu lupa, apapun yang aku perintahkan harus di kerjakan karena aku ga suka penolakan. "

Ya Allah situasi macam apa lagi ini, aku kira dengan berada di kamar ini maka aku bisa terbebas dari Dion untuk sementara waktu ternyata aku salah.

" Woiii....mau sampai kapan kamu jadi patung di situ, cepat sini bantu aku keramas. "

" Ya " Raya segera menghampiri suaminya yang sudah berada di dalam bathup

Raya mengambil sampo dan meletakkannya di rambut Dion, dengan hati-hati dan penuh kelembutan Raya memijat-mijat kepala Dion.

" Jangan cuma kepala yang di pijat tapi pundak ku juga." sambil memejamkan matanya.

" Iya baiklah "

kok aku dengar suara dengkuran, apa Dion tertidur ya, coba deh aku lihat dari depan apa benar dia tertidur, ehm... ternyata benar dia tidur, wajahnya yang seperti ini mengingatkan aku ketika dulu pacaran, begitu manis.

" Coba saja kamu bisa bersifat sedikit lebih lunak mungkin aku akan.... "

" Akan apa?" Tiba-tiba mata Dion terbuka dan meraih tangan Raya.

" Ah itu.... aku.... anu... " Raya menjawab dengan terbata-bata

" Kamu jangan coba-coba curi kesempatan berbuat yang enggak-enggak sama aku. " dengan tatapan tajam

" Siapa yang curi kesempatan, aku tadi kan cuma mau memastikan kamu tidur apa ga. " (merona)

" Ya sudah, selesaikan pekerjaanmu, gosok- gosok seluruh tubuhku, mulai dari yang depan. "

" oke"

Raya memulai menggosok tubuh kekar suaminya, detak jantungnya mulai tidak beraturan dia mencoba mengontrol tubuhnya dengan menghirup dan mengeluarkan napas secara berulang-ulang.

" Sudahlah kamu pergi sana aku mau melanjutkan mandi. " ujar Dion

" Baik "

Begitu keluar dari kamar mandi Raya memegang dadanya yang kembang kempis.

" Gila, aku hampir saja mati berdiri karena sesak napas, memang benar pesona Dion begitu luar biasa. " sambil mengipasi dirinya menggunakan tangan

Raya mencoba menenangkan dirinya dengan cara duduk di sofa sambil minum air putih, tiba-tiba terdengar suara bel pintu.

" Siapa lagi sih itu, malem-malem gini mencet bel. "

" Selamat malam Raya, maaf ganggu istirahat kamu, aku cuma mau nanya apa Dion ada di sini bersama kamu? " tanya Maya

" Iya benar, dia lagi mandi sekarang. "

" Aku boleh gak masuk ke dalam. "

" Boleh, silakan masuk. "

Maya berjalan masuk ke dalam dengan melewati Raya, Raya yang masih di depan pintu memperhatikan wanita yang ada di hadapannya itu dari atas sampai ke bawah.

Ini cewek seksi banget, apalagi dia hanya berbalut kemben, pantas Dion kesengsem dengan kemolekan tubuhnya.

" Raya aku boleh gak ikut masuk ke kamar mandi, sekalian mandi bareng Dion, rasanya aku ketagihan nih sama dedeknya Dion yang perkasa. " berkata dengan nada manja

" Terserah kamu saja, lakukan apapun yang kamu suka. " (mencoba menahan diri)

Begitu Maya masuk ke kamar mandi, Raya segera membuka pintu kembali dan keluar dari kamar laknat itu.

" Apa-apaan sih mereka, sengaja banget mempermainkan perasaanku, cukup...,aku sudah tidak bisa mentolerir sikap mereka lagi, lebih baik aku pergi dari sini. "

Raya masuk ke dalam lift dan menangis sejadi-jadinya, dia benar-benar sudah tidak tahan lagi menahan gejolak yang ada di dalam hatinya. Ketika dia sedang menangis lift tiba-tiba berhenti lalu masuklah seorang wanita berhijab.

" Maaf apa anda membutuhkan ini? " tanya wanita berhijab sambil memberikan sapu tangan

" Terima-kasih " sambil mengambil sapu tangan yang di berikan wanita berhijab itu.

" Kalau boleh saya tahu nama anda siapa ya? " tanya wanita berhijab lagi

" Nama saya Raya lengkapnya Raya Anjani, anda siapa? "

" Saya Sophia Fadhilla panggil saja Sophia, sebaiknya jangan terlalu formal karena mungkin kita seumuran. "

" Iya benar juga "

" Kamu mau kemana? " tanya Sophia

" Entahlah yang jelas cari tempat yang nyaman. " jawab Raya

" Kalau begitu kamu mau ga main ke kamarku, lagian aku tinggal sendiri. "

" Memangnya boleh? " tanya Raya antusias

" Tentu saja boleh "

Raya pun mengikuti Sophia ke kamarnya, dia merasa sangat beruntung bisa bertemu dengan orang baik sehingga malam ini dia tidak perlu tidur di lobby.

Terpopuler

Comments

🌷💚SITI.R💚🌷

🌷💚SITI.R💚🌷

lanjuut

2023-02-12

1

dementor

dementor

namanya juga novel bestie.. ikuti cerita authornya saja..

2022-11-06

2

Sudi Abil

Sudi Abil

kuranf suka dngn peranbutamanya terlalu lemah...sy heran aja udah disiksa lahir batin kok mas8h terpesona sm laki2 yg jelas2 menyiksanya ..apa syahwat bs menutup rasa sakit hati???

2022-05-31

2

lihat semua
Episodes
1 Pernikahan suamiku
2 Adegan malam pertama
3 Babak baru
4 Apa Salahku?
5 Si Ratu Ular
6 Gunung es mencair
7 Yang berbuat Siapa yang tanggung jawab siapa
8 Percayalah padaku
9 Wonder Woman
10 Hidup tak seindah Drakor
11 Ketulusan hati Sophia
12 Rencana Maya
13 Lelaki itu bernama Rian
14 Duo ular
15 Awal kehidupan kelam
16 Rindu tak terucap
17 kebenaran yang tertunda
18 Akhir kehidupan kelam
19 Bahagia itu sederhana
20 Hilangnya baby Atala
21 Rahasia yang terbungkus rapi
22 Kecurigaan Sophia
23 Kembalinya sang Ratu ular
24 Awan hitam
25 Ingatan itu
26 Salah paham
27 Kisah masa lalu
28 Kisah Masa Lalu part. 2
29 Akhir cerita
30 Hasil pemeriksaan
31 Ungkapan hati
32 Lupakanlah masa lalu
33 Impian Maya
34 Hubungan yang indah
35 Kecemburuan Raya
36 Kecemburuan Raya part.2
37 Kekhawatiran Raya
38 Kekhawatiran Raya part. 2
39 Firasat Raya
40 Awal dari kemalangan
41 Dimana aku?
42 Desa tak berpenghuni
43 Teman masa kecil
44 Pengabdian
45 Suasana baru
46 Sisi lain Dion
47 Kesabaran Dion
48 Kebenaran yang terungkap
49 Dimana kamu
50 Situasi genting
51 Keteguhan Hati
52 Pupusnya Harapan
53 Sebuah Titik Terang
54 Sebuah Pertemuan
55 Harapan yang indah
56 Tidak masuk akal
57 Terulang kembali
58 Sebenarnya ada apa?
59 Rasa yang terabaikan
60 Pilihan yang salah
61 Pengorbanan cinta
62 Tidak Terduga
63 Rasa yang tak pernah padam
64 Sebuah Penyesalan
65 Benci tapi Rindu
66 Sebuah rencana
67 Mencari jejak
68 Secercah cahaya
69 Kepala Batu
70 Cerita Tiara
71 Cerita Tiara bagian 2
72 Tekad bulat
73 Keteguhan hati
74 Rasa Bersalah
75 Terima kasih telah menemaniku
76 Orang kepercayaan
77 Keluarga Baru
78 Sebuah tanda tangan
79 Teman curhat
80 Aku Rindu Dia
81 Aku pilih kamu
82 Pertemuan
83 Rasa yang tertinggal
84 Buah Simalakama
85 Cinta lama belum usai
86 Harus bersabar
87 Merasa di khianati
88 Rumor
89 Penuh Kerahasiaan
90 Kecewa dan Pengorbanan
91 Ketidakmampuan melawan
92 Kesepakatan pra nikah
93 Bukan Solusi tepat
94 Pengecut
95 Perubahan sikap
96 Kuingin mengenalmu lebih dekat
97 Keputusan yang berat
98 Bertepuk sebelah tangan
99 Ada Harapan
100 Bimbang
101 Situasi yang pelik
102 Penantian yang tak sia-sia
103 Relakan aku
104 Mulai bersemi
105 Hati yang tersisa
106 Hari yang dinantikan
107 KELAHIRAN dan KEMATIAN
108 Pesan terakhir
109 Sebuah akhir yang indah
Episodes

Updated 109 Episodes

1
Pernikahan suamiku
2
Adegan malam pertama
3
Babak baru
4
Apa Salahku?
5
Si Ratu Ular
6
Gunung es mencair
7
Yang berbuat Siapa yang tanggung jawab siapa
8
Percayalah padaku
9
Wonder Woman
10
Hidup tak seindah Drakor
11
Ketulusan hati Sophia
12
Rencana Maya
13
Lelaki itu bernama Rian
14
Duo ular
15
Awal kehidupan kelam
16
Rindu tak terucap
17
kebenaran yang tertunda
18
Akhir kehidupan kelam
19
Bahagia itu sederhana
20
Hilangnya baby Atala
21
Rahasia yang terbungkus rapi
22
Kecurigaan Sophia
23
Kembalinya sang Ratu ular
24
Awan hitam
25
Ingatan itu
26
Salah paham
27
Kisah masa lalu
28
Kisah Masa Lalu part. 2
29
Akhir cerita
30
Hasil pemeriksaan
31
Ungkapan hati
32
Lupakanlah masa lalu
33
Impian Maya
34
Hubungan yang indah
35
Kecemburuan Raya
36
Kecemburuan Raya part.2
37
Kekhawatiran Raya
38
Kekhawatiran Raya part. 2
39
Firasat Raya
40
Awal dari kemalangan
41
Dimana aku?
42
Desa tak berpenghuni
43
Teman masa kecil
44
Pengabdian
45
Suasana baru
46
Sisi lain Dion
47
Kesabaran Dion
48
Kebenaran yang terungkap
49
Dimana kamu
50
Situasi genting
51
Keteguhan Hati
52
Pupusnya Harapan
53
Sebuah Titik Terang
54
Sebuah Pertemuan
55
Harapan yang indah
56
Tidak masuk akal
57
Terulang kembali
58
Sebenarnya ada apa?
59
Rasa yang terabaikan
60
Pilihan yang salah
61
Pengorbanan cinta
62
Tidak Terduga
63
Rasa yang tak pernah padam
64
Sebuah Penyesalan
65
Benci tapi Rindu
66
Sebuah rencana
67
Mencari jejak
68
Secercah cahaya
69
Kepala Batu
70
Cerita Tiara
71
Cerita Tiara bagian 2
72
Tekad bulat
73
Keteguhan hati
74
Rasa Bersalah
75
Terima kasih telah menemaniku
76
Orang kepercayaan
77
Keluarga Baru
78
Sebuah tanda tangan
79
Teman curhat
80
Aku Rindu Dia
81
Aku pilih kamu
82
Pertemuan
83
Rasa yang tertinggal
84
Buah Simalakama
85
Cinta lama belum usai
86
Harus bersabar
87
Merasa di khianati
88
Rumor
89
Penuh Kerahasiaan
90
Kecewa dan Pengorbanan
91
Ketidakmampuan melawan
92
Kesepakatan pra nikah
93
Bukan Solusi tepat
94
Pengecut
95
Perubahan sikap
96
Kuingin mengenalmu lebih dekat
97
Keputusan yang berat
98
Bertepuk sebelah tangan
99
Ada Harapan
100
Bimbang
101
Situasi yang pelik
102
Penantian yang tak sia-sia
103
Relakan aku
104
Mulai bersemi
105
Hati yang tersisa
106
Hari yang dinantikan
107
KELAHIRAN dan KEMATIAN
108
Pesan terakhir
109
Sebuah akhir yang indah

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!