Letta yang merasa hatinya kacau pergi mengunjungi kedua orang tuanya, disana juga berbaring Seruni, om Ilham juga tante Flora.
"Kak, " lirih Letta membelai nisan Seruni.
"Kak Runi, " tangisnya.
"Kenapa kaka tinggalin aku sendiri kak."
Letta kembali membuka luka lamanya, kehilangan Seruni disaat bersamaan dengan kelahiran anaknya.
Pagi itu, keduanya bersiap dengan begitu riang hendak pergi bersama yoga hamil. Kehamilan yang hanya berjarak beberapa minggu membuat keduanya begitu kompak dalam berbagai kegiatan.
Namun pagi itu semua tawa berubah, tawa yang riang itu telah berganti dengan tangisan pilu.
(flash back on°)
"Kak Runi, ayo."
Letta begitu riang bersemangat, terus berteriak memanggil kakaknya yang masih berada didalam kamarnya.
"Astaga, sabar kenapa sih," tawa Seruni menghampiri adiknya.
"Dua bumil mau kemana nih," tanya David dengan kopi serta koran ditanganya.
"Mau yoga baby, " jawab Seruni begitu manis.
David melongo mendengar Seruni bersikap manis didepannya. Jarang, bahkan hampir tak pernah.
Selama pernikaha Seruni bahkan jarang sekali bersikap manis layaknya istri pada umumnya. Dan pagi ini, David tersipu malu dengan tingkah manis istrinya.
"Aih wajah merah, malu ?" goda Letta.
David mengecup hangat kening Seruni dengan begitu lama, seakan tak akan pernah ada kecupan lagi dari keduanya.
"Ih udah kenapa," protes Letta.
"Sirik aja, sana telpon suami loe suruh pulang" ledek David.
Diantarkan oleh supir, keduanya begitu riang membicarakan kegiatan setelah yoga nantinya. Letta merencanakan untuk spa bersama melepas lelah, namun ucapan Seruni mengganggu dirinya.
"Nggak bisa deh dek, hari ini aku mau istirahat. Udah cukup kegiatannya," senyumnya begitu tulus. Dan Letta baru melihat kembali senyum itu setelah kepergian om serta tantenya.
"Kak," menggenggam erat tangan Seruni dan ikut tersenyum.
"Pokoknya kamu harus baik-baik ya sama Arga, jangan ngambek-ngambekan lagi ih kasian suami kamu itu."
"Iya iya."
"Jangan cuma iya-iya dek. Dengerin kaka ya, kamu udah besar udah mau punya dua anak bahkan tiga sama anak kaka."
"Berhenti bersikap kekanak-kanakan, jangan biarin siapapun menindas kamu! Jangan cengeng, kakak nggak suka lihat kamu nangis."
Seruni terus saja berbicara, Letta merasa jantungnya berdetak tak semestinya. Debarannya berbeda, tak seperti biasa.
"Kakak kenapa sih, kayak mau ninggalin aku aja."
"Tuhkan nangis lagi," memeluk Letta dengan begitu sayang.
"Kamu ingat ya, kaka sayang banget sama kamu."
(flash back off°)
**
Mike juga Sarah mengantar kepulangan Cally, keduanya mengantar kepergian Cally dibandaran.
"Thanks ya kalian berdua," seru Cally.
"Cally," rengek Sarah merentangkan kedua tangannya.
"Thanks ya Sarah, thanks buat semuanya selama ini."
"Loe ingat, loe harus baik-baik disana. Salam buat Letta ya, kalian harus baikan karena adek loe itu nggak salah."
"Iya tenang aja," jawabnya.
"Mike."
"Hati-hati ya, kabarin kita kalau sudah sampai," memeluk hangat Cally.
Meninggalkan London, Cally bersiap kembali pada kenyataan hidupnya. Kota dimana ia berasal, kota kelahiran.
Berbeda dengan Cally, Arga baru saja kembali dari perjalanan bisnisnya. Laki-laki itu kembali dengan sejuta rasa rindunya.
Dibawah langit senja, ia berjalan dengan tegapnya. Menarik koper dengan jaket ditangan menambah pesona Arga diantara para penumpang lainnya.
Selama perjalanan, senyum itu tak kunjung pudar dari wajahnya. Wajahnya berseri saat membayangkan akan kembali kepada istrinya.
Letta sedang bermain bersama kedua peri kecilnya, sedang Shaka tengah asyik sendiri dengan laptopnya.
Ketiganya tertawa bersama saat bermain petak umpat, Arga masuk menatap kebahagiaan didepannya.
"Ramenya," seru Arga mengalihkan pandangan semua orang.
"Papa," kedua peri itu berteriak, berlari menghampiri papanya.
Namun Arga yang jahil menghindari kedua putrinya, sebaliknya ia berlari kearah Letta.
Melepas rindunya, Arga memeluk erat tubuh istrinya. Menghirup aroma yang selalu dirindukannya.
"Miss you," bisik Arga.
"Miss you more sayang," balas Letta.
Terdengar suara tangis yang begitu nyaring, semua orang menepuk dahinya saat tahu suara siapa itu.
"Papa sih, jadi nangis kan si cengeng,"protes Shaka berjalan menghampiri adiknya.
Shaka memeluk erat Laisa, membelai punggung adiknya agar berhenti menangis.
"Sini anak-anak papa," merentangkan kedua tangannya.
Ketiganya berhambur memeluknya, melepas rasa rindu. Namun Shaka begitu gengsi mengungkapkan rasa rindunya, ia hanya sesaat saja memeluk papanya.
Arga menatap istrinya, ada yang berbeda. Ia meminta Shaka mengajak kedua adiknya kembali bermain, sedang ia berjalan menghampiri istrinya.
"Kamu menangis, ada apa."
...-----🍒-----...
...Hai semua, maaf ya nunggu lama updatenya....
...Jangan lupa terus klik like, favorit terus berikan komen kalian setelah membacanya. satu like satu komen itu berarti buat penyemangatnya....
...Terima kasih semua...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 86 Episodes
Comments
Ade Rahayu
lanjutkan donk Thor msih penasaran ni
2021-10-23
0
Nay22
up lagi Thor yang banyak 🥰
2021-10-22
0
Leni Ani
jadi sedih,kok lama up nya thor...
2021-10-22
0