Saat laki-laki itu hendak menarik tangan Laisa, Shaka dengan santainya tersenyum menatap adiknya. Tanpa diduga, Laisa yang bocah kecil itu menarik tangan orang dewasa hingga jatuh tersungkur.
"Tolong, tolong. Ada yang mau menculik kami," teriak Shaka dengan santainya.
"Bocah tengik, berani berurusan denganku," geramnya.
"Bukan aku, tapi papaku," Shaka mengangkat ponselnya yang sudah terhubung dengan Arga.
Arga yang sedang berada bersama David terkejut saat Shaka menghubunginya, dengan santainya ia mengangkat tanpa rasa curiga. Namun bukan suara Shaka yang didengarnya, melainkan suara laki-laki yang sedang mengumpati anaknya.
"Brengsek, siapa dia," batin Arga mengerutkan alisnya.
"Ada apa Ga," tanya David, Arga hanya mengisyaratkan David untuk diam.
"Mau anda apakan kedua anak saya," geram Arga berbicara.
Arga dapat mendengar dengan jelas suara Laisa, suara anak gadis nya yang begitu pemberani. Darah Arga mendidih saat mendengar laki-laki tersebut berucap akan menjaul Laisa untuk dijadikan budak anak kecil.
"Anda salah lawan, bukan anak-anak saya yang harus anda hadapi,"serunya sambil berjalan keluar dari perusahaan diikuti oleh David.
Shaka tersenyum begitu juga dengan Laisa, terlebih saat kedua bocah itu melihat ada beberapa bodyguard papanya datang menghampirinya. Laisa tersenyum sinis melihat raut pucat calon penculiknya, ada rasa puas juga kasaihan secara bersamaan.
"Aduh papa, jangan membuat om nya takut dong," ucap Laisa begitu centil.
"Diam kamu gadis nakal, tunggu papa datang. Papa akan kasih kamu pelajaran," ucap Arga yang begitu kesal dengan anak gadisnya itu.
"Tuan muda, noan muda apa kalian baik-baik saja?"
"Baik om, tolong urus laki-laki ini ya," ucap Shaka meminta tolong pada bodyguardnya.
Shaka yang gantel menarik pelan tangan adiknya agar berdiri disebelahnya. Gadis itu nampak linglung setelah berbicara dengan papanya.
"Ada apa," tanya Shaka yang curiga.
"Kak, apa yang akan papa lakuin ya sama aku," tanyanya dengan mata tak tentu arah.
"Makanya jangan nakal jadi anak cewek itu," tegur Shaka sebagia kakaknya.
"Tuan muda nona muda, sebaiknya saya antar kembali pada nyonya," seru bodyguardnya.
"Tidak perlu om, saya bisa menjaga adik. Saya nggak mau mama saya khawatir jadinya."
"Baiklah tuan muda, kalau begitu saya akan mengurus laki-laki ini."
"Terima kasih om."
Shaka membawa adiknya kembali kemejanya, sedangkan Letta sudah begitu panik saat kedua anaknya tak kunjung kembali dari toilet. Mira menawarkan diri untuk mennyusulnya, namun Cally melarang karena takut akan ada hal buruk yang menimpanya.
"Gue susulin mereka ya, kalian berdua diam disini," ucap Cally.
"Nggak perlu lagi deh sister," ucap Mira.
"Kenapa," tanya Letta.
"Itu mereka berdua," tunjuk Mira pada Shaka yang sedang berjalan menggandeng adiknya.
Dan baru saja mendudukan dirinya, nampak Arga datang bersama dengan David. Nampak Letta terkejut dengan kedatangan suaminya, terlebih raut wajah Arga nampak tak bersahabat. Laisa memalingkan wajahnya agar tak bertukar pandang dengan papanya itu, tatapan mata Arga bagai pisau yang siap membelah hati utuhnya.
"Kenapa kalian disini," tanya Cally.
"Kebetualan tadi kita lagi mau makan, nggak taunya lihat kalian disini jadinya ya kita samperin deh," bohong David yang tak ingin melihat Letta khawatir.
Arga masih saja menatap putrinya yang sedang menghindarinya itu, tatapan itu bahkan tak sedetikpun berpindah dari dirinya. Mira bergantian menatap papa juga saudarinya itu.
"Laisa, papa dari tadi liatin kamu deh," bisik Mira membuat Laisa makin tak karuan.
Makanan mereka datang, Letta membawa beberapa macam sushi untuk disantap suaminya. Dan hal itu menimbulkan iri pada Shaka diikuti Laisa.
"Ayolah ma, itukan kesukaanku," protes Shaka.
"Iya nih mama," ikut Laisa.
"Oh berani memprotes papa ya, Laisa," ucap Arga sambil menekankan nama anaknya.
"Udahlah pa, makan ajalah. Makan aja semuanya," gumam Laisa.
..
Di negaranya, Reno begitu khawatir saat mendengar kabar dari anak buahnya tentang Letta juga kedua cucunya yang hendak diculik. Rasa khawatir itu membuatnya tak bisa berkonsentrasi melakukan apapun.
"Pah," panggil Elena pada suaminya.
"Iya mah, ada apa?"
"Papa yang ada apa, dari tadi tuh mama perhatiin ngelamun terus."
"Shaka sama Lausa hampir diculik orang ma," jelas Reno yang membuat istrinya terkejut.
"Kaka Shaka sama adek Laisa diculik siapa opa," tanya Olla.
Olla Syafa Taura, ia adalah putri dari Orland juga Daniel yang lahir sebelum Laisa juga Mira. Gadis yang selalu menyayangi saudara-saudaranya walaupun tak pernah bertemu sebab beda negara.
‐Terima kasih untuk semua gift, like juga komennya‐
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments
Elgha Nurri Rahman
mungkin putri nya orland sma jesika ya,, ada typo nya dikit
2021-11-12
0
Demarince Padakari
lanjut
2021-11-11
0
aurora
lanjut thor
2021-11-11
0