Hari ini Reno beserta Elena juga Olla terbang ke Indonesia tanpa memberi kabar terlebih dahulu pada Arga maupun Arletta. Elena ingin sekali membuat sebuah kejutan pada cucu-cucunya yang lama tak dijumpainya.
Setelah menempuh perjalanan udara yang melelahkan, akhirnya ketiganya mendarat dengan selamat di bandara Jakarta. Olla nampak begitu bersemangat saat dirinya akan bertemu kembali dengan para saudaranya.
"Opa, oma ayo."
Reno hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat cucunya yang begitu tak sabaran, mirip seklai dengan sifat mamanya yaitu Jesika.
"Sabar ya sayang, kita tunggu jemputannya dulu," ucap Elena dengan lemah lembutnya.
Elena yang sekarang sangatlah tenang dalam pembawaannya, begitu lemah lembut dan sangat penyayang. Reno yang melihat perubahan pada istrinya merasa begitu tenang, sebab ia tak harus begitu khawatir dengan reaksi istrinya yang tak sabaran seperti dulu.
"Itu mobil kita udah datang," seru Reno saat sebuah mobil putih berhenti didepannya.
Seorang laki-laki turun dan memberi salam pada Reno juga Elena, kemudian laki-laki itu membantu Reno memasukkan semua barangnya kedalam bagasi mobilnya. Mereka meninggalkan bandara dengan kecepatan sedang, Olla nampak menikmati pemandangan jalan yang dilaluinya.
"Opa kenapa kita lama sekali sih sampainya, aku udah lapar opa," rengek Olla didalam mobil.
"Sabar ya Olla sayang, nanti sampai rumah kita bisa makan masakan mama Letta," bujuk Elena pada cucunya.
"Mau mau mau, masakan mama Letta kan enak semua," semangatnya.
"Aku mau udang mentega, ayam bakar, kentang goreng terus minum es lemon tea ada bobba nya juga, " gumam Olla membayangkan makanan dalam fikirannya.
"Astaga, kenapa jadi Jesika benget gini ya ini anak pah," tak habis fikir Elena dengan tingkah cucunya. Dan Reno hanya bisa mengangkat kedua bahunya saja.
Tak lama setelah rengekan Ollah, mobil mereka memasuki sebuah pekarangan rumah yang begitu asri dan indah. Nampak disana ada Laisa Mira yang sedang bermain, juga ada Shaka yang selalu bertugas mengawasi adik-adiknya.
"Kaka Shaka, itu kak Shaka, " heboh Ollah saat melihat Shaka yang diidolakannya.
"Sabar Olla, mobilnya biar berhenti dulu," seru Elena saat melihat kehebohan cucunya ini.
Dan saat mobil itu berhenti, Olla yang begitu antusias segera berlari keluar berlari menuju kakaknya Shaka yang tengah fokus mengawasi kedua bocah didepannya. Shaka yang belum siap langsung terjatuh saat tubuh Olla menerjang dirinya.
"Astaga siapa ini," seru Shaka yang tak tahu siapa yang menerjangnya.
Sedang dua bocah yang tengah asik bermain langsung terhenti saat mendengar suara teriakan kakaknya. Kedua bocah itu bergegas berlari menghampiri Shaka, menarik tubuh Olla yang tak diketahuinya itu menjauh dari tubuh kakaknya.
"Ih minggir, jangan peluk-peluk kakak ku," omel Laisa sambil menarik tubuh gadis yang mendekap kakaknya.
Olla yang tak gentar dan tak ingin melepaskan tubuh Shaka dari pelukannya. Ia malah semakin mengeratkan pelukannya, membuat Laisa kesal dan pada akhirnya menjambak rambut Olla.
"Aduh-aduh aduh sakit Laisa, nakal ih," seru Olla kesakitan.
Dan betapa terkejutnya ketiga bocah itu saat gadis itu melepaskan diri dari Shaka, membuat ketiganya berseru bersamaan, " Olla."
"Masih nggak mau lepasin rambut aku Laisa," seru kesal Olla membuat Laisa dengan cengar-cengir melapaskan tangannya.
"Hehehe, maafin ya."
Ollah cemberut menatap kedua bocah yang tengah tersenyum manis dihadapannya, rasanya begitu kesal namun ia begitu merindukan para saudaranya itu. Olla yang kesal hanya tersenyum menatap Shaka yang sedang membersihkan tubuhnya.
"Jangan lihatin kakak aku," seru Laisa menyembunyikan tubuh Shaka dibalik tubuhnya. Mira hanya bisa menepuk dahinya melihat keduanya.
Reno turun menggandeng istrinya, keduanya berjalan beriringan menuju keempat cucu-cucunya itu. Elena tersenyum manis melihat interaksi keempatnya yang tak pernah berubah walau lama tak pernah saling bertemu.
"Apa ada yang merindukan oma sama opa," seru Elena membuat mereka mengalihkan pandangannya.
Arlett yang sedang meyiapkan makan siang bersama Cally mendengar suara keributan dari halaman rumahnya. Ia pun bergegas melihat kondisi anak-anaknya, meninggalkan Cally seorang diri menyiapkan makan siangnya.
Dan sungguh membuatnya terkejut saat melihat siapa yang sedang dipeluk oleh anak-anaknya. Ada Reno juga Elena yang sedang memeluk tubuh cucu-cucunya, Elena yang terlalu bahagia sampai menitikan air matanya.
"Mamaaa," teriak Laisa saat melihat mamanya. Laisa melepas pelukannya pada oma opanya, ia bergegas berlari menuju mamanya. Laisa nampak begitu jelas menatap mamanya yang sedang tersenyum sambil berlinang air mata.
"Mama, don't cray," ucap Laisa sambil menghapus jejak air mata mamanya. Membuat Letta tersenyum melihat betapa posesif anak gadisnya.
"Letta," panggil Elena.
"Mama," menangis berhambur memeluk tubuh Elena.
"Mama akan jagain kamu nak, nggak ada satu orangpun yang bisa mengganggu anak mama lagi."
‐Terima kasih untuk dukunganya selama ini semua‐
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments
Endang Iswahyuni
ini tokoh utama leta apa caly sih
2021-12-27
0
Atun TuchiZhama
tisu mana tisu mana 😭😭😭
2021-12-19
0
aurora
lanjut thor
2021-11-13
0